Pendekar Tanpa Kawan

Pendekar Tanpa Kawan
Nyi Rondo Kuning., prihatin.


__ADS_3

Pranacitra yang lebih dulu keluar dari kolam pemandian sementara Nyi Rondo Kuning masih berendam santai di dalam air. di tepi kolam telah tersedia seperangkat pakaian hitam. baju si prmuda yang sudah usang dan koyak telah diganti baru. janda cantik pemilik penginapan dan rumah makan 'Lawang Wangi' itu yang telah mempersiapkannya.


Sepertinya sejak pertemuan mereka beberapa tahun silam, wanita bertubuh padat sedikit gemuk itu selalu menyediakan apapun keperluan Pranacitra sebagai persiapan jika pemuda itu datang ke tempatnya. sikap Nyi Rondo Kuning tidak ubahnya seperti seorang kakak perempuan pada adik lelakinya atau istri yang setia terhadap suami tercintanya.


Di atas sebuah meja persegi dari kayu jati berukiran bunga dan naga dengan dua buah kursinya itu sudah tersaji beberapa macam hidangan dan minuman dari sari buah- buahan. seorang anak buah kepercayaan Nyi Rondo Kuning yang telah menghidangkan semuanya. setelah selesai gadis manis yang juga pelayan rumah makan itupun berlalu setelah sempat tersenyum kedipkan sebelah matanya pada Pranacitra yang cuma nyingir.


''Aish., susahnya menjadi lelaki tampan..'' gumamnya ngemil kacang rebus. ''Hik., hi., bagaimana dengan gadis itu. apa kau suka.?'' goda Nyi Rondo Kuning yang baru selesai mandi dan berganti pakaian. ''Aku belum pernah melihat dia sebelumnya. apa gadis itu orang baru.? selain cukup cantik, gayanya genit juga. pasti kau yang mengajari kelakuan seperti itu..''


''Meskipun dia anak buahku yang paling baru dan muda, tapi selain si pemimpin pelayan rumah makan yang paling lama mengikutiku, diriku juga sangat percaya pada gadis baru itu. seperti anak buahku yang lainnya, dia juga punya latar belakang yang mengenaskan. malah sejak berumur tiga belas tahun bocah ini sudah dijual keluarganya untuk membayar hutang. setelah berpindah tangan beberapa lelaki, diapun berakhir di tempat pelacuran..'' terang Nyi Rondo Kuning sembari duduk di depan Pranacitra.


''Nasibnya mungkin bakal terus seperti itu jika saja tidak ada seorang Kyai yang pernah menjadi murid dari salah satu 'Wali Songo' atau 'Sembilan Wali', dan kebetulan sedang menyebarkan dakwah keyakinan baru bernama agama Islam di daerah itu. para berandalan yang menguasai tempat perjudian dan pelacuran disana tentunya merasa tidak senang dengan kehadiran orang ini..''


''Singkatnya ulama bernama 'Kyai Jabar Seto' ini terpaksa harus menghadapi belasan bajingan penguasa tempat itu. tapi hebatnya dengan berbekal seuntai kalung Tasbih dia mampu mengalahkan mereka semua sekaligus membebaskan para budak pelacur yang ada disana. mungkin sudah garis nasib. bawahanku yang paling tua dan sedang dalam perjalanan pulang kemari setelah sibuk mencari jejakmu yang menghilang kebetulan lewat disana..''


''Melihat gadis kurus lima belas tahunan itu sedang kebingungan karena tidak ada tempat tinggal, diapun bersimpati karena teringat masa lalunya sendiri. dia lalu membawanya kemari dan jadilah bocah itu anak buahku yang paling baru juga muda. itulah kisahnya dua tahun lalu, sekarang mungkin umur bocah itu tujuh belasan tahun..'' tutur Nyi Rondo Kuning.

__ADS_1


''Aah., kurasa kita mesti bicara soal yang lebih penting. seorang anak buahku tanpa sengaja mendengar selentingan kabar di dunia persilatan yang mengatakan kalau saat ini partai 'Gapura Iblis' sedang mengadakan suatu kesepakatan rahasia dengan 'Serikat Kalong Hitam'. tapi belum kami mengetahui apa isi kesepakatan diantara kedua pihak.!''


Pranacitra termenung sesaat lamanya baru bicara. ''Serikat Kalong Hitam' adalah suatu perkumpulan pembunuh bayaran yang sangat terkenal di rimba persilatan seperti 'Kelompok 13 Pembunuh'. jika partai Gapura Iblis sampai menghubungi mereka, hampir dipastikan urusan yang akan mereka jalankan berkaitan dengan pembunuhan..''


''Kau benar Pranacitra. aku jadi berpikir siapa orang yang mampu membuat Gapura Iblis sampai meminta bantuan Serikat Kalong Hitam yang kekuatannya jelas- jelas berada dibawah mereka. ini kurasakan sangat aneh..'' pikir Nyi Rondo Kuning sembari meneguk minumannya dari kendi. ''Aku malah berpikir sebaliknya. Gapura Iblis ingin melimpahkan semua pekerjaan yang berkaitan dengan pembunuhan kepada Serikat Kalong Hitam, khususnya perkara yang tidak begitu berat..''


