Pendekar Tanpa Kawan

Pendekar Tanpa Kawan
Gadis Berwajah Tengkorak. (bag3)


__ADS_3

Selama lebih setahun malang- melintang di dalam ganasnya dunia persilatan, Pranacitra sudah seringkali bertemu lawan tangguh yang bukan saja berilmu kesaktian tinggi namun juga membekal senjata pusaka gaib yang aneh- aneh bentuknya. ambil contohnya 'Nyai Dupa Tumbal' yang menggunakan kuali tembaga dan arang dupa sebagai senjatanya.


Tapi selama itu baru kali ini dia melihat sebuah cambuk aneh sekaligus mengerikan yang terbuat dari sambungan tulang- belulang manusia, lengkap dengan sepuluh buah batok kepala mayat wanita cantik yang telah diawetkan dibagian ujungnya. suatu senjata sangar ditangan seorang perempuan muda bermuka menyeramkan.!


Meskipun saat dimasa awal dia mengembara bersama Srianah si copet cilik pernah juga bertemu dengan 'Iblis Picak Buntelan Kuning' yang juga menganut ilmu hitam dengan memakai tumbal kepala bayi sebagai senjata, tapi tetap saja cambuk tulang kepala manusia ditangan si 'Gadis Berwajah Tengkorak' ini jauh lebih menggidikkan hati.


Cambuk panjang menghentak dan menderu. dari mulut sepuluh kepala mayat yang terbuka menyembur kobaran api sepanas neraka terasa membakar seantero udara. beberapa mayat murid perguruan 'Lutung Ciremai' yang terkapar disekitarnya sampai terkelupas dan memerah terpanggang. ranting dedaunan pohon rontok mengering sebelum musnah terbakar hawa panas yang mengamuk.


Bahkan belasan murid Lutung Ciremai yang berada agak jauh dari kalangan kalangan pertarungan sama berteriak kesakitan karena melepuh sebagian kulitnya seolah telah bersentuhan dengan benda panas. pakaian mereka basah kuyup oleh keringat yang membanjiri tubuh. debu pasir yang tersapu terasa berubah menjadi percikan bunga api.


Dua ketua perguruan Lutung Ciremai yang juga sedang sibuk bertarung dengan Nyai Dupa Tumbal dan 'Sepasang Pengemis Bangkai' berseru keras agar semua muridnya lekas menjauh dari sana, karena jangankan para muridnya, mereka berdua yang punya ilmu tinggi saja juga merasakan amukan hawa panas itu.


Sebenarnya bukan si 'Raja Ratu Lutung Sakti' saja yang terpengaruh dengan serangan si 'Gadis Berwajah Tengkorak, ketiga lawan merekapun juga mengalami hal yang sama. biarpun sesama anggota partai 'Gapura Iblis' tapi baru kali inilah mereka sadar kehebatan ilmu rekannya yang sangat pendiam dan jarang mau turun tangan itu.


Diserang begitu hebat membuat Pranacitra terperanjat bukan kepalang. parasnya yang sedikit pucat dan dingin semakin nampak tidak berdarah. tubuhnya bergerak mundur dengan secepat yang dia mampu. biarpun sebelah kakinya cacat tapi gerakannya jauh lebih cepat dari siapapun yang ada disana.


Dengan menggunakan ilmu 'Langkah Aneh Mayat Hidup' yang dipadukan dengan jurus 'Tongkat Maut Sembilan Geledek Kematian, menyusul 'Tapak Darah Meminta Sedekah' dan diakhiri ilmu pukulan 'Raungan Naga Kehancuran, si pincang dari gunung Bisma ini bukan saja hanya berniat menghindar dari serangan maut lawan tapi juga sekalian balas menghantam.


Semenjak pertarungan sengit di lereng utara gunung Merapi tempo hari saat menghadapi keroyokan belasan orang pesilat papan atas, mungkin ini kedua kalinya Pranacitra secara beruntun terpaksa mengumbar bermacam jurus- jurus saktinya untuk menghadapi ilmu kesaktian lawan yang luar biasa ganas.

__ADS_1


Sungguh beruntung dia sudah menguasai rahasia 'Ramuan Obat Peningkat Tenaga Dalam dan Pancaindera' hingga tidak akan mudah lagi kehabisan tenaga kesaktiannya meskipun dia harus menghamburkan ilmu kedigdayaan yang jelas menguras banyak tenaga dalam.


Ledakan hebat beruntun terjadi. lereng barat gunung Ciremai sontak bergetar keras. tanah bebatuan terbongkar. mayat- mayat terpental hancur dan gosong terbakar api di udara. pedataran depan padepokan Lutung Ciremai yang cukup luas itu terasa membara. udara memerah panas seolah memanggang apapun yang ada disana. panas oleh bara api, merah karena semburan darah.!


'Whooosss., whuuuss., whuuuss.!'


'Blaaaamm., blaaaamm., blaaaarr.!'


Pertarungan antara si 'Gelandangan Hantu' dan Gadis Berwajah Tengkorak itu baru lewat lima jurus saja, tetapi akibatnya sudah membuat segala yang ada disana luluh lantak. enam tiang kayu besar penyangga teras bangunan depan perguruan itu turut berderak patah sebelum roboh. sementara dinding papan kayu bangunannya turut jebol dihantam angin ilmu kesaktian yang nyasar saling hantam.


Debu pasir panas membumbung tinggi menutupi pandangan. sebagian pecahan bebatuan bermentalan kedelapan penjuru bagai hujan potongan besi yang menembus kulit daging. teriakan kesakitan terdengar di antara pusaran debu panas. segalanya sangat memedihkan mata.


