
Seorang penunggang kuda cokelat seketika hentikan laju tunggangannya saat melihat sebatang pohon tumbang yang melintang jalan di depannya. meskipun wajahnya tidak begitu jelas terlihat karena tertutup caping bambu, namun dari dengusan berat yang keluar dari mulutnya menandakan kalau orang ini sedang kesal menahan amarah.
Si penunggang kuda cokelat ini adalah seorang lelaki tinggi kurus berjubah biru. dari rambutnya yang panjang dan sudah beruban bisa di duga kalau dia sudah cukup tua. sepasang mata tajam di balik caping bambu menyorot sinis. sekali pandang dia mampu melihat kalau batang pohon besar itu memang sengaja di tebang seseorang untuk menghadang jalannya.
Tanpa turun dari punggung kudanya lelaki tua berjubah biru ini memandang sekeliling sambil mendamprat, ''Orang dari mana yang berani bertingkah dan cari perkara dengan diriku Ki 'Alu Gempur Bumi.!''
Suara bentakan orang yang mengaku bernama Ki Alu Restu Bumi itu terdengar keras bergelombang hingga membuat daerah sekitarnya sesaat berguncang. pertanda orang tua ini mempunyai tingkat tenaga dalam dan kesaktian yang tinggi. tapi sayangnya hingga gema suaranya sirap, tidak ada jawaban apapun yang terdengar dari sana.
''Huhm., setan alas., apa kamu pikir aku tidak dapat mengetahui di mana kalian semua berada. enyahlah.!'' dengus Ki Alu Gempur Bumi sambil cepat hantamkan dua kepalan tangannya ke samping kiri kanan tubuhnya.
'Wheeess., Whooosss.!'
'Blaaar., Blaaam.!'
Dua gulungan pusaran angin keras yang sangat padat seketika menyambar ganas hingga menghantam barisan pepohonan dan semak belukar yang tumbuh rapat di kedua tepian jalan.
Terdengar jeritan dan makian gusar di sertai suara berderak patah beberapa batang pohon yang tersambar ilmu pukulan sakti Ki Alu Gempur Bumi. di antara gemuruh angin pukulan yang sesaat menutupi pandangan mata, berlompatan beberapa sosok tubuh ke udara yang langsung melabrak orang tua berjubah biru tua itu dengan bacokan pedang pendek.
Ki Alu Gempur Bumi terkesiap kaget, sekali lihat dia tahu ada setidaknya delapan orang yang kini sedang mengincar nyawanya. dari gerakan jurus tikaman pedang lawan dia juga dapat mengenali asal mereka.
''Haa., ha., rupanya kalian para begundal dari gerombolan 'Tupai Terbang'. dasar bodoh., kalian cari mati sendiri.!'' umpat Ki Alu Gempur Bumi tertawa bergelak. sekali hentak tubuhnya yang tinggi kurus melesat ke atas sambil kembali hatamkan dua jurus pukulan saktinya.
''Awas., ajian Gempur Bumi.!'' seseorang berseru kaget di udara. meskipun demikian delapan pedang pendek tetap bergerak cepat selincah tupai. berbekal ilmu meringankan tubuhnya yang tinggi mereka mencoba untuk menyusup di tengah tekanan jurus pukulan sakti lawannya.
Hasilnya lima pedang mental, pemiliknyapun turut terjungkal semburkan darah. meskipun sampat kirimkan tiga atau empat tikaman pedang yang menyasar daerah mematikan di tubuh lawan namun gelombang ilmu kesaktian Ki Alu Gempur Bumi terlalu kuat untuk di tembus.
Sebaliknya tiga orang anggota gerombolan Tupai Terbang yang menyerang belakangan malah berhasil kirimkan beberapa tikaman dan bacokan pedang pendek. tiga orang itu sengaja menyerang dari samping kanan kiri lawan sehingga lebih mudah menyusupkan jurus serangannya.
Sejak masih menjadi anggota prajurit khusus di keraton, mereka memang terlatih untuk dapat menguasai ilmu meringankan tubuh dan kecepatan bergerak yang mematikan.
Geraman gusar bercampur rasa kesakitan terdengar dari mulut Ki Alu Gempur Bumi saat tiga pedang pendek lawannya berhasil menembus pusaran angin pukulan saktinya sehingga bahu lengan dan pinggangnya tersabet pedang lawan.
__ADS_1
Beruntung ilmu kesaktiannya cukup tinggi hingga pedang ketiga lawannya tidak sampai mengenai bagian dalam tubuh. dengan beringas orang tua ini gerakan kedua tangan kakinya untuk lepaskan pukulan telapak dan tendangan berantai yang menebas patah tulang tangan kaki tiga anggota gerombolan Tupai Terbang.
