Pendekar Tanpa Kawan

Pendekar Tanpa Kawan
Surat rahasia (bag2)


__ADS_3

Pranacitra memandang sekelilingnya sekali lagi untuk memastikan keadaan aman. bersamaan dengan gulungan surat kain putih itu dibuka, sinar mentari pagi yang hangat juga menyorot dari ufuk timur menembusi gcelah dedaunan. suasana fajar yang mulai berubah terang seakan turut menyambut datangnya kehidupan baru.


Meskipun memiliki ilmu silat dan kesaktian yang terhitung sangat tinggi, tapi entah kenapa Pranacitra merasakan jiwanya gemetaran saat hendak membaca isi surat dilembaran kain putih yang terlihat sudah usang kekuningan itu seakan dia punya firasat kalau isinya mungkin berkaitan dengan dirinya.


Tulisan diatas lembaran kain putih yang sudah usang itu berbau apek, agak lapuk serta berlubang beberapa bagian. disana tertulis., ''Sebenarnya aku tidak yakin apakah mesti menceritakan semua ini atau malah mengubur segalanya. namaku Sentanu, memiliki seorang adik perempuan bernama Sintani. sebagian besar kehidupan kami berdua dijalani sebagai kaum budak dibagian dapur dari partai 'Gapura Iblis..''


Saat membaca awalan tulisan ini Pranacitra terperanjat saat melihat nama Sentanu yang bukan lain adalah mendiang ayahnya ternyata adalah bekas anggota partai Gapura Iblis. lebih terkejut lagi saat dia tahu kalau rupanya sang ayah memiliki seorang adik perempuan yang bernama Sintani.


''Pantas saja ada bendera Gapura Iblis di dalam kotak kayu jati ini. rupanya benda sialan ini milik ayahku..'' batin Pranacitra tegang. tapi setelah membaca baris tulisan berikutnya dia malah menjadi semakin bingung. ''Sebagai suatu partai persilatan aliran hitam yang terkuat dan paling rahasia, partai Gapura Iblis mempunyai banyak sekali bagian serta jumlah anggota yang tidak terhitung banyaknya. bahkan sejak kami melarikan diri dari sana hingga surat ini kutulis dengan darah istriku sebelum dia meninggal, aku juga tidak tahu dimana letak markas rahasia partai persilatan itu yang sebenarnya..''


''Akan kupersingkat semuanya. saat itu dalam partai Gapura Iblis sedang terjadi perebutan kekuasaan diantara calon pewaris dari tuan ketua lama yang meninggal. mereka adalah empat bersaudara kembar terdiri dari tiga lelaki dan yang bungsu seorang perempuan..''


''Meskipun mereka bersaudara kandung tapi antara keempat putra- putri tuan besar seakan tidak pernah akur dan saling curiga. terutama tuan muda kembar pertama dan yang kedua. sedangkan tuan muda ketiga serta tuan putri bungsu hanya berusaha untuk tetap bisa bertahan hidup dalam lingkungan jahat kaum iblis yang penuh muslihat dan kekejaman..''


''Kami berdua kakak beradik sangat dihargai oleh tuan besar pemimpin partai saat dia masih hidup dan tuan muda pertama, karena rasa masakan kami yang dianggap sangat enak. perlu kutulis disini hampir semua anggota kaum budak Gapura Iblis dulunya adalah para anak- anak terlantar tanpa sanak keluarga yang diambil dari jalanan termasuk juga kami berdua..''


Pranacitra terus membaca tulisan yang ada dilembaran kain itu. disana juga tertera riwayat singkat kehidupan asal Sentanu dan Sintani sebelum mereka diambil oleh partai Gapura Iblis. rupanya keluarga mereka dulunya adalah salah satu tukang masak di istana kerajaan.

__ADS_1


''Puncak perseteruan empat bersaudara kembar itu terjadi saat tuan besar penguasa Gapura Iblis yang sekaligus ayah mereka mati. seakan sudah digariskan kembar pertama dan kedualah yang akhirnya bentrok adu jiwa. meskipun kalah ilmu kesaktian dibandingkan sang kakak tertua, tapi kembar kedua punya tipu muslihat dan pendukung yang lebih kuat. singkatnya kembar tertua tewas ditangan adiknya..''


''Pembantaian dari saingannya tidak berhenti pada pendukung sang kakak saja, kedua adiknya pun juga dipaksa untuk tunduk. semua orangnya dihabisi dengan kejam. masih untung kami berdua yang berada dibagian dapur sudah merencanakan untuk kabur dengan memanfaatkan kekacauan yang terjadi. melalui sebuah lubang rahasia dekat saluran pembuangan kotoran dibelakang dapur aku dan Sintani juga kedua bersaudara kembar ketiga dan sibungsu berhasil kabur setelah sebelumnya kami membuat kebakaran besar didalam dapur..''


''Sebulan sebelumnya kedua kakak beradik kembar itu sudah mencium gelagat dan berusaha mempersiapkan mereka jalan untuk melarikan diri. dikarenakan keduanya selama ini selalu bersikap baik kepada kami, maka lubang rahasia belakang didapur kukatakan juga pada mereka. sebenarnya lubang itu bukanlah buatan kami melainkan dibuat oleh adik sepupu tuan besar yang kabur karena suatu kesalahan. kebetulan orang inilah yang dulu memungut kami berdua..''