Baik Pranacitra maupun lawannya sama diam tundukkan kepala. meskipun sudah lebih dari dua puluhan tarikan nafas waktu berlalu tapi mereka tetap tidak bergeming. jika orang lain melihat mungkin akan terasa aneh. tapi justru dibalik pemandangan tidak lazim itu tersebar hawa kematian yang sangat pekat hingga membuat semua orang yang masih terlibat pertarungan tanpa sadar sama memisahkan diri.


''Selama ini diriku telah banyak bertemu dengan para tokoh silat yang memiliki ilmu kesaktian hebat. tapi kuakui., diantara mereka semua kaulah yang paling menakutkan..'' ujar Pranacitra setengah menggumam. wanita berkulit muka tipis nyaris tembus pandang itu perlahan mendongak.


Rambut panjangnya yang hitam dan lebat melambai lembut dihembus pusaran angin yang makin mereda. tatapan matanya yang bening seakan menyimpan suatu rahasia dan beban penderitaan. bibirnya seperti hendak bicara tapi tertahan diujung lidah. jika saja dia tidak memiliki raut wajah yang mengerikan, pastilah wanita itu mampu menarik minat kaum lelaki manapun.


''Semua orang punya rahasia dalam hidupnya. sayangnya., kita berdua berada di dua pihak yang berlawanan hingga mesti saling bunuh. jika saja tidak demikian, mungkin kita bisa berbicara sebagai teman..'' si Gadis Berwajah Tengkorak seolah tertegun menatap pemuda pincang yang berdiri belasan langkah darinya.

__ADS_1


''Ttee., tem., teman.?'' untuk pertama kalinya dari bibir tipis wanita itu keluar suatu ucapan. meskipun itu hanya sebuah kata teman yang lirih dan terputus- putus namun membuat suasana seketika menjadi hening. semua orang termangu menatap gadis itu dengan pandangan aneh seolah tersihir, tiga rekannya juga demikian bahkan jelas lebih terkesiap.


Ini semua bukan cuma karena baru kali inilah mereka bertiga mendengar wanita bertubuh sangat indah itu bersuara, tapi lebih dari itu. satu ucapan kata teman yang lirih itulah yang membuat telinga semua orang terpukau. jika ada suara paling merdu di dunia ini mungkin suara kata teman yang baru terucap oleh wanita inilah yang paling indah dan memukau jiwa.


Demikian juga Pranacitra., jika saja tidak ingat wajah seram si pemilik suara yang membetot sukma itu, mungkin dia juga menganggap kalau itulah suara ratu bidadari yang datang dari surga. suara itu terlalu merdu untuk didengarkan hingga teramat sulit bagi seorang pujangga cinta kelas kakap sekalipun untuk menuangkannya dalam seribu tulisan.


''Aaiihh., walaupun mungkin tidak sama persis denganmu tapi diriku juga tidak berkawan. semua orang takut padaku. mereka terus memburuku dan ingin menghabisiku. aku tidak tahu alasanmu bergabung dengan Gapura Iblis, tapi karena itulah terpaksa kita harus tentukan hidup dan mati secepatnya..'' setelah menenangkan dirinya yang sempat terguncang akhirnya si pincang mampu juga membuka mulut.


Ucapan yang keluar dari mulut si pincang membuat semua orang juga seolah baru terbangun dari sebuah mimpi indah. biarpun cuma satu kata saja yang terucap tapi sudah sanggup membuat orang disana seperti kehilangan semangat hidup. tanpa terasa mereka bergidik sekaligus penasaran dengan riwayat si Gadis Berwajah Tengkorak.


Wanita itu menghela nafas. sekilas sepasang mata beningnya menyorotkan semacam cahaya kesedihan, penyesalan juga dendam yang bercampur dengan luapan kegembiraan dan rasa terima kasih yang tertahan. kejap berikutnya tangannya menyentak. cambuk tulang belulang tertarik kebelakang lantas membelit kedua tangannya seakan menjadi pelindung bagi sepasang lengan tangan.


Secara hebat sepuluh batok kepala mayat wanita cantik juga sudah berpindah tempat dari ujung cambuk. lima ditangan kanan lima lagi ditangan kirinya. kobaran api terlihat membakar tulang dan kesepuluh kepala mayat yang berubah menjadi tengkorak berapi itu. hawa sangat panas seketika menjalar diseluruh udara.!


''Jurus 'Sepuluh Jerangkong Kobong.!'' desis Nyai Dupa Tumbal dan Sepasang Pengemis Bangkai nyaris bersamaan dengan muka berubah hebat. biarpun belum pernah melihat langsung tapi mereka bertiga sudah pernah mendengar kalau rekannya memiliki ilmu kesaktian jahat yang sangat mengerikan.


Pranacitra turut menghela nafas murung seakan menyesali sesuatu. tongkat besi hitam kepala tengkorak tertancap sejengkal kedalam tanah keras. kedua tangannya terkepal erat. gulungan kabut yang teramat dingin membekukan tulang, di barengi titik air salju menyelimuti kedua tangan hingga ke pangkal lengannya hingga terlihat mengkilap seolah dua batangan balok es. ilmu pukulan 'Nisan Kuburan Membeku.!'


*****

__ADS_1


Sebenarnya sabtu malam sudah dapat kiriman, tapi mau update wis ngantuk 🥱😪. HP juga masih rada eror. maaf🙏😊😅 yah. silahkan tulis komentar anda. Terima kasih.


__ADS_2