
Suasana di dalam ruangan gubuk kayu itu menjadi sunyi untuk beberapa saat lamanya. kepala Pranacitra sedikit mendongak ke atas. di sana nampak ada beberapa titik cahaya terang yang menerobos celah genting atap gubuk pertanda kalau waktu sekarang ini mungkin sudah hampir tengah hari.
Meskipun pemuda pincang ini tidak tahu jelas sudah berapa lama berlalu sejak pertarungan antara dirinya dengan dua orang tua bertubuh aneh serta mempunyai ilmu kesaktian yang sangat sulit diukur itu, tapi Pranacitra seakan tidak perduli karena karena yang dia inginkan saat ini adalah mandi dan makan. tubuh dan pakaiannya kotor. selain itu perutnya juga merasa kelaparan.
Matanya sekilas melirik meja yang berada di dalam gubuk. tidak nampak sesuatu di atas meja itu kecuali kendi berisi air minum. Di hadapannya juga masih berdiri si 'Benalu tua' dan pasangannya si 'Kutu Bangkotan'. dia melihat Benalu Tua yang bertubuh tinggi gemuk seperti sedang gusar sembari pegangi perutnya yang besar. beberapa kali terdengar bunyi 'krruukk., kruukk..' cukup keras pertanda perempuan tua itu sedang sangat lapar.
''Bocah pincang., apakah kau tidak merasa heran atau curiga kenapa kami sebagai dua orang sesepuh utama partai 'Gapura Iblis' sampai mau melakukan semua ini termasuk juga mengatakan soal rahasia besar dari 'Goa Keramat Cendawan Iblis' yang sudah lama menjadi incaran ketuanya.?''
Pranacitra hanya diam karena dia tahu kalau si Kutu Bangkotan akan menjawabnya sendiri. ''Semua ini dikarenakan sebuah cerita rahasia tentang pengkhianatan yang terjadi di masa lalu..'' belum sempat kakek ceking ini melanjutkan ucapannya, Benalu Tua sudah memotong dengan suara agak menghardik. ''Heih., sudahlah nanti saja kau katakan lagi semuanya pada bocah ini. sekarang juga carikan aku makanan. rasanya perutku sudah tidak dapat bertahan lagi.!''
Kakek ceking itu hanya bisa menghela nafas sambil geleng- gelengkan kepalanya sebelum berseru. ''Hoii bocah brewok besar., cepat carikan kami makanan juga daging binatang buruan.!'' meskipun Pranacitra tidak tahu Kutu Bangkotan sedang berteriak pada siapa namun dari ucapan 'bocah brewok besar' membuatnya jadi teringat pada seseorang.
''Kawanmu si 'Pendekar Harimau Putih' itulah yang kami suruh turut serta dalam permainan tipu muslihat untuk menyelamatkan dirimu dari dalam liang kuburan. kau termasuk sudah berhutang nyawa padanya..'' jelas si Kutu sembari ujung jari kelingkingnya mengorek- korek hidung.
''Huhm., lama sekali dia bekerja..'' dengus Benalu Tua geram berjalan mondar- mandir. butiran keringat mengalir dari tubuh si nenek hingga jubah merah muda dengan gambar bunga- bunga yang dia pakai nampak mulai basah. melihat kejadian itu Kutu Bangkotan rada berubah air mukanya. ''Sudah separah itukah. apa kau tidak bisa menahannya lebih lama.?''
__ADS_1
Dari air muka dan cara bicara Kutu Bangkotan si pincang Pranacitra dapat merasakan suatu kekhawatiran yang tertahan. ''Untuk saat ini diriku mungkin masih dapat bertahan tapi waktunya mungkin hanya dua kali penanakan nasi saja..'' keluh Benalu Tua. tubuhnya yang tinggi besar dan gemuk menegang saat telapak tangan di Kutu menggebuk punggung sekalian menotok jalan darah di lambungnya.
Dari hidung dan mulut si Benalu Tua keluar hembusan udara kotor dan panas. meskipun butiran keringatnya masih menetes di tubuh tapi keadaannya terlihat lebih tenang. dengan pandangan penuh rasa sayang dan terima kasih dia menatap si Kutu Bangkotan yang telah menemaninya selama puluhan tahun. entah kenapa dalam hati Pranacitra timbul perasaan haru serta hormat yang mendalam melihat cinta kasih kedua orang tua ini yang mungkin agak menggelikan di mata orang lain.
Pintu gubuk kayu itu terbuka perlahan. kepala seorang lelaki brewok melongok ke dalam. sikapnya agak takut- takut seperti seorang pencuri. ''Eeh., jadi kau sudah sadar. baguslah kalau begitu..'' seru lelaki lima puluhan tahun yang memang Pendekar Harimau Putih itu gembira melihat Pranacitra. ''Kedua sesepuh, aku sudah dapatkan seekor menjangan. dua ekor ayam hutan dan buah salak liar. semua ada di luar gubuk..''
