
Puji Seruni harus mati- matian menekan hawa kemarahannya saat melihat goa tempat sang guru yang merawat dan mengajarinya ilmu silat pada masa lalu di penuhi banyak semak rumput dan sampah hingga terlihat sangat kotor tidak terawat dan berbau busuk. di dalam goa itu juga gurunya terbunuh dan di makamkan.
Kalau menuruti hawa dendamnya, gadis yang baru saja di landa kekesalan dan kecewa hati karena sikap si pincang yang dingin tanpa mau perduli perasaan orang itu pastilah sudah sejak awal main labrak. tapi berbekal sedikit pengalaman hidupnya dia lebih memilih untuk tetap menahan diri.
Selain itu kehadiran manusia bertubuh cebol yang tingginya cuma sepusar orang dewasa, kepala plontos dan bermata picak sebelah kiri itu cukup membuatnya waspada. meskipun dia tidak mengenal siapa orang kate gundul berkulit hitam yang berada di tengah murid- murid perguruan silat 'Naga Biru' ini.
''Kalian para murid perguruan Naga Biru harap segera tinggalkan tempat ini. daerah bukit dan goa di sini bukanlah wilayah Naga Biru, melainkan tempat pertapaan guruku Nyi Pariseta. diriku hendak mengambil kembali tempat ini dari cengkeraman para manusia berhati busuk. jadi enyahlah secepatnya.!'' bentak Puji Seruni gusar seraya cabut sepasang pedang 'Walet Emas' dari belakang pinggangnya.
Belasan murid perguruan Naga Biru seketika naik pitam. seorang murid dari tingkat utama yang bertubuh tinggi dan berkumis tipis maju menggertak, ''Gadis kurang ajar., setelah membunuh guru kami dan membuat hancur perguruan Naga Biru, apakah kau pikir kami semua akan diam saja. nyawamu bakal jadi tumbal kebangkitan perguruan silat Naga Biru.!''
''Haa., ha., ha., kalau tidak salah ingat namamu adalah Gahar Waja, salah satu dari dua puluh murid utama si bedebah Ki Galing Brajapaksi. rupanya dirimu suka sekali bermimpi muluk. lagi pula jika perguruan silat Naga Biru dapat kembali bangkit berdiri lantas siapa yang akan menjadi pimpinanannya.?''
''Aah aku tahu sekarang., mungkin kau sendiri sudah sejak lama mengincar jabatan itu. apa kau pikir diantara para murid utama perguruan silat Naga Biru cuma kau saja yang pantas jadi ketuanya.?'' sindir Puji Seruni mencoba untuk memecah perhatian lawannya.
Benar saja beberapa murid utama yang tersisa jadi saling lirik dan curiga. karena siapa yang bakal jadi ketua jika nanti perguruan silat Naga Biru bangkit kembali. bagaimanapun juga sebuah jabatan ketua perguruan silat sangat menarik hati para murid itu. hawa serakah dan persaingan mulai muncul di hati mereka.
''Bangsat., tutup mulut busukmu gadis keparat. kawan- kawan jang., jangan kalian dengarkan ocehan perempuan gila ini. dia., dia ha., hanya men., men., mencoba untuk me., mem., mecah belah kita.!'' rutuk orang bernama Gahar Waja itu tergagap karena tidak menyangka bakal menghadapi keadaan seperti ini.
__ADS_1
''Ooh kalau begitu kenapa dirimu jadi terlihat gugup seperti ini Gahar Waja. ataukah., diam- diam kau memang ingin menjadi ketua dari perguruan silat Naga Biru yang baru dengan memanfaatkan tenaga kami semua.?'' sahut salah satu murid utama lainnya yang tubuhnya lebih pendek namun kekar berotot. nama orang ini Suta Kaling. dalam kesehariannya dia memang sering bersaing serta berselisih dengan Gahar Waja.
''Suta Kaling., aku tahu kau iri denganku karena sejak tuan muda Hanggajaya tewas, guru lebih memberi perhatian dan harapannya padaku di bandingkan murid yang lainnya. tapi jangan karena masalah pribadi kau malah membuat kita semua terpecah oleh hasutan gadis licik itu.!'' bentak Gahar Waja mulai naik darah.
''Siapa bilang Suta Kaling iri padamu Gahar Waja. asal kau tahu saja sebelum guru memilihmu beliau sudah lebih dulu menawari Suta Kaling sebagai calon pewaris. namun dengan rendah hati dia menolak karena merasa belum pantas. meski ilmu Suta Kaling masih sedikit di bawahmu, tapi paling tidak dia bukan orang serakah seperti kau yang belum apa- apa sudah sok berkuasa.!'' sangkal murid lainnya yang di kenal dekat dengan Suta Kaling.
Pemuda ini bernama Bayu Siliran, dia adalah kawan karib Suta Kaling. sebenarnya semua yang dia ucapkan cuma karangannya belaka. meskipun pendiam orang bermata agak sipit ini punya sifat licik. dengan mengatakan itu dia berharap Suta Kaling mendapatlan simpati dan dukungan dari murid lainnya untuk menjabat ketua, karena terkesan dengan kerendahan hati Suta Kaling. hingga suatu ketika nanti Bayu Siliran yang menjadi wakil ketua perguruan Naga Biru.
