Pendekar Tanpa Kawan

Pendekar Tanpa Kawan
Pembalasan Dendam (bag 1)


__ADS_3

Hawa di puncak gunung Bisma terasa begitu dingin, padahal sebenarnya saat itu waktu baru melewati tengah hari. awan tebal yang menggantung dan hujan gerimis di sertai angin kencang membuat hari yang mestinya terang menjadi gelap. dalam kesehariannya wilayah gunung Bisma memang terkenal dingin. jika ditambah suasana seperti itu jelas saja udara menjadi semakin menusuk tulang.


Di bagian lereng gunung sebelah timur ada sebuah tempat pondokan kecil yang sudah lama terbengkalai. kalau hendak masuk ke pemondokan yang hanya terdiri dari tiga buah bangunan kayu yang sudah hampir roboh karena lama tidak di huni itu, orang harus lebih dulu melewati sebuah gapura pintu masuk.


Pintu gapura itu terbuat dari susunan batu kali dan batangan bambu. ada juga sebagian yang terbuat dari papan kayu jati. hampir seluruh bagian pintu gapura itu rusak dan lapuk. bahkan tiangnya sudah ada yang patah hingga papan kayu yang bertuliskan 'Perguruan Silat Gunung Bisma' itu terlihat miring hampir jatuh.


Jika ada angin yang berhembus kencang, papan kayu itupun turut bergoyang seakan menanti waktunya runtuh. kalau orang sudah melewati pintu gapura masuk, dia akan menjumpai sebuah pelataran luas yang juga sangat rusuh di penuhi semak belukar dan ranting daun kering.


Di bagian tengah pelataran, agak lebih dekat di depan tiga buah pondok kayu yang sudah nyaris roboh itu terdapat tiga buah gundukan tanah yang di penuhi rumput belukar liar. sebuah papan kayu tertancap di atas tiga gundukan tanah itu. rupanya ini adalah tiga buah makam.


Papan kayu yang berada di tengah terdapat tulisan 'Ki Rangga Wesi Bledek'., si 'Tangan Guntur Besi'. makam yang sebelah kiri di beri tulisan 'Makam murid perempuan perguruan gunung Bisma'. sedangkan yang terakhir di sebelah kanan di tulisi 'Makam murid laki- laki perguruan gunung Bisma'.


Dari keadaan gambaran di atas, dapat kita simpulkan kalau tempat yang terbengkalai itu tidak lain adalah bekas sebuah perguruan silat yang beberapa tahun silam pernah cukup ternama di daerah Jawa Tengah dan di kenal sebagai perguruan silat Gunung Bisma, pimpinan Ki Rangga Wesi Bledek alias si 'Tangan Guntur Besi.!'


Kalau di hitung sudah lebih empat tahun berlalu sejak terakhir kali perguruan silat ini masih berdiri hingga kosong tanpa terurus seperti sekarang.


Suara derit pintu dan jendela lapuk dari tiga bangunan kayu yang bergoyang tertiup angin membuat suasana tempat itu terasa seram dan menyedihkan hati. angin dingin kembali berhembus, seiring dengan itu dari kejauhan terdengar suara kibasan jubah beberapa orang yang berkelebat cepat mendatangi tempat ini.


Para pendatang itu sepertinya punya ilmu kesaktian yang tinggi, hingga dalam beberapa kejap mata saja mereka sudah tiba di tengah pekarangan perguruan gunung Bisma. dua orang tiba terlebih dahulu, di susul kemudian dengan tiga orang lainnya agak lama kemudian.


Dua pendatang yang tiba lebih awal adalah sepasang kakek nenek lima puluh lima tahunan, begitu tiba di sana mereka berdua langsung mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat. keduanya terkejut melihat ada tiga buah gundukan makam yang ada di depan bangunan kayu yang hampir roboh itu.


''Saat terakhir kita meninggalkan tempat ini mayat Ki Rangga bersama seluruh muridnya masih tergeketak di atas tanah. kira- kira siapa orangnya yang begitu kurang kerjaan hingga mau- maunya membuatkan makam untuk mereka..'' gerutu nenek berjubah hijau tua yang sudah robek- robek dan usang. nenek ini bermuka bengis dan bibirnya yang peot di beri gincu hijau. kalau di lihat lagi kesepuluh jarinya yang berkuku panjang juga dilumuri sejenis cairan beracun yang memancarkan cahaya hijau.

