Pendekar Tanpa Kawan

Pendekar Tanpa Kawan
Riwayat seorang tukang masak.


__ADS_3

Keheningan cukup lama terjadi. ruangan bagian dalam rumah makan 'Mampir Daharan' yang terhubung langsung dengan rumah pemiliknya itu selain tidak begitu luas juga agak remang karena cahaya lampu minyak biji buah Jarak yang berada di atas meja kayu dan berada di sudut ruangan sudah makin meredup karena karena mulai kehabisan minyaknya.


Di tambah lagi dengan hawa hitam dari wajan penggorengan yang ada di tangan si 'Setan Gorengan' membuat suasana terasa makin mencekam. Ki Payung Gendingan tanpa sadar menjadi merinding. meskipun baru bertemu sekarang ini tapi dia juga sudah mendengar tentang sepak terjang tokoh silat tua dari golongan hitam yang juga ahli memasak itu.


Dulu kabarnya saat masa mudanya orang ini adalah pemenang ketiga dari sebuah pertandingan memasak yang diadakan oleh salah satu kerajaan kecil di wilayah perbatasan Jawa bagian tengah dan tanah Pasundan untuk kemudian diangkat sebagai tukang masak istana raja. selain dia juga ada dua orang pemenang lagi yang turut serta menjadi tukang masak kerajaan.


Jika pemenang utama adalah lelaki muda maka yang kedua merupakan seorang gadis cantik yang juga masih keturunan dari salah satu keluarga pejabat di istana itu. perlu diketahui, meskipun yang dipertandingkan adalah adu kepandaian memasak namun para peserta juga wajib mempunyai dasar ilmu bela diri.


Semua ini dimaksudkan agar nantinya para tukang masak istana ini dapat lebih menjaga dirinya jika ada orang yang ingin berniat jahat dengan mencampurkan racun ke dalam masakan yang telah mereka buat untuk keluarga istana. karena sudah bukan rahasia lagi di dalam kerajaan persaingan di antara para keluarga pejabat untuk memperoleh pengaruh dan kekuasaan sering kali terjadi. bukan tidak mungkin diantaranya memakai cara kotor untuk menjatuhkan saingannya.


Awalnya semuanya berjalan dengan lancar. hingga setahun kemudian terdengar kabar kalau pemuda tukang masak yang menjadi pemenang ketiga telah melakukan kesalahan berat hingga masakannya sampai meracuni keluarga pembesar keraton hingga ada yang tewas. kebetulan si gadis cantik pemenang kedua adalah keponakan dari keluarga pejabat itu.


Walaupun sudah berusaha untuk mengatakan bahwa dia tidak bersalah dan mungkin telah di fitnah tapi bukti sudah tidak terbantah. sebenarnya antara si gadis dan pemuda tukang masak pemenang ketiga sudah terjalin rajutan tali asmara hingga berniat untuk menikah. tapi keadaan tidak lagi memungkinkan bagi keduanya untuk dapat bersatu.


Singkatnya pemuda itu dijebloskan ke dalam penjara untuk menunggu hukuman penggal. meskipun bukan orang yang takut kematian tapi dia tidak rela jika harus menanggung suatu kesalahan yang tidak pernah dia lakukan. akal pemuda ini berputar mencari jalan. dia tahu sebagai terhukum yang mau mati dirinya berhak mendapatkan permintaan terakhir selama masih wajar. biarpun sangat kecil untuk bisa selamat tapi setiap peluang hidup harus dia perjuangkan.


Tukang masak muda itu meminta makanan yang harus dia tentukan sendiri bahan serta bumbunya juga cara mengolahnya. meski rada merepotkan karena baik bahan maupun cara memasaknya yang aneh. namun semua permintaannya dapat terpenuhi. satu periuk berisi nasi, sayur juga ikan telah terhidang di depannya. dalam waktu singkat semua itu telah habis berpindah ke dalam perutnya.

