
Jalananan setapak ditepian hutan itu selain rada, sempit juga jauh dari keramaian. suara bentakan garang disertai ledakan ilmu kesaktian yang saling beradu membuat suasana sunyi seketika menjadi berubah gempar. burung- burung semburat beterbangan keluarkan pekikan panik. semak belukar hangus meranggas.
Diantara suara caci makian gusar dan tanah bebatuan yang terhempas angin pukulan sakti terlihat empat bayangan manusia yang terus saling labrak. tiga sosok berjubah hitam itu terus menghujani tubuh seorang pemuda bertongkat besi yang terkurung di tengah kepungan lawannya. dalam waktu sangat singkat pertarungan ilmu kesaktian itu sudah lewat belasan jurus.
Hati pemuda bernama Pranacitra itu cukup terkesiap. karena biasanya orang yang telah menerima serangan jurus 'Tongkat Kembar Cahaya Kegelapan' dan pukulan sakti 'Raungan Naga Kehancuran' jika tidak langsung terkapar mati, paling sedikit dia pasti terluka dalam sangat parah.
Namun ketiga orang berjubah hitam yang punya wajah bengkak kemerahan ini bukan saja sanggup bertahan malahan balik menggempur dengan aji kesaktian yang mengeluarkan bola- bola cahaya hitam besar berhawa panas dan terasa berat menindih. setiap kali bulatan sinar hitam menghantam sesuatu timbul ledakan keras yang membuat lubang besar dan hangus mengepulkan asap kehitaman.
''Pukulan 'Bola- Bola Liang Neraka.!'' seru Pranacitra terperanjat saat mengenali ilmu kesaktian yang digunakan ketiga lawannya. dia segera sadar kalau musuhnya kali ini bukanlah pesilat sembarangan. dengan setengah merunduk untuk menghindari pukulan maut lawan dia lepaskan sebuah aji kesaktian ke tiga penjuru arah sekaligus.
''Jurus kesaktian 'Tapak Darah Meminta Sedekah.!'' Tiga orang berjubah hitam itu sama terpekik ngeri. serentak tubuh mereka berkelabatan menjauhi hujan berlusin bayangan cahaya merah darah berbentuk telapak tangan menebar hawa panas dan bau anyir yang bertaburan menutupi udara.
''Pincang keparat., biarpun kabarnya kau punya banyak ilmu kesaktian tinggi, tapi jangan harap dapat lolos dari kematianmu.!'' gertak salah satu lawannya yang bertubuh paling pendek. bersama seorang temannya yang bermuka paling tembem bengkak, dia coba menghadang pukulan sakti Pranacitra hingga benturan ilmu kesaktian kembali terjadi.
'Whuuuuss., whuuusss., Slaaaasshh.!'
__ADS_1
'Blaaaaamm., blaaamm., blaaarrr.!'
Jalanan setapak yang tadinya sempit penuh rumput belukar lebat itu seketika berubah menjadi tanah pelataran penuh lubang yang terbongkar. debu kerikil dari batuan yang pecah terhantam pukulan nyasar terasa perih dan panas membakar tubuh. seekor ular dan beberapa binatang liar seperti kadal dan tikus yang bersarang di sana turut terpanggang hancur.
''Setan alas., ilmu kesaktian 'Bola- Bola Liang Neraka' akan mengirim nyawamu ke akhirat.!'' timpal rekannya yang bermuka paling tembem. meski di luar bicara begitu tapi dalam hatinya orang ini tetap saja ngeri sampai buru- buru melompat ke udara bersama dengan kedua kawannya. dari atas sana mereka kembali lontarkan pukulan 'Bola- Bola Liang Neraka.!'
Jika dilihat dari cara bertarung lawannya, mereka bertiga hampir selalu membentuk kurungan segitiga baik dalam menyerang ataupun bertahan. bahkan saat menggempur dari atas udara kedudukan ketiga orang itu juga hampir tidak berubah. Pranacitra yang terkepung ditengah merasa kesulitan untuk keluar dari kurungan maut itu.