''Untuk pertama kalinya kami berempat melalui lorong bawah tanah yang gelap dan tidak diketahui menuju kemana. mungkin kami sudah berjalan merunduk dan merangkak hampir setengah hari lamanya. saat jalan itu mulai naik akhirnya kami keluar dari lubang. sungguh tidak kami bayangkan kalau hari sudah menjelang malam dan tempat kami berada saat itu adalah hutan belantara yang sangat lebat..''


''Meskipun sangat kelelahan, haus, lapar dan tidak tahu arah tujuan tapi kami tetap berjalan menerobos kelebatan hutan. saat hari sudah berganti siang barulah kami dapat keluar dari hutan itu. satu keanehan kurasakan karena selama berada dalam hutan tidak ada satupun binatang liar yang kami temui, seakan hutan itu terpisah dari apapun..''


''Awalnya kami berempat hidup menyepi bersama dilereng sebuah bukit kecil yang kita temui pada seminggu pelarian kami. usia kedua kembar dengan kami sebaya dua puluhan tahun. karena terbiasa bergaul bersama juga merasa senasib hubungan kamipun semakin erat. tuan muda kembar ketiga sudah sejak lama menaruh hati pada Sintani. setelah meminta ijinku keduanyapun menikah..''


''Setelah tujuh tahun barulah istriku hamil dan melahirkan seorang bayi laki- laki yang kemudian kami beri nama Pranacitra. hanya sayangnya pada saat hamil tua, jejak kami tercium oleh anggota Gapura Iblis. terjadi pertarungan sengit antara kami berempat dengan para bajingan itu..''


''Meskipun kami berempat sanggup lolos dan membunuh mereka semua tapi kami juga terluka dalam serta keracunan. karena itulah anak kami Pranacitra terlahir lemah dan penyakitan. yang paling mengenaskan adalah tuan muda kembar ketiga, dia bukan saja kehilangan seluruh tenaga dalamnya akibat racun ganas yang menyerangnya, bahkan juga nyaris lumpuh..''


''Sangat beruntung disaat ajal kami berempat sudah didepan mata, muncul seorang lelaki tua bermuka pucat dingin menyeramkan yang membantu kami. dengan tangannya yang tinggal sebelah kiri dia dengan sangat buas membantai belasan orang pesilat tangguh dari Gapura Iblis..''

__ADS_1


''Sepertinya orang tua itu punya dendam kesumat dengan partai hitam itu. seluruh korbannya mati dengan jantung terenggut oleh cakar pisau kehijauan yang tertancap dijemari tangan kirinya. setelah semuanya usai barulah diriku ingat kalau dia bukan lain adik sepupu tuan besar penguasa partai yang melarikan diri lewat jalan rahasia didapur, sekaligus orang yang telah membawa kami dimasa kecil. hanya bedanya., dulu tangannya masih lengkap..''


Sampai saat membaca tulisan bagian inilah baru Pranacitra mengetahui tentang semua jati dirinya. meski menyesal, marah dan tidak percaya, tapi dia tetap harus menerima kenyataan kalau dalam darahnya mengalir keturunan dari penguasa partai Gapura Iblis.!'


Dengan menahan gejolak jiwanya yang dilanda kegusaran pemuda pincang inipun kembali melanjutkan membaca surat wasiat rahasia itu. ''Selama dalam pelarian Sintani tanpa sengaja pernah menolong seorang nenek tua yang sedang terluka parah setelah dilukai oleh seorang musuhnya. merasa sudah diambang ajal, nenek itupun mewariskan sejilid kitab silat dan penyamaran yang bercampur dengan ilmu sihir..''


''Setelah mempelajarinya Sintani bukan saja punya ilmu silat yang hebat, bahkan dengan menggunakan jasad para anggota Gapura Iblis yang mati dalam pertarungan dia sanggup membuat kematian palsu dari kami berempat. sayangnya ilmu yang adikku pelajari juga punya pengaruh buruk pada bentuk wajah dan perangainya..''


''Kerena ingin menyembuhkan diri, Sintani dan suaminya pergi meninggalkan kami. ini juga agar dapat mengacaukan jejak dari para pemburu. itu adalah hari paling menyedihkan bagiku karena harus berpisah dengan satu- satunya saudara dan iparku. padahal aku sudah ditinggal pergi istriku selamanya setelah dia mati saat melahirkan putranya. seingatku saat itu Pranacitra baru menginjak tiga tahunan..''


''Gelang rantai perak berbandul tengkorak itu adalah milik istriku. saudara iparku juga memilikinya. sebab itulah tanda pengenal dari para pemilik darah pewaris dari partai Gapura Iblis. setelah perpisahan itu kami tidak pernah bertemu kembali. tapi saat berpisah kutahu adikku Sintani sedang hamil muda..''


Pranacitra termenung cukup lama. pikiran anak muda itu kalut bagai benang kusut akibat surat rahasia yang tidak pernah dia sangka isinya. perlahan dia mengambil gelang rantai perak berbandul kepala tengkorak kecil. entah kapan dan dimana, dia merasa pernah melihat benda seperti ini sebelumnya.


*****


Asalamualaikum., Salam sejahtera dan sehat selalu bagi kita semuanya.🙏

__ADS_1


Mohon sertakan komentar, kritik dan sarannya. like👍, vote atau favorit👌 bila anda suka. jika mungkin tolong 🙏 Share👏 juga novel ini pada teman" yang lainnya. Terima kasih. Wasalamualaikum.


__ADS_2