__ADS_1


Tengah malam mendadak terjadi keributan dalam penjara. pemuda itu terlihat muntah- muntah darah sampai kejang tubuhnya. belum sempat mendapatkan pertolongan dia keburu tewas dengan mulut berbusa dan kulit busuk menghitam. dari keadaannya jelas kalau kematiannya akibat keracunan. karena dirasakan hanya akan menyebarkan penyakit, raga pemuda itupun dibuang ke sungai.


Dalam perjalanan ke tempat pembuangan, diluar dugaan mayat pemuda itu seperti terbangun. dengan gerakan cepat dia berhasil membunuh dua orang penjaga yang hendak melempar mayatnya. meskipun bekal ilmu silatnya tidak tinggi tapi karena kedua prajurit itu sangat kaget bahkan merasa seram, mereka hilang kewaspadaan hingga lebih mudah dihabisi.


Setelah menghapus semua jejaknya, tukang masak muda itupun kabur dan menghilang. ternyata semua bahan makanan dan bumbu yang dia racik mempunyai akibat merusak sebagian pembuluh darah di kulit juga dapat menghentikan detak jantung untuk sementara waktu jika dicampur dengan takaran tertentu. pemuda itu rupanya juga paham ilmu racun.


Lima tahun kemudian ada sebuah keluarga pejabat tinggi di keraton itu mengalami musibah. pertama pimpinan keluarga itu ditemukan mati terbunuh bersama beberapa orang pengawalnya. hari berikutnya menantu lelaki yang juga adalah kepala tukang masak istana kedapatan tewas mengenaskan di dalam dapur dengan kepala pecah.


Sekujur tubuh orang ini terluka bakar akibat siraman minyak panas, tanpa ada yang tahu siapa pelakunya. dia bukan lain pemenang pertama dari pertandingan memasak yang diadakan oleh pihak istana beberapa tahun lalu. orang ini juga belum setahun menikahi gadis cantik pemenang kedua.


Yang mengejutkan adalah di dinding dapur terdapat tulisan. 'Hutang nyawa karena telah memfitnah rekan kerjamu lima tahun silam harus dibayar. karena kau sendirilah yang telah memberi racun pada kerabat kerajaan atas suruhan keluargamu untuk dapat menyingkirkan saingan yang berpengaruh di istana. sekaligus agar bisa memiliki wanita yang diam- diam kau idamkan.!'


Meskipun sudah mengundang banyak tokoh silat berilmu tinggi tapi bekas tukang masak istana itu bukan saja berhasil lolos malahan dia mampu menghabisi para pemburunya hanya dengan mengandalkan sebuah wajan penggorengan hitam. semua kejadian itu membuat orang penasaran tentang latar belakangnya yang tiba- tiba bisa memiliki kesaktian hebat termasuk juga ilmu racun.


Jika saja mereka tahu kalau sebenarnya orang yang mereka buru itu masih memiliki hubungan dengan sebuah keluarga rahasia yang sangat terkenal di dunia persilatan dan terbiasa meneliti soal racun dan pengobatan, mungkin mereka bakalan memilih untuk menyingkir jauh dari pada harus berurusan dengan bekas tukang masak yang kemudian hari dijuluki Setan Gorengan atau si 'Bungkuk Penggoreng Jiwa' itu.


''Jika saja orang lain yang bertanya soal ini pasti akan kubunuh saat itu juga. jadi aku sarankan agar kau menjauhi apapun tentang orang ini agar dirimu juga nyawa cucumu selamat. meskipun kau tidak mengatakan kenapa sampai mencarinya, tapi bisa kutebak kalau dirimu sudah merasa terjepit dalam pelarianmu karena keluar dari partai 'Gapura Iblis' hingga ingin meminta bantuannya..''

__ADS_1


''Huhm., kau sangat aneh. orang yang sudah mati bagaimana bisa hidup kembali dan memberikan pertolongan. aku juga heran darimana dirimu bisa mengira kalau pemuda yang pernah menempati urutan teratas para pesilat muda dan menjadi musuh utama dari bekas partaimu itu berada di warung ini. otak tuamu sudah berganti potongan tahu atau gumpalan batu.?'' dengus Setan Gorengan mengejek.


