
Kalau berbicara tentang 'Tiga Iblis Kapak Raksasa' dulunya ketiga orang ini bersama belasan kawan mereka hanyalah sebangsa begundal rendahan yang kerjanya meminta uang secara paksa pada penduduk dikampung dengan dalih pajak keamanan desa. ilmu silat para begundal itu tidak ada yang tinggi. mereka hanya mengandalkan jumlah banyak untuk menakuti penduduk.
Mereka sengaja memilih desa- desa yang terpencil sebagai sasaran agar tidak terdengar oleh pihak keamanan, sebaliknya juga para penduduk juga kesulitan untuk melaporkannya pada pejabat kerajaan. tapi suatu ketika nasib sial menimpa mereka, disuatu kampung kecil yang menjadi sasaran itu bersembunyi seorang buronan. karena merasa terusik penjahat tua itu dengan kejam menghabisi belasan begundal tukang palak itu.
Dalam perkiraan buronan tua yang sudah lama diburu pihak kerajaan ini, semua begundal itu telah mati ditangannya. namun rupanya masih ada tiga orang yang tetap hidup meskipun sudah terluka sangat parah. melihat daya tahan tubuh ketiga orang itu, sang penjahat tua bernama Ki Cengkal Sirik Jaliteng merasa tertarik dan akhirnya menjadikan mereka sebagai murid.
Beberapa tahun kemudian dia mengirim ketiga muridnya untuk berguru pada seorang kenalan baiknya. dari guru kedua inilah tiga orang itu mendapat tambahan bekal ilmu silat dan senjata berupa kapak berukuran sangat besar. sejak saat itulah mereka muncul dirimba persilatan dengan menebar nama 'Tiga Iblis Kapak Raksasa.!'
Dalam golongan hitam cara menyerang lawan secara gelap, licik, kejam dan mendadak tanpa peringatan apapun adalah hal yang lumrah. tapi sungguh Tiga Iblis Kapak Raksasa tidak pernah menyangka kalau lawan berani berbuat lebih keji dengan menyerang seganas itu.
Yang membuat mereka semakin geram, tidak ada alasan apapun yang terucap dari mulut pemuda aneh ini kenapa mesti membunuh Ki Cengkal Sirik Jaliteng dan kini mengancam nyawa mereka. tidak ada lagi waktu untuk berpikir. jurus sakti lawan sudah menyambar datang. tiga kapak besar diputar setengah lingkaran lalu membacok saling bersusulan. tiga lapisan cahaya lebar hitam melibas udara. inilah jurus 'Tiga Kapak Gempur Bertumpuk.!'
Sesuai dengan namanya dalam serangan gabungan ini senjata kapak raksasa mereka akan membacok secara beruntun hingga lawan tidak bakal punya kesempatan untuk bertahan apalagi membalas serangan. belum lagi kekuatan jurus mereka juga berlipat tiga kali lebih kuat. selama ini jarang sekali ada yang sanggup lolos dari jurus gabung itu.
__ADS_1
Biarpun begitu ketiga orang ini juga tidak mau kepalang tanggung. tewasnya guru mereka cukup memberi bukti kalau siapapun adanya pemuda itu jelas punya ilmu kesaktian yang sangat tinggi. karenanya begitu melepaskan jurus gabungan itu, tubuh Tiga Iblis Kapak Raksasa bersamaan berpencar lantas kembali menyerbu dari tiga penjuru arah.
'Slaaaass., sraaaaatt.!'
'Whuuuutt., whuuuuutt.!'
Tidak terdengar suara ledakan dari beradunya ilmu kesaktian. tapi semak pepohonan yang berada disekitar kalangan berderak keras hingga sebagian bertumbang. bahkan mayat Ki Cengkal Sirik Jaliteng sampai turut juga terpental dihempas angin jurus kesaktian.
Meskipun sudah keburu berpencaran, malah si muka tirus sampai meloncat keudara, namun tetap saja sebagian tubuh mereka terasa perih tercabik angin pukulan sakti lawan yang memburu bagaikan cabikan cakar burung iblis. tiga orang ini cepat kerahkan tenaga dalam untuk mendesak hawa panas dan racun yang mulai merasuki tubuh lewat mulut luka.
