Pendekar Tanpa Kawan

Pendekar Tanpa Kawan
Antara bajingan, janda muda dan seorang gadis.


__ADS_3

Wanita muda bertubuh sintal pemilik sebuah rumah makan dan penginapan 'Lawang Wangi' itu berjalan mendekat. setiap langkahnya seakan disengaja agak berlenggok agar bisa membuat kedua buah dadanya yang besar dan tersembunyi dibalik jubah kuning tipisnya itu selalu bergoyang. pria manapun yang melihat pasti akan melotot matanya.


Sayangnya., pemuda pincang yang bernama Pranacitra itu seperti sudah terbiasa dengan pesona dari wanita. bahkan baru hitungan sepeminum teh yang lalu dia saling bersandar tubuh dengan seorang gadis cantik. meskipun sempat tertarik namun si pemuda masih mampu menahan diri. mungkin dalam bahasa anak muda jaman sekarang disebut, 'Kurang Ngefek Bro'.


''Lantas aku mesti berbuat apa, mungkin saja selain parasku yang lumayan tampan, pemuda bajingan bernama busuk sepertiku ini punya kharisma dan pesona sendiri bagi para wanita cantik di rimba persilatan. memangnya wajah tampanku ini mengandung dosa, Haa., ha., tidak juga bukan.?'' ujar pemuda itu tertawa bergelak. sebaliknya perempuan yang diberi sebutan Nyi Rondo Kuning itu merengut kesal.


''Chuih., lagakmu yang ketinggian itu kadang membuatku sebal. tapi anehnya., aku tetap saja tidak bisa marah. Eeh., gadis pimpinan 'Lima Elang Api' itu bagaimana ceritanya bisa bersamamu, bukankah mereka menantang untuk berduel denganmu. kenapa juga dia cuma sendirian, dimana keempat saudaranya yang lain.?''


Secara singkat Pranacitra menceritanya semua yang terjadi sejak pertarungan mereka digunung Bromo sampai berada dalam gubuk bambu reot ini. Nyi Rondo Kuning hanya mendesah sinis. ''Nyi Rondo Kuning, kulihat dari sikapmu sepertinya kau kurang suka dengan gadis bernama Jingga Rani itu. Aahs., aku tidak punya hubungan apapun dengannya. jadi kau tidak usah curiga atau cemburu..''


Nyi Rondo Kuning langsung melotot. ''Siapa yang cemburu dengannya. dia cuma gadis muda yang masih mentah. jelas tidak sebanding dengan diriku yang sudah berpengalaman soal lelaki., dasar bedebah. kalau kau masih bicara ngawur jangan harap aku mau berbagi berita penting yang pernah kau tugaskan pada kami.!'' hardiknya setengah mengancam.


''Baik., baiklah Nyi Rondo Kuning. kurasa sudah cukup kita bercanda dan berbasa- basi kosong. sekarang katakan kenapa kau sampai keluar dari tempat tinggalmu yang nyaman dan pergi jauh kemari hanya untuk menemui diriku. ataukah., kau dan anak buahmu sudah berhasil mendapatkan titik terang tentang orang yang bernama Sentanu itu.?''


''Kau jangan salah sangka yah., kebetulan saja aku sedang ada keperluan untuk mengunjungi seorang teman lamaku yang tinggal didaerah Jenggolo. dalam perjalanan pulang tanpa sengaja kudengar kabar mengenaimu dan Lima Elang Api, hingga akhirnya sampailah aku kemari..'' Nyi Rondo Kuning selintas melihat perasaan kecewa, lelah dan putus asa di raut wajah si pemuda. perempuan itupun jadi tidak tega.


''Hhem., siapa suruh aku suka dengan pemuda gelandangan sepertimu. baiklah adik pincang sayang., kakakmu ini memang sudah berhasil mendapat sedikit kabar berita tentang orang bernama Sentanu itu. asalkan kau tahu saja, perlu biaya lima puluh keping uang emas dan lebih ratusan keping perak dan tembaga untuk bisa mendapatkan kabar ini..''


