
Selagi si pincang Pranacitra masih berpikir, para pendatang itu juga sudah tiba. kini di sana sudah berdiri tiga orang. sepasang pria dan wanita lima puluhan tahun juga seorang gadis manis berkulit sawo yang terlihat agak sombong sikapnya. Pranacitra merasa seperti pernah melihat gadis ini sebelumnya.
Dia baru yakin setelah melihat dua orang lainnya. seorang lelaki berjubah putih yang wajahnya mirip seekor kambing dan wanita berbaju hitam yang masih terlihat sisa kecantikannya di masa muda. dari balik kegelapan Pranacitra dapat melihat adanya kemiripan di antara wajah dua perempuan tua muda itu.
''Hhm., kenapa malam ini aku bisa melihat para kenalan lama di tempat sepi begini.?'' batin si pincang keheranan melihat tiga orang yang bukan lain Ki 'Wedhus Jenggot Putih' beserta istrinya 'Dewi Bintang Hitam' dan anak mereka yang bernama Retno Item.
''Ayah, Ibu., kenapa kita mesti berhenti di sini, apa tidak sebaiknya kita teruskan perjalanan mencarinya.?'' tanya Retno Item gelisah seperti tidak sabaran. kedua orang tuannya tersenyum saling pandang.
''Apa kau yakin kalau berita yang terdengar di dalam rimba persilatan tentang munculnya seorang pemuda pincang berkepandaian tinggi, yang telah melakukan pembunuhan terhadap banyak sekali tokoh silat hebat adalah orang yang sama dengan pemuda pincang yang kita kenal beberapa tahun silam..''
''Kalau itu memang benar dia., setelah bertemu dengannya lantas apa yang bakal kau lakukan..?'' tanya Dewi Bintang Hitam menyambung ucapan suaminya. suami istri itu tersenyum geli melihat putri mereka terdiam dan kebingungan menjawab. dalam hatinya mereka tahu apa yang sebenarnya sedang dialami Retno Item.
''Kal., kalau itu memang dia., aa., aku., aku akan mengatakan supaya jangan melakukan pembunuhan seperti itu lagi. kalau tidak aku akan menghentikannya..''
''Lagian pemuda kurang ajar itu masih punya hutang maaf padaku Bu., karena waktu itu dia., dia sudah berani melihat bagian dalam tubuhku..'' ucap Retno Item sedikit gelagapan dengan muka bersemu merah karena malu.
''Uuh., awas saja nanti, aku pasti akan menghajarnya lalu menyuruh dia untuk meminta maaf padaku.!'' ucapnya geram teringat kelakuan si pincang. kedua orang tua gadis itu hanya dapat mendengus lirih.
''Putriku., ayah juga merasa kalau pemuda yang jadi pembicaraan rimba persilatan itu memang si pincang yang pernah menolong kita bertiga dari tangan si 'Sukma Tertawa'. tapi yang ayah herankan kenapa pemuda aneh namun berhati baik itu kini berubah menjadi begitu kejam hingga melakukan banyak pembunuhan.?''
''Benar kakang., malah yang aku dengar dia sudah mewarisi berbagai ilmu kesaktian hebat dari para datuk kalangan hitam dunia persilatan yang sudah lama menghilang..''
__ADS_1
''Apakah., semua kejadian ini ada kaitannya dengan para guru pemuda pincang itu.?'' si Dewi Bintang Hitam turut ajukan pendapat setengah bertanya pada sang suami.
Belum sempat Ki Wedhus Jenggot Putih menjawab, dari arah mereka datang kembali muncul dua sosok bayangan manusia yang bergerak cepat bagaikan bayangan hantu gentayangan. saat awal terdengar mereka masih berada cukup jauh, tapi dalam dua kali kedipan mata keduanya sudah tiba di sana.
Baik Ki Wedhus Jenggot Putih maupun 'Dewi Bintang Hitam' sama keluarkan suara tercekat kaget sekaligus khawatir saat mengenali siapa adanya dua orang pendatang itu. apalagi begitu tiba di sana tanpa rasa malu mata keduanya seolah langsung jelalatan memelototi Retno Item putri mereka dengan pandangan menjijikkan. karuan gadis hitam manis itu menjadi risih dan tersulut kemarahan.
Jika saja kedua orang tuanya tidak memberi isyarat untuk menahan diri, pasti gadis itu sudah melabrak habis- habisan kedua orang pendatang yang dianggapnya kurang ajar itu.
Di hadapan mereka bertiga telah muncul dua orang lelaki tua, mungkin umurnya sudah lebih enam puluh tahun namun wajahnya masih terlihat segar hampir tanpa keriput juga kelimis seakan memiliki ilmu awet muda. rambut keduanya yang putih dan panjang diolesi sejenis minyak berbau wangi dan sebagian di gelung ke atas. kedua orang ini punya wajah yang serupa, mungkin juga mereka kembar. berpakaian selempangan kain hitam seperti seorang pertapa suci namun gerak- geriknya terlihat mesum.
''Kakang Sangaji., kita mesti berhati- hati dengan kedua orang tua cabul itu. utamanya putri kita Retno Item..'' bisik Dewi Bintang Hitam pada suaminya Ki Wedhus Jenggot Putih dengan rasa khawatir. sementara suaminya sudah berdiri di depan melindungi Retno Item sambil berbisik menyampaikan sesuatu pada anak gadisnya.
