Pendekar Tanpa Kawan

Pendekar Tanpa Kawan
Kujang Emas Nirwana (bag3)


__ADS_3

Ki Sentot Bhirawa tercengang keheranan melihat orang berkerudung merah yang baru dia ketahui sebagai seorang banci yang punya kelainan jiwa itu menyurut mundur. padahal orang ini dia ketahui betul mempunyai ilmu kesaktian yang sangat tinggi.


Dalam dunia hitam pembunuh bayaran rimba persilatan, selain kelompok '13 Pembunuh' dan 'Serikat Kalong Hitam' masih terdapat juga beberapa nama pembunuh bayaran terkenal namun dia bekerja sendirian. salah satu di antaranya adalah 'Sepuluh Cincin Pembunuh.!'


Maka sangat aneh di mata Ki Sentot Bhirawa kalau sekarang pembunuh bayaran yang gemar memakai kerudung dan kebaya merah itu seakan menjadi ketakutan dengan seorang pemuda berkaki pincang. ''Sialan., dasar banci brengsek. aku sudah membayarmu sangat mahal untuk dapat membantuku merebut senjata pusaka 'Kujang Emas Nirwana' dari tangan Ki Mada.!''


''Tapi kenapa sekarang kau malah ketakutan seperti anak kecil, hanya karena berhadapan dengan seorang pemuda pincang yang tidak jelas asalnya. biarpun pincang keparat itu sudah menghabisi semua anak buahku, tapi bagaimanapun juga kau ini seorang tokoh silat terkenal yang ditakuti orang persilatan. atau jangan- jangan., dirimu cuma banci pengecut dan besar nama saja.!'' maki Ki Sentot Bhirawa geram.


''Diam bangsat., kau mampus saja menyusul anak buahmu ke neraka.!'' bentak si kerudung merah seraya jentikkan jari kelingking tangan kanannya. selarik sinar merah melesat bagai sambaran kilat ke depan. Ki Sentot Bhirawa keluarkan jeritan menyayat. tubuhnya roboh terjungkal dengan kening berlubang hangus hingga tembus ke belakang batok kepalanya.!


Pranacitra terkesiap juga melihat kejadian itu. dalam hatinya dia membatin ''Jadi benar kabar yang pernah kudengar, orang ini selain berilmu tinggi, licik, juga sangat kejam sampai berani melanggar pantangan besar kaum pembunuh bayaran., menghabisi nyawa orang yang sudah membayarnya.!''


Perlu di ketahui., meskipun kaum pembunuh bayaran adalah para bajingan tengik, tapi umumnya mereka masih punya kehormatan dan harga diri. jika sudah sekali menerima uang pembayaran, hanya akan ada dua pilihan bagi dirinya, membunuh orang yang menjadi sasaran atau mati di tangan calon korbannya.


Jika dia sampai gagal atau memilih kabur dari tugas, biasanya uang pembayaran akan dia kembalikan secara utuh kepada si pemakai jasa dan perjanjian rahasia diantara kedua belah pihak akan tetap terpendam aman. dulu kabarnya pernah ada juga orang yang nekat melanggar aturan tidak tertulis itu, akibatnya dia dihabisi secara kejam oleh para pembunuh bayaran yang lainnya karena merasa terinjak kehormatannya.


Pemuda ini makin terkejut melihat di jemari tangan lawannya yang lentik masih melingkar sepuluh buah cicin merah. ''Pertama dia sudah menggunakan dua buah cincin pembunuhnya saat menahan serangan tongkatku. sekarang sebutir cincin lagi dia gunakan menghabisi nyawa orang ini..''

__ADS_1


''Jadi seharusnya senjata pembunuhnya hanya tinggal tujuh buah cincin saja. tapi kenapa kesepuluh cincin merah itu masih melingkar utuh di jarinya.?'' pikir pemuda itu heran. dia semakin tercekat saat menyadari dua buah cincin merah yang tadinya masih terlihat di atas tanah, sudah lenyap entah kemana.


''Hik., hii., rupanya kau sedang kebingungan melihat kesepuluh cincin pembunuhku. dengarkan aku pemuda pincang keparat, diriku adalah Sepuluh Cincin Pembunuh. senjata sakti ini sudah melebur ke dalam darah, pikiran, raga dan jiwaku. jadi artinya., aku bisa menciptakan cincin sakti seperti ini sebanyak yang aku inginkan.!'' gertak Sepuluh Cincin Pembunuh jumawa.


Sepasang mata Pranacitra menyorot tajam. si Sepuluh Cicin Pembunuh merasakan suatu keanehan yang menyeramkan dari pandangan mata itu. seakan tidak ada suatu perasaan apapun yang terpancar disana. seperti mata sesosok mayat., dingin membekukan jiwa.


Tongkat hitam kepala tengkorak mengetuk- ngetuk permukaan tanah becek di depan gubuk. ketukan perlahan yang beriringan suara sebuah siulan lagu sedih menyayat hati. angin malam terasa berhembus jauh lebih dingin. Sepuluh Cincin Pembunuh sampai gemetaran tubuhnya. entah kenapa dia merasa ngeri.