Mata dingin Pranacitra berkilat tajam. dengan isyarat tangan dia meminta Nyi Rondo Kuning untuk duduk mendekat didepannya dan segera menceritakan semuanya. tapi setelah duduk diatas batu dekat perapian janda cantik bertubuh sedikit gemuk namun padat itu malah memberikan gulungan daun lontar kepadanya.


''Semua yang kami ketahui sudah tertulis disana. selainnya masih ada juga sebuah kotak dari kayu jati hitam yang mungkin ada kaitannya dengan orang bernama Sentanu itu. hanya saja., meskipun aku penasaran dengan isi kotak itu, tapi entah kenapa diriku merasa sangat takut untuk membukanya..''


Ukuran kotak kayu itu tidak begitu besar, cuma satu telapak tangan orang dewasa. tebalnya satu jari telunjuk dan terkunci. keseluruhannya terbuat dari kayu jati hitam. secara samar juga tercium aroma aneh yang agak memuakkan dari dalam kotak itu. entah kenapa Pranacitra seperti merasa pernah melihat kotak kayu ini sebelumnya. bahkan baunya yang samar juga tidak asing.


''Warung yang dulunya milik Ki Sentanu sudah dijual kepada seorang juragan kaya bernama Karto Jenar. melalui seorang kenalan baikku yang punya jabatan dan pengaruh di keraton, aku berhasil membeli warung ini. setelah kami selidiki akhirnya ada beberapa orang di desa Karang Ploso itu yang tahu perihal Ki Sentanu dan putra semata wayangnya yang telah mati..''

__ADS_1


''Peti kayu itu kami temukan tanpa sengaja. melalui keterangan yang kami dapat dari para orang tua dikampung itu, kami bisa mengira- ngira tata letak yang asli dari warung saat masih dimiliki ayah dan anaknya. seorang anak buahku yang memiliki penglihatan mata batin hebat dapat merasakan ada sesuatu yang tersembunyi kira- kira didalam tanah bekas kamar tidur Sentanu dan anaknya. peti kayu jati hitam itulah yang kami dapatkan..'' terang Nyi Rondo Kuning.


''Anak buahmu yang punya kelebihan mata batin tinggi ini kenapa bisa masuk kedalam lingkungan gelap wanita penghibur dan pelayan rendahan.?'' Nyi Rondo Kuning cuma angkat bahunya. ''Entahlah., semua orang punya rahasia hidup sendiri dan aku tidak berminat untuk mencari tahu masa lalu orang lain..''


''Satu hal yang menarik bagiku adalah., anak lelaki Ki Sentanu yang kabarnya sakit- sakitan dan kau bilang sudah mati itu rupanya telah dibawa pergi oleh seorang pesilat tangguh yang bernama Ki Rangga Wesi Bledek bersama belasan bocah pengemis lainnya ke gunung Bisma..''


''Aku dengar dulu disana pernah berdiri sebuah perguruan silat. kau tahu siapa nama bocah penyakitan itu., namanya adalah Pranacitra. apa dirimu mengetahui sesuatu tentang bocah ini.?'' bisik Nyi Rondo Kuning menatap tajam si pemuda seakan dia ingin menembus kedalam hatinya.


Janda muda bertubuh sintal itu palingkan wajahnya. sorot mata dingin pemuda dihadapannya membuatnya merinding. ''Kau sendiri yang bilang kalau tidak suka turut campur urusan rahasia pribadi orang lain. aku ucapkan terima kasih atas hasil kerjamu. tapi kuharap jangan pernah lagi bertanya masalah ini. demi keselamatanmu sendiri dan semua anak buahmu.!''