Bicara tentang gerombolan Tupai Terbang, orang persilatan akan mengatakan dua buah pendapat. pertama mereka ini sebenarnya adalah sisa- sisa pasukan khusus pada masa akhir kerajaan Majapahit. pasukan prajurit khusus yang dinamai pasukan 'Tupai Terbang' itu bertugas mengawal keluarga para pembesar kerajaan dan sudah di jadikan korban hingga tersingkir akibat pengkhianatan diantara para pimpinannya yang berebut kekuasaan.
Sekarang ini mereka semua menjadi kaum buronan karena sudah beralih sebagai gerombolan perampok yang sering kali menyasar keluarga bekas para pimpinannya yang dulu pernah berkhianat dengan bergabung dengan pasukan pemberontak dan mengkambing hitamkan para bawahannya. itulah pendapat kedua.
Salah satu diantara bekas kepala pasukan khusus itu adalah Ki Alu Gempar Bumi. jadi boleh dikatakan kalau sekarang orang tua itu sedang bertarung dengan bekas anak buahnya sendiri yang dendam karena merasa telah di khianati.
''Aaakh., bajingan Alu Gempar Bumi.!''
''Jahanam pengkhianat., sampai matipun arwah kami semua akan bergentayangan dan mencekikmu.!'' teriak para anggota Tupai Terbang muak dan penasaran. mereka sudah merencanakan penghadangan ini cukup lama, tapi tidak disangka mereka gagal.
Tiga tubuh terperosok jatuh ke tanah dengan tulang- tulang patah dan muntah darah. meskipun masih hidup tapi mereka tidak mampu lagi untuk bangkit. dengan mata beringas ketiganya memelototi Ki Alu Gempur Bumi yang berdiri angkuh di depan mereka. tangannya menunjuk seseorang.
''Jogo Panut., kau dan semua temanmu rupanya sudah bosan hidup sampai berani menyerang atasanmu sendiri. dasar begundal rampok keparat., hari ini akan aku buat kalian semua lenyap dari muka bumi.!''
''Chuih., kami menjadi seperti ini juga karena ulah kalian semua para pimpinan licik., awalnya kami tidak tahu kenapa mesti di pindah tugaskan untuk menjaga gudang pusaka kerajaan. lalu kau dan beberapa kepala pasukan seangkatanmu termasuk Ki Musang Laga mengatakan hendak memeriksa bagian dalam gudang harta..''
''Tapi sungguh kami semua tidak menyangka kalau saat itulah kalian semua memindahkan banyak barang pusaka kerajaan dan menukarnya dengan barang pusaka palsu. dasar tua bangka sialan.'' rutuk orang yang bernama Jogo Panut geram.
''Hak., ha., ughk., ughk., aku tahu sebenarnya kau sudah lama mengincar sebuah harta pusaka kerajaan bernama batu 'Nirmala Biru' yang konon dapat menyebuhkan segala macam racun dan melancarkan tenaga kesaktian yang tersumbat karana kesalahan dalam melatih ilmu. tapi sayangnya., kami sudah lebih dulu mengambilnya saat mulai menyadari pengkhianatanmu..'' ejek Jogo Panut tergelak dan batuk- batuk.
Berubah hebat wajah Ki Alu Gempur Bumi mendengar perkataan bekas anak buahnya.
''Anjing keparat., katakan apa maksudmu. sekarang ada di mana batu sakti itu, cepat katakan atau kupuntir kepalamu.!'' ancamnya sambil mencekik lehar Jogo Panut.
''Ughk., kau., kau tidak akan per., pernah dapat men., menemu., kannya..''
''Sebagai., bekas wak., wakil., mu., aku tahu kau sedang., terluka da.,lam akibat salah melatih ilmu. kau inginkan batu itu., agar bisa menyem., buhkan., mu. sayangnya kau sudah., terlam., bat. Haa., ha.!'' jawab olok Jogo Panut terbata dan batuk darah.
Karena leharnya di cengkeram orang, darah itu hanya sebagian yang dapat keluar dari mulutnya. setelah tersengal orang inipun mati dalam keadaan mendelik gusar.
__ADS_1
''Bangsat tua pengkhianat., kami sudah menjual batu yang kau incar ke orang luar. jika ingin tahu siapa yang membelinya., kau bisa tanyakan pada setan- setan di neraka..''
