Pendekar Tanpa Kawan

Pendekar Tanpa Kawan
Rahasia gadis penyakitan. (bag1)


__ADS_3

Cahaya mentari siang hari yang masuk lewat jendela gubuk nampak menyinari tubuh kurus gadis cantik yang terbaring sakit diatas ranjang itu. tarikan nafasnya sedikit tersengal dan berat. mungkin karena agak kepanasan, bagian wajah, leher dan bahunya yang putih mulai berhias butiran keringat.


Pranacitra duduk berjongkok di samping dipan kayu. aroma alami yang terpancar dari tubuh seorang gadis belia seketika tercium olehnya. ada juga sedikit campuran bau asam keringat. ''Hee., he., mungkin gadis ini sudah sejak kemarin belum mandi. badannya bau kecut..'' batin Pranacitra terkekeh sendiri usap hidungnya. dia jadi teringat aroma tubuh Srianah yang entah kenapa hampir tidak pernah mau memakai pewangi.


Entah kenapa dalam keadaan sakit seperti itu, si gadis kurus malah terlihat mempesona. dari tubuhnya yang lemah itu seolah dapat mengundang perasaan kasihan, sayang atau mungkin gairah birahi kaum lelaki. Pranacitra bukan pemuda suci. dalam dunia hitam rimba persilatan, dia termasuk salah satu bajingan biang kerok sekaligus pembuat keonaran yang paling ditakuti. kalau cuma mempunyai sedikit pikiran kotor di otak, baginya tidak jadi masalah.


''Siapa gadis ini, apakah anakmu juga.?'' tiba- tiba saja pemuda itu bertanya. perempuan setengah umur itu sesaat terkejut sampai lupa menjawab. Pranacitra sedikit berpaling. ''Aku yang mengobatimu. meskipun belum pulih sepenuhnya tapi luka dalam dan racun dalam tubuhmu telah hilang. butiran obat itu hasil putramu menggorbankan nyawa. kurasa sangat sayang jika habis dipakai begitu saja..''


Perempuan itu menggeser tubuhnya ke tepi dipan lalu sedikit menjura. ''Aku tidak tahu siapa kau adanya, tapi kuucapkan terima kasih atas pertolonganmu. nama gadis itu Ni Luh Mirahsari. dia adalah satu- satunya pewaris dari padepokan silat 'Seriti Sakti' di bukit 'Waletan'. namaku Nyi Kartiyah, bibi gadis itu dari pihak ibunya. perguruan silat tempat kami berdiam telah musnah sejak dua bulan lalu akibat tidak mau tunduk pada partai 'Gapura Iblis..''


''Dari enam puluh orang lebih anggota Seriti Sakti, hanya kami bertiga saja yang mampu selamat meskipun dengan membawa luka parah. malah sekarang., tinggal aku dan keponakanku saja yang masih hidup..'' saat teringat kembali pada Prameswara anaknya yang telah mati, tanpa dapat ditahan lagi wanita itu menangis. Pranacitra cuma diam tanpa berusaha untuk menghibur. kadang tangisan lebih cepat mengikis rasa duka di bandingkan ucapan manis yang sering kali hanya basa- basi.


Dalam hidupnya Pranacitra sudah terlampau sering melihat kesedihan hati manusia akibat kematian. mungkin sebab itulah perasaannya menjadi dingin dan hambar. atau bisa jadi., karena dia juga wujud dari kematian itu sendiri. ''Kulihat keponakanmu yang cantik ini bukan terluka dalam akibat pertarungan tapi sebuah penyakit ganas yang sudah cukup lama menggerogoti tubuhnya..''


''Kalau boleh kutebak., sebenarnya obat dalam periuk itu bukan hanya untukmu saja tapi juga demi mengobati penyakit gadis ini. sayang biarpun obat itu punya tingkatan kemujaraban yang tinggi tapi hanya bisa mengurangi rasa sakit tanpa mampu menghilangkan sumber penyakitnya. gadis ini telah diracuni oleh seseorang. sangat mungkin orang perguruan Seriti Sakti sendiri yang melakukannya..'' ujar Pranacitra tanpa berniat menahan apapun.


