Pendekar Tanpa Kawan

Pendekar Tanpa Kawan
Menyiksa diri. (bag2)


__ADS_3

Keadaan yang tidak ubahnya seperti sedang berada di tepi jurang kematian ini sebenarnya berlangsung tidak terlalu lama, mungkin waktunya cuma sepeminum teh saja. tetapi rasa kesakitan yang teramat sangat itu sungguh membuat Pranacitra seolah sudah melewatinya bertahun- tahun. kalau saja dia tidak memiliki daya tahan dan ilmu kesaktian tinggi, pastilah nyawanya telah terbang ke akhirat.


Sosok yang bermandikan keringat dan darah. cahaya biru berseling merah hitam yang terus saling bergulungan menyelimuti raga si pemuda. suara lolongan kesakitan seolah sedang dirajam ratusan paku panas juga ribuan terusuk ribuan jarum sedingin es dari luar dan dalam tubuh, membuat pemuda ini seperti bukan lagi seorang manusia namun lebih pantas disebut sebagai onggokan bola daging yang menggelinding bergulingan melabrak dinding juga batuan dalam goa itu hingga terpecah.


Jangankan melihat langsung peristiwa itu, hanya mendengar suara jeritannya saja sudah mampu merobek jiwa orang lain karena bakal terbayang akan rasa sakitnya yang tidak dapat lagi dijabarkan. apalagi bagi orang yang sedang mengalaminya sendiri. jika saja tidak teringat akan calon lawannya yang punya ilmu kesakitan luar biasa, mungkin Pranacitra tidak akan sudi melakukan semua ini.


Segalanya telah terjadi. tidak ada jalan lagi untuk mundur atau berhenti. dia hanya dapat terus bergulingan sambil berteriak melolong meskipun kini yang keluar dari mulutnya hanya gumpalan hawa panas dingin disertai muntahan dahak berdarah. diujung kesadaran otaknya yang mulai menghilang, dia sempat berpikiran buruk, kalau 'Sepasang Kutu dan Benalu' telah sengaja mempermainkan atau menipunya. tapi cepat pemuda itu membuang dugaannya sendiri. sampai pada akhirnya kegelapan menutupi semua yang ada di sana.


Tubuh basah oleh keringat bercampur darah itu masih terkapar di lantai goa. cahaya merah hitam dari bunga jamur 'Cendawan Iblis' juga tetap menyelimuti sekujur tubuh Pranacitra bercampur sinar kebiruan dari batu sakti 'Nirmala Biru'. tapi bedanya jika sebelumnya kedua kekuatan itu saling gulung dan libas kini terus berpendaran bersama hingga pada akhirnya cahaya biru redup semakin menguat dan terang menggantikan sinar merah hitam di tubuh Pranacitra.


Cahaya biru dari batu sakti Nirmala Biru itu agak berlainan dibandingkan sebelumnya. seakan ada kilauan sinar perak dengan hawa dingin sejuk yang berlipat lebih kuat. darah bercampur keringat kotor dan bau ditubuh Pranacitra seperti tersapu bersih. meskipun kulitnya masih tetap rada pucat namun pemuda itu justru terlihat semakin segar juga bersih.


Sepasang mata si pemuda terbuka menatap ke langit- langit goa batu. dia perlu lebih dari sepuluh tarikan nafas untuk dapat mengingat segala yang telah terjadi. malahan sesaat Pranacitra merasa tidak yakin jika sampai saat ini dia masih bernafas. bukan saja tetap hidup dengan segar bugar malahan seluruh aliran jalan darah, pernafasan, hawa kesakitan tenaga dalam hingga kepekaan dari seluruh panca inderanya menjadi berlipat lebih hebat dari sebelumnya.


Masih dalam keadaan terbaring di lantai goa batu yang lembab, Pranacitra sempat tidak mempercayai segala perubahan yang terjadi padanya. otak pemuda pincang dari gunung Bisma itu perlahan berusaha untuk mencerna semua yang terjadi pada dirinya. kenapa dia masih mampu bertahan hidup setelah melewati siksaan luar dalam diluar nalar itu.