''Untuk dapat menjumpai setan yang berada di neraka, kau bisa membunuh dirimu sekarang juga., Haa., ha.!'' ejek dua anggota Tupai Terbang yang masih tersisa tertawa bergelak. karuan saja Ki Alu Gempur Bumi yang punya sifat berangasan tambah naik pitam. dengan sangat kejam dia menghajar kedua bekas anak buahnya habis- habisan hingga hampir sekarat.
''Cepat katakan kalian jual pada siapa batu sakti itu., jika kau mau mengatakannya. aku jamin kalian berdua bukan saja akan selamat, bahkan dapat menjadi anak buahku dan hidup enak..'' bujuk Ki Alu Gempur Bumi. rupanya orang itu sadar kalau percuma saja dia bertindak keras pada mereka.
''Ben., benarkah, kau., kau akan men., nolong ka., kami.?'' tanya orang yang terkapar di sebelah kiri membuat kawannya melotot dan memakinya. Ki Aku Gempur Bumi tersenyum licik. satu tamparan keras mendarat di pipi orang satunya, hingga bibirnya pecah.
''Hek., he., kau tidak perlu perdulikan dia. tentu saja aku pasti menolongmu. dan kau bakalan hidup enak sebagai pengawalku. sekarang katakan di mana batu sakti itu berada..''
Anggota gerombolan Tupai Terbang yang satu ini lukanya tidak separah rekannya, dia masih dapat sedikit beringsut maju. ''Kema., kemari., lah., akan aku kat, katakan semu., semua., nya..'' gumamnya terbata.
Ki Alu Gempur Bumi mendekat ''Di mana benda itu sekarang.?''
''Kau bisa mencarinya di liang kuburanmu., mampuslah kau pengkhianat jahanam.!'' teriak orang itu bengis penuh dendam. kedua tangannya bergerak cepat mencekik leher Ki Alu Gempur Bumi yang sungguh tidak menyangka kedua tangan lawan yang patah itu masih mampu bergerak menyerang seperti itu. dengan meraung gusar dia mengemplang dan meninju rusuk kiri si pencekik.
Sialnya rekannya turut bangkit menghantam kepala si orang tua dengan segumpal batu. meskipun tenaganya sudah melemah tapi batu itu masih dapat menghantam pelipis Ki Alu Gempur Bumi hingga robek berdarah.
''Kurang ajar., mampuslah kalian semua.!'' bentak Ki Alu Gempur Bumi murka. rusuk si pencekik hancur terhantam hingga tulangnya berserabutan keluar. sesaat dua tangannya masih mencengkeram leher mangsanya sebelum terkulai lemas seiring nyawanya yang terbang ke akhirat.
Si penghantam batu patah tulang rahangnya. saat kaki kanan lawan menjejak keras tubuh anggota Tupai Terbang yang terakhir itupun mencelat lalu menggelinding hingga tiga tombak jauhnya. sebuah pukulan sakti jarak jauh bertenaga dalam tinggi yang terlontar dari kepalan tangan Ki Alu Gempur Bumi agaknya bakalan menamatkan riwayatnya.
Segulung angin sekeras dinding baja yang menebar hawa dingin membekukan tulang memotong jalur pukulan sakti Ki Alu Gempur Bumi sekaligus memusnahkannya. hebatnya arus tenaga keras yang sangat dingin itu juga mampu menghempas tubuh Ki Alu Gempur Bumi hingga jatuh terduduk dan caping bambunya mental entah kemana.
''Kep., keparat. sia., siapa yang berani ikut campur urusanku.!'' geram orang tua itu seraya berusaha bangkit sambil kerahkan tenaga dalamnya untuk mengusir hawa dingin yang seakan merasuk tulangnya. dia menoleh ke satu arah.
Belasan langkah di sana berdiri seorang pemuda berbaju gelap yang terbuat dari kain tebal. tangannya menggenggam sebatang tongkat besi hitam sepanjang hampir setengah tombak. rambutnya yang hitam lebat terikat secarik kain batik lurik.
Ki Alu Gempur Bumi tidak mengenal siapa pemuda itu dan datang dari mana. biarpun begitu dia merasakan suatu perasaan yang menyeramkan saat si pemuda mengangkat wajahnya yang tampan namun pucat dan dingin. sedingin sorot matanya yang tajam menusuk jiwa. orang tua itu merasakan suatu keanehan yang menggidikkan hati saat melihat mata pemuda ini, dia sungguh tidak dapat menggambarkan apa yang ada di balik pandangan sedingin mata mayat itu.
*****
__ADS_1
Asalamualaikum., salam sehat sejahtera selalu buat kita semua.
Mohon 🙏sertakan komentar, kritik dan saran, juga like 👍atau vote jika anda berkenan. Terima kasih. Wasalam.