Belum habis dia bicara, si Benalu Tua sudah menerobos keluar gubuk. entah setan lapar apa yang berada dalam perut nenek tua itu. begitu melihat seonggok buah salak yang tergeletak di pelataran gubuk dengan cepat tangannya mengambil empat atau lima butir buah salak sekaligus. gilanya tanpa lebih dulu dikupas kulitnya, semua buah itu langsung dia telan begitu saja.!
Kecuali Kutu Bangkotan yang sudah terbiasa melihatnya, baik Pranacitra maupun Pendekar Harimau Putih sama terperanjat dengan cara makan si nenek. dalam waktu sepuluh tarikan nafas onggokan buah yang mungkin berisi lebih empat puluh butir salak itu sudah masuk ke dalam perut besar Benalu Tua. suara sendawa kecil terdengar dari mulutnya.
Empat orang duduk mengitari perapian yang berkobar di tengah kelebatan hutan. sinar matahari siang hanya sesekali saja dapat menembusi dahan dedaunan disana. aroma kelezatan daging berbumbu yang terbakar api membuat hidung si Benalu Tua kembang kempis. beberapa kali tangannya sudah tidak sabar untuk mengambil potongan daging menjangan dan ayam hutan tapi si pincang terus saja melarangnya.
Meskipun berhadapan dengan dua orang sesepuh Gapura Iblis yang berilmu sangat tinggi sekaligus penyelamat jiwanya namun Pranacitra tidak pernah merasa sungkan jika ada yang hendak nekat menyerobot masakan buatannya sebelum makanan itu matang sempurna.
''Jika melihatmu sekarang ini, aku jadi ingat dengan dua orang kakak beradik Sentanu dan Sintani yang menjadi tukang masak di dalam partai Gapura Iblis. dulu kami berdua pernah makan bersama dengan ketua terdahulu yang berarti juga dia masih terhitung kakekmu. rasa masakan mereka tidak tertandingi..'' puji Kutu Bangkotan mengenang masa lalu.
__ADS_1
''Aah benar juga., pasti kau mewarisi bakat memasak dari ayahmu. Eeh, bocah pincang. apakah sekarang semuanya sudah matang.?'' tanya si Benalu tidak sabaran. saat bicara air liurnya sampai menetes dan muncrat- muncrat. Pranacitra hanya mengangguk sambil tangannya memberi isyarat pada semua orang untuk mulai makan.
Potongan daging menjangan dan dua ekor ayam hutan itu keseluruhan ada enam puluh potongan. dalam sekejap tiga puluh potong sudah berpindah ke perut besar si Benalu, sepuluh lagi masuk kantong bajunya. sedang sisanya dibagi oleh mereka bertiga. masing- masing mendapatkan enam atau tujuh potong daging panggang.
Sebenarnya bagi Pranacitra bukan masalah banyaknya makanan yang dia dapatkan tapi yang terpenting adalah jika dia melihat senyum kepuasan dari orang lain yang telah mencicipi masakan buatannya. karena itu adalah suatu kebahagiaan tersendiri bagi dirinya. tidak lama kemudian semuanyapun ludes tidak bersisa. mereka berempat sama meneguk kendi tuak dan air putih sebagai penutup.
''Sekarang bisakah kakek dan nenek sesepuh yang budiman untuk melanjutkan obrolan kita bertiga tadi yang sempat tertunda.?'' si Benalu mengusap mulutnya yang berlepotan minyak daging sebelum menjawab. ''Seperti yang tadi sempat kami bilang padamu, segalanya berawal dari sebuah pengkhianatan rahasia..''
''Selama ini banyak orang yang mengira kalau jabatan pimpinan partai Gapura Iblis hanya di berikan kepada keturunan sang ketua saja. padahal sejak awal pendiri partai ini belum sempat memiliki keturunan. ketua partai berikutnya adalah turunan dari para muridnya sendiri yang telah berkhianat.!''
''Ini adalah sebuah rahasia terbesar dari partai aliran hitam terkuat dunia persilatan. tidak ada seorangpun yang tahu masalah ini kecuali kami berdua. jangankan dua orang sesepuh Gapura Iblis lainnya, sang ketua gila yang sekarangpun juga tidak mengetahui kalau sebenarnya dia dan juga mendiang bapaknya tidak mempunyai pertalian darah apapun dengan sang pendiri partai Gapura Iblis sejak lebih dua ratus tahun lalu.!'' timpal si Kutu Bangkotan setengah mencibir.
Pendekar Harimau Putih batuk dan tersedak. tuak yang baru dia tenggak sampai tersembur keluar. untung dia keburu palingkan mukanya, jika tidak pasti akan membuat basah baju si nenek yang sedang duduk menggerogoti kaki menjangan bakar. di lain pihak Pranacitra juga merasa sangat terperanjat. dia tidak pernah menyangka kalau ada rahasia lain yang terpendam lama dalam partai Gapura Iblis.
*****
__ADS_1
Mungkin besok sore atau minggu pagi PTK dan 13 Pb ada update. 🤫