Pendekar Tanpa Kawan

Pendekar Tanpa Kawan
Kembar empat.?


__ADS_3

Keheningan kembali menyelimuti ruangan goa rahasia yang berada di bawah jurang berkabut racun itu. nyala api obor batu yang tertancap tengah lantai ruangan goa itu sedikit meredup hingga suasana menjadi lebih remang gelap. sisa aroma anyir darah disertai bau daging hangus yang masih tercium makin membuat perasaan jiwa digeluti keseraman.


Orang berjubah putih itu juga masih berdiri ditempatnya. gumpalan api dan lelehan darah merah yang menyelimuti telapak tangannya perlahan menghilang. seolah tanpa bergerak, tahu- tahu tubuhnya sudah berada dilantai tiga undakan batu. meskipun raut wajahnya tidak terlihat jelas, tapi kedua matanya yang dingin nampak sedang menatap lukisan besar lambang partai 'Gapura Iblis' yang berada di dinding ruangan goa.


''Hhmm., lukisan didinding goa ini sudah ada sejak masa yang lampau. jika saja tidak teringat pesan dari para leluhur kita yang melarang partai Gapura Iblis untuk keluar sarang sebelum kekuatan kita benar- benar dapat pulihkan, rasanya jiwa tuaku ini sudah tidak dapat lagi menahan diri untuk terus berada dibalik kegelapan..'' terdengar helaan nafas dan keluhan dari seorang tua bernada kesal dari balik sudut kegelapan.


''Sesepuh Bungkuk Mata Buta'., sejak kapan kau berada disini tanpa ada perintah untuk menghadapku.!'' tegur si jubah putih tanpa memalingkan dirinya. suaranya dingin dan datar tanpa mengandung suatu perasaan apapun, hingga tidak dapat diketahui apakah dia sedang marah, sedih atau gembira. meski demikian nada bicara seperti itu justru menimbulkan perasan seram dan tidak nyaman bagi siapapun yang mendengarnya.


Sekelebat bayangan hitam muncul bagaikan sosok setan gentayangan. sosok bertubuh bungkuk itu lantas berdiri beberapa langkah dari tiga undakan lantai batu dan menjura hormat pada si jubah putih. ''Harap maafmu., sejujurnya aku belum lama berada disana, tapi semua yang dikatakan oleh 'Nenek Iblis Berkaki Ganco' juga sempat terdengar olehku. walaupun semuanya sangat mengejutkan namun aku tidak yakin akan kebenarannya..''


Orang tua bungkuk berjubah hitam itu angkat sedikit kepalanya, kini terlihatlah dua buah rongga gelap di kedua matanya. rupanya orang tua ini selain bungkuk juga bermata buta. dia sengaja hanya diam sesaat lamanya dan baru berani meneruskan ucapan setelah si jubah putih tidak mengatakan apapun. ''Sebenarnya aku merasa harus menghadapmu karena ada berita penting yang mesti kusampaikan padamu..''

__ADS_1


Si jubah putih menyeringai sinis, ''Memangnya berita penting apa yang kau bawa kali ini, biar aku tebak., anak buahmu yang berkeliaran diluar sana telah gagal dalam menjalankan tugasnya menghabisi si pincang pada pertarungan di lereng Merapi. kurasa ini mirip suatu lawakan yang tidak lucu..''


''Bayangkan saja., tiga orang tolol suruhanmu si 'Gembel Gila Dari Utara' lalu 'Setan Berjari Iblis' dab juga 'Harum Beracun' semuanya mampus. padahal dari berita yang kau katakan beberapa hari sebelumnya, selain mereka bertiga masih ada belasan pesilat tangguh baik dari golongan putih maupun hitam yang juga mempunyai maksud sama ingin membunuh pemuda pincang itu..''


Mendengar cemoohan pimpunannya, orang tua berjubah hitam bungkuk yang memang adalah si 'Tuan Utusan Mata Buta' yang telah mengutus Ki Karwa Manggala alias 'Setan Berjari Iblis' dan kedua kawannya untuk ikut serta menghabisi Pranacitra di lereng gunung Merapi hanya diam sambil menghela nafas.


