
Walaupun hanya dua patah kata 'Orang Itu' yang terucapkan dari mulut tuan muda pemalas dari 'Kota Hantu Pagi' namun seolah telah mampu membuat suasana pagi hari yang baru saja hendak memulai waktu perjalanannya menjadi diselimuti kesunyian juga ketegangan yang lebih mencekam hati.
Padahal dua kata ini sesungguhnya tidaklah jelas artinya. siapakah yang dimaksudkan sebagai Orang Itu.? berasal dari mana, dia seorang lelaki atau perempuan, masih muda ataukah sudah tua dan sudah melakukan apa hingga tokoh persilatan sekelas si tuan muda pemalas sepertinya rada gemetaran ataupun enggan hanya untuk menyebutkan dua kata itu.
Demikian juga Pranacitra. meskipun dia tidak tahu siapa yang dimaksudkan lawannya sebagai Orang Itu namun dalam hatinya dia merasa yakin kalau dia punya hubungan dengan ruangan goa terlarang yang ada di dalam 'Lembah Seribu Racun' tempat Pranacitra memperdalam ilmu kesaktiannya selama dua tahun belakangan ini.
Selintas pikiran muncul di kepalanya. tanpa dapat menahan diri lagi diapun bertanya, ''Apakah yang kau maksudkan sebagai Orang Itu adalah manusia yang pertama kali berhasil masuk ke dalam ruangan goa terlarang di Lembah Seribu Racun, sekaligus pembuat jalan rahasia yang menembus ke luar lembah.?''
''Hehm., meskipun aku tidak tahu maksud dan tujuanmu mengatakan semuanya ini padaku tetapi diriku juga yakin kau tidak akan sudi membuang- buang waktu percuma dengan membuat segala kebohongan hanya untuk mencari silang sengketa denganku. hanya saja menurut nalarku, semuanya ini menjadi sangat menggelikan..''
''Karena jika memang kau telah bertemu dengan orang pertama yang kabarnya berhasil memasuki goa terlarang, lantas berapa umur orang itu sekarang ini. sebab jika diurutkan sejak awal hingga sekarang, waktunya sudah berlalu lebih dari dua sampai tiga ratusan tahun. walaupun di dunia ini ada juga manusia yang berumur panjang namun belum pernah kudengar ada orang yang umurnya sampai tiga abad, sesakti apapun dirinya. Huhm., jadi sekarang, katakan saja semua sejelasnya.!'' hardik Pranacitra mendengus.
''Soal itu tidak masalah. aku memang malah berniat untuk berterus terang padamu. Hehh., pasang telingamu lebar- lebar pincang sialan. bukankah sejak awal sudah kukatakan kalau diriku tanpa sengaja telah bertemu dengan Jiwa atau Roh dari Orang Itu. kau tidak perlu tahu siapa dia karena meskipun tidak ada untungnya buatmu tapi jelas membawa kerugian bagiku. maklumlah., majikan Kota Hantu Pagi selalu bertindak atas dasar untung dan rugi..'' ucap si pemalas santai bertepuk tangan.
__ADS_1
Setelah saling diam sesaat lamanya pemuda itu lemparkan sebuah guci kecil berisi arak dari negeri Tiongkok yang berbau harum manis pada Pranacitra. ''Minumlah dulu biar suasana hati kita menjadi lebih tenang. ataukah kau takut arak itu kuberi racun.?'' sindirnya melihat lawan cuma mengamati guci arak itu tanpa membuka tutupnya.
''Arak ini langka dan harganya pasti sangat mahal..'' gumam si pincang. sekali tenggak hampir separuh isinya habis tertelan. pemuda ini agak berubah air mukanya saat merasa bagian bawah perutnya seperti terbakar. rasa panas itu menjalar cepat ke hampir seluruh bagian tubuhnya. hanya sebentar saja dia mulai mengerahkan tenaga kesaktian untuk memusnahkannya, hawa panas itu sudah berangsur menghilang dan berganti dengan gelombang hawa sejuk yang menyegarkan tubuhnya.!''
''Arak yang sangat luar biasa. hasil campuran racun Kelabang Kuning, hati ular Sanca Darah, bunga Kecubung Tiga Warna dan mungkin juga buah Jambu Naga..'' ujar Pranacitra balik lemparkan sisa guci arak pada pemiliknya yang tertawa bertepuk tangan. ''Haa., ha., tidak memalukan kalau kau menjadi murid si 'Nenek Tabib Bertongkat Maut'. sekali saja merasakan langsung dapat mengetahui bahan apa saja yang terkandung didalam arak ini..'' pujinya sembari meneguk habis arak itu.
Meskipun saling memuji namun keduanya sama tahu jika arak itu tidak bisa diminum oleh sembarang orang karena punya daya perusak pada tubuh manusia. tapi disisi lain minuman ini juga dapat menguatkan tubuh dan kekuatan tenaga para pesilat, tergantung dari kemampuan orang yang mengolahnya.
