Pendekar Tanpa Kawan

Pendekar Tanpa Kawan
Kusir Picak Muka Bopeng.


__ADS_3

Sekilas bila orang lain melihat suasana di dalam ruangan remang gelap yang menjadi tempat pribadi 'Sesesepuh Bungkuk Mata Buta' itu hanya akan merasakan keheningan dan santai. namun jika sedikit lebih lama berada di dalam sana, mereka baru akan mengalami suatu tekanan hawa kesaktian yang menindih tubuh luar dalam.


'Pendekar Harimau Putih' masih berlutut sambil mencekal erat senjata tombak mata golok kepala harimau. dia mesti kerahkan tenaga dalamnya agar tidak terluka dalam oleh hawa kesaktian yang bersumber dari orang tua bungkuk buta dan sedang duduk menikmati minumannya. meskipun tidak terlihat ada hempasan ilmu kesaktian namun tekanan tanpa wujud ini benar- benar serasa membuat seluruh otot serta tulangnya terbetot remuk.!


Seiring habisnya wedang temulawak kunyit di cawan minumnya, Sesepuh Bungkuk Mata Buta perlahan berdiri. tekanan yang menindih turut pula menghilang. tanpa dapat ditahan lagi Pendekar Harimau Putih muntah darah. ''Meskipun Nyai Dupa Tumbal adalah seorang pengkhianat yang meninggalkan rekannya saat sedang bertugas, tapi membunuh kawan sendiri seperti yang kau lakukan juga tetap suatu kesalahan berat..''


''Luka dalam yang kau terima hari ini anggap saja sebagai ganti hukumanmu. masalah ini jangan sampai bocor ke telinga orang lain. aku akan menemui 'Sesepuh Dewa Kikir' untuk membicarakan semuanya. lima orang yang kita kirim ke gunung Ciremai itu bukanlah pesilat sembarangan..''


''Dalam partai 'Gapura Iblis' ini mereka juga termasuk yang terbaik terutama si 'Gadis Berwajah Tengkorak'. wanita itu bahkan sempat mengikuti yang mulia ketua partai barang beberapa bulan dan mendapatkan penyempurnaan ilmunya. Huhm., kampret sialan., aku penasaran siapa orang yang berada di balik semua masalah ini.!'' dengus si tua bungkuk gusar.


''Ketua pasti murka kalau dia sampai mendengar Gadis Berwajah Tengkorak turut binasa di gunung Ciremai. karena bagaimanapun juga perempuan muka setan itu termasuk salah satu pesilat inti andalan partai Gapura Iblis bagian dalam. kau boleh pergi keluar lewat jalan lain. soal si 'Bintang Culas Pemabuk' yang berani meminta suap darimu, akan segera aku suruh orang untuk menghukumnya..''


Di dalam partai Gapura Iblis terdapat dua golongan pesilat. yang pertama adalah anggota pesilat luar yang tersebar di dunia luar dan kerjanya melaksanakan perintah para atasan. diantara mereka adalah si 'Harum Beracun, Ki Karwa Manggala alias 'Setan Berjari Iblis, 'Sepuluh Cincin Pembunuh' juga Pendekar Harimau Putih.


Golongan kedua adalah kaum pesilat inti. jumlah kelompok ini tidak banyak dan mereka lebih sering tinggal di dalam lingkungan partai serta jarang keluar di dunia ramai kecuali sedang mengemban tugas berat yang sulit di selesaikan para anggota Gapura Iblis yang berada di luaran. salah satu diantara mereka adalah si Gadis Berwajah Tengkorak.


Lelaki tinggi besar setengah umur itu perlahan bangkit. sambil menyeka sisa darah diujung bibirnya dia membungkuk hormat. ''Apakah tuan sesepuh masih ada tugas lain yang perlu hamba lakukan.?'' orang tua itu terdiam sesaat baru menjawab. ''Kau selidiki tentang si pincang. apapun mengenai orang itu mesti kau laporkan padaku.!''

__ADS_1


''Aku ingin pemuda setan itu mampus secepatnya. kau paham.!'' Pendekar Harimau Putih agak terperanjat tapi segera menyahuti. sekali bergerak dia tinggalkan tempatnya. si bungkuk mendengus hempaskan ujung jubah hitamnya. bagaikan seekor kelelawar dia berkelebat dan turut lenyap dari sana. pintu ruangan itupun secara aneh tertutup kembali dengan sendirinya.


 ----------


Seorang gadis lima belas tahunan berbaju rombeng kebesaran warna hitam itu masih terlihat tenang meskipun dia dikelilingi oleh sepuluh orang bertampang bengis dan membekal senjata tajam. dilihat dari pakaian mereka yang berlainan mereka bukanlah dari satu kelompok tapi jelas punya tujuan yang sama.


Orang yang paling tua dan mungkin menjadi pimpinannya adalah seorang perempuan setengah umur berpakaian putih dan membekal sebilah pedang yang matanya berlekuk dan bersisik mirip badan ular. ujung gagang pedang juga berukiran kepala seekor ular yang lapat- lapat memancarkan cahaya putih redup.


Dalam rimba persilatan perempuan ini adalah seorang yang punya nama di daerah timur hingga seberang lautan. dia dikenal sebagai Nyi Sawer Pethak atau si 'Ular Putih Licin'. kepala rampok perempuan yang terkenal kejam. selain itu ada empat orang lelaki yang sama memakai baju coklat tanpa lengan. biarpun mereka berempat tidak membekal senjata tapi mempunyai sepasang lengan dan kepalan tangan yang besarnya nyaris tiga kali tangan umumnya.