''Ini berarti., mereka hanya ingin memusatkan segala perhatiannya kepada satu masalah tertentu saja yang dianggap paling penting tanpa harus terganggu dengan persoalan lainnya..'' kata Pranacitra mencoba menebak. ''Ehm., kurasa semua yang kau katakan cukup beralasan. tapi permasalahan penting apa yang membuat Gapura Iblis sampai terpaksa berbuat seperti ini.?'' tanya Nyi Rondo Kuning penasaran menatap pemuda didepannya.


Si pincang itu menyeringai dan terkekeh keji. ''hee., he., itu mungkin karena Gapura Iblis sudah merasa sangat gusar dengan semua kerugian besar dan kegagalan yang mereka alami belakangan ini. biarkan saja partai aliran hitam keparat itu kelimpungan, karena mereka tidak akan pernah mengira kalau orang yang telah membuat segala urusannya menjadi kacau adalah si 'Siulan Kematian' yang mereka yakini sudah tewas.!''


''Hallaahh., apa yang kau takutkan kakakku tersayang Nyi Rondo Kuning. mereka boleh mendatangi juga mencoba membunuh diriku kapan saja, asalkan para cecunguk Gapura Iblis itu memang punya kemampuan. malahan kurasa itu lebih baik bagiku karena tanpa harus bersusah payah mencari lawan, mereka akan datang sendiri..''


''Jika datang satu, kubunuh satu. muncul dua orang, aku habisi dua orang. tiba sepuluh orang, tinggal kubantai saja sepuluh orang. bahkan kalau ada seratus atau seribu pesilat Gapura Iblis serentak mengeroyokku juga tidak akan ada bedanya. akan aku buat semuanya tergeletak menjadi bangkai.!'' sumbar Pranacitra kibaskan tangannya yang diakhiri dengan gerakan jari telapak seperti memotong leher.


''Sekarang katakan, berita apa lagi yang kau dapatkan selama aku tidak berada disini.!'' Nyi Rondo Kuning tertegun sesaat. dia sungguh tidak mampu memahami cara berpikir pemuda itu yang begitu memandang remeh meski berada dalam ancaman maut. seakan bagi dirinya, partai Gapura Iblis tidak lebih dari tempat bermain anak- anak.

__ADS_1


''Lebih setahun lalu secara diam- diam aku sempat berusaha menghubungi perkumpulan 'Maling Kilat' untuk mencari tahu tentang keberadaanmu. anehnya, ketuanya sang tuan besar 'Malaikat Copet' tidak terlihat panik ataupun bingung dengan lenyapnya dirimu. dia justru mengatakan agar aku tidak perlu cemas dan menyerahkan semuanya pada takdir Yang Maha Kuasa..''


''Seakan sudah tahu kau bakalan muncul kembali ke dunia persilatan, utusan sang ketua besar yang bernama Ki Suro Dares datang kemari. dia bilang jika suatu ketika nanti aku bertemu denganmu, diriku mesti sampaikan pesan padamu agar menemui pimpinannya. ''Aah., aku jadi ingat sesuatu. ada kabar rahasia kalau 13 Pembunuh akan bentrok besar- besaran di suatu lembah terpencil dengan pihak 'Istana Angsa Emas'. mungkinkah permintaan tuan pimpinan besar Malaikat Copet ada kaitannya dengan kabar itu.?'' ungkap Nyi Roro Kuning rada tegang.


''Jika memang demikian itu malah kebetulan. karena aku memang berniat untuk datang ke sana. ada suatu masalah yang berkaitan dengan seorang anggota 13 Pembunuh. jika kau ada waktu bisakah aku meminta bantuan untuk mencari latar belakang dan segala sesuatu tentang jati diri seseorang.?'' tanya Pranacitra. ''Huhm., sejak kapan kau berlaku sungkan padaku. seperti orang lain saja..'' gerutu wanita itu cemberut.


''Eehm., masalahnya orang ini punya suatu kekuasaan yang sangat besar. meskipun dia jarang sekali muncul di rimba persilatan tapi justru kabarnya memiliki ratusan orang anak buah para pesilat berilmu tinggi. bahkan ada yang bilang kalau partai Gapura Iblis sampai enggan mencari masalah di wilayahnya..''


Nyi Rondo Kuning terdiam sesaat sebelum akhirnya teringat pada seseorang. dengan raut wajah berubah hebat dia menunjuk muka Pranacitra. ''Kaa., kau jangan bilang kalau kau ingin diriku menyelidiki tentang Tuan muda pemalas dari 'Kota Hantu Pagi'. kuperingatkan padamu, jangan pernah mencari perkara dengannya karena kau akan sial seumur hidup.!''


''Masalah Gapura Iblis saja sudah membuatku pusing dan khawatir. sekarang dirimu malah ingin merecoki majikan Kota Hantu Pagi itu. apakah setelah lebih dua tahun menghilang, kini otakmu sudah menjadi semakin tidak waras.?'' dengan geram wanita cantik itu bangkit dan mendamprat bertolak pinggang.


Yang membuatnya semakin kesal dan jengkel, pemuda pincang itu malah nyengir dan menguap seakan sengaja mengejek kepanikannya. ''Duuhh., otak bocah ini memang sudah tidak tertolong lagi. dia tidak lagi mengerti bahasa manusia tentang arti kata takut. mungkinkah selama dua tahun ini kepalanya pernah terbentur batu atau salah minum obat keras hingga menjadi gila.?'' batin Nyi Rondo Kuning prihatin.


........................

__ADS_1


Silahkan menuliskan komentar Anda🙏. Terima kasih👍.


__ADS_2