
Kedua muda- mudi itu berdiri berhadapan cukup lama. yang gadis pendek mesti mendongak, sebaliknya si pemuda harus menunduk untuk dapat saling menatap. entah apa yang ada dalam pikiran masing- masing. kalau ada orang lain yang melihat pemandangan ini, mungkin mereka akan merasa aneh.
Demikian pula lelaki bertombak mata golok harimau yang berdiri tidak jauh dari mereka. ''Dasar dua anak muda edan. apa bagusnya saling pandang seperti itu. chuih.!'' gumamnya risih seraya meludah geleng- geleng kepala. belum sempat orang ini menegur, cambuk berduri besi ditangan si gadis picak mendadak berkelebat menyentak kedepan. Pranacitra sama sekali tidak bergerak. cahaya cambuk itu lewat hanya setengah jengkal dari samping kiri tubuhnya.
'Whuuuk., sraaaat., ctaaaarr.!'
''Aaaakh., Uuagh.!''
''Dasar keparat., dua orang pengecut yang tidak tahu malu seperti kalian masih berani membokong. jika tidak kuhabisi sekarang rasanya terlalu enak.!'' bentak gadis picak itu gusar. beberapa langkah dibelakang Pranacitra sudah terkapar dua orang murid perguruan 'Pedang Samudra'.
Rupanya si gadis picak merasa marah melihat tindakan kedua kakak beradik itu yang hendak menyerang Pranacitra dari belakang. cambuk ditangannya segera menyambar tanpa ampun hingga pedang mereka terlepas, kedua tangan juga robek terluka memanjang hingga pangkal lengan dihajar cambuk berduri besi.
''Kaa., kau ken., kenapa malah me., menyerang kami. buk., bukan., kah kita satu tuu., tujuan hendak menghabisi pin., pincang kep., keparat itu., Aakh., ?'' berteriak si gadis jubah biru itu mengerang kesakitan. sementara sang kakak berusaha bangkit hendak memaki, tapi gadis picak itu sudah berada didepan mereka. kedua tangan kakinya bergerak menggampar dan menendang bertubi- tubi dengan beringas.
''Siapa yang sudi satu tujuan dengan kaum pengecut hina seperti kalian.!'' sementara dia mendamprat tangannya sudah pulang balik menampari wajah gadis didepannya hingga robek bengkak berlumuran darah. meskipun kakaknya merasa murka, tapi dia tidak berdaya setelah kedua betisnya patah dan tulang rahangnya remuk terinjak kaki si picak. cara gadis ini menyiksa lawannya sungguh keji. kedua kakak beradik itu pasti mampus jika saja Pranacitra tidak mencegahnya.
''Masih untung dia mau mengampuni nyawa kalian berdua. apa kau dan adikmu tidak sadar dengan dua buah lubang hitam di jubah biru kalian itu. kalau si pincang bermuka pucat ini mau, sudah sejak awal nyawa kalian terbang minggat ke akhirat.!'' damprat gadis itu kereng.
__ADS_1
Tanpa sadar dengan menahan sakit kedua kakak beradik seperguruan itu melihat jubah biru mudanya yang sudah terkoyak kotor bernoda darah. tapi yang membuat mereka bergidik ngeri pada bagian perut jubahnya terdapat dua buah lubang hitam hingga kulit tubuh mereka terlihat. jika saja lawan tega bertindak kejam, pasti mereka sudah tewas dengan perut berlubang hangus.
''Tadi kalian bilang kalau hendak menuntut balas kematian kedua wakil ketua perguruan Pedang Samudra. sebenarnya otak kalian terbuat dari batu atau apa., jika wakil ketuamu saja bisa tewas ditangannya, lalu bagaimana dapat menuntut balas. apa ilmu silat kalian lebih hebat dari wakil ketua perguruanmu. dasar tolol., kenapa kakak beradik ini tidak mampus saja.!''
Sekali lagi dia mencekeram pipi gadis yang sudah berlumuran darah. ''Terus terang saja aku benci dengan gadis berparas cantik tapi sombong dan bodoh sepertimu. biasanya aku akan menguliti wajahnya dan memotong kedua buah dadanya biar tidak ada lelaki yang mau dengannya. jadi., jangan mencoba untuk membuatku muak.!''
Seketika kedua kakak beradik itu bergidik diam. meskipun kesakitan keduanya hampir tidak berani merintih. enam butir obat warna kuning jatuh bergulir diatas perut mereka ''Itu adalah obat pemulih tenaga dan luka luar. satu ditelan dua lainnya dibalur diatas luka. pulang saja ketempatmu. katakan pada ketuamu jika masih penasaran datanglah sendiri, jangan hanya berani mengorbankan para muridnya..''
Ujung tongkat besi hitam menotok cepat beberapa urat tubuh dikedua muda- mudi itu. tubuh mereka terjingkat keluarkan suara keluhan saat jalur- jalur sinar kabut kebiruan dari ujung tongkat merasuki tubuh mereka. sekali tongkat menyentak keduanya sudah jatuh terduduk. meskipun masih pucat tapi luka mereka sudah mendingan. dengan penuh rasa malu dan terima kasih kakak beradik inipun menjura hormat. sebelum tertatih pergi memapah kakaknya si gadis sempat menoleh tersenyum kagum. sayangnya Pranacitra justru sedang memandangi si picak bopeng.
