
Dongmen seprti sedang kerasukan dengan mata yang memerah dan nafas yang menderu-deru tiba-tiba menghilang dari pandangan Mingyin sebelum akhirnya muncul di belakangnya, Dongmen membawa mingyin pergi jauh dari perguruan dengan melesat sangat cepat menuju hutan.
Fengshui yang marah melihat istrinya dibawa Dongmen menjauh pergi dengan kekuatan penuh berlari menyusulnya.
**
Disi lain...
Guru Liuking yang sedang berhadapan dengan Kingkiong dan telah banyak beradu serangan demi serangan, akhirnya mengeluarkan sebuah senjata berbentuk pisau. Di terbangkannya pisau-pisau kecil itu ke atas, sontak yang tadinya hanya beberapa biji tiba-tiba menjadi banyak dan berputar-putar di atas kepala guru Liuking.
Dengan menteriakkan sebuah jurus.
JURUS SERIBU PISAU
Di arahkannya pisau-pisau itu ke arah Kingkiong, dengan membentuk posisi bertahan Kingkiong membalas serangan pisau-pisau itu dengan pedangnya.
Suara benturan pisau dan pedang itu pun menimbulkan suara yang keras.
Trangggg... Trangggg... Tranggggg....
Melihat kingkiong dapat mengimbangi serangan seribu pisau miliknya, akhirnya guru Liuking menambah daya kekuatan dari pisau-pisau itu.
Terlihat kecepatan pisau-pisaunya lebih cepat dari sebelumnya hingga membuat Kingkiong kuwalahan.
"Apaa?? Ternyata ilmu pisaunya sekuat ini, namun aku tak boleh kalah." Gumam Kingkiong.
Seketika Kingkiong menambah kekuatan pedangnya untuk menahan serangan pisau terbang milik guru Liuking, namun percumah karena mengeluarkan tenaga dalam yang berlebihan membuat Kingkiong cepat lelah dan bertubi-tubi pisau mengenai tubuhnya.
__ADS_1
"Akhhhhh... Akhhhhh..."
Teriak Kingkiong yang tubuhnya terkena tusukan seribu pisau.
Kingkiong pun terduduk sambil memegang pedangnya yang di tancapkan di tanah sebagai pegangan,semua darahnya mengalir keluar dari luka di seluruh tubuhnya.
"Kau masih bertahan rupanya, baiklah mungkin memang harus aku akhiri saja."
Ucap guru Liuking.
Mendadak pisau melesat dengan cepat memotong kepala Kingkiong.
Mendadak terdengar suara tepuk tangan dari seseorang sedikit lebih tua.
Prokkkk... Prokkk...
"Hemmmm, Ternyata kau dalang di balik semua ini, tak kusangka kau selicik ini." Ucap guru Liuking.
"Hahaha kenapa.., Kau terkejut rupanya.
Aku sudah lama menantikan sperti ini.
Aku tidak terima akan kekalahanku dulu, dan sekarang aku menantangmu."
Ucap, pria sedikit tua yang tidak lain adalah guru Loutan.
Mereka pun beradu dengan berbagai pukulan.
__ADS_1
"Mana kemampuanmu yang dulu Liuking, apakah hanya segini saja pukulanmu."
"Hahahaha... Ternyata kau yang sekarang cukup lebih kuat dari yang sebelumnya Loutan." Ucap Liuking.
"Coba sekarang kau terima jurusku ini."
Seketika guru Liuking mengeluarkan pisau-pisaunya kembali dan menerbangkannya di atas kepala, dengan singkat pisau-pisau itu berubah menjadi banyak.
JURUS SERIBU PISAU
Guru loutan yang sudah mengamati dari jauh ketika pertempurannya melawan Kingkiong tidak merasa cemas dan menghadapinya dengan sebuah jurus juga.
JURUS PIRINGAN GANDA
Teriak guru Loutan yang mengeluarkan dua piringan berbentuk roda tajam, kemudian berputar membentuk sebuah tameng yang menahan jurus seribu pisau milik guru Liuking.
Tranggggg... Tranggg... Tranggg...
Berbagai benturan kedua benda tersebut yang mengakibatkan terjadinya ledakan di udara.
Duarrrrrr... Duarrrrr... Duarrrr...
Para guru dan murid lainnya yang sudah membereskan seluruh kelompok kelelawar hitam dengan mudahnya, tatkala mengetahui pimpinan mereka telah terbunuh membuat anak buah Kingkiong hilang semangat dan terbunuh satu persatu.
Guru dan murid yang tidak menduga ternyata suara ledakan di udara terjadi karena guru Liuking berhadapan dengan guru Loutan sempat bertanya-tanya...
"Mengapa guru Loutan menyerang guru Liuking, apakah guru Loutan dalang di balik semua ini." Ucap, masing-masing guru dan murid.
__ADS_1