Dari perasaan takut dan seram, timbul luapan kemarahan hingga orang ini meraung buas. ''Pemuda bangsat yang bergelar 'Setan Pincang Penyendiri, si 'Siulan Kematian, Gelandangan Hantu' atau siapapun julukanmu di luaran sana., malam ini akan kubuat dirimu jadi setan penasaran yang menggelandang di akhirat.!''


''Jurus 'Sepuluh Cincin Iblis Melamar Mayat.!'' seru Pranacitra mengenali ilmu kesaktian lawannya. konon kabarnya sebuah cincin dari ilmu ini saja sudah mampu membuat tubuh lawan berlubang dan tergeletak menjadi mayat. anehnya orang yang terkena ilmu ini, di jari manisnya sebelah kiri akan muncul cincin berapi yang membuat tubuhnya terbakar.!


Menyadari tingkat kesaktian ilmu lawannya, Pranacitra jelas tidak mau tinggal diam. tongkat besi hitam kepala tengkorak di putar cepat melindungi tubuhnya yang setengah membungkuk dan menunduk dengan sikap kaku. suara tangisan berseling jeritan setan penasaran berkumandang hingga memecah keheningan malam. dengan ilmu 'Langkah Aneh Mayat Hidup' pemuda ini berusaha menghindari hujan cincin berapi lawannya.


'Whuuuuk., bheeet., bheet.!'


'Traaang., traaang., claaang.!

__ADS_1


Empat buah cincin api berhasil di buat mental, tiga lagi sanggup dia hindari. tiga lainnya terus melesat memburu korban. ''Haa., ha., Modar kowe pincang jahanam.!'' umpat si kerudung merah bengis tergelak. Pranacitra membentak keras sambil membuat dua gerakan hebat. kakinya sesaat masih gunakan ilmu 'Langkah Aneh Mayat Hidup' sebelum menjejak mundur. bersamaan tongkat besi hitamnya menyapu ke bawah.


Sesosok mayat anak buah yang tersambar tongkat hitam terpental ke depan. tiga buah cincin api seketika menghunjam perut mayat itu hingga tembus belakang punggung. cincin iti terus meluruk deras meskipun kecepatan sambarannya sedikit berkurang. Pranacitra jatuhkan diri sama rata dengan tanah. hingga ketiga senjata maut itu lewat diatas kepalanya, terus menghantam tiang gubuk sebelah kiri hingga tembus hangus berderak patah.


Sekilas terlihat olehnya jari manis sebelah kiri mayat anak buah Ki Sentot Bhirawa yang dia jadikan tameng, di lingkari cicin api sebelum terbakar hangus. dari berguling di tanah, tubuh si pemuda menghentak ke udara hingga menjebol atap teras gubuk. dari atas sana dia balas menyerang lawan. tongkat besi hitam menikam, suara ledakan beruntun merobek kesunyian malam. jurus 'Tongkat Maut Sembilan Geledek Kematian.!'


Saat tongkat besi di tangan kanan sudah melabrak, jemari tangan kirinya turut menekuk membentuk cakar tajam berbulu hitam. dua kali cakar berkelabat menyambar, kegelapan malam semakin pekat mencekam jiwa. cahaya merah hitam bertabur membeset udara. jurus 'Cakar Burung Hantu Memuja Kegelapan' turut memburu sasaran.!


Bukan kepalang kagetnya si Sepuluh Cincin Pembunuh melihat dua ilmu kesaktian lawan yang kini mengancamnya. sambil menyumpah serapah kembali dia hantamkan jurus 'Sepuluh Cincin Iblis Melamar Mayat' untuk menahan serangan si pincang sambil berkelebat cepat menjauh. benturan ilmu kesaktian terjadi di udara.


Si banci berkerudung kebaya merah terhuyung mundur, pakaiannya robek tercabik. dadanya terasa berat dan sakit. kesepuluh jarinya yang bercicin merah gemetaran seakan remuk. cepat orang ini kerahkan tenaga dalamnya. baru saja dia hendak bersiap, telapak merah darah sudah keburu datang memburunya.


''Setan alas., susul saja sendiri gurumu ke neraka.!'' maki si Sepuluh Cincin Pembunuh kalap. dia seolah nekat hendak mengadu jiwa dengan lepaskan jurus 'Sepuluh Cincin Iblis Melamar Mayat' untuk ke tiga kalinya, sebelum akhirnya memutar tubuh dan berkelebat kabur.


Sayangnya dalam kehidupan, niatan seringkali berbeda dengan kenyataan. walaupun jurus kesaktiannya mampu menahan jurus 'Tapak Darah Meminta Sedekah' tapi ilmu kesaktian yang belakangan di lepaskan Pranacitra tetap tidak mampu di hindari. sekelebat bayangan tangan hitam menyambar jauh hingga jarak empat tombak ke depan sebelum akhirnya lenyap bagaikan hantu.


Jurus pukulan 'Tangan Panjang Penjambret Jiwa' ajaran si 'Malaikat Copet' yang punya keistimewaan mampu membunuh lawan dari jarak jauh, telah menunjukkan kehebatannya. punggung putih mulus dari tubuh yang jatuh tersungkur itu tadinya berbalut kebaya sutra merah. tapi kini berganti mandi lelehan darah.

__ADS_1


__ADS_2