Pendekar Tanpa Kawan

Pendekar Tanpa Kawan
Orang itu.! (bag1)


__ADS_3

Suasana di penghujung malam menjelang pagi hari itu menjadi terasa lebih hening setelah 'Nyi Gagak Kemuning' menyelesaikan penuturannya. nona 'Camar Anggun' tertegun menutup buku catatannya yang tebal. 'Pipit Lincah' yang sesaat lalu masih bersorak riang turut terdiam. si kusir kuda juga keluarkan suara tercekat menatap Nyi Gagak Kemuning.


Tentu saja semua orang tahu siapa orang yang dimaksudkan oleh Nyi Gagak Kemuning. meskipun manusia ini telah dikabarkan mati hampir dua tahun lalu bahkan konon terdapat kuburannya sebagai bukti, namun masih banyak orang yang tidak mempercayai berita itu. karena biar bagaimanapun juga nama pewaris ilmu dari lima pentolan aliran hitam dunia persilatan itu sudah kadung menjadi mimpi buruk bagi golongan putih maupun hitam. bahkan saking seramnya., sebagian orang beranggapan dengan menyebut namanya saja akan bisa membawa kesialan.


Di antara semua orang yang berada di sana mungkin cuma tuan muda pemalas, sang majikan 'Kota Hantu Pagi' saja yang masih nampak tenang di kursi malasnya. dengan santai dia meneguk cairan sari buah yang manis berwarna kemerahan hingga separuh isinya habis. tapi anehnya pandangan mata pemuda itu yang berubah sangat tajam terus tertuju ke satu arah di kegelapan sana.


Tanpa sadar semua anak buahnya turut palingkan wajahnya ke arah yang sama. tapi sampai beberapa lama tidak tampak suatu apapun di tempat itu kecuali kegelapan dan kabut yang mengambang. di saat lelaki kekar bercaping bambu yang duduk di depan kereta kuda hitam hendak bicara, sang majikan malah menghardik tegakkan punggungnya dari sandaran kursi malas. ''Semuanya cepat berdiri di belakangku. kerahkan tenaga dalam tapi jangan ada yang bergerak.!''


Biarpun tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, tapi keempat orang bawahannya tidak berani bertanya. sekali bergerak mereka sudah berdiri berjajar selangkah di belakang kursi malas si tuan muda sembari kerahkan tenaga kesaktian untuk melindungi tubuh. sepasang mata pemuda yang biasanya selalu santai terkantuk- kantuk itu berubah menjadi penuh nafsu bertarung menatap kabut di kegelapan. bibirnya sungingkan seringai dingin.


Dari sana terdengar suara benda berat tersaruk tanah. suara yang aneh sekaligus seram itu seperti sanggup merobek jiwa. kabut yang semakin tebal perlahan seperti pecah tersibak, seolah memberikan jalan pada seseorang. suara siulan pelan terdengar dari balik kabut gelap itu. nadanya begitu menyedihkan hati para pendengarnya. bahkan bagi orang yang biasa bergelut dengan darah dan nyawa juga merasakan suatu kesedihan.


Padahal tidak seorangpun yang tahu lagu siulan itu berkisah tentang apa. mungkin orang tua yang kehilangan anaknya, derita karena pengkhianatan seorang kekasih, putus cinta atau juga tentang., kematian. dalam suasana seperti ini tidak ada yang berminat untuk mencari tahu arti dari siulan yang kabarnya bisa membawa malapetaka itu.


Masih untung empat orang bawahan tuan muda memiliki tingkat kesaktian yang tinggi sehingga pengaruh dari siulan aneh itu tidak sampai membuat jiwa mereka terguncang. yang cukup mengejutkan kedua gadis cantik berjubah putih yang dilihat dari usianya baru tujuh belasan dan dua puluhan tahun ini justru malah lebih tenang dalam menghadapi suara siulan iblis itu dibandingkan Nyi Gagak Kemuning dan si kusir kuda. mungkinkah tingkat ilmu mereka lebih tinggi dibandingkan kedua orang itu.?