''Kaa., kau., bagaimana kau dapat mengetahui semua itu.?'' pekik Nyi Kartiyah bingung. ''Chih., bukankah itu sudah sangat jelas. cuma orang dekat dan terpercaya saja yang bisa mendekati dan mengerti kebiasaan dari putri seorang ketua padepokan silat..'' cibir si pincang sinis balikkan tubuhnya. ''Katakan padaku bagaimana kalian sampai dapat berseteru dengan Gapura Iblis.?'' Pranacitra ganti bertanya.

__ADS_1


Nyi Kartiyah terdiam menunduk. sembari menghapus air matanya dia mulai berkisah. ''Ayah dari Ni Luh Mirahsari sekaligus ketua padepokan silat Seriti Sakti bernama Ki Ranu Kaling. adik iparku ini seorang duda yang lama ditinggal mati istrinya sejak melahirkan Ni Luh Mirahsari. hingga dua tahun lalu muncul seorang wanita cantik yang datang berkunjung ke padepokan kami. dia adalah seorang kenalan lama dari saudara iparku itu. bahkan katanya dia seorang ahli pengobatan yang pernah menyelamatkan nyawa iparku..'' kata Nyi Kartiyah mulai bercerita.


''Sejak lahirnya, keponakanku Ni Luh Mirahsari bertubuh lemah meskipun dia sangat pintar dan cantik jelita. bahkan pernah ada seorang tabib yang mengatakan kalau umur gadis malang ini tidak akan melewati lima belas tahunan. tapi dengan adanya bantuan ilmu pengobatan wanita itu, keadaan keponakan perempuanku ini menjadi jauh lebih baik..''


''Karenanya Ki Ranu Kaling menjadi merasa sangat berhutang budi pada wanita itu. meskipun begitu, aku dan suamiku merasa adanya keanehan yang jahat tersembunyi didalam diri perempuan cantik jelita ini. pancaran matanya yang genit, sekilas terpancar semacam sifat kejam dan mesum..'' tutur Nyi Kartiyah geram menahan amarah.


''Walaupun begitu., kita berdua hanya bisa memendamnya dalam hati dan berharap agar semua itu cuma sebuah perasaan konyol kami saja. singkat kata., keduanya menikah. semua anggota perguruan menyambut dengan gembira termasuk Ni Luh Mirahsari, karena penyelamat jiwanya akan menjadi ibu barunya. namun inilah awal kemusnahan padepokan Seriti Sakti.!''


''Semenjak menikah, sifat Ki Ranu Kaling yang awalnya baik budi, ramah dan suka menolong berubah menjadi tinggi hati, gampang naik darah bahkan kejam. pernah dia memotong tangan seorang murid hanya karena lambat membersihkan ruang dapur. bahkan dia juga pernah membuat buta mata muridnya yang terkagum pada kecantikan sang istri..''


Wanita setengah umur itu sejenak menarik nafas sebelum melanjutkan penuturannya. ''Tentu saja kami menolaknya karena dia adalah orang luar perguruan. perlu kau ketahui., Ki Ranu Kaling, mendiang istrinya, aku dan suamiku, kami berempat adalah saudara seperguruan. telur Burung Seriti Emas itu mempunyai kegunaan untuk meningkatkan kekuatan bagi kaum persilatan yang ingin memperkuat dirinya..''


''Sayangnya., mendiang guru kami pernah berpesan kalau telur itu hanya berguna bagi para pesilat yang punya tingkat ketahanan tubuh sangat tinggi. sebab jika dipakai oleh pesilat kelas rendah atau menengah seperti kami, justru akan menghancurkan urat nadi karena tidak sanggup menahan ledakan gelombang arus kekuatan tenaga kesaktian yang bersumber dari telur burung langka itu..''


''Wanita itu sangat licik hingga memfitnah kami berdua ingin merebut kedudukan ketua padepokan. Ki Ranu Kaling sudah seperti tersihir. apapun ucapan perempuan jahat itu ditelannya begitu saja. bahkan dia berani mengancam tidak akan lagi mau menolong Ni Luh Mirahsari jika Ki Rana tidak menuruti kemauannya. gilanya., banyak murid yang mendukung apapun ucapan perempuan ini..''