Dalam hatinya Ki Payung Gendingan merasa gusar direndahkan seperti itu. namun dia tidak mau mengumbar amarah karena selain orang tua bungkuk itu berilmu tinggi, dia juga berhutang nyawa padanya. ''Sejujurnya sudah hampir sebulan lalu aku mencoba mencari tahu keberadaan si pincang. diriku yakin kalau orang ini kemungkinan masih hidup karena seorang sobat karibku di partai Gapura Iblis yang bergelar Pendekar Harimau Putih pernah memberiku petunjuk mengenainya sekaligus mewanti- wanti agar diriku merahasiakannya dari siapapun..''


''Kebetulan suatu ketika tanpa sengaja cucu perempuanku pernah kesasar di hutan yang tidak jauh dari daerah ini pada malam hari. saat itu kami terpaksa berpisah karena aku mesti memecah perhatian musuh yang sedang mengejar. meskipun diriku berhasil lolos tetapi cucuku sempat menghilang..''


''Untungnya dia berhasil kutemukan dalam keadaan selamat di tugu batas kadipaten ini atas petunjuk dari seseorang yang sengaja tidak mau menampakkan dirinya. dari penuturan cucuku, barulah aku tahu kalau dia telah diselamatkan oleh seorang pemuda yang pincang kaki kirinya dan membawa sebuah tongkat besi hitam..''


''Dengan senjata itu dua orang yang hendak menangkap cucu perempuanku dihabisi dalam sekejap mata, lantas orang ini membawanya ke belakang sebuah warung makan untuk sekedar mengisi perut dan beristirahat sebelum mengantarnya di batas tugu perbatasan kadipaten. biarpun malam gelap tapi cucuku punya penglihatan juga daya ingat yang bagus. dia yakin kalau tempat inilah warung makan itu..'' tutur Ki Payung Gendingan menatap tajam.


Mencorong pandangan mata si tua bungkuk. sesaat keduanya bentrok pandangan. meski hawa hitam dari wajan penggorengan yang menyelimuti ruangan itu sudah sirap tapi ketegangan justru semakin meningkat. tangan Ki Payung Gendingan menggenggam erat gagang payung tembaganya, bersiap menerima jika lawan menyerang.


Di luar dugaannya si tua bungkuk itu cuma mendengus. ''Huhm., sejak si pincang itu mati entah sudah berapa banyak orang yang mengatakan pernah melihatnya di suatu tempat. bahkan gilanya banyak juga orang yang menyamar menjadi dirinya hanya untuk menjadi terkenal dan ditakuti. Chuih., orang muda jaman sekarang sungguh edan dan kurang kerjaan. bisa- bisanya menjadikan seseorang yang miskin, pincang dan sudah lama modar sebagai idolanya.!''


''Aku tidak mau lagi mendengar segala omong kosong ini. segera pergi tempat ini atau terpaksa aku turun tangan keras padamu. tapi melihat keadaan cucumu yang masih kecil akan kuberikan sebuah petunjuk tempat persembunyian agar kalian bisa hidup tenang dari kejaran orang Gapura Iblis..''


''Kalau kau suka bisa pergi ke tempat rahasia itu untuk meminta perlindungan..'' tanpa menanti jawaban Ki Payung Gendingan, si Setan Gorengan lalu membisikkan beberapa kata padanya. tukang cerita itu terkejut saat si bungkuk menggurat sebuah gambar telapak tangan dengan beberapa garis mirip cahaya kilat di atas meja kayu. ''Apa kau mengenali lambang ini.?'' tanya si bungkuk. ''Jaa., jadi yang kau maksudkan adalah tempat rahasia perkumpulan 'Maling Kilat.?'' desis Ki Payung Gendingan dengan raut muka berubah hebat.

__ADS_1


..................


Silahkan menuliskan komentar Anda. Terima kasih 🙏.


__ADS_2