
Walaupun setelahnya 'Sepasang Kutu dan Benalu' masih berbicara beberapa kalimat kepadanya tapi Pranacitra malah tidak begitu perduli. si pincang ini cuma diam termenung sesaat lamanya karena merasa ada sesuatu yang kedengarannya aneh dan saling bertolak belakang dalam ucapan kedua orang tua itu.
Sebuah pikiran terlintas di kepalanya. ''Harap maafmu jika aku menyela. bukankah tadi kau bilang kalau kalian berdua sudah terikat sumpah untuk tidak mengatakan kepada siapapun soal keberadaan tempat rahasia yang bernama 'Goa Keramat Cendawan Iblis' itu. lalu kenapa sekarang kalian justru malah berniat memberitahukannya padaku.?''
''Biarpun sangat tertarik karena merasa kalau tempat itu selain merupakan suatu goa yang begitu luar biasa dan pastinya di idamkan kaum persilatan utamanya sang ketua partai Gapura Iblis, goa rahasia itu juga telah menjadikan 'Sepasang Kutu dan Benalu'' sebagai raja diraja dari para dedengkot golongan hitam..''
''Tapi sayangnya., meskipun semua itu sangatlah menarik namun aku juga tidak mau jika pada akhirnya harus menjadi penyebab orang lain melanggar sebuah perjanjian sumpah, apalagi pada tuan penolong kalian berdua. diriku yang rendah ini masih punya kehormatan diri. jadi kurasa., lebih baik kita lupakan saja semuanya..'' ujar Pranacitra tersenyum kecut.
Kutu Bangkotan dan kawannya si Benalu Tua sempat terkejut juga mendengar Pranacitra berani menegur mereka. tapi kejap berikutnya mereka saling pandang dan terkekeh senang. dalam hati mereka sama membatin. ''Bocah pincang ini selain keras pendirian juga tidak kemaruk dengan segala harta pusaka. lima tua bangka di 'Lembah Seribu Racun' itu cukup beruntung punya pewaris seperti dia..''
Biarpun merasa kagum dengan sikap pemuda itu tapi di luarnya mereka tetap saja mencibir. ''Chuih., kau si bocah pincang bermuka pucat tahu apa soal segala macam sumpah dan harga diri. kami memang pernah terikat sumpah pada orang yang menolong kami di masa silam tapi kurasa semua itu sudah tidak lagi berlaku. kau tahu kenapa.?''
Pertanyaan ini lantas di jawab sendiri oleh si Kutu Bangkotan. ''Hee., he., karena goa yang menjadi incaran ketua Gapura Iblis hingga membuatnya tidak dapat tidur nyenyak itu sebenarnya telah lama lenyap dari muka bumi. sejak kami keluar dari Goa Keramat Cendawan Iblis, kita berdua sudah diharuskan untuk menghancurkannya.!''
''Hingga sekarang tidak ada seorangpun yang tahu kebenaran tentang masalah ini termasuk ketua partai Gapura Iblis. kadang kami suka tertawa sendiri melihat tingkahnya yang terus berupaya dengan segala cara untuk dapat menemukan goa rahasia yang sebenarnya sudah tidak ada wujudnya..''
''Huhm., mungkin ini adalah karma baginya karena berani membunuh tiga orang saudara kembarnya sendiri demi meraih kedudukan pimpinan partai. biarpun Gapura Iblis bukan kumpulan manusia baik- baik tapi kami masih punya harga diri. meskipun kembar ke dua ini memang punya bakat luar biasa dan otak yang sangat encer, namun tega membunuh saudara sendiri tetap saja terlampau kejam.!'' sambung si Benalu Tua mendengus hina.
Sebuah jawaban yang sangat di luar dugaan. awalnya Pranacitra mengira kalau Sepasang Kutu dan Benalu mungkin akan memberinya petunjuk tentang letak dari Goa Keramat Cendawan Iblis, lalu menyuruhnya untuk pergi kesana agar bisa mendapatkan ilmu- ilmu kesaktian tingkat tinggi yang tersimpan di sana. tapi rupanya dia sudah terlalu dibuai khayalan. atau bisa jadi si Kutu dan Benalu memang berniat mempermainkan dirinya.