Hingga pada akhirnya Pranacitra menyadari kalau dari pertentangan antara kemampuan penyembuhan dari batu sakti Nirmala Biru dengan daya penghancuran bunga jamur Cendawan Iblis yang membuat hidupnya berada di tepian jurang kematian, memaksa kekuatan dari 'Lubang Nadi Neraka Gelap' yang terpendam dalam tubuhnya bergejolak muncul untuk menyapu semuanya.

__ADS_1


Ibarat kata seorang pemancing, dia butuh kail dan umpan agar mendapatkan ikan. begitu juga untuk membuat kekuatan terpendam dari Lubang Nadi Neraka Gelap muncul, Pranacitra perlu berada di titik terendah ketahanan tubuhnya diluar dalam dengan membiarkan dirinya sebagai tempat saling hantam antara batu sakti Nirmala Biru dengan bunga jamur Cendawan Iblis.


Meskipun sangat besar kemungkinan dia bakalan tewas ditengah pergolakan itu karena tidak sanggup untuk bertahan dalam ajang menyiksa diri sendiri itu, namun pada akhirnya segalanyapun dapat dilalui. satu seringai tipis tersungging di bibir si pemuda. kadang Pranacitra tidak mengerti kenapa dia bisa sanggup melewatinya. bahkan jika mau jujur., si pincang ini sempat kagum juga dengan kemampuan dirinya sendiri.


Pemuda itu bangkit berdiri. alisnya sedikit mengernyit saat merasakan gerakannya jadi lebih enteng dan luwes. biarpun berada jauh didalam lorong goa tapi telinganya sanggup mendengar suara angin yang bertiup diluar sana, juga tetesan air kolam yang berada di ruangan lain tempat sebelumnya dia mandi.


Mulut goa batu didepan sana hanya nampak kegelapan yang menyelubungi ruangan terlarang tetapi sekarang Pranacitra juga dapat melihat ada kilauan cahaya kuning emas jauh didalamnya. jika sebelum ini hawa jahat yang terpancar dari dalam goa yang selalu berusaha menariknya ke dalam sangat kuat, kini juga jauh berkurang. Pranacitra tidak tahu apakah amukan kekuatan dalam goa itu yang mereda ataukah karena kekuatan dirinya sendiri yang meningkat.


Si pincang ini tidak perduli semua itu, lagipula dia juga terlalu malas untuk mencari tahu. dengan langkah terseok perlahan namun pasti, Pranacitra mulai melangkah memasuki ruangan goa terlarang setelah sebelumnya sempat mengambil sebuah obor batu yang tertancap di sudut dinding goa batu sebagai penerangan.


Baru saja dia tiba di mulut goa terlarang, terasa ada hawa dingin yang menyeruak keluar. meskipun tidak mengakibatkan suatu apapun tapi tetap membuat Pranacitra tersentak dan waspada. api obor ditangannya terangkat ke atas. cahayanya menerangi kegelapan di dalam goa itu. tenaga saktinya mengalir keseluruh tubuh untuk menjaga diri dari segala ancaman yang mungkin terjadi.


Jika pada bagian luar dinding goa batu berwarna kehitaman maka di ruangan ini seolah dilapisi emas. ratusan atau bahkan ribuan batu berlian aneka warna tertancap di langit- langit juga dinding goa hingga mampu membuat sinar keemasan yang terpancar menjadi berlipat ganda lebih terang saat terkena cahaya api obor. tumpukan perhiasan emas permata juga ribuan keping uang emas bertebaran di lantai juga sudut ruangan.


Selain itu disana masih terdapat juga puluhan jenis senjata pusaka yang dari luarnya saja sudah dapat dirasakan aura kesaktiannya. jelaslah kalau semua itu bukanlah senjata pusaka sembarangan. jika saja segala harta pusaka ini berada di luaran sana, entah sudah berapa ribu nyawa yang menjadi korban karena berusaha untuk memperebutkannya.


