
Semua orang yang ada di sana terperangah, tidak terkecuali 'Elang Kuning Botak'. sang ketua perkumpulan jasa pengawalan barang 'Elang Perkasa' itu malah mengira sedang salah lihat atau bertemu dengan orang gila.
Tapi berapa kalipun dia gelengkan kepala juga mengerjapkan matanya, pemandangan itu tetap tidak berubah. dua sosok mayat anak buahnya yang tergelimpang bersimbah darah juga bendera hitam partai Gapura Iblis yang terbakar musnah menjadi bukti kalau dia tidak sedang bermimpi buruk.
''Bocah pincang edan., apa kau tidak sadar dengan perbuatannmu. memangnya kau tidak tahu bendera itu melambangkan apa..?''
''Kalau tidak bosan hidup, pasti dia orang goblok yang sudah kepingin mampus..''
Makian penuh kegusaran terdengar keluar dari mulut para anggota perkumpulan 'Elang Perkasa' sementara ketuanya justru masih terdiam menahan kemarahan sekaligus rasa ngeri. biar bagaimanapun juga dia adalah pesilat yang punya pengalaman luas. cara si pincang membunuh dua orang anggotanya dan menghancurkan bendera hitam 'Gapura Iblis' tidak dapat di lakukan sembarangan tokoh silat. bahkan dirinyapun tidak yakin bakal sanggup melakukan hal yang sama.
Jika yang dia pikirkan benar., maka saat ini kelompoknya sedang berhadapan dengan seorang pesilat hebat yang punya ilmu kesaktian sulit di jajaki ketinggiannya.
''Sudah diam kalian.!'' teriak Elang Kuning Botak menghentikan gerakan anak buahnya yang sudah mencoba menyerang pemuda pincang itu. meskipun dalam hatinya dia juga ingin secepatnya menghabisi si pincang tapi otaknya masih mampu berpikir jernih. paling tidak dia mesti tahu lebih dulu sedang berhadapan dengan siapa.
''Bocah pincang., cepat kau jawab pertanyan kami, siapa kau dan kenapa berani mencari masalah dengan kami dari perkumpulan pengawalan barang Elang Perkasa..''
''Satu lagi., apakah dirimu tidak mengenali lambang bendera hitam yang telah kau buat hancur itu. dengarkan pincang tolol., kau bakal mampus mengenaskan karena sudah menghina lambang partai 'Gapura Iblis.!'' gertak Elang Kuning Botak sambil bersiap mencabut sepasang senjata kapak yang tergantung di pinggangnya.
Pemuda pincang yang di bentak hanya melirik si Elang Kuning Botak sekejap saja. meskipun cuma selintas matanya seperti menyiratkan kilatan cahaya mengerikan. tanpa bicara sorot matanya seakan sudah berkata ''Kalau bendera partai Gapura Iblis ini aku buat hancur memangnya kau mau apa.?''
__ADS_1
Elang Kuning Botak tanpa sadar tersurut mundur, dia merasakan keanehan yang menakutkan dari sikap dan pandangan mata pemuda pincang ini. tatapan matanya seperti menyimpan bara dendam kesumat yang teramat dalam.
Dari merasa ngeri dia menjadi geram serta malu karena sempat di buat gentar oleh seorang pemuda berkaki pincang. dari perasaan malu orang itupun mencabut kedua kapak kembarnya dan langsung menyerbu si pincang.
Serangan kapak kembar orang ini bukan saja cepat dan kuat, bahkan sambaran angin jurusnya yang tajam seakan mampu membeset kulit tubuh di balik baju hitam tebal yang di pakai lawan, meskipun jarak di antara mereka masih ada beberapa langkah. ini menandakan tingkat tenaga dalam Elang Kuning Botak cukup tinggi.
Gerakan senjata kapak kembar yang dinamai 'Sayap Elang Buas Membelah Angkasa' ini adalah jurus ke tiga dari rangkaian lima jurus 'Kapak Sayap Elang' yang jadi andalannya selama ini. seperti namanya sekali kapak kembarnya menyerang tidak ubahnya seperti sambaran sepasang sayap burung elang pemburu yang terbang di udara. kabarnya siapapun lawan yang menghadapi jurus ini bakalan tewas dengan tubuh terbelah tiga.
Melihat pimpinannya mulai menggebrak, seluruh anggota perkumpulan Elang Perkasa juga turut menyerbu dari empat penjuru. belasan pedang menikam dan sepasang kapak yang membabat ganas seperti ingin memastikan tubuh pemuda pincang ini tercincang habis.!
''Mampuslah kau bocah pincang sialan.!''
Pemuda pucat itu masih diam menunduk seakan tidak perduli dengan nyawanya yang sedang terancam. tongkat besi hitam tengkorak diangkat sedikit keatas kepalanya, di putar cepat seakan sebuah baling- baling perisai lantas menusuk bagaikan halilintar. terlihat sembilan sinar hitam berhawa panas berhamburan ke udara dengan di barengi suara ledakan keras berulang kali. inilah jurus 'Tongkat Maut Sembilan Geledek Kematian.!'