__ADS_1


''Huhm persetan dengan semua itu., yang harus kita pikirkan adalah masalah soal di mana pedang 'Mentari Biru' dan kitab ilmu pukulan sakti 'Tangan Guntur Wesi Kuning' berada. selain itu kenapa kita tidak dapat menemukan jejak 'Setan Bungkuk Rombeng'. bahkan empat orang muridnya juga tidak nampak batang hidungnya..''


Orang yang barusan menjawab adalah seorang lelaki tua berjubah kelabu yang sudah dekil dan bau. wajah orang ini tidak terlihat jelas karena hampir selalu menunduk hingga rambutnya yang panjang gimbal menutupi mukanya. sebilah arit besar yang sudah berkarat dan menghitam terselip di pinggangnya. saat dia bicara suaranya serak berat dan melengking seperti besi baja sedang ditempa. sehingga selain sangat tidak enak di dengar juga menyeramkan.


Dari keadaan tersebut dapat di pastikan kalau kedua orang ini pastilah si 'Setan Hijau Rombeng dan 'Setan Arit Rombeng'. dua orang anggota 'Tiga Setan Berbaju Rombeng' yang pernah mengobrak- abrik perguruan gunung Bisma empat tahun silam.


Awal mulanya 'Tiga Setan Berbaju Rombeng' ini di utus oleh partai 'Gapura Iblis' untuk menghabisi Ki Rangga Wesi Bledek, karena orang yang di gelari sebagai 'Tangan Guntur Besi' itu sudah membunuh Ki Bagaspati alias si 'Golok Naga Kembar'. ketua pengawalan barang 'Naga Awan'. sebenarnya orang ini tidak mempunyai hubungan dengan partai Gapura Iblis. tetapi dia mempunyai seorang istri simpanan yang sangat mencintai Ki Bagaspati.


Meskipun wanita itu juga orang persilatan namun dia tidak punya cukup kepandaian untuk membuat perhitungan dengan Ki Rangga Wesi Bledek. dengan mengorbankan hampir separuh kekayaan Ki Bagaspati akhirnya wanita itu berhasil mendapatkan bendera perlindungan dari partai Gapura Iblis sekaligus meminta bantuan untuk bisa menuntut balas kematian suaminya.


Sesuai dengan perjanjian partai Gapura Iblis menyanggupinya dengan mengirimkan 'Tiga Setan Berbaju Rombeng' untuk menghabisi Ki Rangga Wesi Bledek. dalam perjalanannya mereka bertiga mendengar kabar kalau sasaran mereka kemungkinan menyimpan sebilah pedang pusaka yang bernama 'Mentari Biru' dan kitab ilmu pukulan 'Tangan Guntur Wesi Kuning'.


Kebetulan ketua partai Gapura Iblis dan beberapa pentolannya sangat gemar mengumpulkan senjata pusaka serta benda- benda aneh dan langka yang mempunyai kesaktian. ketiga orang inipun mengincar kedua barang itu untuk di persembahkan kepada ketuanya.


Saat itulah sekelebat bayangan hijau yang di sertai suara tawa mengidikkan hati mencul di sana menyusul kemudian dua sosok bayangan berbaju hitam di belakangnya. kini dalam pelataran perguruan Gunung Bisma sudah bertambah tiga orang lagi.


Orang ketiga yang muncul ini adalah seorang lelaki muda berparas tampan namun pucat dan dingin. alisnya panjang berwarna hijau menjuntai hingga ke pipinya. sebuah jubah panjang yang juga berwarna hijau menutupi pemuda tiga puluhan tahun yang tubuhnya agak bungkuk itu. sepasang matanya seakan memancarkan kilatan cahaya hijau yang kejam dan jahat. secara keseluruhan tubuh pemuda bungkuk itu seperti di selimuti kabut dan cahaya hijau redup.


