
Lereng utara gunung Merapi., terdapat sebuah pedataran berbatu yang ditumbuhi pepohonan dan semak belukar lebat. tempat seperti itu sangat umum di jumpai di manapun. namun jika diperhatikan ada suatu kelainan pada pedataran itu. tumbuhan dan pepohonan di sana terlihat kering dan layu. kabut tipis yang berwarna kebiruan seakan selalu menyelimuti tempat itu.
Awalnya pedataran ini merupakan hutan rimba yang jauh lebih lebat dan rapat dari sekarang. tapi sejak 'Ki Singo Geni Merapi' bertapa di goa rahasia yang berada tidak jauh dari sana dan mengangkat 'Tiga Singa Buas Bersurai Biru' sebagai muridnya, daerah sekitar tempat itu lambat laun di selimuti kabut tipis kebiruan yang jelasnya mengandung racun.
Meskipun Ki Singo Geni Merapi sudah mati beberapa tahun lalu, tapi keadaan tempat itu juga tidak berubah. ketiga muridnya juga terus bercokol di sana. mereka seolah menjadi raja yang menguasai daerah utara gunung Merapi. meskipun di wilayah lain gunung itu mungkin juga ditinggali oleh orang persilatan lainnya, namun nama Tiga Singa Buas Bersurai Biru tetap dianggap sebagai penguasa terkuat di daerah itu.
Dalam beberapa tahun belakangan pihak kerajaan di wilayah tengah pernah beberapa kali memburu ketiga orang jahat yang gemar mengacau dan merampok kaum pedagang dan perkumpulan jasa pengawalan barang yang lewat di sana. tapi semua usaha mereka selalu saja menemui kegagalan. selain kalah ilmu kesaktian, daerah yang terjal berhutan lebat serta dikenal sangat angker turut pula menjadi penghalang.
Hari sudah berganti pagi. sinar mentari yang muncul dari balik punggung gunung membuat pedataran berbatu dan selalu diselimuti kabut kebiruan itu menjadi lebih jelas terlihat. kini dapat diketahui kalau tempat itu lumayan lapang. meskipun begitu kesan menyeramkan tetap terasa disana.
Tiga sosok bayangan biru melesat cepat keluar dari dalam sebuah goa batu yang berbentuk kepala seekor singa besar sedang menggaum. hanya dengan dua kali jejakkan kakinya ke tanah, mereka sudah sampai di tengah pedataran berkabut itu. cahaya surya menyoroti ketiga sosok menyeramkan yang bukan lain adalah Tiga Singa Buas Bersurai Biru itu.
Hari ke tiga bulan ketiga akhirnya tiba juga., tiga orang berwajah seperti binatang buas itu sama mendongak. dari mulut mereka keluar suara meraung keras yang mengoncangkan daerah utara lereng gunung Merapi. raungan yang dilambari tenaga dalam tinggi itu selain luapan dendam kesumat yang terpendam juga sebagai pertanda undangan kepada para tokoh silat undangan untuk datang kesana.
Tiga Singa Buas Bersurai Biru tidak perlu menunggu terlalu lama, karena dari satu arah sudah muncul lima sosok bayangan manusia yang berkelebat cepat mendatangi pedataran itu dan dalam waktu singkat mereka telah tiba di hadapan ketiganya. Ki Singo Barong dan kedua rekannya saling lirik dan menyeringai saat mengenali siapa yang datang.
__ADS_1
''Kami dari perguruan silat 'Bayangan Berdarah' hadir memenuhi undangan di lereng utara gunung Merapi ini untuk membantai seorang pemuda keparat berkaki pincang. sayangnya., kulihat orang itu belum muncul di sini. jangan- jangan dia sudah kabur ketakutan melihat kehadiran kami. Haa., ha.!''
''Terus terang saja., bayaran besar dan sasaran bernilai sangat tinggi yang kalian tawarkan pada kami lumayan menarik juga. namun seharusnya kalian tidak perlu mengundang serta perkumpulan 'Panah Pemburu Jantung' untuk menyelesaikan urusan sekecil ini..'' ucap dua lelaki setengah tua diantara lima orang pendatang berjubah merah.
Di pinggang mereka tergantung dua buah golok pendek melengkung mirip bulan sabit bergerigi tajam. wajah kelima orang ini tidak terlihat jelas karena terlindungi caping bambu yang juga berwarna merah. dari tubuh mereka lapat- lapat tercium aroma anyir. rupanya jubah dan caping merah yang dipakai kelima orang ini sudah direndam dalam cairan darah.!
Jika dua orang lelaki yang tiba duluan berumur lima puluh tahunan, tiga orang di belakang mereka terlihat masih cukup muda. meskipun begitu terasa ada hawa kesaktian yang terpancar dari tubuh mereka. dari penampilan mereka orang persilatan dapat memastikan kalau kelimanya berasal dari suatu perguruan silat dari aliran hitam yang cukup ditakuti di daerah selatan bernama perguruan Bayangan Berdarah.!
