
Yin Feng dan Walikota Tian Long kemudian mulai menampakkan diri. "Akulah yang menyerangmu."
"Siapa kamu? Berani-beraninya tingkat langit tahap 3 menyerangku!" Du Lan Teng merasa marah akan serangan dari Yin Feng yang tiba-tiba.
"Siapa aku itu tidak penting! Yang jelas aku pun menginginkan tanduk emas itu," ujar Yin Feng.
"Hahaha.. Baru di tingkat langit tahap 3 mau melawanku! Cari mati saja!" Seketika Du Lan Teng langsung maju menyerang Yin Feng.
Perkelahian pun terjadi antara Yin Feng dan Du Lan Teng yang jelas-jelas tingkat kekuatan mereka berbeda jauh.
Walikota Tian Long merasa bahwa Yin Feng tak akan sanggup melawan Du Lan Teng sebab itu beliau juga ikut maju membantu Yin Feng. "Jangan kau kira aku akan diam saja! Feng er biarkan paman saja yang melawannya."
"Oh menarik, ternyata kau sudah mencapai tingkat langit tahap 7, ini akan jadi lawan yang pantas untukku." Du Lan Teng terlalu meremehkan Yin Feng.
"Tidak paman, biarkan Yin Feng saja." Yin Feng tak ingin sewaktu perkelahiannya dengan Du Lan Teng konsentrasinya terpecah kearah Walikota Tian Long, sebab itu Yin Feng tetap kekeh.
Walikota Tian Long teringat saat Yin Feng dapat mengalahkan Xuan Cong yang tingkat kekuatannya di tahap 7, akhirnya beliau menuruti apa yang dikatakan Yin Feng.
Akan tetapi saat Yin Feng sedang bertarung dengan Du Lan Teng pendekar yang lainnya pun datang. "Ini terlihat lebih menarik! Keberanian anak itu harus diacungi jempol." Hu Tian Ming memeilih untuk mengamati terlebih dahulu.
"Hah! Itu mah sama saja mencari kematiannya sendiri." Lu Jian membalas ucapan dari Hu Tin Ming, soal pertarungan Yin Feng dan Du Lan Teng.
Dua pendekar bawaan dari ketua Du Lan Teng ternyata telah berhasil membunuh pimpinan srigala dan ikut bergegas pergi untuk membantu ketua Du Lan Teng.
"Biarkan kami ikut membantu guru." Ternyata dua pendekar yang bersama Du Lan Teng adalah muridnya yang bernama Wan Hong dan Riu Yu.
Keduanya hendak maju membantu Du Lan Teng akan tetapi dicegah oleh Walikota Tian Long. "Tak akan aku biarkan kalian menggangu pertarungan mereka berdua."
"Ah sial! Jelas Wan er dan Riu er tak akan sanggup menghadapi orang itu. Tunggu.. Tunggu sepertinya aku kenal dengan wajah itu." Du Lan Teng begitu cerobah yang mencoba melamun disaat sedang bertarung.
"Kau sangat menganggapku lemah ya, baiklah akan aku tunjukan padamu kekuatanku!" Yin Feng tak terima atas perlakuan Du Lan Teng yang sangat meremehkan dia.
__ADS_1
"Jurus Kelopak Jiwa."
Langsung Yin Feng mengeluarkan jurus yang membuat Xuan Cong saat itu mati mengenaskan.
Du Lan Teng baru tersadar saat ribuan kelopak bunga mulai berputar-putar mengelilinginya. "Apa-apaan ini! Kau kira hanya trik murahan seperti ini akan mampu untuk mengalahkanku!"
Du Lan Teng menyerang kelopak bunga yang mengitarinya itu dengan tebasan pedang. "Hancurkan." Mendadak akibat tebasan pedang dari Du Lan Teng, ribuan kelopak bunga yang mengelilingi Du Lan Teng dengan sangat rapat menjadi berlubang.
Tapi tidak berselang lama kelopak bunga menutupi kembali lubang yang disebabkan tebasan pedang Du Lan Teng. "Apa!! Bagaimana mungkin!"
Terus-terusan Du Lan Teng menyerang ribuan kelopak bunga, sampai pada akhirnya ia keluarkan jurus terkuatnya. "Jurus Pembakar Jiwa."
Serangan dari Du Lan Teng membuat pertahanan jiwa Yin Feng terganggu, sampai memutahkan sedikit darah. "Uhuk.. Tak ku sangka pak tua ini mampu menyerang balik dengan kekuatan jiwa."
Yin Feng tak mau kalah segera ia keluarkan kekuatan jiwa miliknya untuk menekan kekuatan jiwa milik Du Lan Teng.
Awalnya kelopak bunga yang mengelilingi Du Lan Teng mulai terbakar sebagian, kini kelopak bunga itu kembali menyatu dan kembali menutup rapat.
