Pendekar Tanpa Kawan

Pendekar Tanpa Kawan
Aktor Oscar.


__ADS_3

Gubuk kayu ditengah hutan rimba yang lebat itu sudah jebol atapnya dindingnya. mungkin jika ada tiupan angin yang berhembus sedikit keras, bangunan dari papan kayu jati itu akan roboh. lantai tanah dalam ruangan gubuk menjadi agak becek terkena air hujan yang tinggal sisa rintik- rintiknya saja.


Walaupun di atas langit sana mendung gelap masih menggantung namun kedua orang tua bertubuh gemuk besar dan pendek ceking itu tahu kalau waktu sudah hampir tiba tengah hari. kakek ceking kernyitkan alisnya melihat si nenek besar rekannya agak gemetaran tubuhnya.


''Kedua orang yang barusan pergi membawa bocah brewok itu kepandaiannya lumayan juga. meskipun tidak sehebat para pesilat dari partai 'Gapura Iblis' bagian dalam di jaman kita dulu, tetapi kekuatan mereka cukup tangguh..'' gumam si nenek tinggi besar yang memang 'Benalu Tua' ini.


''Seandainya saja selama bertahun- tahun kita berdua menyepi hanya bermalas- malasan dan tidak berlatih untuk memperdalam ilmu kedigdayaan, bisa jadi diriku akan sedikit kesulitan dalam menghadapi mereka berdua. lagi pula sepertinya kedua cecunguk itu belum mengeluarkan semua kemampuan yang mereka miliki..''


''Huhm., sehebat apapun kemampuan mereka, tetap saja tidak akan dapat meyulitkan kita. sekarang ini semuanya bergantung pada kedua bocah itu. kita sebagai orang tua hanya bisa berbuat sampai di sini saja. Aish sialan., gubuk ini sudah tidak dapat ditinggali lagi..'' gerutu si kakek ceking alias 'Kutu Bangkotan' kesal.


''Aku juga tidak suka. tapi kita masih punya beberapa tempat rahasia lainnya untuk menyepi. semenjak bertemu dengan tuan penolong, mungkin sudah menjadi garis nasib kita berdua untuk mengabdi pada partai Gapura Iblis. meskipun begitu, kita hanya akan turun tangan jika ada ancaman terhadap partai itu..'' timpal Benalu Tua sambil kembali mengambil potongan daging dari kantongnya.


''Sepasang Kutu dan Benalu' hanya terikat sumpah setia kepada partai Gapura Iblis saja tapi tidak pada orang- orangnya. karena baik ketua maupun para anggotanya bisa berganti atau bahkan mati, namun Gapura Iblis akan tetap berdiri dipuncak kekuasaan dunia persilatan.!'' ujar si Kutu Bangkotan.


''Hik., Hi., aku suka kata- katamu itu. segala yang mesti dilakukan sudah kita kerjakan. selanjutnya biarkan si bocah pincang dan si brewok yang bermain. saatnya bagi kita untuk kembali bersantai sambil menikmati masa tua dengan tenang..'' gema ucapannya masih terdengar tapi kedua orang tua itu sudah lenyap dari sana.


-----------


Seorang tua kurus bumgkuk berjubah hitam terlihat duduk di sebuah kursi kayu. dua tiga kali dia menuang air putih dari kendi tanah liat ke dalam periuk kecil sebelum meneguknya. orang tua ini tidak begitu suka minum tuak atau sejenisnya. dia merasa air putih alami lebih membuat tubuh serta tulang tuanya segar.

__ADS_1


Biarpun sebagai salah satu sesepuh dari partai Gapura Iblis jabatannya sangatlah tinggi namun dia lebih memilih tinggal dalam sebuah ruangan yang sederhana, remang- tenang dengan sedikit perabotan saja. lagi pula bagi seorang yang buta sepertinya barang- barang mewah tidaklah berguna, malah kadang merepotkan.