''Kau., kau sedang melihat apa., meski wajahku menyeramkan tapi tidak semestinya kau pelototi begini..'' gumamnya menunduk risih juga malu. ''Iya kau benar., wajahmu memang Seram., Seorang Remaja yang Ayu dan Manis..'' bisik si pincang. saat gadis picak itu masih tertegun kedua lengan Pranacitra sudah bergerak mendekap tubuh kurusnya. ''Aku sudah pernah mendengar semua kisahmu. meskipun tidak sama persis tapi diriku juga pernah merasakan kesakitan yang serupa..''
Semenjak lolos dari pembantaian keluarga senopati, gadis itu sempat ditolong oleh seorang perempuan cantik berkaki buntung yang berjuluk 'Ratu Siluman Gagak'. tapi penguasa pulau 'Gagak Hantu' itu hanya menjadikannya sebagai budak dan alat bagi percobaan ilmu racunnya. kesakitan yang dialaminya sungguh mengerikan. melalui sebuah muslihat gadis yang waktu itu baru beranjak sebelas tahunan berhasil kabur dari sana.
Kadang tekat dan dendam kesumat membuat manusia lemah berubah menjadi kuat. sebelum kabur dia sempat mencuri belajar beberapa gerakan jurus ilmu cambuk Ratu Siluman Gagak saat dia melatih gadis- gadis cantik yang menjadi anak buahnya.
Merasa belum cukup ilmu, bocah perempuan itupun mencoba berguru pada seorang tokoh sakti yang juga ahli ilmu cambuk. tapi sayangnya tanpa dia ketahui tokoh silat itu punya satu kelainan jiwa, orang ini gemar anak perempuan dibawah umur. setelah tiga tahun yang penuh penderitaan gadis picak itupun keluar sarang. sebelumnya dia berhasil menghabisi sang guru dengan cara menggauli tubuhnya hingga seluruh tenaga gurunya habis diatas ranjang lalu dibunuh.!
__ADS_1
Kisah ini cuma beberapa orang saja yang tahu. Pranacitra sendiri baru mendengarnya dari Nyi Rondo Kuning yang tahu banyak berita rahasia didunia luar. mungkin perasaan kesepian dan senasib yang membuat pemuda ini bersimpati pada gadis yang dipanggil 'Kusir Picak Muka Bopeng' itu.
''Sam., sampai kapan kau., kau memelukku seperti ini. lelaki brewok baju putih itu sedang melihat kita lho..'' gumamnya lirih. meskipun bicara begitu tetap saja tubuhnya tidak meronta , malah bersandar didada si pemuda yang basah oleh air matanya.
Pranacitra tersenyum mengusap rambut kepala si picak. gadis ini tiba- tiba mendongak menatapnya. ''Eehm., kau cobalah menunduk ada sesuatu dimukamu..'' pemuda itupun menurut. ''Namaku sebenarnya Rinai., ini ciuman pertamaku pada seorang pemuda..'' bisiknya pelan sambil mengecup pipi kanan si pincang. belum hilang rasa kagetnya, gadis picak bernama Rinai itu sudah berkelebat pergi.
''Banyak orang bilang kalau kau seorang pendekar muda jahat yang tidak punya kawan. tapi sekarang., setidaknya kau sudah punya seorang teman. itulah diriku., apapun kesulitanmu juga akan menjadi urusanku. Hehm., kutahu kau banyak dikagumi para gadis. terus terang saja, sejak mendengar sepak terjangmu diam- diam aku selalu mencari tahu apapun tentang dirimu..''
''Baju kita berdua sama gelap juga sama cacat. kau pincang di kaki kiri, aku picak pada mata kiri. apakah., itu pertanda kita berdua bisa jadi pasangan pendekar yang serasi, Hik., hi., Aash tapi., meskipun mungkin tidak layak menjadi kekasihmu, setidaknya aku bisa menjadi teman baikmu. harap kau selalu menjaga diri.!''
Gema suara gadis itu masih terngiang- ngiang ditelinga Pranacitra. tangan kanannya meraba pipinya yang terasa hangat. selain Srianah mungkin cuma Rinai yang berani menciumnya. bahkan Nyi Rondo Kuning yang genit binalpun juga belum pernah melakukannya. ''Pendekar Harimau Putih'., kau ada urusan apa dengan diriku.?'' bertanya Pranacitra pada lelaki baju putih yang sejak tadi hanya mendengus kesal.
''Huhm., dua orang yang sama cacat mungkin sesuai untuk bersatu. tapi apakah itu perlu untuk dikoar- koarkan apalagi oleh seorang gadis. Chuih., anak muda jaman sekarang memang sudah tidak mengenal rasa malu..'' sungutnya menggerutu kesal.
''Haa., ha., urusan kaum muda janganlah kau masukkan dalam hati. lagipula kenapa., apa kau iri denganku..'' ejek Pranacitra. lelaki kekar berbaju putih tanpa lengan itu mendelik gusar. ''Sudahlah., kutahu kau seorang ksatria yang ternama dari golongan putih. sekarang katakan apa yang engkau inginkan..''
Sambil berjalan mendekat. tombak pendek bermata golok dan bergagang kepala harimau yang terpanggul dipundaknya berputar lantas mengacung kedepan. ''Aku tidak suka basa- basi. sekarang juga aku menantangmu, ingin kulihat apa dirimu sehebat yang dikatakan orang.!''
__ADS_1
*****
Rinai.,ππ€ jadi ingat merk kompor gas..π. Pengumuman., Maaf., PTK mungkin tidak bisa Up date sampai akhir minggu depan karena authornya sibuk pekerjaan,π πTerima kasih.