Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Runtuhnya Kerajaan Xian Tong


__ADS_3

Raja kegelapan Mou Gui memerintahkan panglima Elang maupun panglima Kera yang baru untuk menyerang Ling Mo serta Ling Kaisan. "Kalian berdua bunuh kedua manusia disana dan dapatkan jantungnya."


Keduanya langsung menuruti perintah raja kegelapan, segera melesat kearah Ling Kaisan dan juga Ling Mo.


Tanpa banyak bicara karena memang wujud asli roh mereka adalah binatang, jadi segera menyerang dengan membabibuta tanpa ada jeda sedikit pun.


Ling Mo dan Ling Kaisan sangat kerepotan saat menghadapi serangan demi serangan yang dilancarkan kedua panglima kegelapan tersebut.


Saat beberapa kali Ling Mo dan Ling Kaisan bertarung tanpa senjata, mereka melihat ada sedikit celah yang ditimbulkan dari kesalahan kedua panglima kegelapan.


Tanpa menyia-nyiakan kesempatan itu Ling Mo dan Ling Kaisan segera melesatkan serangan bersamaan, membuat kedua panglima kegelapan terpukul mundur.


"Sepertinya kita harus bekerja sama agar dapat mengalahkan mereka." Ling Kaisan memberikan saran pada Ling Mo, untuk saling bekerja sama.


Dengan menggunakan bantuan batu jindan mereka berdua mencoba membuat susunan formasi pembunuh. "Formasi Jindan Penghancur."


Kedua panglima kegelapan terperangkap didalam susunan formasi jindan penghancur, membuat keduanya sangat sulit mengeluarkan kekuatan bahkan sampai membuat mereka tidak dapat bergerak.


Dari kejauhan raja kegelapan Mou Gui yang menyaksikan kejadian itu cukup tenang, walaupun kedua panglimanya terperangkap dalam susunan formasi.


Raja Mou Gui memerintahkan para binatang iblis serta pasukan kegelapan yang dibawanya untuk membasmi seluruh manusia yang ada di kerajaan Xian Tong.


Ling Wei yang sedang duduk memulihkan diri akibat pertarungan dengan ketiga panglima kegelapan, akhirnya telah selesai ke stamina sebelumnya.


Akibat serbuan para binatang iblis yang menyerang dengan ganasnya, banyak dari sisa prajurit kerajaan yang terluka maupun yang kelelahan merasa takut dengan berusaha semaksimal mungkin bisa melarikan diri.


Tapi alhasil mereka tak dapat menghindari dari ajal yang akan menjemputnya itu, seluruh prajurit kerajaan yang tersisa semuanya dilahap habis oleh para binatang iblis.


Pertarungan sebelumnya antara prajurit kerajaan dengan pasukan kegelapan, ternyata banyak dari prajurit kerajaan yang tewas terbunuh.


Sedangkan dari pasukan kegelapan tinggal menyisahkan dua puluhan pasukan, itupun mereka dalam keadaan terluka.


Karena kedatangan raja kegelapan membuat mereka berhenti bertarung, namun bukan mereka mendapat kehidupan justru mereka semua ikut menjadi santapan para binatang iblis tersebut.


Para pasukan kegelapan yang dibawa raja Mou Gui saat menyaksikan binatang iblis memangsa rekan mereka sendiri, membuat mereka terkejut.


Binatang iblis memang lebih tahu untuk memburu mangsa, tidak akan melewatkan sedikit pun mangsanya.


Karena binatang iblis saat sudah mencium aroma darah mereka akan terlihat semakin ganas, tanpa memperhatikan target mangsanya.


Sedangkan Ling Yuan tak sempat lagi memulihkan diri, dia hanya bisa bergantung pada kemampuan serta tenaga yang tersisa.


Raja Tang San yang awalnya belum sempat turun tangan langsung mengeluarkan kekuatannya, dengan hanya mengangkat tangan kanan keatas seketika di langit muncul sebuah pusaran yang sangat besar.


"Matilah kalian semua."


Suara raja Tang San seolah menggema dikerajaannya, dari pusaran yang ada di langit tiba-tiba mengeluarkan tekanan yang amat sangat kuat.


