
Ki Tanjung Semboro melirik ke samping kiri. dia tertegun melihat Puji Seruni yang berdiri agak di belakangnya. entah sejak kapan gadis murid sahabatnya itu selesai bersemedi memulihkan luka dalamnya. pandangan mata gadis cantik berbaju putih ini lurus ke atas panggung. biarpun tidak mengenal siapa saja lawan Pranacitra, tapi dia sadar mereka pasti bukanlah para tokoh persilatan sembarangan.
Langit yang berselimut mendung tebal membuat udara menjadi lebih gelap. ditambah lagi hembusan angin kencang dan gemuruh suara guntur semakin menambah suasana makin mencekam hati.
Seakan tidak perduli dengan yang terjadi di sekitarnya, pemuda pincang dari gunung Bisma itu hanya sekali saja mendongak ke atas. ''Mungkin sebentar lagi akan turun hujan. jadi kurasa sebaiknya kita mulai saja..'' ujarnya sambil menyapu pandang dua puluh empat orang pesilat yang berdiri mengurungnya di atas panggung itu.
Seorang tua berpakaian merah gombrong bertubuh kurus pendek, berambut panjang kemerahan dengan muka tirus belang hitam terlihat melotot bengis hingga kedua matanya yang sudah bengkak gembung semakin terlihat membesar. dia adalah tokoh silat jahat yang berjuluk 'Hantu Gunung Kawi.!'
Berselisih tiga orang di sebelah kanannya berdiri seorang wanita cantik jelita namun berparas sombong dan angkuh. memakai sejenis mantel jubah warna jingga kemerahan dengan puluhan sulaman bunga anggrek yang juga berwarna jingga. sekilas sulaman bunga anggrek di jubahnya mirip warna kobaran api yang panas menyala. mata orang yang melihat seperti terasa panas dan pedih.
Meskipun baru berumur dua puluh satu tahun, tapi nama 'Anggrek Geni' sudah di tempatkan dalam jajaran atas pesilat muda pendatang baru dunia persilatan. Pranacitra pernah mendengar kalau wanita cantik yang muncul pertama kalinya di dunia persilatan sejak setahun silam itu mempunyai sifat tinggi hati dan gampang tersinggung.
Kabarnya dia pernah menghabisi satu pesilat wanita yang cukup ternama secara keji hanya karena dia bilang pakaian yang di kenakan si Anggrek Geni terlalu mencolok pandangan. dengan tanpa bicara wanita sombong itu langsung mencongkel kedua mata orang yang berani menghinanya. setelah puas menyiksa korban, diapun dihabisi seketika.
Si Anggrek Geni biarpun bukan berasal dari aliran hitam, tapi di dalam golongan putih dia juga tidak mendapatkan tempat karena sifatnya yang sombong, mudah tersinggung dan suka memandang rendah orang lain.
Dua orang tua bertubuh tinggi kurus tinggal kulit hitam pembungkus tulang dan berjubah gelap dan sedikit bungkuk, terlihat berdiri menatap tajam Pranacitra dengan kedua matanya yang cekung mencorong. sekilas ada kilatan cahaya merah penuh hawa dendam yang jahat tersirat dari sana.
__ADS_1
Biarpun sudah sangat jarang muncul di rimba persilatan nama 'Sepasang Jerangkong Ireng' masih cukup di takuti sejak tiga puluhan tahun silam, terutama di daerah tengah dan pesisir selatan tanah jawa. beberapa orang pendekar mulai menebak- nebak kenapa kedua orang kakak beradik itu bisa kembali muncul di dunia ramai.
Dalam sekali pandangan saja Pranacitra bisa merasakan kalau tenaga dalam yang di miliki semua pengepungnya sudah termasuk kelas satu. terutama tiga nama yang tersebut di atas. mata dingin pemuda pincang itu sedikit berkedut melihat kemunculan kembali si 'Ular Sakti Berpedang Iblis'.
Entah kenapa dia merasa harus lebih waspada pada pemuda yang mungkin umurnya sebaya dengannya. walaupun sebagian dari wajahnya tertutupi caping bambu, tapi Pranacitra dapat merasakan sepasang mata buas penuh hawa membunuh sedang menatapnya dari balik caping itu.
''Hak., haa., ha., bertahun- tahun lamanya diriku memendam dendam kesumat pada si keparat 'Pengemis Tapak Darah' karena dia telah membunuh seorang saudaraku satu- satunya. sayang sekali dia sudah keburu mampus. tapi tak mengapa., kalau gurunya tidak kudapatkan, muridnyapun juga boleh.!'' geram si Hantu Gunung Kawi tertawa seram.
Sepasang tangannya yang kurus dan berbulu tebal terkepal erat hingga menimbulkan suara berkerotokan. hawa panas yang kemerahan seolah menyelimuti kedua tangannya hingga ke siku pertanda orang tua ini sedang siapkan suatu aji kesaktian.
''Kami berdua sengaja keluar sarang setelah mendengar kemunculan dari pewaris ilmu si jahanam 'Burung Hantu Bungkuk Pencabut Nyawa'. belasan tahun silam nenek tua bangka itu telah membuat kami berdua mengalami kelumpuhan bahkan nyaris tewas. sekarang kaulah yang bakal menanggung semua hutang gurumu itu dengan selembar nyawamu.!'' gertak salah satu dari Sepasang Jerangkong Ireng yang berambut gimbal dan lebih tinggi.