''Keparat kau Bayu Siliran., jangan di sangka aku tidak tahu rencanamu. kau cuma berusaha memojokkan Gahar Waja yang lebih pantas untuk menjadi ketua Naga Biru di bandingkan Suta Kaling. lagi pula., selain dirimu tidak ada murid lain yang bisa menjadi saksi kebenaran dari omonganmu.!'' bantah murid lainnya yang jelas mendukung Gahar Waja.
Tanpa di sadari belasan murid perguruan Naga Biru itu sudah terpecah menjadi dua kubu yang berseberangan. pedang di punggung bahkan sudah ada yang terlolos dari dalam sarungnya. ini sangat ironis di saat perguruan silat mereka yang pernah ternama hancur, justru muridnya malah bersiap saling bantai hanya karena keserakahan berebut sesuatu yang belum tentu bisa di raih.
Puji Seruni tanpa sadar merasa prihatin. walau bagaimanapun juga semuanya masih murid paman gurunya. dulu Wiratama tunangannya pernah bercerita kalau di antara murid- murid perguruan Naga Biru terjadi perselisihan dan persaingan yang terpendam. mereka berebut ingin menjadi wakil ketua perguruan Naga Biru saat kelak Hanggajaya sang putra Ki Galing Brajapaksi menggantikan ayahnya memimpin perguruan silat itu.
Dari cerita itulah Puji Seruni mendapatkan akal untuk memecah belah mereka. tapi sayangnya keberhasilan yang sudah di depan mata sirnah karena orang cebol hitam plontos itu turut campur. ''Diam kalian semua dasar bocah- bocah dungu. aku kemari karena di tugaskan untuk menghabisi penghalang Naga Biru. tapi sekarang kalian semua malah hendak saling bunuh..''
''Jika demikian., perjanjian antara ketua kalian dengan perkumpulan kami bisa di anggap batal. sekarang juga aku pergi dari sini. urusi saja sendiri masalah kalian.!'' bentak orang cebol yang bentuk tubuhnya mirip tuyul gemuk itu. karena di lambari tenaga dalam tinggi suaranya terdengar menggelegar hingga membuat gendang telinga sakit mendengung.
__ADS_1
Seakan tersadar akan sesuatu masalah yang penting, kedua pihak sama bergerak mundur. ''Tuan utusan., harap jangan pergi dulu, kami hanya tersulut amarah sesaat karena gadis sialan itu..'' ucap Suta Kaling sambil menjura hormat. ''Benar sekali tuan utusan besar., kami tanpa sadar telah terhasut gadis licik ini..'' timpal Gahar Waja juga menghormat orang yang di panggil sebagai tuan utusan besar itu.
''Hak., ha., baguslah. tapi setelah aku lihat gadis murid Nyi Pariseta ini sangatlah cantik. terlalu sayang jika dihabisi begitu saja, lebih baik aku nikmati dulu sepuasnya baru setelah itu kuserahkan pada kalian. sekarang tunggu apalagi tangkap dia hidup- hidup. sehebat apapun dia tetap seorang diri. luka dalamnya kurasa juga belum pulih..'' seru orang.cebol itu sambil membuat isyarat tangan.
Serentak belasan orang murid berseragam biru bersulaman naga melingkari gunung itu mencabut pedang dari punggung masing- masing. Gahar Waja dan Suta Keling bersama dua murid lainnya mencelat ke atas. dari sana mereka meluruk tajam seakan berebut untuk memenggal kepala Puji Seruni.!
Delapan murid lain menyerbu gadis itu dari delapan penjuru arah. tikaman dan sabetan pedang mereka mengincar dada, punggung, perut hingga pinggang pahanya. dua belas bayangan pedang yang bersinar kebiruan bagai lesatan seekor naga sungguh membuat nyali lawan runtuh.
Tapi sayang yang mereka hadapi adalah gadis yang baru mengalami kekecewaan hati. dia butuh suatu pelampiasan. lawan yang datang mengancam seakan hanyalah sekumpulan mangsa yang siap di ganyang. sepasang pedang pendek bersinar keemasan berkelebat cepat membentuk perisai.
Denting senjata yang beradu berulang kali. pijaran api memercik memecah keheningan. belasan cahaya biru redup yang mengurung dua kilauan sinar kuning emas, berseling bentakan keras penuh dendam amarah. hari yang beranjak malam dan hujan gerimis yang mulai turun menandai pecahnya pertarungan sengit yang terjadi di bukit itu.
Orang cebol hitam telanjang dada itu sedikit tertegun. dia tidak menyangka kalau gadis cantik bernama Puji Seruni itu dapat bertahan di dalam kurungan pedang para murid Naga Biru. meskipun baru berlangsung lima jurus lebih, tapi si cebol bisa memastikan semua murid perguruan Naga Biru itu bakal kesulitan meringkusnya.
*****
Asalamualaikum., salam sejahtera dan sehat selalu.
__ADS_1
Silahkan tulis komentar, kritik saran, like👍vote juga favorit👌jika anda suka. tolong juga Share novel PTK ini dan 13 Pbh pada teman" yang lainnya. Terimakasih. Wasalamualaikum.