
Melihat ke arah gunung Welirang tanpa sadar membuatnya teringat saat pertama kali terlibat dalam pertikaian kaum pendekar dunia persilatan yang sama memperebutkan sebuah batu sakti bernama 'Nirmala Biru'. setelah lolos dari bermacam halangan yang mengancam nyawanya dia berhasil juga sampai di sana.
Teringat akan lorong rahasia yang menuju ke goa di dalam 'Lembah Seribu Racun' tempat kelima orang gurunya terperangkap selama bertahun- tahun, membuatnya terbayang akan seorang wanita berwajah mirip babi hutan. entah kenapa Pranacitra merasa ada sesuatu yang sangat berkesan dalam hatinya dengan wanita aneh ini.
Padahal saat terakhir bertemu dengannya, perempuan berjuluk si 'Celeng Muka Seribu' inilah yang membuat pemuda itu nyaris tewas andaikan saja saat itu tidak muncul Klowor Gombor, salah satu dari anggota 'Kelompok 13 Pembunuh' dan di juluki sebagai si 'Gila Tangan Kudis' yang menghalangi niat keji perempuan itu untuk membunuhnya.
Dengan suatu tipuan akal muslihat yang dia siapkan sebelumnya, batu sakti Nirmala Biru dapat tetap berada dalam genggamannya sekaligus membuat kedua manusia jahat itu saling bertarung untuk memperebutkan batu Nirmala Biru palsu, hingga pada akhirnya Pranacitra dapat lolos dari maut sekaligus menemukan jalan rahasia yang tersembunyi dalam lorong goa itu.
Meskipun peristiwa itu sudah berlangsung hampir lima tahun silam namun seperti baru saja terlewati. Pranacitra menghela nafas sembari mendongak ke langit. sinar mentari yang menyinari wajahnya terasa agak terik pertanda waktu telah beranjak siang hari. pemuda itu cepat merendahkan tubuhnya dan berlindung dibalik rimbunan semak belukar. telinganya yang tajam dapat mendengar suara kibasan lengan baju yang sangat lembut menembusi udara.
''Siapapun orang yang datang, dia jelas punya ilmu meringankan tubuh yang luar biasa..'' batin Pranacitra sembari menahan nafasnya. meskipun dia tidak takut terhadap siapapun lawannya namun untuk saat ini akan lebih baik jika dapat menghindari masalah. apalagi sekarang Pranacitra sudah tidak begitu jauh lagi dengan tempat tujuannya.
Tidak perlu menunggu lama bagi si pincang untuk bisa mengetahui siapa pendatang itu. hanya berjarak sepuluh langkah saja dari tempat dia mendekam telah muncul sesosok tubuh berjubah hitam dengan penutup kepala kain berwarna putih. walaupun orang ini sedang berdiri membelakanginya tetapi Pranacitra tahu betul siapa gerangan dia.
Sungguh aneh atau memang kebetulan, baru beberapa saat lalu pemuda dari gunung Bisma ini teringat akan si Celeng Muka Seribu, justru wanita yang sempat terlintas dalam benaknya itu sekarang malah muncul begitu saja di depan matanya. saking terperanjatnya Pranacitra nyaris tidak dapat menahan seruan tercekat dari mulutnya.
__ADS_1
Dari gerakannya yang sangat ringan dan lembut nyaris tanpa suara, Pranacitra bisa mengira kalau ilmu meringankan tubuh orang ini telah meningkat pesat dibandingkan waktu pertama kali mereka bertemu hingga pemuda itu menjadi semakin waspada dan tidak berani bergerak sedikitpun karena biasanya orang yang memiliki ilmu ringan tubuh tinggi juga mempunyai tingkat pendengaran serta indera perasaan yang lebih tajam.
Perempuan berkedok kain putih itu edarkan pandangannya ke sekeliling tempat. "Aku yakin telingaku tidak salah mendengar. ada seseorang yang sedang bersiul sebuah lagu berirama menyedihkan. meskipun tidak begitu jelas terdengar tapi sepertinya nada siulan sedih itu sangat mirip. siapakah orang yang bersiul ini dan bagaimana dia bisa melantunkan lagu yang sama. ataukah., jangan- jangan dia..''
Sepasang lubang di kedok kain putih pada bagian mata itu terlihat basah. Celeng Muka Seribu menunduk lemah. isak tangis lirih terdengar seiring kedua bahunya yang bergetar menahan guncangan perasaan kesedihan yang terpendam jauh di dalam relung jiwanya. ''Setelah bertahun- tahun lamanya berlalu, baru kali ini aku mendengar kembali siulan itu. tapi itu tidak mungkin..''
''Aaish., sudahlah. selama ini aku sudah berusaha mencarinya ke segala penjuru bumi tapi dia tetap saja gagal kutemukan. bahkan sedikit jejaknyapun juga tidak kudapatkan. bocah itu sudah mati sangat lama. mungkin diriku cuma salah mendengar karena teringat kembali pada anak itu..'' desahnya penuh kegetiran hati. semilir angin yang berhembus seolah mengiringi lesatan tubuh wanita itu yang lenyap dari sana.