Saat Jingga Rani kembali dari mandi disungai, dalam gubuk reot itu sudah tidak terlihat lagi si pemuda pincang. sebagai gantinya malah muncul seorang wanita cantik bertubuh agak gemuk padat berisi yang memakai jubah kuning tipis. bibir merahnya yang sedikit tebal seakan tersenyum sinis padanya, membuat Jingga Rani waspada.


''Aah., kalau mataku tidak salah lihat, saat ini yang berada didepanku adalah pimpinan dari Lima Elang Api yang terkenal cantik jelita dan berilmu tinggi. senang bertemu denganmu. perkenalkan namaku Nyi Rondo Kuning. boleh dikatakan kawan lama pemuda pincang yang baru saja pergi dari sini..'' ujarnya mengamati gadis jelita yang saat itu hanya memakai baju dalam kutang jingga saja. pakaiannya yang masih setengah kering disampirkan dipundak kanannya yang putih mulus


''Sialan., aku sudah terlepas omongan. apapun yang terjadi mesti kubungkam mulut wanita ini. lagipula dari tingkahnya yang genit pasti dia bukan perempuan baik- baik..'' umpat Jingga Rani kesal. ''Aku tidak kenal denganmu. tapi nama pemuda itu tidak boleh diketahui orang lain, termasuk kau.!''


''Ooh., jadi cuma dirimu saja yang merasa punya hak berdekatan dengannya. dasar gadis sombong, baru beberapa hari saja berkenalan kau sudah merasa memiliki pemuda itu. asalkan kau tahu saja, kami berdua sudah setahun belakangan berhubungan rapat dan seringkali mencari kesenangan bersama..''


''Hik., hi., meskipun cuma seorang janda muda, tapi aku tidak akan kalah dengan gadis- gadis perawan sepertimu. lagipula., selain dadaku lebih besar dan montok darimu aku juga lebih punya pengalaman dalam melayani kaum lelaki..'' ujar Nyi Rondo Kuning sinis sambil goyangkan tubuh sintalnya.


Sepertinya perempuan itu sengaja membuat Jingga Rani panas hati dengan menggetarkan sepasang buah dadanya yang besar dan tersembul dibalik jubah kuningnya hingga gadis itu merutuk dalam hati. belum sempat balas mendamprat, Nyi Rondo Kuning sudah keburu menyindirnya.


''Sedangkan kau., memangnya apa yang bisa kau banggakan dari tubuhmu, bulu ketiakmu itukah, Chuih., menjijikkan. kapan terakhir kali kau membersihkannya.?'' ejek Nyi Rondo Kuning mencibir, ujung sarung pedangnya menuding bulu- bulu hitam yang tersembul dilipatan bawah lengan kiri Jingga Rani.


''Tutup mulut busukmu perempuan sundal keparat.!'' umpat Jingga Rani malu bercampur gusar. karena begitu ingin kembali ke gubuk, dia enggan menunggu sampai bajunya kering dan hanya memakai pakaian dalam saja untuk menutupi bagian atas tubuhnya. siapa sangka pemuda itu bukan saja telah pergi, malah muncul seorang wanita yang menjengkelkan.

__ADS_1


Tanpa perduli apapun lagi tubuh Jingga Rani melesat cepat kedepan. tidak tanggung- tanggung saking benci dan malunya dia langsung memakai senjata Cakar Elang Baja untuk melancarkan serangannya. sekali dia bergerak empat buah sambaran cakar merah panas menyambar bersilangan. jurus 'Cakar Elang Merah Sungsang.!'


Nyi Rondo Kuning mendengus. pedangnya yang sudah tercabut membuat dua buah gerakan melingkar yang diakhiri dengan tiga buah tusukan kearah leher, dada dan lengan kiri lawannya. ini adalah jurus pertahanan sekaligus balik menyerang. pijaran bunga api akibat senjata yang beradu terjadi berulang kali. ketenangan awal pagi hari yang sejuk seketika terpecah.


