
Suasana di penghujung malam yang dingin mencekam itu terasa semakin menyeramkan saat Raja Lutung Sakti menyebutkan nama 'Gadis Berwajah Tengkorak'. tanpa sadar semua anggota padepokan 'Lutung Ciremai' sama keluarkan suara tercekat. beberapa diantaranya malah tersurut mundur dengan perasaan ngeri.
Biarpun diantara para murid perguruan itu banyak yang belum pernah mendengar nama julukan Gadis Berwajah Tengkorak, tapi hanya dengan melihat raut mukanya yang nyaris tembus pandang hingga tulang wajah terlihat nyata seperti itu sudah lebih dari cukup untuk membuat hati mereka merinding.
Raja dan Ratu Lutung Sakti sebagai dua ketua perguruan silat Lutung Ciremai sesaat saling lirik. biarpun sudah lama tidak turun gunung namun mereka masih sering kali menyirap berita didunia luar. begitu juga kabar tentang kemunculan seorang perempuan muda yang punya wajah menyeramkan.
Dalam hati kedua orang ini sebenarnya sedikit terselip suatu rasa simpati pada gadis yang memiliki wajah seperti itu. karena pasti akan menjadi suatu beban derita dalam hidupnya. tapi sekarang gadis aneh ini jelas berada di pihak lawan. biarpun dia belum turun tangan tapi cepat atau lambat mereka akan bentrok juga.
''Nyai Dupa Tumbal., sebelum kami berdua menuntut balas atas kematian murid- murid perguruan Lutung Ciremai, cepat katakan alasan kalian semua datang kemari dan melakukan pembunuhan keji ini.!'' damprat Raja Lutung Sakti sembari menahan istrinya agar tidak keburu bertindak.
''Guru., kurasa kita tidak perlu lagi bertanya jawab dengan para bedebah ini.!'' seru salah satu dari ketiga murid utamanya yang paling muda usia dan keras hati yang bernama Samba. ''Benar guru., kematian para saudara seperguruan harus kita balas secepatnya berikut bunganya.!'' timpal murid lainnya yang paling tua bernama Palastra.
''Tenangkan dirimu kakang Palastra dan kau juga Samba., kedua guru kita pasti tidak akan membiarkan semua bangsat itu keluar dari sini dalam keadaan hidup. tapi kita mesti tahu alasan mereka melakukan semua ini. aku merasa ada pihak lain yang berada dibalik semua ini..'' bisik murid utama lainnya yang bernama Darmanik.
Selain ilmunya paling tinggi dia juga terkenal cerdas dan teliti dalam melihat suatu permasalahan. ''Coba kalian bayangkan, mereka semua adalah tokoh silat golongan hitam yang punya nama besar didaerah masing- masing. lantas kenapa bisa datang bersamaan ketempat kita ini. pasti ada seseorang atau pihak lain yang sangat berkuasa telah mengatur mereka..''
Kedua saudara seperguruannya sekejap hendak membantah, tapi setelah mendapat isyarat dari rekannya mereka turut berpikir juga. ''Sepertinya apa yang yang dikatakan Darmanik beralasan juga. meskipun mereka dari golongan hitam tapi jelas punya harga diri tinggi..''
__ADS_1
''Tapi siapa orangnya yang telah mengatur kedatangan mereka. seingatku tidak satupun diantara kelima manusia bangsat ini yang pernah bersilang sengketa dengan perguruan Lutung Ciremai. tidak banyak pihak yang sanggup memerintah mereka..'' batin mereka berdua bimbang.
Disaat mereka masih berpikir nenek jahat bernama Nyi Tumbal Dupa memberi isyarat pada pemuda tampan bersuling emas yang berdiri paling kanan. orang ini maju beberapa langkah sebelum bicara. ''Haa., ha., Ki Tirtayasa dan Nyi Kunarsih. terus terang saja kami berlima datang kemari karena suatu permintaan. kedua orang yang sudah jadi mayat itulah yang meminta kami..''
Jawaban pemuda berjuluk si 'Tampan Suling Emas Pencabut Sukma' sambil sulingnya menunjuk dua sosok mayat lelaki dan perempuan tua yang sebagian wajahnya sengaja ditutup kain hitam dan tergeletak di tengah kalangan itu membuat semua orang tertegun. ''Pemuda setan., jangan berani berkata dusta dihadapkan kami. memangnya siapa yang percaya ocehan dari mulut busukmu.!'' bentak Nyi Kunarsih.
''Huhm., setua ini tapi kau malah semakin bodoh. apa mata tua kalian sudah tidak dapat mengenali siapa kedua orang ini.?'' dengus salah seorang dari dua pengemis tua yang membekal perikuk besi dan bertubuh pendek. dengan dua kali hentakan tangannya dua sosok mayat itu sudah terpental keudara lalu menyambar deras si Raja Ratu Lutung Sakti.
Kedua ketua padepokan ini rentangkan tangan dan mengibas. serangkum pusaran tenaga sakti keluar menahan lesatan dua mayat hingga jatuh dua langkah didepannya hingga kedok kain hitamnyapun terbuka. dalam hati mereka rada terkejut dengan tingkat tenaga dalam salah seorang dari 'Sepasang Pengemis Bangkai' yang mampu mengirim dua sosok mayat dalam jarak belasan langkah.
