Pendekar Tanpa Kawan

Pendekar Tanpa Kawan
Bendera hitam yang menakutkan.


__ADS_3

Di saat terjadi kepanikan hebat di atas kapal, di bagian belakang perahu yang di tumpangi orang tua berblangkon juga terjadi sesuatu. menggunakan saat perhatian si Iblis Dayung Besi yang tercurah menghadapi serangan hujan panah berapi, tigs anggota kawanan bajak sungai Kali Wareng yang mengepung dari arah belakang mampu menyusup naik ke atas perahu dan langsung menyerbu ke dalam bilik bambu.


Mereka tertegun saat melihat ada dua orang tua muda sedang berada di dalamnya. seorang pemuda berbaju compang- camping yang terlihat sakit parah dan seorang tua berblangkon hitam yang sedang asyik menghisap pipa cangklong tembakau berbau asap kemenyan.


Tanpa banyak bicara ketiga orang ini langsung babatkan golok ditangan masing-masing hendak menjagal tubuh orang tua penghisap pipa cangklong itu. karena perahu itu sempit maka ketiganya tidak dapat menyerang bersamaan. orang yang datang paling depan lebih dulu membacok kepala si tua berblangkon disusul dua buah bacokan berikutnya. yang di ancam bacok sedot asap pipanya lalu disemburkan ke wajah para penyerangnya.


'Hhuuffs., Whuuush.!'


Tidak terdengar suara teriakan kesakitan meregang nyawa. hanya saja ketiga anak buah Ki Betik Kawak tiba- tiba saja roboh berturut- turut dengan nafas tercekik dan mata mendelik. sementara dari sela- sela mulutnya keluar liur bercampur darah kehitaman. rupanya asap pipa cangklong itu beracun.!


''Semua ini membuatku kesal., Iblis Dayung Besi selasaikan secepatnya. aku ingin segera sampai di tempat rahasia kita agar bisa mengobati bocah ini.!'' gerutu si tua berblangkon hitam sambil kibaskan sebelah tangannya. selarik angin tenaga langsung membuat mental ketiga mayat anggota gerombolan bajak sungai itu sampai tercebur ke sungai dan hanyut terbawa arus.


Di depan perahu Iblis Dayung Besi tertawa bergelak, sekali menjejak haluan perahu tubuhnya melayang ke udara. dari atas dia buat beberapa kali putaran dayung besinya lalu menghantam ke bawah. yang diserang langsung tubuh Ki Betik Kawak.!


'' Bedebah kurang ajar.!'' geram orang yang berjubah hitam berkepala lonjong botak itu murka. rencananya untuk menyerbu perahu lawan bersama kedua anak buahnya gagal seketika karena lawan justru sudah keburu menerjang ke kapalnya yang mulai agak oleng.

__ADS_1


''Modar kalian para bajak sungai tengik.!'' damprat Iblis Dayung Besi dari atas kapal .sambil lepaskan tiga buah gebukan dayung besinya yang membawa hempasan angin keras bergulungan.


Dengan meraung murka Ki Betik Kawak babatkan sebuah tombak trisula berwarna keperakan yang ada di samping kursinya. untuk menahan tiga jurus gempuran dayung besi lawannya yang datang menghantam dari atas kapal. gerakan tombak trisula peraknya sangat cepat dan hebat. dalam sejurus dia mampu membuat gerakan menangkis, mengunci sekaligus balas menusuk tubuh Iblis Dayung Besi yang menjadi lawannya.!


'Whuuuk., whuuk., whuuts.!'


'Traaang., craaang., craaks.!'


Meskipun serangan tongkat dayungnya gagal menghabisi lawannya, tapi tubuh Iblis Dayung Besi tetap berhasil sampai di atas kapal kawanan pembajak yang sudah mulai oleng dan miring itu. mungkin hantaman jurus 'Amukan Dayung Iblis Selaksa Guntur' miliknya mampu merusak bsgisn lambung bawah kapal. karuan saja dia langsung disambut hujan bacokan senjata tajam dari para anggota gerombolan itu. tapi dengan tertawa bergelak dia malah balik menggertak lawannya.