''Di kemudian hari kami baru mengetahui kalau secara diam- diam wanita setan itu telah mempengaruhi pikiran dan hati para murid dengan menggunakan kekuatan sihir dan kehangatan tubuhnya. tanpa malu dia berkata kalau tenaga lelaki muda lebih memuaskan dibandingkan Ki Ranu Kaling. dasar wanita cabul., sungguh menjijikkan.!'' kutuk Nyi Kartiyah muak.

__ADS_1


''Pada akhirnya kami terpaksa bentrok. diluar dugaan, sebagian besar murid padepokan Seriti Sakti sudah terpengaruh oleh ucapan dan bujuk rayuan wanita cabul itu. perang di antara saudara seperguruan tidak lagi dapat dihindarkan, korbanpun berjatuhan. pada saat itulah muncul para begundal partai Gapura Iblis yang langsung membantai kami. rupanya wanita sundal ini adalah salah satu petinggi dalam partai jahat itu.!''


''Mungkin karena melihat keadaan putrinya yang tidak berdaya dalam ancaman denting senjata, timbul sedikit sisa nurani dalam jiwa Ki Ranu sehingga pada saat terakhir dia sempat menyadari semua kesalahannya dan mengatakan kepada kami berdua tempat rahasia penyimpanan telur burung sakti itu..'' tangisan kembali tercurah dari bibir wanita ini. hampir saja dia terjatuh pingsan jika saja Pranacitra tidak menahan tubuhnya lantas memberikan tambahan tenaga dalam.


''Suamiku juga para murid perguruan telah tewas. tiga orang murid yang masih setia memilih berkorban nyawa demi melindungiku, Prameswara juga keponakanku agar dapat kabur menyelamatkan diri. aku bersumpah akan menuntut balas berkali- kali lipat pada perempuan jahanam itu.!'' teriak Nyi Kartiyah dengan mata merah beringas penuh dendam kesumat.


Keheningan yang mengores jiwa terasa di dalam gubuk itu hingga satu suara keluhan lemah yang disusul batuk berdarah dari mulut gadis penyakitan bernama Nil Luh Mirahsari menyadarkan mereka. jemari Pranacitra cepat mentok beberapa bagian tubuh gadis belia ini. saat selimut bernoda darah tersingkap dapat terlihat sosok tubuh kecil ramping putih mulus yang dibasahi keringat. masih untung dia memakai pakaian dalam kutang putih dan celana pendek hingga si pemuda tidak sampai hilang kewarasan.


Dengan kekuatan batu sakti 'Nirmala Biru' dia mengobati gadis itu. beberapa butiran obat termasuk dua butir milik Nyi Kartiyah turut di masukkan ke mulut mungil Ni Luh Mirahsari. tubuh gadis itu terangkat sejengkal dari atas pembaringan. nampak cahaya kabut kebiruan yang berpendar menyelimuti tubuh kurus itu dan menyusup masuk kedalam. sebaliknya ada hawa kehitaman yang samar tersembur keluar dari dalam tubuh gadis ini.


Hampir sepeminum teh waktu terlewati. Nyi Kartiyah terpukau melihat pemandangan yang terjadi didepan matanya. Ni Luh Mirahsari kembali memekik tertahan sebelum tubuhnya perlahan turun kembali. meskipun dia masih terbaring lemah tapi jelas aura kehidupannya telah menguat berkali lipat pertanda racun ditubuhnya telah lenyap. ''Siapa pemuda ini sebenarnya. dia bukan saja berilmu sangat tinggi tapi juga pandai dalam masalah pengobatan..'' batinnya penasaran.


Selimut penutup tubuhnya yang kotor terkena muntahan darah telah berganti. ''Perempuan cabul dari Gapura Iblis yang kau katakan tadi, apakah dirimu mengenal siapa dia.?'' tanya Pranacitra mengatur pernafasannya. ''meskipun awalnya kami tidak tahu siapa dirinya namun pada akhirnya justru dia sendirlah yang bicara. wanita pelacur keparat itu mengaku sebagai si 'Ratu Lebah Bunga Bangkai.!'' jawab Nyi Kartiyah.


.............


Silahkan tuliskan komentar Anda yah🙏😊. Trims.

__ADS_1


__ADS_2