Pendekar Tanpa Kawan

Pendekar Tanpa Kawan
Warisan dendam. (bag2)


__ADS_3

Biarpun sempat terhenti sesaat karena merasakan suatu kejanggalan dengan sikap pemuda pincang ini, namun ketiga orang berjubah hitam dengan wajah seram bengkak memerah itu tetap meneruskan pukulan mautnya. ilmu kesaktian 'Bola- Bola Liang Neraka' kembali melabrak dahsyat.!


"Mampus kau bocah pincang sialan.!" maki si muka tembem yang menyerang dari samping kiri. "Haa., ha., sungguh kelakuan tolol yang menggelikan. kau berlagak tenang padahal sebenarnya sudah putus asa dan ketakutan menghadapi kematianmu.!" umpat dua orang jubah hitam lainnya tertawa bergelak penuh nada penghinaan.


Dari depan dan belakang kanan mereka turut menghantam. dengan menggabungkan ajian 'Bola- Bola Liang Neraka' dan ilmu barisan maut 'Jaring Kematian Tiga Penjuru Bumi' ketiganya berniat untuk menghancur leburkan tubuh Pranacitra hingga lenyap tidak bersisa.


'Whuuusss., whuuuss., wheeess.!'


Enam cahaya hitam berbentuk bulatan besar berselimut kobaran api meluruk ganas dari tiga arah. saat sekejap lagi tubuh si pincang bakal binasa dan ketiga orang lawannya sama berpekik tergelak membayangkan semuanya, terjadilah sesuatu yang diluar nalar.


''Jahanam edan., bangsat pincang keparat.!'' rutuk si tinggi besar dan si pendek kekar dengan suara tercekat. ''Ilmu setan apa yang sedang dipakai oleh bocah pincang gila itu.!'' teriak si pipi tembem melotot. jelas mereka merasa tidak percaya dengan peristiwa yang terjadi di depan matanya.


Di depan sana terlihat enam buah bola hitam berapi dari ilmu Bola- Bola Liang Neraka yang mereka lontarkan telah tertahan hanya dua jengkal dari raga si pincang. dari sikap tubuh pemuda itu yang tenang bersedekap tangan di depan dada sambil memejamkan matanya, keluar selapis cahaya tebal berwarna merah kehitaman yang samar membentuk seekor naga sedang menggelungi dirinya bagaikan sebuah perisai gaib.


Berulang kali ketiga orang lawannya berusaha lipat gandakan kekuatan tenaga dalamnya untuk mendesak maju bola- bola hitamnya tapi semua usaha mereka bukan saja gagal, malah perlahan bola- bola cahaya hitam berapi itu balik terdesak keluar dan mulai mengeluarkan suara retakan terpecah. wajah bengkak merekapun berubah semakin jelek saat merasakan luapan hawa panas balik menekan mereka bertiga.


Jika dilihat sepintas keadaan Pranacitra ibarat seperti orang sedang bersemedi atau melakukan tapa brata. dalam perjalanannya selama malang melintang di dunia persilatan baru dua kali ini murid lima dedengkot tua aliran hitam itu mengeluarkan ilmu 'Naga Bertapa Membakar Jagad' warisan 'Iblis Naga Rembulan.!


Pertama kali dia menggunakannya hampir setahun silam saat dalam perjalanan hendak mendaki lereng gunung Semeru untuk bertemu janji dengan Puji Seruni, sekaligus mengobrak- abrik perguruan silat 'Naga Biru' yang sedang mengadakan pertemuan besar kaum rimba persilatan.

__ADS_1


Waktu itu dalam sebuah hutan tubuh si pincang sempat dibelit seekor ular piton yang besarnya hampir sama dengan pohon kelapa. tetapi dengan menggunakan ilmu 'Naga Bertapa Membakar Jagad' dia bukan saja lolos dari maut tapi juga mampu membakar tubuh ular piton itu.


Setiap ilmu kesaktian biar sehebat apapun pasti ada kelemahannya. bagi Pranacitra yang punyai pedoman pertarungan membunuh lawan secara cepat tanpa membuang waktu, kejadian terkurung barisan maut ketiga lawannya dan nyaris tidak sanggup balas menyerang sangatlah menggusarkan hatinya.


Dia sadar jika tidak cepat bertindak lambat laun dirinya pasti terjungkal mati. sebenarnya dengan berbagai ilmu kesaktian tingkat tinggi yang dia punya, Pranacitra masih yakin dapat merobohkan mereka bertiga. masalahnya adalah lawan hampir tidak memberikan kesempatan baginya untuk balik mengempur.


Ledakan keras terjadi saat bola- bola hitam berapi terpecah meletus secara hampir bersamaan. tiga orang berjubah hitam sama berteriak ngeri. tubuh mereka turut terlempar hingga beberapa tombak ke belakang. dari mulut mereka keluar semburan darah pertanda mengalami luka dalam. untuk pertama kalinya barisan Jaring Kematian Tiga Penjuru Bumi terbongkar runtuh.