''Buyar sigar awakmu.!'' rutuk si muka tirus. dari atas dia cuma lepaskan satu bacokan kapak langsung mengarah batok kepala lawan. meskipun begitu tenaga serangan jurusnya yang menbelah dari atas sanggup membuat permukaan tanah bergetar. orang ketiga yang punya luka bakar di dagu kiri tidak banyak bicara. setelah lebih dulu berkekebat tubuhnya sudah berada di belakang lawan. kapak besar terayun mengancam punggung dan belakang leher si pemuda.!
Diancam tiga serangan kapak yang semuanya menebar cahaya hitam tajam tidak membuat pemuda itu panik. sekilas terlihat seringai penuh hinaan tersunging dari bibirnya. tangan kirinya melambai kebelakang. entah dari mana meluncur cepat sebatang tongkat besi hitam yang menerobos kepungan kapak.
__ADS_1
Begitu tongkat besi hitam sudah tergenggam ditangannya, senjata itu diputar mengelilingi tubuh bagai perisai. gulungan sinar hitam dan deru angin panas turut mengiringi. tubuh pemuda itu bergerak doyong membungkuk kedepan dengan sikap kaku seperti mau jatuh. anehnya dia bukan saja mampu menghindar malah sanggup balik menghantam lawannya. puluhan kali terdengar bentrokan senjata yang diakhiri ledakan keras dan mentalnya tubuh tiga orang.
''Mentari sudah terbit sepenuhnya., nikmatilah kehangatannya karena itu cahaya pagi terakhir yang bisa kalian lihat.!'' seruan itu dibarengi dengan melesatnya puluhan bayangan telapak tangan merah berbau anyir darah. yang melibas ketiga arah. ''Jurus 'Tapak Darah Meminta Sedekah.!'' jerit si dagu luka bakar mengenali ilmu pukulan lawannya.
''Celaka., sialan. rupanya dia si 'Iblis Pincang Kesepian.!'' teriak si muka tirus terperanjat. ''Pincang keparat., ada sengketa apa diantara kita.?'' seru si pendek kekar meraung bingung bercampur ngeri. ketiganya sama berteriak dan memaki namun kapaknya juga tidak diam. dengan segala daya mereka membabat dan membacok untuk dapat menahan jurus sakti lawan yang memang sangat ditakuti sekalian bergerak menghindar sejauhnya.
Ketiganya sama menjerit tertahan. meskipun nyawa masih selamat tapi tubuh mereka juga terluka disambar angin pukulan lawan. senjata kapak juga hampir terlepas dari genggaman. berikutnya Tiga Iblis Kapak Raksasa hanya mampu lepaskan dua tiga bacokan kapaknya karena begitu tongkat besi hitam kepala tengkorak bergerak membabat dan menusuk, pertahanan merekapun jebol.
Jeritan parau diiringi semburan darah dari tubuh yang mencelat bertumbangan dan bau hangus menyengat hidung itu menandakan segalanya berakhir. jurus 'Tongkat Maut Sembilan Geledek Kematian' disusul 'Tongkat Kembar Cahaya Kegelapan' menyudahi riwayat hidup Tiga Iblis Kapak Raksasa. jika gurunya mati dengan raga utuh, mereka bertiga tewas dengan tubuh hancur nyaris tidak berbentuk.
Pemuda itu mendongak pejamkan mata. sinar matahari pagi menyorot wajahnya yang sedikit pucat. walaupun empat orang guru dan murid yang jadi korbannya itu bukanlah manusia baik- baik dan pantas untuk dihabisi, tapi jauh didalam lubuk hatinya dia tidak pernah merasa suka melakukan pembunuhan seperti ini.
Dengan dibantu tongkatnya dia melangkah terseok perlahan. seperti siput merayap. kaki kanan menapak kedepan yang kiri terseret mengikuti dibelakang. pemuda yang cacat kaki kirinya ini baru berhenti saat tiba didepan mayat si dagu terbakar yang sekujur tubuhnya berlubang hangus.
__ADS_1
Dengan ujung tongkat besi dia membongkar sebuah buntelan kain bernoda darah yang terikat dipunggung mayat itu. beberapa barang terlihat didalamnya. ada ratusan kepingan uang emas dan perak, perhiasan, seperangkat pakaian juga sebuah kotak kayu jati.
Ujung tongkat mengetuk hancur kotak kayu jati itu. selapis bau anyir busuk dan hawa hitam seakan semburat keluar dari dalam kotak itu. segulungan kain hitam ada disana. ujung tongkat mencungkil, gulungan kainpun terbentang. itulah sebuah bendera hitam dengan lukisan sepasang gapura besar berlatar rembulan purnama berlumuran darah.