Serangan si pincang tidak cuma berhenti di sini saja, jika tangan kanan bermain dengan tongkat tangan kirinya turut membuat tiga gerakan hebat sekaligus. pertama telapak tangannya yang terbuka semerah darah, di tengah jalan berubah mencabik di sertai cahaya hitam pekat. terakhir terkepal keras berselimut sinar keemasan dan terus maju menghantam.!
Belasan kali terdengar bentrokan senjata, berpuluh mata pedang hancur berpatahan di sertai jeritan menyayat susul- menyusul seakan terjadi hampir bersamaan dengan terjungkalnya tubuh para pemiliknya. darah tersembur dari raga dan kepala yang pecah terhantam tongkat membuat hati siapapun bergidik ngeri.
Jurus 'Sayap Elang Buas Membelah Angkasa'. sekali serang tiga bagian tubuh lawan terpotong. Elang Kuning Botak sangat percaya diri karena selama ini tidak satu musuhpun yang dapat lolos dari serangan jurus itu. hanya sayang., kali ini berbeda dari biasanya. cuma perlu dua atau tiga gebrakan saja kalah menang sudah dapat di tentukan.
__ADS_1
Seringai kejam dan tawa menghina yang keluar dari mulutnya mendadak lenyap berganti tatapan ketakutan dan penyesalan. dia tidak mampu lagi memikirkan kematian belasan anak buahnya bahkan kematiannya sendiri. meskipun baru melihatnya sekarang, tapi dia pernah mendengar ilmu kesaktian apa saja yang telah di keluarkan oleh pemuda pincang itu.
Ilmu tongkat yang telah membuat belasan anggotanya tewas mengenaskan itu pastilah salah satu jurus andalan dari 'Nenek Tabib Bertongkat Maut'.
Gerakan pukulan telapak bersinar semerah darah mestinya jurus 'Tapak Darah Meminta Sedekah' yang cuma di miliki 'Pengemis Tapak Darah'. gerakan mencengkeram dan mencabik di sertai cahaya hitam pekat pasti jurus ganas yang bernama 'Cabikan Cakar Burung Hantu Menggila' dari si 'Burung Hantu Bungkuk Pencabut Nyawa'. dan terakhir kepalan tangan bersinar keemasan yang menghantam tentunya pukulan 'Naga Penghancur Rembulan' dari si 'Iblis Naga Rembulan'.
Ketiga pukulan telapak, cakar dan kepalan tangan itu sudah menghajar tubuhnya di waktu yang hampir bersamaan. dia sadar ajalnya sudah tiba, tidak ada lagi kemampuannya untuk bertahan dari serangan ini. jangankan tiga pukulan, satu juruspun sudah sanggup membuat dia terkapar tak bernyawa.
Tubuh kekar 'Elang Kuning Botak' terpental hingga lima tombak jauhmya ke belakang dengan darah dan daging berhamburan. orang ini cuma menyesali kenapa dia tidak mengenali siapa pemuda pincang ini sedikit lebih cepat. kalau saja itu terjadi nyawanya mungkin masih bisa selamat.
Dia sudah mendengar berita hampir sebulan belakangan ini rimba persilatan telah di landa kegemparan hebat akan kemunculan seorang pemuda pincang berkepandaian sulit di ukur. konon orang ini mewarisi berbagai ilmu kesaktian dari para tokoh silat aliran hitam nomor wahid yang sudah lama lenyap dari peredaran. hanya itu selintas pikiran yang sempat teringat di kepalanya karena nyawanya keburu terbang ke akhirat.
Pemuda pincang itu masih berdiri diam di tempatnya seakan dia belum pernah bergerak sedikitpun. mayat- mayat yang bergelimpangan, darah dan daging manusia yang berserakan seakan tidak ada hubungan apapun dengannya. begitu dingin tanpa perasaan.
Dengan menghela nafas pelan dia mulai berjalan meninggalkan tempat itu. caranya melangkah menggelikan merayap seperti cacing. kaki kanan melangkah yang kiri terseok mengikuti. dari bibirnya keluar suara siulan lagu berirama menyedihkan. entah lagu hati yang kesepian atau malah tentang kematian.
Angin dingin berhembus, malam mulai turun. mayat- mayat yang terkapar menebarkan bau anyir memuakkan. sesosok bayangan tubuh kecil muncul dari kejauhan. dari gerakannya yang ringan menandakan si pendatang ini punya ilmu meringankan tubuh yang hebat.
Seorang gadis cantik berbaju biru muda bercaping bambu dan menggembol buntelan kain muncul di sana. sesaat dia terperangah kaget. tubuhnya gemetaran bukan saja oleh pemandangan mengerikan yang ada di depannya, tapi juga karena telingamya masih sempat mendengar suara siulan lagu yang berirama sedih.
__ADS_1
''Siulan., lagu siulan itu., selain mendiang Ibu hanya aku dan dia yang tahu. apa., apakah dia., dia masih hidup. mungkinkah dia yang barusan berada di sini.?'' batin gadis manis itu gembira, takut bercampur keraguan hati. sekali dia berkelebat tubuhnya lenyap di kegelapan.