''Haa., ha., majulah kalian semua biar aku lebih mudah menghabisi kalian.!'' sambut Iblis Dayung Besi sambil kembali hantamkan senjata dayungnya ke empat penjuru. tiga orang anggota terjungkal roboh dengan bahu dan tulang iga remuk. lima jurus berikutnya kembali empat orang menyusul tumbang tercebur sungai dengan kepala remuk. darah mulai membasahi lantai geladak kapal. manusia ini benar- benar berhati kejam tanpa ampun seperti nama julukannya si Iblis Dayung Besi.!


''Ayoh semuanya habisi dia., siapapun yang berhasil membunuhnya akan kuberi hadiah besar.!'' seru Ki Betik Kawak memberi semangat pada para anak buahnya. seketika terdengar teriakan beringas penuh nafsu membunuh dari kawanan bajak sungai itu.


Pertarungan sengit yang terjadi di atas kapal itu seketika semakin berkobar. seorang setengah tua berbaju putih, bercaping bambu dengan senjata sebuah dayung besi ditangan, harus menghadapi dua puluhan orang bajak Sungai Kali Wareng termasuk pimpinannya yang bersenjata tombak bermata trisula perak.

__ADS_1


Meskipun tempat pertarungan itu berada di atas sebuah kapal besar yang sudah miring, oleng dan hampir karam, tapi tidak membuat mereka merasa ragu untuk saling bunuh. denting senjata yang ditimpali suara teriakan parau dan makian kotor seakan membuat darah yang tertumpah seperti tidak berarti.


Waktu telah mendekati tengah hari saat gema suara pertarungan jauh menyusut. kapal besar sudah separuh tenggelam dan miring ke kanan. dari dua puluhan kawanan bajak sungai kali wareng, kini cuma tersisa Ki Betik Kawak bersama dua bawahannya orang yang nafasnya sudah kembang kempis dan terluka. sisa anggotanya tewas ada pula yang terjatuh ke sungai karena kehilangan keseimbangan.


Iblis Dayung Besi meskipun berilmu tinggi tapi menghadapi puluhan anggota bajak sungai itu tetap saja kepayahan juga. beberapa luka sabetan senjata menghiasi tubuhnya. biarpun bukan luka parah tapi cukup mengganggu gerakannya. baju putihnya berubah merah di beberapa bagian.


''Ki Betik Kawak., apa lagi yang hendak kau katakan sebelum kucabut nyawamu.!'' gertak Iblis Dayung Besi garang. saat itu dia berdiri di ujung buritan kapal yang separoh tenggelam. jangkar besi yang menancap di dasar sungai membuatnya masih dapat bertahan dari derasnya arus.


Dua orang anak buah Ki Betik Kawak yang sudah ketakutan semakin merasa putus asa. biarpun demikian mereka tidak berani kabur karena pumpinannya masih di sini. herannya dalam keadaan terjepit orang ini seperti masih punya keyakinan kuat untuk lolos dari lubang maut.


''Omong kosong., kau tidak akan bisa membunuhku. bahkan dalam waktu tidak lama lagi kaulah yang bakal menangis minta ampun. Haa., ha.!''


''Orang tua tak tahu diri., kesombonganmu cuma akan mempercepat kematianmu.!''


Ki Betik Kawak menyeringai licik., dari balik jubah hitamnya yang robek- robek bernoda darah dia keluarkan sebuah benda kecil berwarna hitam. barang itu lalu di lemparkan ke bawah dan menancap di depannya.

__ADS_1


''Kau bilang ingin membunuhku..?''


''Huuhm., ingin kulihat apakah setelah melihat benda di depanku ini kau masih berani berkoar pentang bacot.?'' hardik Ki Betik Kawak sambil tangannya menunjuk sebuah bendera kecil berwarna hitam bergambar pintu gapura dengan latar belakang rembulan bermandi darah. itulah bendera lambang partai persilatan aliran hitam terkuat saat ini, Partai Gapura Iblis.!


__ADS_2