''Haa., ha., bagus., orang- orang dari perguruan Bayangan Berdarah sudah datang kemari. kalau kulihat dari tubuh kalian yang tidak terpengaruh kabut beracun di tempat ini, pastilah kalian berlima sudah meminum obat penangkal racun yang kami berikan bersama dengan setengah pembayaran awal..'' seru Ki Singo Rawit tertawa bergelak.
''Ketua perguruan Bayangan Berdarah., dengan adanya kau, wakilmu dan tiga murid utamamu rasanya benar kalau sia- sia saja kami turut mengundang perkumpulan 'Panah Pemburu Jantung' lagipula sampai sekarang tidak ada satupun diantara anggota mereka yang terlihat batang hidungnya.!'' dengus Ki Singo Parut.
''Hek., he., he., kami berdua bahkan tidak perlu meminum obat penangkal kabut beracun yang ada di sini. karena bagi kami semua itu hanya racun picisan..'' sambung suara seorang nenek tua terkekeh mengejek. selintas terdengar suara berdentang nyaring yang mengiringi kedatangan pemilik suara.
Sepuluh langkah dari hadapan sebelah kanan Tiga Singa Buas Bersurai Biru sudah berdiri sepasang kakek dan nenek tua yang berumur enam puluh lima tahunan. si nenek tinggi kurus dengan muka tirus berdagu panjang. memakai sebuah jubah usang warna cokelat, rambut putih panjang tergelung dengan tiga buah tusuk kundai menancap disana. nenek tua ini memegang sebuah tongkat besi panjang yang ujungnya di ganduli sebuah lonceng besi berwarna merah kehitaman.
__ADS_1
Di sebelah kiri si nenek berdiri seorang lelaki tua yang juga berpakaian cokelat rombeng, bertubuh gemuk kepala botak yang tinggi badannya hanya sepusar perut nenek tua di sebelahnya. bibirnya tebal dengan gigi kotor menjorok keluar. dia berdiri dengan tangan kanan memanggul sebuah lonceng besi sebesar kepala kerbau yang juga berwarna merah kehitaman.
''Haa., ha., dua orang tokoh hebat dari bukit Genta Garong rupanya juga sudah tiba disini. selamat datang kami ucapkan kepada 'Sepasang Iblis Lonceng Maut'. kehadiran kalian berdua tentunya menambah kekuatan kita.!'' seru Ki Singo Barong berserta kedua saudaranya sambil menjura hormat saat mengenali siapa yang datang.
Jika sikap ketiga orang ini terlihat sungkan pada kedua orang tua yang barusan datang, itu dapat dimaklumi karena nama 'Sepasang Iblis Lonceng Maut' memang cukup membuat hati orang persilatan menjadi jeri. dengan senjata lonceng besinya kedua orang ini pernah membuat kegemparan di dunia persilatan belasan tahun lalu. meskipun sudah cukup lama menyepi tapi nama besar mereka masih menggetarkan.
''Kukira kami berdua sudah terlambat datang. tapi rupanya acara utamanya masih belum dimulai..'' ucap seorang lelaki berjubah jingga yang kedatanganya seperti menebarkan aroma wangi lembut yang aneh. orang ini bertubuh tinggi gagah tampan dan berkulit putih bersih. meskipun dari tubuhnya menebarkan bau harum tapi setiap langkah kakinya justru membuat rumput belukar yang di pijaknya menjadi layu busuk menghitam.!
''Kami berdua datang tanpa diundang. tapi karena punya kepentingan yang sama untuk membunuh seorang biang kerok pincang, kurasa kalian semua juga tidak keberatan dengan kehadiran kami berdua..'' timpal lelaki tua yang berjalan di samping si jubah jingga. dia memakai sebuah jubah putih yang terbuat dari kain mahal dengan perhiasan emas di tubuhnya. satu keanehan terlihat di jemari tangan orang tua ini yang terlihat kokoh kekar dan bersinar kemerahan.
Saat Tiga Singa Buas Bersurai Biru melihat kedatangan mereka hampir serentak mereka berseru, ''Rupanya kenalan lama kita si 'Harum Beracun' dan 'Setan Berjari Iblis' Ki Karwa Manggala yang datang. Haa., ha., jika kalian datang karena bocah pincang jahanam itu, tentu saja kami sangat menyambutnya.!''
''Sebenarnya sobat lama kami si 'Gembel Gila Dari Utara' juga turut hadir dalam pertemuan ini, tapi kurasa pengemis edan itu akan datang terlambat..'' kata Setan Berjari Iblis sambil usap janggut pendeknya yang sudah memutih sebagian. bersamaan itu berturut- turut muncul empat orang tokoh silat lainnya yang dari gerakannya dapat dipastikan mempunyai ilmu kepandaian sangat tinggi. kedatangan para pentolan persilatan itu seakan pertanda bahwa kegegeran besar di lereng utara gunung Merapi ini sudah di mulai.!
*****
__ADS_1
Asalamualaikum.,
Selamat Hari Raya Idul Fitri untuk para reader pembaca dan author penulis di Novel Toon. Minal Aidin Wal Faidzin., Mohon Maaf Lahir Batin 🙏,, Terima kasih. Wasalamualaikum.