''Haa., ha., sungguh tidak kuduga di malam dan tempat sepi seperti ini dapat berjumpa dengan Ki Wedhus Jenggot Putih dan Dewi Bintang Hitam..'' sapa orang tua berbaju pertapa yang berada di sebelah kiri serta bertubuh agak tinggi kurus.
''Haa., ha., 'Resi Kembar Sakti Dari Bukit Kemukus' sudah berada di sini, kami bertiga sekeluarga patut menyampaikan salam hormat..'' ujar Ki Wedhus Jenggot Putih balas menyapa. dua orang berdandan pertapa itu sekejap saling pandang curiga.
''Setahuku Ki Wedhus Jenggot Putih dan Dewi Bintang Hitam cuma dua orang kenalan lama, jadi sejak kapan kalian berdua juga gadis itu menjadi sebuah keluarga.?''
''Hee., he., he., bisa jadi mereka berdua sebenarnya pasangan selingkuh sejak lama., kalau begitu kenapa juga tidak mengajak kami dua bersaudara untuk turut berbagi..'' resi tua yang bertubuh agak tinggi kurus menyambung ucapan rekannya.
Mendengar sindiran kotor itu karuan saja Dewi Bintang Hitam menjadi sangat geram dan terhina. tapi kalau dia masih berusaha untuk menahan diri, tidak demikian dengan anaknya. dengan keluarkan suara cacian gadis ini langsung melabrak sambil mencabut pedangnya.
__ADS_1
''Retno Item anakku., jangan lakukan itu karena dirimu bukan tandingan mereka berdua.!'' cegah Ki Wedhus Jenggot Putih khawatir.
''Kedua resi cabul itu sangat berbahaya dan licik., kakang Sangaji cepat kita bantu anak kita.!'' seru Dewi Bintang Hitam mendahuli berkelebat seraya hamburkan lima senjata rahasia bintang terbang bersegi empat yang menjadi andalannya.
Hanya berselisih sekedipan mata Ki Wedhus Jenggot Putih juga turut menyerang. tubuhnya mencelat dua tombak ke udara lalu bersalto sekaligus lancarkan tiga buah tendangan menggunting yang mengeluarkan uap panas dan cahaya putih tajam. jurus 'Tiga Gunting Gunung' langsung dia lancarkan untuk memotong tubuh kedua lawannya.
Tiga orang suami istri dan anak gadisnya bersama menggempur kedua orang tua yang berpakaian seperti seorang pertapa suci itu dengan menggunakan kekuatan penuh, terutama Ki Wedhus Jenggot Putih dan istrinya. seakan mereka takut tidak bakal punya kesempatan lagi untuk menyerang.!
Di serang hampir bersamaan begitu rupa tidak membuat kedua orang tua bermuka sama itu gugup, dengan mengebutkan ujung jubah selempangan yang menutupi tubuhnya hingga mengeluarkan sambaran angin keras dan tajam, mereka begitu tenangnya berkelit dan menangkis serangan ketiga lawannya. malahan keduanya tertawa mengejek ''Hek., he., saudaraku Resi Giling Bumi, ada tiga orang yang belum tahu tingginya langit dan tebalnya bumi hingga berani menyerang kita dua bersaudara..''
''Huhm., dua orang tua itu bisa kita kirim ke akhirat. yang masih muda, cantik dan segar itu dapat menemani kita berdua malam ini saudaraku Resi Giling Langit. Haa., ha., ha..'' sahut orang tua pertapa yang bertubuh agak pendek.
Dengan beberapa kali kebutkan ujung jubah hitamnya, pertapa tua pendek ini mampu menciptakan bayangan sinar hitam dan angin keras berhawa panas yang bukan saja sanggup mengemplang jatuh lima buah bintang terbang Dewi Bintang Hitam. tapi juga sekalian membelit lengan dan senjata Retno Item yang datang dengan tiga buah tikaman pedang pendeknya.
Gadis ini terpekik ngeri bercampur geram, meski sudah berusaha memutar mata pedangnya untuk merobek selempangan kain jubah pertapa tua bernama Resi Giling Bumi itu juga lancarkan dua buah pukulan dan tiga tendangan, tetap saja dia gagal melepaskan pedangnya yang terbelit. bahkan dengan sekali sentakan saja Resi Giling Bumi bisa menarik lepas senjata Retno Item yang langsung di hempaskan mental hingga berbalik meluncur deras menusuk ke arah Dewi Bintang Hitam.!
Di pihak lain jurus 'Tiga Gunting Gunung' dari Ki Wedhus Jenggot Putih juga di buat gagal oleh Resi Giling Langit. sama seperti saudara kembarnya, pertapa tua ini juga memakai jubah selempangan hitamnya sebagai senjata. yang membedakan gerakan kebutan jubahnya lebih banyak menusuk tajam laksana sebilah pedang atau tombak, dari pada membelit dan mencambuk seperti yang di lakukan Resi Giling Bumi.
'Whuuk., wheeet.!'
'Dhaaas., dheees.!'
__ADS_1
''Enyahlah kau ke neraka kambing tua.!'' bentak Resi Giling Langit. sambaran tiga tendangan kaki setajam mata golok yang di lancarkan oleh Ki Wedhus Jenggot Putih meskipun dapat dia redam namun hawa tajam angin serangannya mampu membuat perih kulit tubuhnya. beruntung orang tua ini cepat kibaskan ujung jubah hitamnya yang seakan berubah menjadi dua buah tombak tajam, hingga mampu menghajar telak dada dan paha kiri lawannya.!