Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Arena Pertarungan


__ADS_3

Sebelum Ning'er melangkah untuk menaiki Arena guru Xinhai sempat memberikan Ning'er arahan dan strategi di dalam Arena, tidak lupa juga Lourin yang selalu menyemangati Ning'er walaupun lawannya adalah orang kerajaan XienZue.


Namun bagi Ning'er itu adalah tantangan untuk dirinya dapat mengukur sampai mana perkembangan latihannya, apakah latihan yang selama ini dirinya jalani hanya akan terhenti di penyisihan pertama atau bahkan justru masuk dalam delapan besar.


Di Arena 4 peserta dari kerajaan XuinZue telah duluan menaiki Arena, namun ternyata Qiuxie masih ponakan dari raja XuinZue, dengan berparas cantik berambut panjang dan berbaju putri kerajaan sambil mengenakan pedang di tangannya.


Ning'er pun tidak mau kalah dengan Qiuxie, dengan pedang pemberian Ketua Wunghan di tagan kirinya Ning'er berjalan menaiki Arena dengan sangat tenang, dan siap menghadapi lawannya.


"Baik saya Jouhan wasit di Arena 4 ini akan memandu jalannya pertarungan, untuk kedua petarung ambil posisi siap."


Dooooong...


Bunyi gong menandakan seluruh pertarungan dimulai.


Ning'er yang duluan mencabut pedangnya dan segera maju menyerang Qiuxie, dengan pola serangan pedang yang telah dirinya dalami membuat kecepatan menyerangnya tidak dapat di tebak oleh Qiuxie.


Namun bagi Qiuxie ini pertama kalinya ada lawan yang seimbang, segera dirinya menghindar dari serangan Ning'er.


"Hehe, santai saja jangan buru-buru." Ucap Qiuxie.


Ning'er kembali menyerang setelah serangan pertamanya dapat dihindari oleh Qiuxie, Qiuxie menerima serangan Ning'er dengan pedangnya membuat benturan dua pedang terjadi.


Trang.. Trang... Trang...

__ADS_1


Serangan Ning'er makin cepat hingga memaksa Qiuxie mempercepat gerakannya, beberapa serangan saling beradu hingga nampak Qiuxie makin susah mengimbangi ilmu pedang Ning'er yang makin susah di baca. Memaksa Qiuxie untuk menjauhi Ning'er.


"Cukup lumayan seranganmu, walaupun belum membuatku terluka sedikit pun." Ucap Qiuxie meremehkan Ning'er.


***


Sedangkan di Arena 1 terlihat Roulan lebih mendominasi serangan yang membuat Soulie kualahan dengan luka di tangannya akibat ilmu pedang Roulan yang susah di hindari dan sangat cepat gerakannya.


Untuk di Arena 2 Hiusha melawan Wouxun masih beradu jurus dengan sengit, sampai membuat Arena pertarungan harus di lapisi lapisan pelindung yang tebal.


Hingga akhirnya terjadi sebuah ledakan di dalam Arena 2 namun tidak membuat lapisan pelindung hancur, terlihat sesosok pemuda sedang memegang pedang sebagai tumpuan agar dirinya masih dapat berdiri.


Namun salah satu pemuda telah terluka parah dan tergeletak lemas di Arena, dia adalah dari perguruan Beruang Madu Hiusha, dan seorang pemuda yang pedang sebagai tumpuannya adalah dari perguruan Cobra Emas Wouxun.


Yang ternyata Erlie belum siap saat pertarungan di mulai, hingga membuatnya harus terpental keluar Arena dengan luka yang cukup parah pada luar dan pada dalam tubuhnya, membuatnya memuntahkan darah begitu banyak.


Di Arena 1 Roulan dan Soulie masih beradu jurus pedang masing-masing, hingga semakin terlihat bahwa Roulan makin mendominasi dan dengan satu jurus terhebat, akhirnya Soulie terkena sayatan pedang milik Roulan yang membuat Soulie terduduk lemas dan mengakui kekalahannya.


***


Di sisi Qiuxie dan Ning'er pada Arena 4 makin terlihat imbang, dengan masing-masing memiliki pola serangan yang sama-sama susah di tebak, dan membuat masing-masing baik itu Qiuxie ataupun Ning'er terkena goresan pedang.


Qiuxie yang semakin memanas amarahnya semakin memuncak karena pada darahnya masih mengalir darah kerajaan, jadi dirinya tidak mau malu apa lagi kalah dalam pertarungan pertama ini.

__ADS_1


Di teriakkanlah sebuah jurus dengan di barengi sebuah cahaya kemerahan muncul dari pedangnya.


JURUS TOMBAK API


Jurus yang sangat mengerikan yang di keluarkan Qiuxie hingga berpuluh-puluh bayangan tombak yang terselimuti api muncul mengarah kearah Ning'er.


Ning'er pun langsung mengeluarkan jurus terhebatnya dengan dibatengi sebuah teriakkan.


JURUS BULAN PURNAMA


Sebuah bayangan bulan purnama yang sangat besar nampak di depan Ning'er, yang menghambat bayangan-bayangan tombak milik Qiuxie dan bayangan itu tertahan oleh bayangan bulan purnama milik Ning'er.


Ning'er sudah mempersiapkannya jauh-jauh hari jika berhadapan dengan lawan yang tangguh, sebuah tipuan dengan menahan serangan lawan dengan jurus bulan purnama dan menyerang dengan jurus bulan sabit.


JURUS BULAN SABIT


Teriakkan Ning'er dengan mengayunkan pedangnya membuat bayangan-bayangan bulan sabit muncul menembus bayangan bulan purnama miliknya, membuat Qiuxie terkejut dan tidak siap membuat pertahanan.


Sehingga serangan bulan sabit milik Ning'er berhasil membuat Qiuxie menderita luka sayatan yang cukup banyak pada tubuhnya sebelum akhirnya Qiuxie keluar dari Arena.


Akhirnya pertarungan dimenangkan oleh Ning'er dari perguruan Macan Putih di Arena 4, di Arena 1 dimenangkan oleh Roulan dari perguruan Elang Putih, Arena 2 dimenangkan oleh Wouxun dari perguruan Cobra Emas. Sedangkan di Arena 3 dimenangkan oleh Liuer dari perguruan Musang King.


Setelah pertandingan babak pertama selesai panitia mengumumkan bahwa tiap grup hanya akan di ambil dua pemenang yang nantinya akan menempati Arena khusus buat delapan besar.

__ADS_1


.....


__ADS_2