Beberapa langkah di depannya nampak berlutut seorang lelaki gagah kekar bermuka agak brewokan. baju putih lengan pendek yang di pakainya terlihat kotor dan bernoda darah. kecuali diam menunduk si 'Pendekar Harimau Putih' ini tidak berani bicara apapun pada orang tua bermata buta.


Setelah hening beberapa lamanya si 'Sesepuh Bungkuk Mata Buta' ajukan pertanyaannya. ''Katakan padaku sebenarnya apa yang kau perbuat ditempat itu.?'' yang ditanya malah berlutut sampai kepalanya menyentuh lantai ruangan. ''Mohon ampunanmu tuan sesepuh, aku sadar telah melanggar aturan karena bertindak tanpa perintah apapun. ii., ini., ini semua berawal dari sebuah ketidaksengajaan saat diriku mencari tahu soal orang berjubah hitam yang bertemu dengan Nyi Dupa Tumbal si pengkhianat itu..''


''Dari beberapa kenalan yang kuminta bantuan hamba berhasil mendapatkan kabar yang mungkin berkaitan dengan orang berjubah dan berkedok hitam itu. hanya sayangnya tidak ada satupun yang benar- banar dapat mengarahkanku ke sana, tapi justru diluar dugaan hamba tanpa sengaja melihat dua orang tua aneh yang punya tubuh gemuk besar dan kecil ceking sedang membakar potongan daging.!''


Sampai di sini lelaki yang punya cabang brewok di dagunya ini hentikan bicaranya. wajahnya memperlihatkan perasaan jijik, ingin muntah dan kengerian yang teramat menyeramkan. biarpun kedua matanya tinggal rongga gelap tapi anehnya si sesepuh bungkuk berjubah hitam itu seakan dapat mengerti. ''Kenapa berhenti bicara, orang memakan daging bakar apanya yang mesti diherankan.?'' tegurnya setengah membentak.


''Ttaa., tapp., tapi itu bukan daging biasa. ituu., itu adalah potongan daging tangan dan kaki manusia. nenek tua bertubuh besar itu pasti seorang Iblis.!'' serunya gemetaran lalu mulai muntah saking jijiknya. sayang tidak ada lagi yang dapat dikeluarkan kecuali air liur. justru sebaliknya Sesepuh Bungkuk Mata Buta yang semburkan air minum yang baru di teguknya.


''Sii., sialan. dasar nenek tua bangka gila. biarpun semuanya tahu kalau kau itu tukang makan yang selalu kelaparan tapi kenapa mesti sampai menggayang daging orang segala. demit alas, bangsat siluman.!'' maki orang tua mata buta itu. membayangkan semua itu dia akhirnya tidak tahan juga untuk muntah diatas meja kayunya.


''Sempat terpikir bagiku untuk segera kabur secepatnya dari sana tapi ada suatu ucapan yang sempat terdengar di telingaku hingga membuat hamba tertarik..'' ujar Pendekar Harimau Putih dengan tetap berlutut dan menunduk. ''Memangnya apa yang telah kau dengar.?'' desak Sesepuh Bungkuk Mata Buta tidak sabaran.


''Hamm., hamba hanya sempat mendengar mereka membicarakan tentang sebuah goa rahasia yang berada di gunung Singgalang juga sebuah jamur cendawan..'' si Pendekar Harimau Putih masih hendak bicara tapi orang tua itu keburu memotong. ''Apa katamu, mereka bicara tentang goa rahasia dan jamur. dimana goa itu dan jamur apa yang mereka maksudkan. cepat jawab.!''


''Hanya itu saja yang sempat saya dengar karena hamba keburu terpergok mereka berdua. berikutnya dua orang tua yang gila itu menyiksaku dan bertanya segala macam. jika saja hamba tidak membekal bendera Gapura Iblis dan terpaksa mengaku kalau mendapat perintah untuk menyelidiki para pengkhianat partai, mungkin saat itu nyawaku sudah tidak berada di dalam raga..''