Dalam waktu singkat pertarungan kedua wanita itu sudah lewat belasan jurus. Jingga Rani yang dibakar amarah akibat cemoohan lawan meski terlihat lebih unggul tapi belum juga mampu merobohkan Nyi Rondo Kuning yang terus bertahan dengan pedang Rondo Kuningnya. dinding gubuk bambu reot itu sudah tercabik dan jebol oleh tajamnya angin serangan keduanya.


'Whuuuutt., Wheeet., slaaass.!'


'Traaang., claaang., braaaak.!'


''Mati kau janda sialan.!'' maki Jingga Rani babatkan senjata Cakar Elang Bajanya. ''Aku juga belum kalah gadis sombong.!'' balas Nyi Rondo Kuning. kedua orang ini terpaksa mesti melompat keluar karena gubuk reot itu roboh. baru saja menjejakkan kakinya, Jingga Rani sudah diancam oleh puluhan kelebatan sinar pedang kuning lawan.


Terlihat olehnya Nyi Rondo Kuning bergerak cepat seperti sedang menari, entah kenapa aliran darah Jingga Rani mengalir lebih cepat dan jiwanya juga agak tergoncang melihat tarian pedang itu. sebenarnya jurus ' Tarian Pedang Janda Kuning Pemikat Sukma' ini akan lebih ampuh jika digunakan melawan kaum lelaki karena punya daya rangsang birahi bagi lawan jenisnya. meskipun begitu tetap saja wanita juga tidak dapat menganggap remeh jurus pedang itu, terbukti dua goresan mata pedang sudah mampir ke lengan kiri Jingga Rani hingga mengucurkan darah.


Dengan membentak keras gadis pimpinan Lima Elang Api itu mencelat keatas. setelah dua kali memutar tubuh diudara dia meluruk deras kebawah. sambaran empat larik cahaya merah berbentuk cakar burung buas melabrak ganas. jurus 'Cabikan Cakar Elang Terbang.!'


Nyi Rondo Kuning terperanjat ngeri. dengan sebisanya dia berusaha menghindar dengan bergulingan di tanah sambil terus babatkan pedangnya. kilatan cahaya merah dan kuning disertai letusan bunga api saling beradu. saat semuanya berlalu di atas tanah hanya tersisa percikan darah merah dan robekan kain kuning yang juga bernoda darah. Jingga Rani merutuk geram mendapati lawannya sudah lenyap.


Baru saja dia hendak mengejar, terdengar suara Nyi Rondo Kuning dari kejauhan. meski tertawa tapi jelas dia sedang menahan luka. ''Hik., hi., kuakui kau sangat hebat ketua Lima Elang Api. tidak perlu mengejarku karena aku bukanlah musuh. sejujurnya aku dan pemuda yang kau bilang bernama Pranacitra itu adalah rekan kerja sejak setahun lalu. meskipun dia orang yang menarik hati tapi aku sadar siapa diriku ini..''


''Jika boleh kunasihatkan, janganlah kau terlalu berharap padanya. jangan dikira kakinya cacat, dingin dan sikapnya menyebalkan, terkadang pemuda bajingan sepertinya punya daya tarik tersendiri, lagian dia memiliki banyak kenalan wanita cantik. aku merasa dalam hatinya mungkin sudah terisi dengan seorang gadis. singkat kata., saingan beratmu lumayan banyak. tapi jangan khawatir, semua yang sudah kita bicarakan ini akan tetap menjadi rahasia. selamat tinggal.!''


*****


Asalamualaikum, Salam sehat sejahtera selalu. Silahkan tulis komentar, kritik saran, Like👍 Vote, atau Favorit👌jika anda suka. kalau bisa tolong Share novel ini ke teman" para Reader pembaca yang lainnya. Mohon maaf jika ada tulisan yang kurang berkenan. Terima kasih. Wasalamualaikum.🙏

__ADS_1


__ADS_2