Pendekar Tanpa Kawan

Pendekar Tanpa Kawan
Rahasia gadis penyakitan. (bag2) Mafia Jadul.


__ADS_3

Pranacitra termenung menggumamkan nama yang baru saja didengarnya dari Nyi Kartiyah. dia merasa belum pernah mendengar julukan seperti itu sebelumnya. meskipun demikian dirinya yakin kalau siapapun perempuan yang disebutkan ini, pastilah merupakan salah satu pesilat tangguh yang memiliki jabatan tinggi dalam partai 'Gapura Iblis'.


''Setelah padepokan silat 'Seriti Sakti' tempat kalian tinggal musnah lantas apa rencanamu selanjutnya.?'' tanya Pranacitra sementara kedua matanya tetap menatap wajah dan tubuh kurus gadis penyakitan yang terbaring di depannya. meskipun tubuhnya masih lemah juga belum sadar tapi keadaan gadis bernama Ni Luh Mirahsari ini jauh lebih baik.


''Kami berempat masih memiliki seorang saudara seperguruan lainnya yang sudah lama berpisah. bahkan dialah murid pertama guru. meskipun sangat jarang sekali bertemu tapi hubungan baik diantara kami tetap terjalin erat. jika mendengar terjadi musibah dalam padepokan Seriti Sakti, tentu dia tidak akan tinggal diam dan menolong kita..''


''Namun sebelumnya, kita mesti mendapatkan terlebih dahulu telur 'Burung Seriti Emas' yang menjadi barang pusaka perguruan..'' jawab Nyi Kartiyah. pandangan mata wanita setengah umur ini juga tidak lepas dari sosok pemuda yang berdiri membelakanginya. dia hampir tidak dapat menahan rasa penasaran tentang jati diri Pranacitra.


''Pemuda ini jelas punya ilmu kesaktian tinggi. meskipun dari sikapnya terkesan angkuh dan tidak perduli tapi juga penuh perhatian pada Ni Luh Mirahsari keponakanku. apakah dia., menyukai gadis itu.?'' batin Nyi Kartiyah. satu senyuman kegembiraan muncul di bibirnya. namun saat teringat akan suatu masalah, seketika rasa senang dihatinya memudar berganti perasaan bingung dan khawatir.


''Aaihs., biarlah takdir yang mengatur semua. lagi pula belum tentu juga anggapanku benar adanya..'' batin Nyi Kartiyah menghela nafas. saat itu terdengar suara erangan lirih dari mulut Ni Luh Mirahsari. bibi gadis itu dengan setengah paksakan dirinya melangkah mendekati pembaringan keponakannya. ''Kau sudah sadar Mirahsari.?'' lengan Nyi Kartiyah perlahan menyangga leher bahu gadis itu yang rupanya ingin duduk. mungkin dia sudah merasa terlampau lelah terus berbaring.


''Bibi Kartiyah., kita sekarang berada dimana. apa yang telah terjadi pada ayah, paman juga semua saudara di padepokan Seriti Sakti.?'' tanya Ni Luh Mirahsari. biarpun suaranya terdengar lemah tapi tersirat suatu semangat hidup didalamnya. setelah berpikir sebentar akhirnya Nyi Kartiyah memilih untuk berterus terang dengan semua peristiwa yang terjadi dalam padepokan Seriti Sakti pada gadis itu, termasuk tewasnya Ki Ranu Kaling, suami juga putranya Prameswara.


Biarpun terasa sangat menyakitkan namun itu akan lebih baik jika dibandingkan terus merahasiakannya. karena kekecewaan yang didapat Ni Luh Mirahsari dimasa depan pasti akan berlipat saat dia tahu kalau semua kerabat termasuk ayahnya telah terbunuh. gadis muda kurus yang sebenarnya sangat cantik ini hanya bisa menangis dalam dekapan bibinya yang juga berlinang air mata. untuk waktu cukup lama suasana kesedihan sangat terasa di dalam gubuk itu.


Yang agak diluar dugaan adalah meskipun telah kehilangan ayah dan banyak saudaranya tapi kesedihan hati Ni Luh Mirahsari tidak berlarut terlalu lama. jiwa gadis empat belas tahunan ini cukup tegar. ''Bibi., aku ingin mengenal pendekar muda budiman yang telah menolong kita. ada dimana dia.?'' tanya gadis itu sembari tangannya meraba- raba kedepan.