Mendengar ucapan si 'Jerangkong Ireng Kepala Botak' sebagian besar pendekar sama mengambil perhatian. bagaimanapun juga rahasia Lembah Seribu Racun sangat menarik minat kaum persilatan. sayangnya pemuda pincang itu bukan saja tidak menjawab, malah alihkan pandangnnya ke arah si Anggrek Geni.
''Huh., aku tidak perlu memiliki dendam kesumat apapun untuk dapat menghabisimu. tempat teratas bagi para pesilat pendatang baru yang kau duduki sekarang ini, sudah lebih dari cukup bagiku sebagai alasan untuk dapat menyingkirkanmu.!'' sahut Anggrek Geni geram.
''Ooh., rupanya kau ini cuma menginginkan kedudukan sebagai yang teratas dalam jajaran pendatang baru. boleh saja., tapi apakah kau sadar kalau tingkahmu yang kekanak- kanakan dan sombong membuat semua orang menjadi muak melihatmu. ingatlah., di dalam sepuluh nama pesilat muda bukan cuma kau saja yang berparas cantik, tapi masih ada seorang lagi yang kabarnya memiliki kecantikan melebihi bidadari kahyangan..''
__ADS_1
''Sekalipun kabarnya ilmu silat dan kesaktian wanita ini tidak terlalu hebat, tapi dia adalah salah seorang ahli racun dan senjata rahasia terhebat saat ini serta memiliki kecerdasan otak yang luar biasa..'' Pranacitra hentikan sejenak ucapannya saat melihat paras cantik si Anggrek Geni berubah merah padam seperti sedang menahan hawa amarah. si pemuda pincang itu menyeringai sinis.
''Mungkin tidak ada seorangpun yang tahu nama wanita cantik itu yang sebenarnya. tapi gelar 'Dewi Malam Beracun' kurasa banyak orang persilatan yang pernah mendengar berikut juga semua sepak terjangnya..''
''Biarpun sampai saat ini diriku belum pernah punya kesempatan untuk bertemu dengannya, tapi aku percaya kalau dia memang jauh lebih jelita di bandingkan dirimu. Aah., aku juga mendengar kalau kau pernah mencongkel mata seorang kenalanmu dengan alasan perempuan itu telah mengolok jubahmu yang terlalu mencolok pandangan. padahal penyebab sebenarnya adalah., dia telah membandingkan dirimu dengan Dewi Malam Beracun itu..''
''Chuiih., meskipun kaum wanita tidak suka di bandingkan dengan wanita yang lain, tapi perbuatanmu yang mencongkel kedua mata perempuan itu lalu menyiksanya hingga tewas, benar- benar keterlaluan. pantas saja biarpun cantik tapi tidak satu lelakipun yang sudi mendekatimu. kusumpahi kau bakalan jadi perawan tua seumur hidup. Haa., ha.!'' ejek Pranacitra meludah lalu tertawa bergelak seakan sengaja menghina si Anggrek Geni.
''Keparat pincang jahanam., tutup mulut busukmu.!'' bentak Anggrek Geni mengamuk. tanpa perduli apapun lagi tubuhnya berputar satu lingkaran sebelum mengebutkan mantel jubahnya yang lebar ke depan.
'Wheeeet., Whuuuk.!'
'Bheeet., bheet., Sraaaat.!'
Seiring kebutan mantel jubah bersulaman bunga anggrek, terlihat cahaya tajam kemerahan yang menyilaukan mata orang. berikutnya tersembur puluhan cahaya merah berbentuk bunga anggrek yang menebar hawa sepanas bara api langsung menghujani tubuh si pincang.
''Lihat itu adalah ilmu 'Kebutan Hujan Anggrek Pembakar Sukma.!'' seru beberapa orang yang berada di bawah panggung saat mengenali jurus kesaktian yang di gunakan Anggrek Geni. kabarnya selama ini hampir tidak ada orang yang selamat dari serangan itu. paling sedikit lawan akan mengalami luka bakar sangat parah.
__ADS_1
''Wah., wah., sudah dimulai rupanya., baiklah pincang sialan kita lihat sampai di manakah ketinggian ilmu kesaktianmu..'' gumam 'Ular Sakti Berpedang Iblis' menyeringai. sementara dalam hatinya dia tertawa mengejek karena tidak ada seorangpun yang menyadari kalau Dewi Malam Beracun yang sedang mereka bicarakan itu bukan saja berada dalam satu perkumpulan yang sama dengannya, bahkan dia sudah mengenal wanita itu sejak lama.
Awalnya si Ular Sakti Berpedang Iblis hanya pernah mendengar tentang Dewi Malam Beracun yang dalam kelompok 13 Pembunuh di percaya sebagai pembunuh nomor dua belas, karena sang ketua sangat membatasi pertemuan dan hubungan para anggotanya. baru beberapa waktu lalu keduanya bertemu untuk pertama kalinya saat mereka mendapat tugas membunuh sasaran yang sama.