Dulu saat mereka masih muda, karena suatu sebab kedua ketua perguruan ini pernah dipaksa meminum sejenis racun yang membuat tubuh keduanya ditumbuhi bulu- bulu putih kecoklatan mirip monyet dan dibuat nyaris lumpuh oleh dua orang ayah dan anak gadisnya yang bernama Ki Palengger dan Praptiwi. beruntung mereka mendapat pertolongan dari seorang tokoh sakti yang mau menjadikan mereka murid.
Setelah tamat belajar Ki Tirtayasa dan Nyi Kunarsih menuntut balas pada kedua orang yang telah meracuni mereka dan ganti membuntungi tangan kaki keduanya lantas dibuang kejalanan. kabarnya si ayah dan anak gadis itu telah mati dalam kesengsaraannya. dua mayat yang dikenali sebagai Nyi Singkep dan Ki Bokor ini bukan lain adalah kakak serta adik kandung dari Ki Palengger sekaligus paman dan bibi dari Praptiwi.
Dimasa silam kedua orang ini sudah dua kali berniat menuntut balas pada mereka atas kematian saudara dan keponakannya tetapi selalu gagal. bahkan pada pertarungan yang terakhir mereka nyaris tewas andai saja tidak berhasil kabur dengan membawa luka parah. rupanya semua ini hanyalah masalah balas dendam yang lama terpendam.
Walaupun sekarang semuanya menjadi lebih jelas, tapi tetap saja terasa ada yang aneh bagi keduanya. ''Kalian berlima selain punya nama besar didunia persilatan juga berilmu tinggi. apa yang membuat kalian semua mau menjadi budak suruhan dari dua orang tua bangka Nyi Singkep dan Ki Bokor yang sudah mampus ini.?'' bentak Ratu Lutung Sakti.
__ADS_1
''Setan alas., jaga bicaramu lutung tua keparat. kedua orang tolol itu tidak pantas untuk memerintah kami.!'' sangkal salah satu dari Sepasang Pengemis Bangkai yang bertubuh lebih tinggi gusar. ''Menyebut kami sebagai budak suruhan adalah penghinaan besar yang bisa berujung kematian.!'' timpal rekannya tidak kalah geram.
''Lantas atas dasar apa kalian mau menuruti perintah kedua orang ini padahal jelas ilmu kepandaian mereka berada dibawah kalian.?'' desak Raja Lutung Sakti sembari kerahkan tenaga dalam bersiap untuk menghantam. ''Ataukah., harga diri kalian semua sudah berubah sedemikian rendah sampai mau- maunya menjadi pembunuh upahan.!'' si Ratu Lutung Sakti turut mengejek.
''Kau tidak layak mengetahuinya nenek tua muka monyet sialan. waktu sudah menjelang pagi saatnya kalian semuanya mati.!'' rutuk Nyai Dupa Tumbal yang sedari tadi diam. kuali berisi arang bara dan batangan dupa ditangan kirinya terlihat menyala merah. saat mulut peotnya meniup, belasan larikan jalur sinar merah sebesar lidi kelapa dari dalam pedupaan melesat kemuka lalu terpecah ke berbagai arah mengincar sasaran.
Jeritan menyayat susul menyusul terdengar memecah keheningan saat sinar merah sebesar lidi kelapa yang bagaikan batangan jarum- jarum besi panjang terbakar api itu menghunjam tubuh para murid perguruan Lutung Ciremai. mereka seketika tewas hanya dengan sebuah lubang kecil namun hangus menghitam sampai tembus kebelakang tubuh.
''Ilmu kesaktian 'Jalur Bara Dupa Pengejar Tumbal.!'' teriak Ratu Lutung Sakti mengenali jurus maut yang di lancarkan lawan. dia tidak dapat lagi menahan dirinya. sambil menggembor murka tubuh nenek ini melesat ke depan sambil hantamkam kesepuluh jari tangannya. dari ujung kukunya menyambar sinar- sinar disertai asap putih pekat dan hawa panas. inilah jurus pukulan 'Jari Lutung Nirwana.!'
Seakan tidak mau kalah dengan istrinya, Raja Lutung Sakti juga sudah berkelebat. gerakan tubuhnya cepat dan lincah seumpama monyet sedang menerjang. dari mulutnya keluar suara teriakan meracau dan menguik seperti kawanan monyet mengamuk. dua kepalan tangan yang tadinya terentang kini menghantam secara beruntun.
Puluhan bayangan kepalan tangan besar berselimut cahaya putih berkilauan yang menebar tekanan berat dan hawa panas berhamburan di udara malam. dalam kemarahannya Raja Lutung Sakti telah lepaskan salah satu ilmu pukulan sakti terhebatnya yang dinamai 'Sepuluh Kepalan Lutung Dewa.!'
*****
Maaf telat up date., sebenarnya sudah dapat kiriman cerita PTK sejak kemarin, tapi baru sekarang bisa saya up date karena sedang kurang sehatππ. (demam dan gangguan asam lambung) π€π . Terima kasih sudah sabar menunggu.
__ADS_1