Pendekar Tanpa Kawan

Pendekar Tanpa Kawan
Angkat aku sebagai gurumu.!


__ADS_3

Dalam rimba persilatan saat itu, banyak sekali bermunculan perkumpulan dan partai silat baik dari aliran hitam maupun putih. kaum nelayan punya perkumpulan sendiri yang menjadi tempat sandaran perlidungan dan keamanan bagi mereka jika bertemu suatu masalah. demikian juga golongan para pedagang, petani, peternak dan lainnya juga punya wadah perkumpulannya sendiri.


Bahkan para maling, pencopet, pengamen dan tentu saja tidak ketinggalan kaum pengemis juga mempunyai perkumpulan silat sendiri sebagai tempatnya berlindung.


Semua ini secara tidak langsung juga di sebabkan oleh hilangnya kepercayaan orang pada pihak kerajaan. waktu itu Majapahit sudah di ambang kehancuran, dimana- mana terjadi pemberontakan dan kekacauan. banyak kerajaan kecil yang dulunya menjadi bawahan Majapahit sudah memisahkan diri. sementara dalam lingkungan keraton juga terjadi pengkhianatan dan perselisihan untuk berebut kekuasaan.


Jika para pembesar kerajaan sudah berbuat demikian, maka tidak ada lagi pikiran untuk melindungi dan memikirkan kebutuhan rakyatnya, karena jabatan dan kekuasaan saja yang menjadi tujuan utama mereka.


Bicara tentang perkumpulan kaum pengemis saat itu ada beberapa perkumpulan yang bisa dianggap terbesar. salah satunya adalah perkumpulan pengemis 'Sembilan Tambalan' yang ada di daerah pasundan jawa barat. meskipun demikian para pentolan persilatan dari kaum pengemis baik yang tergabung dalam perkumpulan maupun yang tidak berpartai, tidak perduli mereka beraliran putih maupun hitam, hampir semuanya akan sama menunjukkan rasa hormat dan segan jika bertemu dengan orang tua yang bergelar 'Gembel Sakti Mata Putih.!'


Hal ini dikarena pengemis tua yang umurnya sudah hampir sembilan puluh tahun dan konon mempunyai tingkat ilmu kesaktian yang sulit diukur itu sudah dianggap sebagai sesepuhnya kaum pengemis di dunia persilatan. dan rupanya hari ini si 'Iblis Picak Buntelan Kuning' sedang ketiban kesialan, karena harus bertemu dengannya. tapi biarpun merasa rada gentar si nenek tetap tidak mau terlihat lemah atau menyerah begitu saja. otaknya mulai berputar mencari akal muslihat.


''Kenapa kau berusaha melindungi mereka, ada hubungan apa mereka dengan dirimu.?'' tanya si nenek picak berusaha menyelidik. sambil berusaha menindih hawa amarahnya. dia sadar kalau orang tua yang ada di hadapannya sungguh tidak boleh dibuat main- main. sekali dia salah bertindak nyawanya bisa melayang. tapi untuk melepas kedua bocah yang dia yakini membawa lembaran kulit berisi petunjuk 'Rahasia Ramuan Peningkat Tenaga Dan Panca Indera' itu, dia merasa sayang dan enggan. terpaksa si nenek picak mencoba mengulur waktu dan bersiasat.


''Sudah kukatakan aku suka dengan kedua bocah ini. sekarang diantara kami belum ada hubungan apapun juga., tapi mungkin saja sebentar lagi semua itu bisa berubah.!''jawab orang tua berjuluk Gembel Sakti Mata Putih itu sambil menyeringai. seketika ucapannya menjadi pertanyaan di benak kedua remaja gelandangan itu.


''Belum ada hubungan apapun, tapi sebentar lagi bisa berubah., ucapan kakek bermata putih tadi cukup aneh. sebenarnya apa maksudnya.?'' pikir mereka saling pandang.

__ADS_1


''Tapi kedua bocah itu telah mengambil suatu barang yang menjadi milikku.!'' bantah si nenek sambil perlahan menggeser tubuhnya mendekati Pranacitra dan Srianah. ''Hhmm., barang apa yang kau maksudkan, jangan coba bicara dusta padaku. aku yakin kedua bocah ini tidak melakukan apa yang kau tuduhkan.!'' si kakek buta balik mendamprat.


Saat tanya jawab terus berlangsung jarak antara nenek tua yang cuma punya sebelah mata ini dengan Pranacitra serta Srianah tinggal lima langkah lagi jauhnya.!


Iblis Picak Buntelan Kuning menyeringai kejam. dengan tanpa suara sedikitpun dia kembali menggeser tubuh. berikutnya tubuhnya berkelebat cepat kesamping, tangan kirinya yang kurus hitam dan berkuku tajam bergerak menyambar tubuh kedua bocah buruannya. sementara senjata buntelan kuningnya di hantamkan kedepan hingga menimbulkan deru angin keras berhawa sebusuk bangkai. cahaya redup kekuningan turut mengiringi serangannya.


Rupanya si nenek picak bermaksud untuk menahan gerakan Gembel Sakti Mata Putih yang mungkin bakal mencegahnya. tapi alangkah terkejutnya dia saat menyadari kalau orang tua buta itu sudah tidak ada di tempatnya berdiri hingga serangan mautnya cuma menghantam tempat kosong.!