''Haa., ha., tamu yang datang dari balik kabut kegelapan ini memang bukan sembarangan. setelah sekian lama lenyap entah kemana, tiba- tiba saja kau muncul mendatangiku. kemarilah., disini tersedia minuman sari buah, tuak legen atau arak bagus, juga makanan daging rusa bakar yang baru diangkat dari perapian.!''

__ADS_1


Gelak tawa tuan muda pemalas itu seakan mampu menindas suara siulan yang berirama menyedihkan hati. seantero tepian hutan seolah berguncang. daun- daun dan cabang ranting pohon berderak keras lalu jatuh berguguran hingga memaksa burung- burung untuk terbang lebih awal sebelum pagi tiba.


Siulan kesedihan dan tawa kegembiraan yang terdengar saling tumpang tindih, menghentak udara hingga pecah menyebar ke delapan penjuru lalu berubah menjadi gelombang ledakan keras di ujung kegelapan sebelum lenyap. tingkat tenaga kesaktian tuan muda pemalas ini sangat mengejutkan siapapun. bahkan mungkin, si pemilik 'Siulan Kematian' juga agak terkesima.


Dengan seiring terbitnya cahaya mentari pagi dari ufuk timur, kabut tebal yang menutupi pandangan mata juga turut tersapu. biarpun suara siulan sedih telah lenyap namun bunyi langkah kaki terseok di iringi gesekan ujung tongkat besi yang menyaruk tanah berbatu malah semakin jelas terdengar di telinga.


'Taap., sraakk., trap., srek.!'


'Srak., trap., sreek., trak.!'


Jarak belasan langkah dari tempat tuan muda pemalas itu duduk, kini telah berdiri seorang pemuda berpakaian gelap. kepalanya yang agak tertunduk membuat sebagian rambut hitam lebatnya sebelah depan jatuh terurai menutupi wajahnya. secarik kain batik lurik melilit kening kepalanya. sebelah tangannya tampak menggenggam gagang sebatang tongkat besi hitam. suara benda inilah yang menyaruk tanah.


Pemuda yang baru datang angkat kepalanya. angin pagi yang bertiup menyibak sebagian rambut depannya. sepasang matanya yang dingin menatap lawan yang masih duduk diatas kursi malasnya. ujung alis pemuda bermuka agak pucat itu sedikit terangkat. sepertinya dia teringat pada sesuatu atau bisa juga sedang terkejut. ''Aah., sungguh tidak disangka, rupanya majikan 'Kota Hantu Pagi' yang selama ini sangat jarang diketahui orang ternyata adalah kau.!"


"Ooh., Aku juga tidak mengira kalau kau masih ingat denganku. padahal waktu itu diriku cuma selintas saja muncul didunia ramai. ternyata sekarang dirimu bukan saja masih hidup dan segar- bugar. malahan sepertinya ilmu kesaktianmu telah meningkat lebih tinggi. biar kutebak., selama menghilang dan dikabarkan mati, kau pasti telah kembali ke tempat asalmu di 'Lembah Seribu Racun' yang berada di lereng utara gunung Welirang.!"


"Aaish., tidak perlu terperanjat seperti itu. biarpun seorang pemalas tapi aku juga punya banyak sekali mata dan telinga. sebagai perbandingan, jika ada seratus berita rahasia dalam sehari, maka paling sedikit sembilan puluh sembilan diantaranya pasti bakal aku ketahui. lagi pula., secara tidak sadar antara kau dan aku telah terjadi suatu ikatan.." ucap si pemalas lalu meneguk habis minumannya.

__ADS_1


Kalau didengarkan dari ucapan kedua orang ini, sepertinya mereka sudah pernah saling mengenal sebelumnya. ini bisa dimaklumi karena pada beberapa tahun silam tuan muda pemalas juga pernah dimasukkan dalam jajaran pesilat muda pendatang baru terkuat saat itu seangkatan dengan si pemuda pincang yang kini berdiri di depannya. hanya sayang., kemunculannya hanya sekejap saja sebelum dia dikabarkan kalah dalam suatu pertarungan dengan pendekar muda lain yang menjadi saingannya.