''Orang- orang kita yang bertugas secara diam- diam di dunia luar mungkin sudah terlalu lama hidup dalam kesenangan hingga kemampuan mereka semakin merosot. selain itu juga tidak dapat kita pungkiri., pemuda pincang yang belakangan baru kita ketahui sebagai murid kelima orang tua bangka yang telah terjebak di Lembah Seribu Racun itu memang sangat tinggi, terlepas dia mendapatkan bantuan dari orang lain.!''


''Hhmm., turut berita yang kami dengar orang ini adalah seorang pembunuh bayaran yang punya harga paling mahal saat ini. hanya saja., aku merasa curiga kalau dia datang kesana atas perintah pihak lain. karena orang ini tidak akan sudi bertindak tanpa bayaran. dia juga sudah dua kali menolong si pincang sejak peristiwa besar di gunung Semeru, dimana pemuda yang dijuluki 'Pendekar Pincang Tanpa Perasaan' itu telah menghancurkan perguruan silat Naga Biru.!''


''Lantas apakah Sesepuh Tua Mata Buta sudah mengetahui siapa yang berada dibelakangnya dan apa tujuannya.?'' tanya si jubah putih dengan nada suara tetap datar tanpa perasaan apapun yang tersirat. ''Harap maafmu, sampai saat ini aku belum dapat memastikannya. tapi orang atau pihak yang sanggup membayar si Ular Sakti Berpedang Iblis pastilah bukan sembarangan dan punya modal yang besar..''

__ADS_1


''Satu hal lagi., kami curiga kalau hilangnya beberapa orang pemegang bendera hitam tanda kepercayaan dan perlindungan dari kita ada hubungannya dengan pemuda pincang itu. tapi semuanya masih dalam penyelidikan..'' jawab orang tua bermata buta itu.


''Kalian harus selidiki terus masalah ini. ehm., aku jadi rada tertarik juga dengan apa yang dikatakan Nenek Iblis Berkaki Ganco sebelum mati. meskipun agak sayang juga kalau dia dibunuh tapi lukanya terlalu parah. jadi aku berbaik hati membebaskan nenek cacat yang sudah tidak berguna itu dari penderitaannya..''


''Kembar empat dimasa lalu sudah terpendam sangat lama sekali. jika tidak ada orang yang menyebutkannya lagi., diriku malah telah lupa kalau dulu mempunyai beberapa saudara sedarah. Hak., ha., saudara., apa arti dari kata yang tidak ada gunanya itu didalam dunia kegelapan ini.?''


''Coba kau cari tahu juga masalah ini. jangan sampai ada sepucuk jarum kecil yang kelak berubah menjadi sebatang tombak tajam dan mengancam kita.!'' perintah si jubah putih dengan suara dingin. orang tua buta bungkuk di depannya menganguk hormat sebelum berkelebat lenyap di kegelapan.


Keheningan yang mencekam hati kembali menyelimuti ruangan goa batu pualam. cahaya kobaran api obor batu sekilas menyinari bibir si jubah putih yang sungingkan senyuman mencibir penuh kekejian dan hinaan. ''Huhm., di antara kami berempat satu jelas sudah mampus. dua orang lainnya tidak terdengar beritanya..''


''Seingatku terakhir kali sesepuh si 'Dewa Kikir' pernah mengatakan kalau mereka berdua juga sudah disingkirkan, bahkan kepala keduanya yang juga turut terpenggal dijadikan sebagai barang bukti. apakah dibalik semuanya ini ada rahasia lain yang belum terungkap.?''

__ADS_1


Si jubah putih membatin sambil berjalan mondar- mandir didepan dinding lukisan lambang partai Gapura Iblis. satu ingatan terlintas di kepalanya. terdengar suara gemeletuk dan pancaran tenaga mengerikan saat kedua tangannya mengepal. ''Apakah mungkin salah satu dari mereka ada yang masih hidup.?''


__ADS_2