Sekilas dia lebih mirip arwah penasaran dari pada manusia. dua orang berbaju hitam ringkas yang tiba paling akhir tidak terlihat jelas wajahnya kerena sama di tutupi selembar kain merah sebatas mulut dan hidungnya. selain itu mereka memakai pula sebuah tudung caping bambu yang juga berwarna merah di kepalanya. pinggang mereka kiri dan kanan terselip sebuah golok hitam dan sebilah pedang bersarung merah.


Terkejut juga Setan Arit Rombeng dan rekannya melihat kedatangan tiga orang itu. ''Arwah Hijau'., mau apa kau datang kemari. dimana rekanmu si 'Iblis Tangan Biru'.?''


''Dua orang di belakangmu itu bukankah 'Dua Pembunuh Pedang Golok'. ada urusan apa juga mereka berdua berada di sini..'' geram Setan Hijau Rombeng menimpali kawannya. dari nada suaranya mereka berdua jelas merasa tidak suka dengan kehadiran ketiga orang itu.

__ADS_1


Orang yang di sebut sebagai si 'Arwah Hijau' tertawa mengekeh. ''Tempat ini bukan punya kalian, orang bebas datang dan pergi sesuka hatinya. soal dua orang kawan yang ada di belakangku ini., mereka berdua baru saja berhasil melalui ujian untuk dapat bergabung dalam partai Gapura Iblis..''


''Sobatku si Iblis Tangan Biru masih ada urusan lain. kalian tahu bukan., beberapa peristiwa terbunuhnya para pemegang bendera perlindungan partai Gapura Iblis. para atasan yang memerintahkan kami berdua untuk menyelidikinya..''


''Lantas kenapa kau malah nyasar kemari, tugasmu jauh lebih penting. jangan sampai nyawamu yang menjadi tumbal karena melalaikan tugas.!'' gertak Setan Hijau Rombeng kesal.


''Menyesal di kemudian hari tidak akan ada gunanya. jadi sebaiknya cepat pergi saja dari sini..'' ujar Setan Arit Rombeng yang masih tundukkan kepalanya.


''Haa., ha., tentu saja aku akan segera pergi, tapi setelah mendapatkan pedang pusaka 'Mentari Biru' dan kitab ilmu pukulan sakti 'Tangan Guntur Wesi Kuning'. Huhm., jangan di pikir aku tidak tahu apa tujuan kalian berdua datang kemari.!'' dengus si Arwah Hijau tertawa licik. karuan saja kedua orang Setan Rombeng berubah hebat air mukanya.


Belum sempat mereka mengumbar amarah dari luar pekarangan terdengar suara bentakan keras. ''Tidak ada satu orangpun dari kalian yang bisa keluar hidup- hidup dari tempat ini.!''


''Darah anggota partai Gapura Iblis akan kami jadikan tumbal kebangkitan perguruan silat Gunung Bisma.!''


Suara bentakan itu baru saja lenyap, tahu- tahu pemilik seruan itu sudah hadir di sana. baik Setan Hijau Rombeng dan Setan Arit Rombeng sama keluarkan suara tercekat saat melihat seorang pemuda gagah tampan berbaju putih dan seorang gadis cantik jelita berbaju hijau muda sedang berdiri menatap mereka dengan pandangan tajam penuh dendam kesumat.


''Haa., ha., rejeki kami berdua memang besar hari ini, hingga tanpa perlu susah payah mencarinya, kedua jahanam itu sekarang sudah berada di depan mata kita.!'' seru pemuda tampan berbaju putih bersih yang rambut panjangnya tersisir rapi dan di olesi sejenis minyak berbau wangi.


''Wahai guru kami yang mulia Ki Rangga Wesi Bledek dan juga semua saudara seguru yang berada di alam sana., mohon berkatilah kami berdua. karena hari ini Ajeng Larasati dan Arga Pangestu akan menuntaskan pembalasan dendam berdarah perguruan kita terhadap para durjana Gapura Iblis. langit dan bumi yang menjadi saksinya.!''


*****


Asalamualaikum., salam sejahtera dan selalu.

__ADS_1


Mohon sertakan komentar, kritik saran, like👍 dan vote jika anda suka. maaf kalau kami selalu lambat up date karena kesibukan kerja. jika berkenan., tolong share juga novel ini ke teman" yang lainnya.👏 Terimakasih. 🙏Wasalamualaikum.


__ADS_2