''Jika goa itu memang sudah tidak ada, lantas apa perlunya kalian ceritakan semua ini padaku. apa Kutu Bangkotan dan si Benalu Tua mempunyai kegemaran untuk memberi harapan sangat tinggi pada orang lain sebelum menjatuhkannya sampai ke dasar kumbangan keputusasaan.?'' gumam Pranacitra nyengir setengah menyindir.
__ADS_1
''Kalau kami berdua memang sangat suka mempermainkan orang lantas kau mau apa.? Huhm., rupanya otakmu tidak sebagus yang kusangka. tolol dan sangat lambat dalam berpikir. padahal sebelumnya kau sendiri pernah bilang kalau apa yang terdengar dan terlihat belum tentu sama dengan kejadian yang sebenarnya. sangat mengecewakan.!'' semprot si Benalu Tua mendelik gusar. Kutu Bangkotan ikut mendengus kesal.
Pranacitra menunduk dan termenung, suatu pikiran terlintas di kepalanya. seringai dingin tersungging di ujung bibirnya. ''Kalau ada sebuah rumah mewah mendadak roboh karena tersapu angin punting beliung atau musnah terbakar api, belum tentu juga isinya turut menghilang. bisa jadi dia masih aman terpendam di dalam tanah atau., lebih dulu di selamatkan oleh pemiliknya..''
''Jika aku boleh menebaknya, sebelum kedua sesepuh yang budiman menghancurkan Goa Keramat Cendawan Iblis itu, kalian sudah lebih dulu mengambil semua benda pusaka berharga termasuk petunjuk ilmu silat dan kesaktian tingkat tinggi yang tersimpan di sana.!'' tukas Pranacitra dengan sorot mata tajam.
Kutu dan Benalu tertawa bergelak. ''Haa., ha., otakmu sudah ada sedikit kemajuan. tetapi jawabanmu cuma benar separuhnya. lagi pula., ilmu kesaktian yang ada disana hanya bisa di pelajari secara berpasangan oleh dua orang. selain itu ada harga mahal yang mesti di bayar untuk dapat menguasainya..'' terang si Kutu Bangkotan melirik tubuh rekannya yang tinggi gemuk sebaliknya Benalu Tua juga melihat sekilas si kakek pendek ceking.
Ada kesedihan hati sekaligus perasaan kasih sayang yang mendalam dalam pandangan mata mereka berdua. ini bisa di maklumi karena agar bisa menjadi pasangan pendekar yang boleh dikatakan belum tertandingi seperti sekarang, kedua orang itu mesti merelakan tubuh mereka menjadi seaneh ini untuk selamanya. yang lelaki kurus kering dan kecil bungkuk, sebaliknya si perempuan berubah tinggi besar, gemuk dan hampir selalu merasa lapar.
''Tapi setengah jawabanmu ada benarnya, jadi kurasa kau ini tidak terlalu dungu dan pantas untuk di berikan kesempatan..'' ujar si Kutu sambil sejenak menarik nafas. ''Kau tahu bocah pincang, kenapa ketua Gapura Iblis sampai begitu menginginkan Goa Keramat Cendawan Iblis.?''
''Itu semua karena sebuah tanaman langka yang bernama 'Cendawan Iblis' seperti nama tempat itu. dalam goa ini memang terdapat banyak sekali cendawan atau jamur dengan berbagai macam jenis dan kegunaan. dari yang sangat mematikan sampai mampu meningkatkan kekuatan tubuh dan tenaga kesaktian. dari ratusan cendawan yang tumbuh di goa itu hanya ada satu saja Cendawan Iblis yang dapat tumbuh di setiap tahunnya..''
''Bukan cuma itu saja., yang terpenting adalah dengan menelan jamur Cendawan Iblis, kau bisa memasuki goa rahasia lainnya dengan selamat untuk mendapatkan rahasia terbesar dari partai Gapura Iblis di masa lalu.!'' sambung Benalu Tua. ''Goa rahasia apalagi yang kalian maksudkan.?'' tanpa sadar si pincang bertanya saking penasaran.