Tekanan itu tiba-tiba mengangkat semua pasukan kegelapan serta binatang iblis, bahkan juga hampir mengangkat Ling Mo, Ling Wei, Ling Kaisan serta Ling Yuan. Namun mereka berempat masih memiliki kekuatan untuk menyeimbangkan tubuh.


Raja kegelapan Mou Gui tak ingin semua pasukannya mati oleh serangan dari raja Tang San, dengan segera ia mengangkat kedua tangannya.


Pusaran yang disebabkan oleh raja Tang San mendadak mulai melemah kekuatannya, mengakibatkan pasukan kegelapan dan binatang iblis yang sudah terangkat hingga 15 meter mendadak langsung terjatuh.


Tak mau kalah raja Tang San kemudian menambah kekuatan pada pusaran, pasukan kegelapan dan binatang iblis yang sudah terjatuh seketika mulai terangkat kembali.


"Ingin bermain-main denganku rupanya." Raja kegelapan yang sudah mengangkat kedua tangannya mulai menaikkan kekuatan, sambil perlahan-lahan seluruh jari-jari tangannya mulai ditekukkan ke posisi menggenggam.


Langit berubah menjadi gelap dan pusaran besar yang di ciptakan oleh raja Tang San mendadak seperti ditelan oleh awan hitam yang berkumpul disekitar pusaran tersebut.


"Apa!! Bagaimana bisa??" Raja Tang San cukup keheranan bahwa pusaran yang diciptakannya dapat dengan mudah dilenyapkan oleh raja kegelapan.


Raja Tang San menyuruh Ling Wei, Ling Mo, Ling Kaisan serta Ling Yuan agar merapat kesisinya. "Kalian berempat cepatlah kembali ke sisiku."


Tanpa penolakan keempatnya langsung bergegas kembali ke sisi raja Tang San, setelah keempatnya berada didekat raja Tang San.


Beliu mulai menggerak-gerakkan tangannya seolah seperti akan mengeluarkan jurus. "Panah Api Pemusnah."


Dari langit tiba-tiba muncul jutaan anak panah api turun menghujani semua yang ada di kerajaan Xian Tong.


Seluruh pasukan kegelapan dan juga binatang iblis mencoba membuat dinding pertahanan, akan tetapi dinding pertahanan yang mereka buat tak dapat menahan kekuatan serang dari panah api.


Mengakibatkan seluruh pasukan yang ada terkena hingga lebih dari lima puluh panah api yang tertancap pada tubuh mereka semua.

__ADS_1


Pasukan kegelapan seketika langsung tewas semua, sedangkan binatang iblis walaupun banyak panah api yang tertancap pada tubuh mereka, tetap saja mereka tidak langsung mati.


Hanya luka parah yang mereka terima namun dengan sifat alami binatang yang sangat buas dan ganas, mereka tetap mencoba berdiri dan melawan.


Groooouurrr...


Raja kegelapan sangat murka melihat seluruh pasukannya mati, bahkan para binatang iblisnya mengalami luka parah. "Kau manusia sudah membuatku murka."


Haaaaaa....


Raja kegelapan mengeluarkan seluruh kekuatannya besertakan teriakan keras sampai-sampai memekakkan telinga.


Terjadilah guncangan hebat besertakan ledakan dahsyat dari dasar tanah, batu-batu pun pada beterbangan disusul angin yang bertiup sangat kencang.


"Akan aku ratakan kerajaanmu ini! Heaaa... "


Suara ledakan terdengar dimana-mana berbarengan semburan api yang mencuat dari dasar tanah, bangunan-bangunan yang berdiri kokoh pada hancur.


"Kekuatan macam apa ini!! Bisa-bisanya sampai mau meratakan kerajaanku." Raja Tang San sangat terkejut menyaksikan kekuatan sesungguhnya dari raja kegelapan, yang dapat dengan mudah menghancurkan kerajaannya.


Raja kegelapan Mou Gui mengayunkan tangan kanannya kearah raja Tang San beserta empat pendekar kerajaan.


Ternyata dari ayunan tangan raja kegelapan Mou Gui mengakibatkan retakan tanah dan mencuatnya semburan api, menjalar hingga ke tanah yang dipijak oleh raja Tang San.


Raja Tang San mengeluarkan bola pusaka dan melemparkannya ketanah, seketika bola pusaka menjadi berukuran sangat besar. "Cepatlah kalian masuk kedalam bola itu!"