''Haa., ha., asalkan kau tahu saja pemuda tolol berjuluk si 'Iblis Pincang Kesepian'., selama ini tidak ada satupun tokoh silat yang mampu keluar dari kepungan jurus 'Jaring Kematian Tiga Penjuru Bumi' kami. kau pasti mampus dalam kesepianmu.!'' ejek si muka bengkak yang baru berjumpalitan jejakkan kakinya ke tanah. begitu tiba dia langsung kirimkan dua buah tendangan mengarah leher dan kepala disusul dengan tiga pukulan beruntun yang mengancam iga kiri, ulu hati dan lambung.
Murid lima pesilat kawakan dari aliran hitam itu merutuk dalam hati. sudah berulang kali dia berusaha untuk keluar dari kepungan tiga penjuru itu dengan lontarkan berbagai jurus ilmu kesaktiannya namun selalu saja gagal. kurungan segitiga itu selain sangat rapat dan sekokoh dinding besi juga seolah mempunyai kekuatan gaib yang sanggup mengacukan pikiran lawan.
Walaupun jika dibandingkan dengan si 'Gadis Berwajah Tengkorak' tingkat kekuatan ilmu kesaktian mereka bertiga masih berada sedikit di bawah gadis cantik jelita yang sudah tewas di gunung Ciremai itu, tapi kecepatan bergerak dan kurungan segitiga mereka justru lebih menguras tenaga Pranacitra.
Di tengah kurungan jurus barisan 'Jaring Kematian Tiga Penjuru Bumi' yang semakin menggencetnya juga deru ilmu pukulan 'Bola- Bola Liang Neraka' yang menghantam secara beruntun, Pranacitra teringat akan suatu kisah menggegerkan dari salah satu gurunya yang di kenal sebagai Setan Kuburan pada hampir tiga puluh tahun lalu.
__ADS_1
Kabarnya beberapa tahun sebelum lenyap dari kancah dunia persilatan orang tua sakti itu sempat bertemu dengan beberapa orang utusan dari partai 'Gapura Iblis' yang sedang diperintahkan oleh ketuanya untuk mengajak Setan Kuburan bergabung dalam partai hitam terkuat ini, tentu saja dengan imbalan jabatan tinggi dalam partai.
Tapi dengan sombongnya orang tua ini bukan saja menolak tawaran itu malahan setelah mengeluarkan kata- kata penghinaan pada ketua partai Gapura Iblis, dia juga dengan sangat kejam membantai para utusannya. mungkin karena baru kali ini ada orang yang berani berseteru langsung dengan Gapura Iblis hingga berita tentang perbuatan Setan Kuburan membuat kegemparan besar dalam rimba persilatan.
Jika dilihat dari jurus pukulan dan juga ilmu kurungan yang mereka miliki, Pranacitra jadi semakin yakin kalau ketiga orang ini besar kemungkinan adalah kerabat, murid ataupun keturunan dari para utusan partai Gapura Iblis yang telah tewas di tangan Setan Kuburan pada masa silam.
Dalam petualangannya di rimba persilatan baru kali inilah Pranacitra dipaksa untuk bertahan dan hampir tidak ada kesempatan balas menyerang lawannya. meskipun dengan menggunakan ilmu 'Langkah Aneh Mayat Hidup' si pincang dari gunung Bisma ini masih dapat lolos dari serangan maut lawan yang terus mengancam nyawanya tapi jelas keadaan seperti itu tidak dapat dia biarkan.
Karena sehebat apapun ilmu silat ciptaan si Setan Kuburan ini pada akhirnya pasti dapat di tembus juga celahnya. dalam keadaan semakin terdesak hebat diantara hujan pukulan sakti dan tawa menghina ketiga lawannya, pemuda itu malah lakukan suatu gerakan aneh yang di luar dugaan siapapun.
Tiga orang berjubah hitam dengan muka bengkak memerah yang berniat lepaskan ilmu kesaktian dari tiga penjuru angin untuk menamatkan riwayat si pincang tanpa sadar sempat tertahan dan curiga dengan sikap pemuda cacat berwajah dingin pucat itu.
Senjata tongkat besi hitam kepala tengkorak yang selama ini menjadi andalannya malah ditancapkan ke dalam tanah. kedua matanya terpejam dengan kepala menunduk sepasang tangannya bersedekap di depan dada. apakah si pincang ini sudah gila ataukah putus asa.?
*****
__ADS_1
Silahkan menuliskan komentar Anda. Terima kasih. 🙏👌.