"Haa., ha., sobat lamaku si 'Setan Pincang Penyendiri' alias 'Pendekar Tanpa Kawan'. dari air mukamu bisa kulihat kalau dirimu merasa penasaran dengan maksud ucapanku. dengar baik- baik. aku tahu kau sudah berhasil masuk ke dalam ruangan terlarang yang berada dalam goa rahasia di 'Lembah Seribu Racun'. walaupun aku tidak pernah masuk ke dalam sana namun diriku lumayan paham dengan keadaan tempat itu.!"


Pemuda bertongkat besi yang memang Pranacitra adanya menjadi berubah hebat wajahnya. hawa membunuh segera meluap keluar dari tubuh pemuda ini. tanah yang dia pijak sampai rengkah dan menjalar retak memanjang ke empat penjuru. bumi sesaat bergetar hebat. "Katakan saja apa maksudmu. jika sampai kutahu dirimu cuma bicara omong kosong., aku habisi kau sekarang juga.!" bentak Pranacitra gebrakkan tongkat besinya.


"Huhm., membunuhku.? memangnya dengan ilmu cacat dan tidak lengkap yang kau dapat dari dalam ruangan terlarang dalam goa itu kau dapat menghabisi nyawaku, sang majikan Kota Hantu Pagi, yang bahkan partai 'Gapura Iblis' sekalipun juga enggan mencari perkara diwilayahku.? Chuih., pagi hari baru saja tiba namun kau sudah mulai mengumbar mimpi.!"


"Dengar pincang keparat. sebagai seorang pesilat kawakan yang sarat pengalaman, di saat mempelajari segala ilmu kesaktian yang berada dalam goa itu, kau pasti menyadari bahwa hampir semua jenis ilmu silat dan kedigdayaan luar biasa yang terdapat disana tidak lengkap, terbalik atau mungkin cacat. meskipun tenaga dalam, hawa murni, kemampuan ringan tubuh dan kekuatanmu tetap meningkatkan tajam, tapi justru ilmu kesaktian yang ada disana seakan tidak berguna. katakan padaku apa ucapanku ada yang salah.?" tanya si pemalas setengah mengejek.


"Kaa., kau bagaimana bisa mengetahui semua itu. cepat jawab bangsat.!" tanpa bisa ditahan Pranacitra membentak gusar. dia sama sekali tidak mengira kalau ada orang lain yang mengetahui semua keadaan yang terjadi dalam goa terlarang tempat dirinya berlatih. "Sialan., kenapa pemalas gila ini bisa tahu segalanya. ataukah., dia sudah pernah memasuki ruangan itu dan merubah semua petunjuk ilmu silat dan kesaktian yang terukir didalamnya. tapi kurasa itu tidak mungkin. hanya orang yang memiliki 'Lubang Nadi Neraka Gelap' dan bunga jamur 'Cendawan Iblis' dapat memasukinya.." pikir Pranacitra dalam kemarahan, curiga dan bingung.


"Kau tidak perlu khawatir. aku tidak berminat untuk mencuri segala ilmu kesaktian yang bukan milikku. meskipun menjadi pimpinan ratusan manusia rendahan tapi aku punya harga diri. lagi pula., diriku tidak memiliki 'Lubang Nadi Neraka Gelap' atau yang lainnya seperti dirimu.


"Jadi singkatnya., aku tidak mempunyai kemampuan untuk bisa masuk kesana. itu berarti hanya ada satu kemungkinan. ada orang lain yang telah masuk kesana jauh sebelum kau, atau bahkan sebelum kedatangan dua orang tokoh silat tua yang kabarnya dulu pernah berhasil keluar dari Lembah Seribu Racun dengan membawa harta pusaka sebelum mereka menjadi gila dan tewas.!"


Keheningan bercampur ketegangan seolah membuncah di pagi hari itu. bahkan tidak ada sedikitpun suara nyanyian burung ataupun hembusan angin terdengar. Pranacitra cukup lama tertegun karena sadar semua yang di katakan lawan adalah kebenaran. tapi dia lebih terperanjat lagi saat si tuan pemalas kembali bicara. "Akan kukatakan sejujurnya. secara tidak sengaja., diriku telah bertemu dengan jiwa dari 'Orang Itu.!"

__ADS_1


.....................


Silahkan tuliskan komentar Anda. Terima kasih.😊🙏.


__ADS_2