Suasana menjadi hening. dengan pandangan mata tajam dan suara agak bergetar si Kutu Bangkotan menjawab. ''Goa itu ada di dalam sebuah lembah yang dipenuhi beratus- ratus bangkai dan tulang belulang. bau menyengat yang sangat busuk bercampur racun selalu tercium hingga ratusan tombak dari lembah itu..''
''Jangankan mereka yang berilmu rendah, para pesilat kelas atas serta punya ilmu kepandaian tinggi juga belum tentu sanggup bertahan hidup di sana. pendek kata., jika tidak mempunyai ilmu kesaktian sangat hebat jangan harap dapat mendekati tempat itu apalagi memasukinya..''
''Kau bukan saja tahu betul tempat apa itu dan berada di mana, bahkan dirimu juga pernah tinggal entah berapa lama di dalam sana bersama dengan lima orang tua sakti yang hanya sebab ketololan dan kesombongannya sampai dapat tertipu lalu terkurung di dalam sana seperti tikus yang terjebak perangkap.!''
__ADS_1
Sepasang Kutu dan Benalu menatap pemuda pincang didepannya yang tersurut mundur ''Meskipun belum pernah memasuki lembah penuh hawa beracun juga goa rahasia yang berada di dalamnya, tapi kami yakin terdapat sebuah ruangan terlarang di dalam goa ini yang pantang untuk di masuki.!''
Pranacitra terdiam cukup lama. dia perlu waktu untuk bisa kembali menenangkan hati. bayangan kejadian masa lalu saat dia mulai mengembara dari gunung Bisma hingga memasuki Lembah Seribu Racun, mengalami seribu satu penderitaan dalam usahanya menguasai ilmu kesaktian dari kelima gurunya kembali terlintas di kepalanya.
''Hehm., Walaupun aku tahu kalau suatu ketika nanti diriku akan kembali pulang ke lembah itu tapi sungguh tidak kusangka akan secepat ini. mungkin benar kata pepatah., sejauhnya burung terbang dia pasti kembali ke sarangnya. sejauh seseorang merantau dia juga kembali ke kampung halamannya..'' batin si pincang menghela nafas. dia memang sudah tidak memiliki kampung halaman, juga sanak saudara lagi untuk di kunjungi. tapi goa di dalam lembah itu., bisa di anggap sebagai penggantinya.
Mungkin dalam bahasa jaman sekarang apalagi saat menjelang Lebaran, apa yang akan di lakukan si pincang untuk pulang kandang itu biasa disebut sebagai., Mudik. ☺
*****
Asalamualaikum Wrb, Salam sehat sejahtera selalu buat kita semua.
Sebenarnya mau saya update hari rabu apa kamis, tapi sudah terlanjur bilang mau up hari minggu, yo wis lah.🤷♀️
Oh iya., ada beberapa Reader pembaca yang bertanya Author terinspirasi oleh apa, baik di cerita PTK atau 13Pb.?
Kata adikku dia suka/terinspirasi novel Wiro Sableng 212, Kho Ping Hoo, Khu lung/Gu Long juga Chin Yung dll. (novel" silat jadul aku gak begitu paham sih☺)
Kalau tokoh Pranacitra yang pincang, dia terinspirasi oleh tokoh Pho Ang Swat/ Fu Hung Swe. pesilat jago golok yang juga pincang dalam novel 'si Merah Salju' atau 'Peristiwa Bulu Merak' karya Khu lung. juga si Kamajaya si Pendekar Romantis Pencabut Nyawa dalam 13 Pembunuh, di inspirasi oleh tokoh Li Sun Huan, dalam novel 'Li si Pisau Terbang' karya Gu long juga. hanya bedanya Li Sun Huan karakternya baik hati sedangkan Kamajaya jahat.
Dua kakek nenek bertubuh besar kecil Kutu dan Benalu di PTK ini juga terinspirasi novel Khu lung, (terjemahan Gan KL) judulnya 'Pendekar Satu Jurus'.
__ADS_1
Terima kasih., selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Wasalamualaikum 🙏.