Meskipun itu hanyalah sebuah gumaman yang perlahan namun bagi Pranacitra justru sangat mengejutkan hatinya. ''Apa maksud dari semua perkataan yang telah diucapkan perempuan buruk rupa itu. siulan berirama sedih yang sama juga anak yang lama mati. memangnya siapa sebenarnya wanita buruk rupa itu. apakah dia., pernah kehilangan anaknya.?''
''Dia juga bilang kalau Ibunya telah lama mati. lantas siapakah Ibu dari Srianah juga ayah atau keluarganya. jika si Celeng Muka Seribu beranggapan siulan yang tadi sempat aku lantunkan saat dalam perjalanan kemari sama dengan yang dia miliki, apakah wanita ini punya hubungan dengan gadis itu. lalu., siapa sebenarnya Srianah.?'' batin Pranacitra.
Tiba- tiba saja pemuda ini merasa menjadi sangat bodoh. bertahun- tahun lamanya dia dekat bahkan sempat mengembara bersama dengan Srianah. dia tahu semua sifatnya, segala yang digemari atau yang tidak disukai oleh gadis itu. bahkan aroma tubuhnya yang hampir tidak pernah memakai pewangi juga sudah akrab dengan hidungnya.
Namun jika Pranacitra ditanya, siapakah Srianah sesungguhnya, dari mana dia berasal dan bagaimana latar belakang keluarganya.? dia tidak akan mampu menjawabnya. karena yang pemuda ini ketahui hanyalah Srianah alias si Coreng adalah sang copet cilik dari pasar Sewon di daerah Muntilan, murid Ki Suta dan 'Gembel Sakti Mata Putih'. hanya itu saja. selebihnya., dia sama sekali tidak tahu apapun.!
__ADS_1
Sekilas pikiran sempat terlintas dikepalanya namun buru- buru dia tepis jauh- jauh. ''Aahs., sialan. itu sangat tidak mungkin..'' batinnya bergidik sambil geleng kepala sendiri. setelah yakin tidak ada seorangpun disekitarnya, Pranacitra kembali berkelebat menuju ke wilayah utara lereng gunung Welirang.
Sepanjang perjalanan pepohonan semakin lebat dan rapat sampai- sampai cahaya matahari hampir tidak dapat menembusnya. menjelang senja hari pemuda ini sudah sampai di sebuah aliran sungai kecil yang airnya berwarna kekuningan dan samar- samar menyebarkan bau belerang. semakin naik ke atas bau belerang juga bertambah menyengat menusuk penciuman.
Bau busuk semakin terasa menyengat. tumbuhan sekitar terlihat layu dan mati tinggal ranting. tidak ada satupun hewan yang ada disana. bahkan seekor semut ataupun serangga kecil juga tidak nampak. sekeliling daerah sekitarnya seolah menjadi tempat buangan limbah atau terkena kutukan sihir.
Pemuda pincang ini terus mendaki lereng gunung. berkelebatan melewati celah dahan pepohonan dan tonjolan batu padas yang menjulang. saat malam hari udara sekitar terasa sesak dan sangat memuakkan. sekali lagi Pranacitra berkelebat dari atas udara. dengan ringan dia jejakkan kakinya ke tanah.
Di depannya terbentang sebuah pedataran luas yang diapit oleh tebing- tebing batu padas yang tinggi. tebing batu karang paling tinggi ada di depan sana. di sebalik tebing paling tinggi itulah tempat rahasia yang sedang dia tuju. bau busuk sangat menyengat seketika tercium olehnya. itulah tempat yang dinamakan sebagai Lembah Seribu Racun.!
Meskipun batu Nirmala Biru sudah melebur ke dalam aliran darahnya hingga membuatnya nyaris kebal segala racun tapi tetap saja aroma busuk dari ratusan atau mungkin ribuan mayat yang tersebar di depannya membuat dia merasa muak. jangankan manusia biasa, bahkan para tokoh persilatan berilmu tinggi sekalipun juga akan muntah atau malah tewas keracunan oleh bau busuk yang tersebar di sini.
Dengan melangkah terseok Pranacitra melewati tulang belulang yang berserakan di atas Lembah Seribu Racun itu. bunyi tulang dan tengkorak manusia yang patah remuk terinjak, juga deru angin dingin beraroma busuk itu seumpama irama lagu pengiring untuk menyambutnya kembali ke tempat dia di gembleng oleh kelima gurunya. jika dulu dia masuk kedalam goa lewat jalan rahasia, kini dengan ketinggian ilmunya Pranacitra bertekad untuk mendaki tebing tinggi yang menjulang di hadapannya.!
...........
__ADS_1
Silahkan menuliskan komentar, like👍, vote👌, juga bantu Share👏 novel ini jika Anda suka. Terima kasih. 🙏.,