Sepasang mata dingin tanpa perasaan yang terbuka itu menyiratkan cahaya menggidikkan hati. tanpa buang waktu si pincang segera balas menghantam. kedua tangan diangkat keatas dengan jemari terentang ditumbuhi cakar dan bulu- bulu hitam. dari tubuhnya yang setengah membungkuk keluar cahaya hitam merah yang terus naik ke atas lengan.


Berikutnya kedua tangannya bergerak cepat membeset bersilangan dari atas ke bawah. suasana pagi menjelang siang yang cerah mendadak sekejap berubah menjadi gelap meredup. sepuluh larik sinar merah hitam berbentuk cakar burung buas yang tajam di penuhi hawa kematian menyambar. jurus 'Cakar Burung Hantu Pemuja Kegelapan' berkelebat memburu korbannya.!


Dua pusaran sinar hitam berhawa sangat panas menyelimuti tangan sampai lengannya. saat dia menghantam terlihat dua larik sinar hitam pekat berbentuk telapak tangan menyambar ke depan. inilah pukulan 'Sepasang Telapak Mengemis Nyawa'. warisan si 'Pengemis Tapak Darah.!'


Pranacitra rupanya benar- benar dilanda kemarahan hebat. tongkat besi hitam kepala Tengkorak yang tertancap di tanah entah sejak kapan sudah kembali tergenggam di tangan. tidak ada kembangan yang indah dilihat saat dia menggunakan jurus ini. hanya sebuah tusukan tongkat tunggal dengan cara memutar seperti mata bor. selarik sinar hitam kembali menyambar disertai suara ledakan. jurus 'Tongkat Maut Pemecah Rembulan' seolah tidak mau ketinggalan untuk berebut mangsa.!


'Ssrraaaath., srreeet., whuuutt.!'


'Whuuuss., whuuuss., wheeess.!'

__ADS_1


'Blaaaamm., blaaaarrr., jduuuaarr.!'


''Aaaaakhh., Baa., baangg., ssaaatt. Aaaakh.!''


''Piinn., caangg jahanaaamm., kaa., kauu., kau pasti mam., mampuuss tiid., tidak lama laa., lagi.!'' suara jeritan si jubah hitam bertubuh tinggi besar yang berkelojotan meregang nyawa seketika terputus. dada dan seisi perut orang ini terkoyak hangus akibat tersambar jurus 'Cakar Burung Hantu Pemuja Kegelapan'.


''Aaarrgh., aaakrgh., boo., bocah pincang tterr., terkuu., tuukk. aa., akan ada orr., orang lain yang aa., bakk., bakal., lan meemm., memba., laass., kan kemati., aan kami., 'Tiga Dewa Gelap' dari paa., par., taaii., Gapura Iblis.!'' geram si pendek kekar yang tubuhnya mulai menciut kering setelah dilabrak pukulan 'Sepasang Telapak Mengemis Nyawa' sebelum akhirnya menyusul kawannya mati.


Dari ketiga orang yang rupanya adalah para utusan dari partai Gapura Iblis yang di juluki sebagai si 'Tiga Dewa Gelap' itu, hanya si jubah hitam berpipi tembem saja yang tidak sempat bicara apapun. dia mati dengan mata mendelik ke atas. sebuah lubang besar dan hangus terlihat di kening hingga tembus ke belakang kepalanya. jurus 'Tongkat Maut Pemecah Rembulan' keburu mengirim nyawanya ke alam akhirat.


Kesunyian kembali menyelimuti daerah tepi hutan itu. Pranacitra masih berdiri diam ditempatnya. sikapnya tetap dingin hambar tanpa ada perasaan tertentu. jika dilihat sepintas tidak akan ada yang mengira kalau pemuda ini baru saja bertaruh nyawa secara untung- untungan.


Ajian 'Naga Bertapa Membakar Jagad' mungkin bisa digolongkan sebagai ilmu kesaktian tingkat tinggi yang hebat dalam membendung sekaligus menghantam balik kekuatan gempuran lawan. ilmu ini punya suatu sifat bertahan lantas menyerap keluar tenaga pukulan sakti si penyerang sampai mengembalikan serangan lawannya hingga musnah.


Tapi ilmu ini juga punya kelemahan besar. orang yang hendak menggunakannya harus yakin kalau tenaga dalamnya lebih kuat dari orang yang di hadapi. sebab jika tidak begitu bukan saja ajian itu tidak akan mampu membendung kekuatan jurus pukulan lawan malah dia pasti tewas mengenaskan.


*****


Saya bilang ke Authornya kalau para Reader pembaca selalu minta up date cepat minimal sehari sekali. lha kamu paling seminggu dua kali tok. Eeh., tadi sore di kirimi chat cerita PTK. yo wis saya langsung up saja., 😊🙏

__ADS_1


Mohon tulis komentar Anda dan kalau berkenan tolong share novel ini yah., Terima kasih.


__ADS_2