__ADS_1


Pranacitra yang berdiri dua tindak ditepi pembaringan menghela nafas prihatin saat mengetahui kedua bola mata bening Ni Luh Mirahsari yang terlihat kosong. ''Kasihan sekali gadis muda ini. selain tubuhnya lemah, matanya juga buta. meskipun racun dalam tubuhnya dapat dipunahkan tapi kebutaannya memerlukan waktu yang lama untuk bisa pulih. itupun kemungkinannya sangat kecil..'' batin Pranacitra bimbang.


''Saudara yang budiman., siapapun engkau, bolehkah aku mengenalmu. maafkan jika kurang sopan tapi keadaan mataku tidak memungkinkan untuk melihat dirimu. jadi., sudilah saudara pendekar muda mendekat..'' ucap gadis itu. anehnya walaupun terdengar lemah dan perlahan namun suaranya seperti mempunyai daya kekuatan yang tidak dapat dibantah hingga Pranacitra turut mendekat.


Sepasang tangan kurus dan halus dengan jemari tangan yang lentik meraba ke depan. pertama dia menyentuh bagian perut. lantas naik perlahan ke dada, leher hingga seiring berdirinya gadis itu dari dipan kayu tempat tidur, tangannya juga sampai ke wajah si pemuda. saat berdiri tingginya cuma sebatas dagu Pranacitra. dengan berdekatan seperti itu tercium kembali aroma tubuh si gadis hingga si pemuda mesti mendenguskan hidungnya beberapa kali.


Walaupun cantik rupawan tapi dengan tubuh kurus pucat, pendek, bau asam dan bermata buta seperti itu jelas bukan termasuk dalam golongan gadis idaman kaum lelaki. tetapi anehnya Pranacitra juga tidak merasa keberatan berdekatan dengannya. ''Wajahmu meskipun tampan namun terasa dingin di kulit tanganku. mungkin juga auranya rada pucat. dari tarikan nafasmu yang teratur namun berat sepertinya saudara menyimpan suatu beban penderitaan..''


Tanpa perduli dengan Pranacitra yang agak terkesiap kaget, Ni Luh Mirahsari tertawa kecil. ''Ehmm., dari caramu mundur selangkah dan dengusan hidungmu, kau pasti merasa risih dengan bau keringat di tubuhku. harap maaf dan maklummu, aku tidak ingat kapan terakhir kalinya mandi membersihkan diri sejak pingsan dan sakit..'' ujarnya terus terang. begitu bebas seakan tidak ada lagi rasa duka dalam hatinya.


''Iya benar., tubuhmu bukan saja bau asem, mulutmu juga bau iler karena sudah lama tidak cuci mulut. namun aku sendiri sejak pagi juga belum mandi. meskipun tidak separah dirimu tapi kukira badanku juga bau keringat..'' seloroh Pranacitra nyengir. pada umumnya seorang lelaki akan bicara lebih sopan dan halus untuk menutupi kekurangan seorang gadis, sekalian sebagai bentuk rasa hormat. tapi sayangnya, Pranacitra bukanlah jenis pemuda yang suka basa- basi. alias 'Nek Omong Sak Karepe Dewe.!'


''Kau jangan salah sangka lho., kita mandinya bergantian. saat aku membersihkan diri di sungai tuan pendekar muda berjaga bersama bibi Kartiyah. setelahnya barulah giliranmu mandi..'' terang Ni Luh Mirahsari tutupi mulut mungilnya menahan tawa. ''Ooh., bee., begitu yah. ten., tentu saja kita mesti ber., bergantian mandi. duu dua lawan jenis memang tii., tidak boleh mandi bareng. sebab kalau itu terjadi, Eehm., Gak bahaya tah.?'' ucapnya gelagapan.


Sementara dalam hatinya dia mengumpat kesal. ''Sialan betul gadis buta ini. sudah bau badan tapi masih berani mempermainkan diriku. Huhm., salahku sendiri karena sudah berpikir yang aneh- aneh..'' dengan gunakan tongkat besi hitam ditangannya, Pranacitra menuntun langkah Ni Luh Mirahsari.


Kedua muda- mudi itu berjalan beriringan. si pemuda berada didepan sedang si gadis buta mengikuti dibelakangnya sambil tangannya menggenggam ujung tongkat besi. ''Biarpun pemuda aneh ini baik hati namun dia tetap punya sifat mesum juga..'' pikir Nyi Kartiyah tersenyum sendiri. dia agak tercengang saat melihat pemuda itu berjalan terseok pincang.