Empat orang ini juga bukan pesilat kelas rendahan karena julukan 'Empat Begal Bogem Gunung' cukup terkenal sebagai para perampok ganas di wilayah timur sama dengan Nyi Sawer Pethak. bedanya jika perempuan ini datang dengan membawa serta lima orang anak buahnya, mereka selalu bergerak hanya berempat saja.


Sebuah cambuk berduri besi tergenggam erat di tangan kanan gadis itu. dengan gaya tidak perduli seolah meremehkan bibir tipisnya tersenyum mencibir. ''Chuih., kalian semua tiba- tiba saja datang hendak main keroyok. biarpun diriku tidak takut menghadapi suatu pertarungan tapi kurasa kaum perampok seperti kalian telah salah mencari sasaran. coba lihat., aku ini cuma orang kere..''


''Hek., he., he., gadis yang disebut sebagai 'Kusir Picak Muka Bopeng' ini menarik juga. biarpun wajahnya cacat dan bermata picak tetapi mataku tetap tidak dapat ditipu karena dibalik baju hitamnya yang gombrong itu pasti tersembunyi bentuk tubuh yang menggoda..'' ucap salah satu dari Empat Begal Bogem Gunung yang paling pendek terkekeh mesum. ketiga rekannya turut tergelak.


''Kalian berempat sebaiknya segera diam.!'' bentak Nyi Sawer Pethak. ''Ingatlah tugas ini sangat penting. jangan sampai usaha kita yang sudah bersusah payah mencari keberadaan bocah ini menjadi sia- sia hanya karena menuruti nafsu liar kalian. salah- salah., kita semua bisa celaka.!''

__ADS_1


Biarpun kurang suka dengan ucapan Nyi Sawer Pethak alias si Ular Putih Licin namun empat orang bertangan besar itu juga tidak membantah. biarpun sesama begal rampok yang sama bercokol di wilayah timur tapi hubungan di antara mereka juga tidak buruk dan saling menghargai daerah kekuasaan masing- masing. lagi pula., mereka juga punya tuan yang sama.


''Bocah perempuan picak. kami punya suatu pertanyaan penting yang mesti kau jawab. kami menyirap kabar kalau beberapa bulan lalu dirimu pernah bertemu dan bertarung dengan seorang pemuda pincang yang dijuluki sebagai 'Setan Pincang Penyendiri'. belakangan ada yang bilang kalau dirimu punya hubungan baik dengan si keparat itu..''


''Kau tidak usah coba menyangkal atau mencari tahu dari mana kami mendapatkan kabar itu. karena jika hampir semua pihak di dunia persilatan selalu mengatakan segala keburukannya, kau sebaliknya., malah justru membela si pincang sialan itu bahkan tidak segan untuk melabrak siapapun yang berani menghinanya. sekarang katakan dimana terakhir kalinya kau berjumpa dengannya.!''


Mata gadis yang tinggal sebelah kanan itu sekilas seperti memancarkan cahaya tajam yang mengiriskan. dalam hatinya dia tidak menyangka kalau gerombolan lawannya sedang mengincar keberadaan dari seorang pemuda kenalannya yang sudah dia anggap sebagai orang paling dekat dengan dirinya.


Otak gadis ini cepat bekerja. meskipun dia punya bekal ilmu silat lumayan hebat, tapi jika harus menghadapi keroyokan dari sepuluh orang itu jelas sangat merepotkan. bahkan bisa jadi dialah yang akan jadi pecundang. diam- diam seluruh tenaga dalamnya sudah tersalur kedalam cambuk berduri besi.


''Sungguh sial. tidak kusangka perbuatanku selama ini malah bisa menjadi titik lemah si 'Muka Pucat Dingin' itu. jika aku tidak salah menduga mereka sengaja mengincar diriku agar dapat memancing kemunculan sobat pincangku. aku tidak boleh menyerah apa lagi membuat dia malu karena punya teman yang lari dari tanggung jawab. lebih baik mati dari pada membuatnya celaka. lagi pula., aku juga belum tentu kalah..'' pikirnya dalam hati.


Gadis itu cuma nyengir sambil menunjuk ke salah satu dari Empat Begal Bogem Gunung. ''Tadi kau bilang tubuhku bagus. sejujurnya aku jadi rada tersanjung. sebagai hadiah atas pujianmu akan kutunjukkan tubuh indahku..'' mata empat orang rampok juga kelima lelaki kasar anak buah Nyi Sawer Pethak sama melotot karena gadis yang di sebut sebagai si Kusir Picak Muka Bopeng itu dengan gaya santai dan genit benar- benar membuka baju hitamnya sebelah atas.


Sepasang bahu putih berhias luka bakar tersingkap. mata kaum lelaki semakin liar menatap tidak berkedip. saat itulah gadis picak ini sedikit membungkuk dan membalik tubuh setengah lingkaran. cambuk berduri besi di tangan kanannya menghentak keras. selarik cahaya merah bara api berkelebat menyambar ganas.!


*****

__ADS_1


Silahkan tulis komentar Anda👌. Terima Kasih🙏.


 


__ADS_2