Belum hilang rasa kagetnya, dia merasakan ada sambaran tenaga panas yang datang menggulung lengan kirinya. tanpa banyak pikir kembali si nenek langsung hantamkan butelan kain kuningnya ke kiri. sementara tangannya berubah dari mencengkeram menjadi gerakan membabat dan mencabik.!


'Whuuk., whuut., Sraaat.!'


Dalam sekejab mata saja sudah terjadi beberapa kali sambaran jurus pukulanan dan ilmu kesaktian yang diakhiri suara dentuman keras yang mengetarkan seantero hutan itu. Iblis Picak Buntelan Kuning mengeluh tertahan, tubuhnya mencelat beberapa tindak kebelakang. terlihat tangan kirinya terkulai lemas, wajahnya mengkelam. mungkin dia sudah terluka cukup berat.


Hanya dua langkah di hadapan Pranacitra sudah berdiri menghadang si kakek buta. entah kapan dan cara bagaimana orang tua ini bergerak. hingga dia mampu mengetahui sekaligus menghadang si nenek picak yang berniat menyergap kedua remaja itu.


Tanah dan hamparan rumput di depan si kakek terlihat terbongkar, layu kering dan membusuk akibat bentrokan ilmu kesaktian yang di lakukan kedua tokoh silat kawakan dari aliran yang berbeda ini.

__ADS_1


''Kakek pengemis., nenek jahat itu telah membunuh guruku Ki Suta, dia terus mengejar kami berdua karena ingin merebut lembaran kulit berisikan sebuah rahasia ilmu pengibatan tingkat tinggi yang dimiliki guru..'' ucap Srianah sambil berlutut di depan pengemis buta itu. ''Aku harap kakek sakti yang budiman dapat menolong kami, sekaligus menghukum nenek jahat bermata satu itu agar dia tidak dapat berbuat kejahatan lagi.!''


''Bocah tengik sialan., hentikan ocehanmu. lembaran kulit itu sudah seharusnya menjadi milikku setelah melalui pertarungan sengit dengan seorang musuhku. tapi pada detik terakhir justru bangsat bernama Resi Bajul Getih tiba- tiba muncul dan merebutnya dari mayat musuhku itu. aku yang susah payah beradu jiwa tapi keparat itu yang mendapat hasilnya. karena itu cepat kau kembalikan lembaran kulit itu padaku.!'' gertak si nenek picak penuh kebencian sambil mengurut tangan kirinya yang semper.


''Hak., ha., rupanya begitu. baiklah jika kalian ingin aku menghukum nenek picak itu, cepat angkat aku sebagai gurumu., sekarang juga.!'' kata si kakek buta dengan suara berat. Srianah langsung bersujud. dengan penuh keyakinan dan rasa hormat dia menjawab ''Guru yang mulia., Gembel Sakti Mata Putih. terimalah salam hormat dan sembah sujud muridmu., Srianah.!''


Sementara si pemuda pucat penyakitan yang berada di sampingnya hanya berlutut menghormat tanpa bicara apapun. meskipun merasa heran tapi orang tua itu seperti tidak perduli.


Lain pula dengan si Iblis Picak Buntelan Kuning, dengan resminya mereka sebagai guru dan murid, berarti dia terpaksa harus beradu nyawa dengan Gembel Sakti Mata Putih. saat masih segar bugar saja dia kesulitan memghadapi kakek buta ini. apalagi sekarang tangan kiriinya patah semper akibat bentrokan jurus kesaktian tadi. seketika muncul pikiran untuk kabur dari tempat itu. tetapi ini juga bukan sesuatu yang mudah untuk di lakukan.


''Nenek tua bangka bermata picak., hari ini kutetapkan sebagai hari kematian bagimu.!'' bentak Gembel Sakti Mata Putih. bersamaan kedua tangannya diangkat sejajar dada. dua buah sinar putih terang berbentuk lingkaran muncul dari kedua telapak tangannya. pucat pias wajah si nenek picak.


''Sepasang Sinar Lingkaran Dewa.!'' seru Iblis Picak Buntelan Kuning mengenali ilmu kesaktian lawannya. dengan nekat si nenek kerahkan seluruh tenaga dalamnya ke dalam senjata buntelan kain kuningnya. bergumpal- gumpal asap kuning pekat berbau busuk menghampar. saat senjata itu dihantamkan, cahaya kuning disertai asap berbau busuk menggebrak dahsyat.!


Selama malang melintang dalam kancah persilatan, Iblis Picak Buntelan Kuning sangat mengandalkan ilmu yang dinamai 'Gumpalan Kuning Pembungkus Nyawa' ini. bersamaan itu di penjuru lain dua buah lingkaran sinar putih yang menyilaukan mata juga melabrak ke muka. tanpa ampun dua ilmu kesaktian bertemu di udara. ledakan sekeras gunung meletus terdengar. cahaya asap kuning bergulungan dengan sambaran sinar putih keperakan. Pranacitra mendekap erat tubuh Srianah. namun mereka berdua tetap terhempas bergulingan akibat hentakan gelombang tenaga sakti yang menyebar ke delapan penjuru arah mata angin.!


*****

__ADS_1


Mohon tulis Coment, kritik dan sarannya. juga LikeπŸ‘ bila anda sukaπŸ‘Œ Terimakasih.πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2