__ADS_1


''Ternyata dia seorang pemuda yang berkaki cacat..'' batinnya merasa iba, lantas mengikuti mereka berdua menuju sungai. baru saja dia keluar pintu gubuk, terlihat Pranacitra sudah berdiri diam. dengan satu isyarat tangannya pemuda itu menyuruhnya untuk membawa masuk kembali keponakannya kedalam gubuk. meskipun belum jelas apa yang terjadi tapi Nyi Kartinah memilih untuk menurutinya.


Saat itulah dari beberapa penjuru berkelebat muncul belasan orang berjubah mantel hitam yang langsung bergerak mengurung mereka. dari pakaian yang mereka kenakan, dapat dipastikan kalau mereka adalah anggota dari partai 'Gapura Iblis'. yang menarik perhatian, pimpinan gerombolan ini adalah dua orang setengah tua. satu orang di antaranya lelaki bermuka tembem dan bertubuh pendek gemuk dengan raut wajah seolah selalu tertawa. jubah putihnya yang mencolok terbuat dari paduan kain sutra mahal serta membekal sebuah alat hitung dari negeri Tiongkok yang dinamai Sempoa dan terbuat dari perak.


Seorangnya lagi perempuan tinggi kurus bermuka tirus dengan pupur gincu menor. jubahnya berwarna kuning dengan hiasan bunga- bunga kecil terbuat dari perak dan emas. wanita ini punya sorot mata dan senyuman licik. selain menggembol buntelan kain kuning, jemari tangannya yang panjang lentik berhias cincin emas permata juga membawa batangan besi tipis dan panjang seperti penggaris baja.


Melihat sepasang lelaki perempuan berumur lima puluh tahunan yang berpakaian mirip kaum saudagar kaya itu, seketika Pranacitra jadi teringat pada dua orang aneh tapi juga licik, tamak dan culas di dunia persilatan. ''Tidak pernah kusangka kalau, 'Sepasang Pedagang Pencabut Sukma' dari tanah Malaya rupanya adalah kaki tangan partai Gapura Iblis..'' desis Pranacitra agak terkejut.


Dalam rimba persilatan saat ini terlalu banyak perkumpulan atau padepokan silat yang berdiri, tentu saja dengan tujuannya masing- masing. ada kelompok silat yang beranggota kaum pengemis, pencoleng, pengamen, para petani atau malah kaum pedagang. biasanya perkumpulan silat itu bertujuan untuk dapat saling melindungi sekaligus menyelesaikan permasalahan yang terjadi diantara sesama rekan kerjanya.


Salah satu perkumpulan kaum pedagang yang paling terkenal bernama 'Perserikatan Dagang Permata Hitam'. konon kabarnya perserikatan yang punya anggota ribuan pedagang dari berbagai penjuru ini sanggup memperjual belikan barang apapun juga. baik benda mati ataupun hidup. dari barang umum sampai yang terlarang. dengan cara jujur dan terhormat, sampai memakai cara licik, tersembunyi dan jahat.


Walaupun perkumpulan pedagang ini sangat terkenal namun jarang sekali orang yang tahu kalau kedua orang lelaki perempuan setengah baya itulah pimpinan dari Permata Hitam. yang perempuan bernama Nyi Sugih Medit. julukannya si 'Jari Sukma Pantang Rugi'. pasangannya yang gemuk pendek bernama Ki Ageng Kebacut Ngirit, bergelar si 'Tangan Sukma Serakah'.


Meski selama ini banyak orang yang merasa menjadi korban dari cara perdagangan mereka yang licik tapi tidak ada yang berani melaporkannya pada pihak berwenang, karena sudah menjadi rahasia umum kalau perserikatan dagang Permata Hitam punya pelindung yang kuat dalam pemerintahan.


Seandainya mereka diputuskan bersalah, cuma kaum keroconya saja yang dijadikan kambing hitam. hebatnya orang- orang rendahan ini rela bungkam mulut demi untuk melindungi rahasia para atasannya sekalipun diancam bunuh. jika di jaman modern seperti sekarang, mungkin perserikatan semacam ini bisa di golongkan sebagai sindikat kartel gelap atau Mafia.

__ADS_1


................................


Jangan lupa untuk menuliskan komentar Anda yah😊. juga Like👍, Vote☝atau kritik sarannya. Terima kasih🙏.


__ADS_2