''Sesuai janji aku akan bicara terus terang. semua yang kau katakan memang beralasan. tidak pernah terdengar orang yang hidup segar bugar meskipun sudah mencapai usia dua atau tiga ratusan tahun. He., he., bahkan andaikan saja benar ada dewa- dewa di dunia ini, kukira mereka juga tidak akan punya umur sepanjang itu..'' seloroh tuan muda pemalas.
''Sangat sulit untuk dapat mengorek sedikit saja keterangan darinya. karena selain gila dia juga seperti sengaja menyembunyikan segala rahasia yang berkaitan wa. beruntung aku pernah mendengar dia meracau tentang ruangan goa terlarang dalam Lembah Seribu Racun juga segala ilmu silat dan kesaktian yang tertulis di sana. asalkan kau tahu saja., lebih dari separuh kekuatanku saat ini adalah hasil pemberian dari Orang Itu.!''
Pranacitra kembali tertegun. meskipun dia tidak tahu sampai dimana tingkatan ilmu kesaktian dari majikan Kota Hantu Pagi ini tapi dia sudah cukup lama mendengar kalau orang yang duduk bermalas- malasan di depannya itu mempunyai banyak sekali para tokoh silat bawahan yang pastinya membekal kepandaian hebat. jelas bukan perkara mudah untuk bisa membuat mereka tunduk padanya kecuali si pemalas ini memang mempunyai sesuatu yang luar biasa.
__ADS_1
Semua penuturan dari tuan muda pemalas yang telah dia dengar membuat Pranacitra semakin penasaran. biarpun selama ini selalu hambar dan acuh jika menghadapi masalah seberat apapun namun kali ini dia hampir tidak dapat mengendalikan diri saking ingin tahu tentang siapa sesungguhnya Orang Itu.
Perlahan pemuda berjubah putih bersih yang selalu duduk santai di atas kursi malasnya itu bangkit berdiri. untuk pertama kalinya murid lima pentolan aliran hitam itu tahu sosoknya. jika dibandingkan saat pertama kali mereka bertemu lima tahun lalu, dia terlihat lebih tinggi, tampan dan gagah meskipun masih sedikit kurus. ''Aku akan bicara langsung saja. kutawarkan sebuah perjanjian denganmu. untuk mengetahui siapa orang itu aku butuh beberapa kepingan benda..''
''Dari berita yang berhasil kudapat, kepingan yang terakhir mungkin berada di tangan ketua dari 'Kelompok 13 Pembunuh'. kudengar mereka juga akan bentrok besar- besaran dengan pihak 'Istana Angsa Emas'. tapi aku yakin pimpinan gerombolan para pembunuh bayaran itu tidak akan membawa barang yang kuincar di tubuhnya..''
''Jadi aku cenderung untuk secara langsung menyatroni tempat rahasia mereka di pulau 'Seribu Bisa'. hanya saja itu jelas bukan perkara gampang karena selain letaknya sangat terpencil pulau itu juga hampir selalu diselubungi oleh kekuatan gaib. ketua 13 Pembunuh sendiri juga orang yang sangat sulit dihadapi. aku malah merasa kalau orang ini sudah bersekutu dengan setan atau iblis hingga dapat menguasai bermacam ilmu sihir dan kesaktian yang luar biasa..''
''Saat memutuskan untuk bergerak, diriku harus yakin akan berhasil. bantu aku untuk mendapatkan barang itu. karena firasatku mengatakan mungkin ada pihak lain yang diam- diam juga mengincarnya. sebagai balasannya., akan kuungkap jati diri orang itu sekaligus membantu pembalasan dendammu terhadap partai Gapura Iblis.!'' ungkap sang tuan muda pemalas.
Pranacitra tidak langsung menjawab tawaran dari lawannya. otaknya berputar mencari perkiraan siapa sebenarnya orang yang pertama kali datang ke goa terlarang itu. karena selain dirinya hampir tidak ada lagi orang lain yang mampu memasukinya tanpa adanya persyaratan seperti bunga jamur 'Cendawan Iblis', batu sakti 'Nirmala Biru' juga 'Lubang Nadi Neraka Gelap'. mendadak dia merasa gemetar ngeri seolah membayangkan sesuatu.
''Kalau benar yang disebutkan sebagai 'Orang Itu' hanyalah roh, sukma atau jiwa penasaran ratusan tahun lalu yang entah bagaimana kini telah terperangkap di dalam raga seseorang, apakah mungkin., itu adalah roh gentayangan dari sang pendiri partai Gapura Iblis sendiri yang mati penasaran akibat pengkhianatan dari orang- orang kepercayaannya.?'' batin Pranacitra seolah tercekat. tapi buru- buru dia hilangkan dugaannya sendiri karena semua itu selain pemikiran yang gila juga sangat mustahil terjadi.
__ADS_1
............
Silahkan tuliskan komentar Anda👏, Terima kasih🙏.