Yin Feng akhirnya menyatukan dua elemen miliknya kedalam jurus kolopak jiwa, seketika membuat Du Lan Teng yang berada didalam mengalami keterkejutan.
"Apa lagi ini?" Hawa dingin beserta hawa panas mulai menyelimuti kelopak bunga bersamaan dengan menyalanya semua kelopak bunga akibat terlapisi api.
Sedangkan dari bawah elemen es mulai menjalar sampai membekukan kaki Du Lan Teng. "Ah sial bagaimana api dan es dapat berdampingan serasi seperti ini."
Jalaran es mulai menjalar keseluruh tubuh Du Lan Teng hingga hawa dingin mulai masuk menusuk tulang-tulangnya. "Aaaaahhh.."
Teriakan Du Lan Teng terdengar hingga ke telinga para pendekar yang ada. "Apa!! Du Lan Teng bisa sampai tak berdaya dibuatnya." Hu Tian Ming tak percaya dengan apa yang telah dilihaynya itu.
Jelas-jelas Du Lan Teng lebih tinggi tingkat kekuatannya bila dibandingkan dengan Yin Feng. "Apakah kita akan berdiam diri disini dan menunggu giliran kita?" Lu Jian memberitahu Hu Tian Ming bahwa tidak menutup kemungkinan Yin Feng akan menyerang mereka juga.
"Kau benar ketua Lu sebaiknya kita habisi saja anak itu, mumpung fokusnya masih tertuju pada Du Lan Teng." Hu Tian Ming dan Lu Jian sepakat untuk menyerang Yin Feng secara bersamaan.
__ADS_1
Sedangkan Walikota Tian Long yang masih menghadapi murid dari Du Lan Teng segera mengakhiri pertarungannya, dengan serangan cepat yang membuat kedua murid dari Du Lan Teng mengalami luka sangat parah.
Segera Walikota Tian Long meninggalkan keduanya dan menyusul Hu Tian Ming dan Lu Jian yang hendak melakukan serangan diam-diam.
"Jangan harap kalian bisa menyentuhnya! " Walikota Tian Long menebaskan beberapa tebasan pedang kearah Hu Tian Ming dan Lu Jian.
Yang membuat keduanya terpaksa berhenti dan menghindarinya. "Kalian berdua cepat bunuh anak itu selagi dia masih sibuk." Hu Tian Ming menyuruh pada kedua muridnya untuk menyerang Yin Feng.
"Tak akan aku biarkan! " Walikota Tian Long mengibaskan pedangnya untuk menghalau kedua murid dari Hu Tian Ming.
Akan tetapi Hu Tian Ming telah lebih dahulu menghalau serangan dari Walikota Tian Long. "Jika kau ingin bermain-main maka kita berdua akan menghadapinya."
"Kau juga ikut kedua murid ketua Hu itu dan binasakan anak muda disana." Lu Jian pun sama memerintahkan muridnya yang bernama Yuan Lu untuk ikut menghabisi Yin Feng.
"Kalian berdua sungguh sangat membuatku marah." Walikota Tian Long segera melesat maju untuk menghadapi keduanya.
Sedangkan satu murid Lu Jian dan dua murid Hu Tian Ming secara cepat sama-sama mulai menyerang menggunakan senjatanya masing-masing untuk menebas tubuh Yin Feng.
Akan tetapi saat ketiganya mulai mengayunkan pedang pada tubuh Yin Feng, apa yang terjadi membuat ketiganya cukup terkejut. "Apa!! Bagaimana bisa?" Perkataan yang serempak terlontar dari mulut ketiganya.
"Oh.. Kalian ingin memanfaatkan situasi rupanya." Yin Feng yang menoleh dan mendapati bahwa tiga murid dari masing-masing guru mulai melancarkan serangan padanya. "Untung saja aku telah selesai."
Ternyata Yin Feng telah selesai menyelesaikan urusannya dengan Du Lan Teng, saat kelopak bunga mulai menghilang segera Yin Feng mengambil tanduk emas yang ada pada Du Lan Teng.
Alangkah terkejutnya Au Jie, Po Lang dan Yuan Lu. "Apa!! Bagaimana mungkin ketua Du bisa mati ditangan anak ini!" Po Lang sangat terkejut sampai tak dapat bergerak.
Yuan Lu pun sama halnya dengan Po Lang yang saking terkejutnya dia sampai termundur hinga terjatuh. "Ma.. Ti!! Ketua Du bahkan terbunuh ditangan anak ini!"
Dari kejuahan Hu Tian Ming dan Lu Jian sempat melihat sekejap kematian dari Du Lan Teng. "Anak ini sangat mengerikan sekali, jika tidak dibunuh pasti akan sangat membahayakan." Hu Tian Ming hanya dapat bergumam dalam hati melihat Du Lan Teng mati mengenaskan ditangan Yin Feng.
"Guruuu.." Panggil dua murid Du Lan Teng Wan Hong dan Riu Yu bersamaan.
__ADS_1