Pranacitra terus masuk ke dalam hingga hanya terpaut tiga langkah saja dari dinding luas dan tinggi yang berada di ujung ruangan goa yang dipenuhi bongkahan emas permata itu. dalam hatinya Pranacitra sempat juga membatin kenapa tidak terasa adanya kekuatan jahat yang mengancamnya seperti waktu pertama kali dia hendak masuk goa.

__ADS_1


Murid lima tokoh silat kawakan aliran hitam ini seakan baru menyadari kalau kedua benda sakti berupa batu Nirmala Biru dan jamur Cendawan Iblis yang sudah melebur menjadi satu dalam tubuhnya adalah penangkal dari serangan hawa jahat mematikan yang berada di dalam goa ini. malah dia juga menduga kalau kedua benda itu adalah milik sang pendiri partai 'Gapura Iblis.!


''Mungkin pendiri partai Gapura Iblis sengaja menciptakan dua jenis benda sakti yang terpisah secara rahasia agar tidak mudah dimiliki orang lain, terutama para keturunan bawahannya yang tanpa pernah dia duga telah berkhianat. Chuih., siapa yang mengira kalau sekarang justru keturunan dari para pengkhianatnya yang datang kemari..''


''Wahai pendiri partai Gapura Iblis., jika kau dapat melihat kejadian hari ini dari alam sana, mungkin sekarang kau sedang menangis kesal atau malah tertawa karena lucu. karena jika menurut penuturan dari sesepuh 'Kutu Bangkotan' dan si 'Benalu Tua' diriku ini masih termasuk dalam keturunan murid- muridmu juga dua rekanmu yang telah mengkhianatimu..''


''Hee., he., yang membuatku tertawa, sekarang ini justru aku ingin memusnahkan partai Gapura Iblis yang telah direbut oleh leluhurku secara licik dari tanganmu. padahal bisa juga sebagai salah satu keturunan yang masih sedarah dengan ketuanya sekarang ini, aku juga punya hak untuk mendapat bagian atau kedudukan tinggi dalam partai aliran hitam itu dan hidup nyaman dengan kekuasaan..'' gumam Pranacitra terkekeh sendiri.


''Tetapi itu tidak akan kulakukan karena partai silat keparat yang kau dirikan itu telah merenggut hampir segala yang kumiliki. sebaliknya aku bersumpah akan membuatnya runtuh tanpa sisa. jika demikian diriku jadi ingin bertanya kepadamu, sebenarnya siapa yang telah berkhianat dan siapa juga yang akan dikhianati.?'' geramnya seraya menatap tajam bermacam lukisan dan tulisan aneh yang terukir pada dinding goa emas yang terpampang di depannya.


Pada awalnya pemuda itu tidak ada suatu keistimewaan yang terdapat dalam lukisan di dinding goa itu. jika dikelompokkan mungkin ada lebih dari dua puluhan gambar orang sedang bersilat dengan gerakan yang sangat umum, bahkan semua pesilat juga hampir pasti dapat melakukannya. tetapi saat di perhatikan lebih jauh baru terasa adanya keanehan.


Karena sewaktu tanpa sengaja mencoba melakukannya, mendadak sekujur tubuhnya seolah panas terbakar dengan aliran darah yang terbalik menuju ke tengah jantung hingga terpaksa dia menghentikan semuanya ditengah jalan. saat membaca beberapa baris tulisan di bawahnya yang sebagian juga sudah terhapus karena lamanya waktu, Pranacitra baru paham kalau semua yang terlihat mudah tidaklah segampang sebenarnya.


...........


Silahkan tuliskan komentar Anda. Selamat menyambut hari raya Idul Adha. semoga berkah bagi kita semua, Amin. Terima kasih., Wasalam 🙏.

__ADS_1


'Mmbbeeekkk., Eemmbbeeeekk..🐏🐑🐐🦙..!'


__ADS_2