Keempat pendekar kerajaan mulai masuk kedalam bola pusaka disusul kemudian raja Tang San.


Bola pusaka yang berukuran besar mulai terbang hendak pergi meninggalkan kerajaan Xian Tong.


"Tak akan ada yang bisa lari dari genggaman raja ini." Raja kegelapan Mou Gui memerintahkan naga hitam tunggangannya untuk segera mengejar bola pusaka yang didalamnya terdapat raja Tang San.


Naga hitam ternyata mampu merubah bentuk tubuhnya menjadi lebih besar lagi, hingga bola pusaka yang tadinya berukuran besar kali ini dimata naga hitam hanya bola ukuran kecil saja.


Raja kegelapan berdiri diatas kepala naga hitam memerintahkan agar menelan bola pusaka tersebut.


Haaauuurr...


Bola pusaka ditelan oleh naga hitam membuat raja Tang San, Ling Wei, Ling Yuan, Ling Mo serta Ling Kaisan menjadi panik. "Ternyata naga hitam itu mampu merubah tubunya menjadi raksasa dan menelan bola pusaka ini."


"Tak masalah bila naga itu bisa menelan bola pusaka ini, namun apakah dia sanggup untuk menghancurkannya? Itu belum pasti sebab bola pusaka ini adalah warisan para leluhur raja Xian Tong."


Dalam tubuh naga hitam milik raja kegelapan ternyata memiliki api bumi yang panasnya melebihi panas api murni, bahkan dapat melelehkan apa saja termasuk benda pusaka bumi sekalipun.


Tingkatan senjata antara lain ada 6 tingkatan :




Tingkat Prajurit




Tingkat Panglima




Tingkat Raja




Tingkat Bumi



__ADS_1


Tingkat Langit




Tingkat Dewa




Begitupun dengan Api terbagi menjadi 5 macam yaitu :




Api Semu




Api Murni




Api Bumi




Api Langit




Api Neraka




Raja Tang San tak mengira bahwa bola pusaka peninggalan leluhurnya sedikit-demi sedikit mulai meleleh dan berlubang, membuah mereka berlima mulai merasakan panas yang teramat sangat panas.


"Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa terasa sangat panas sekali." Ling Kaisan baru menyadari bila ternyata didalam perut naga hitam memiliki hawa yang sangat panas.


"Pertahankan diri kalian! Sepertinya panasnya berasal dari dasar perut naga ini." Raja Tang San mengeluarkan pil pendingin dan memberikan masing-masing satu pil. "Telan pil ini agar dapat menetralkan panasnya."


Raja kegelapan Mou Gui mulai meluluh lantahkan dan meratakan kerajaan Xian Tong dan sekitarnya.


*


Ternyata sebelum peperangan, raja Tang San telah mengutus dua pendekar kerajaan agar membawa paksa dua anaknya yaitu Tang He serta Niu Tang pergi ke dataran timur untuk menyelamatkan diri.


Setelah dua pendekar kerajaan merasa kepergian mereka sudah sebentar lagi mendekati perbatasan dataran selatan dan dataran timur.


Barulah mereka berdua membangunkan dua anak dari raja Tang San, yang sengaja diberikan pil tidur.


"Ada dimana aku sekarang? " Tang He yang pertama kali membuka mata sangat terkejut, saat mendapati dirinya tengah berada di tempat yang tak dikenal.


"Niu er! " Tang He kaget melihat adiknya juga ada bersamanya, dan dia pun mendapati dua orang yang tidak dikenalinya. "Siapa kalian?"


"Tenangkan dirimu tuan muda." Jawab salah satu pendekar kerajaa. "Perkenalkan saya Wan Yu dan ini Wan Xie, kami adalah pendekar kerajaan kepercayaan ayah tuan muda."


"Lalu dimana ayahku?" Tang He melihat sekelilingnya dan tak mendapati bahwa ayahandanya raja Tang San tidak ada didekatnya.


Kedua pendekar kerajaan itu hanya tertunduk diam tanpa kata-kata. "Kenapa kaliam diam?"

__ADS_1


Tang He pun teringat bahwa saat itu raja Tang San tengah mempersiapkan peperangan, tapi dia tak tahu peperangan dengan siapa.


.......


__ADS_2