__ADS_1


''Namun tetap saja hamba sempat pingsan. selanjutnya saat tersadar diriku sudah berada di luar hutan belantara bersama dua orang pesilat utama partai Gapura Iblis dari bagian dalam. mereka sempat bertanya padaku apa yang terjadi di dalam gubuk itu tapi hamba bersikeras untuk mengatakan semuanya langsung padamu. bukan aku tidak percaya pada dua orang ini. tapi selama pengkhianat partai belum terungkap kita mesti berhati- hati. jika keputusanku dianggap salah, hamba siap menerima hukuman..''


Sesepuh Bungkuk Mata Buta termenung diam meskipun raut mukanya terlihat tegang. ''Kau sudah lakukan hal yang benar. semuanya memang sudah seharusnya kau kabarkan langsung padaku..'' tukas orang tua itu sambil kibaskan tangannya untuk memberi isyarat pengampunan.


Sementara dalam hatinya dia malah berpikir lain. ''Goa rahasia di gunung Singgalang juga tanaman jamur cendawan yang kedua orang bedebah tua itu maksudkan, apakah tempat 'Goa Keramat Cendawan Iblis' yang selama ini sedang dicari- cari oleh ketua partai.?''


''Aku harus membicarakan masalah besar ini dengan sesepuh 'Dewa Kikir' juga melaporkan semuanya pada ketua partai. meskipun rada tolol tapi kau punya kemampuan juga. bagus., akan kulaporkan hasil kerjamu pada ketua. jika segalanya sesuai harapan pasti dirimu juga bakal dapat ganjaran besar..!''


''Terima kasih tuan Sesepuh Mata Buta., hamba akan selalu setia pada tuan.!'' kata Pendekar Harimau Putih sambil terus berlutut setengah bersujud. gelak tawa mengekeh terdengar sayup seiring dengan lenyapnya sosok tuan sesepuh mata buta dari dalam ruangannya.


Satu seringai tipis tersungging di sudut bibir Pendekar Harimau Putih. tanpa merubah sikapnya yang terus berlutut orang ini membatin. ''Chuih., banyak yang bilang orang buta sangat peka perasaannya dan gampang curiga. tapi tetap saja kau dapat aku kibuli. lalu siapa sebenarnya yang tolol, aku ataukah kau sendiri.?''


Jika hendak berdusta, setidaknya lebih dari separuh ucapan kita mesti berdasarkan pada kebenaran agar sulit untuk diungkap. rupanya jauh hari sebelumnya Sepasang Kutu dan Benalu telah memberinya petunjuk jika suatu ketika perbuatan mereka diketahui lawan.


''Gunung Singgalang yang berada di pulau Andalas memang pernah menjadi tempat kami berdua memencilkan diri. beberapa cendawan jamur langka sengaja telah kami pindahkan dari Goa Keramat Cendawan Iblis ke dalam salah satu goa yang ada di gunung itu untuk mengelabui pihak lawan..''


''Jadi singkatnya., kau cukup bermain sebuah sandiwara saja. meskipun mungkin dirimu terpaksa sedikit menderita luka dalam setelah kami hajar..'' terang Kutu dan Benalu padanya saat pertemuan pertama mereka. mungkin kalau di jaman sekarang ini, peran sandiwara yang telah di lakukan Pendekar Harimau Putih itu sudah dapat di sejajarkan dengan akting dari seorang aktor kawakan peraih piala oscar.


*****

__ADS_1


Asalamualaikum Wrb., Salam sehat dan sejahtera selalu bagi kita semuanya.


Dengan ini ijinkan kami Author dan tukang up date dari novel Pendekar Tanpa Kawan/PTK dan 13 Pembunuh/13Pbh untuk mengucapkan., Selamat Hari Raya Idul Fitri. 'Minal Aidzin Wal Faidzin'. ๐Ÿ™ Mohon Maaf Lahir dan Batin pada para Reader dan Author di Novel Toon๐Ÿ˜Š. Terima kasih. Wasalamualaikum Wrb.


__ADS_2