Pendekar Tanpa Kawan

Pendekar Tanpa Kawan
Darah pengkhianat. (bag2)


__ADS_3

Empat orang tua muda itu masih duduk mengitari perapian yang semakin mengecil nyala apinya dan cuma menyisakan aroma daging panggang. semua potongan daging ayam hutan dan menjangan bakar hasil masakan si pincang tinggal tersisa onggokan tulang berserakan.


Si 'Benalu Tua' terlihat menjilati jemarinya yang masih berlepotan bumbu dan minyak daging seolah tidak rela membuang rasa enak yang tertinggal di sana. dia sempat beberapa kali berpikir untuk melahap sekalian daging bakar yang tersimpan dari dalam kantung bajunya tapi langsung di urungkan karena merasa sayang jika makanan seenak itu dia habiskan begitu saja.


''Dahulu kala., mungkin dua ratusan tahun silam dalam dunia persilatan pernah terjadi suatu peristiwa yang sangat menggegerkan. saat itu partai Gapura Iblis yang merupakan perkumpulan silat terkuat dan hampir mampu mempersatukan seluruh rimba persilatan terlibat suatu pertempuran sengit melawan gabungan berbagai partai aliran putih dan pihak kerajaan..''


''Kabarnya pertarungan itu bukan saja menjadi yang terbesar dalam sejarah rimba persilatan tapi juga memakan korban jiwa hingga puluhan ribu orang. langit gelap dan awan mendung pekat yang menggantung selama hampir sebulan seolah turut berduka. bau anyir darah juga mayat para korban sampai dapat tercium hingga jarak ribuan tombak jauhnya..'' si Kutu Bangkotan memulai penuturannya.


''Ada yang bilang kalau saat itu Gapura Iblis hampir saja kalah namun ada juga cerita yang mengatakan kalau pihak gabungan perguruan silat aliran putih dan kerajaan yang nyaris binasa. pendek kata., tidak ada satu orangpun yang tahu tentang kepastian hasil dari pertarungan besar- besaran itu..''


''Namun dari penuturan tuan penolong kami dapat disimpulkan kalau sebenarnya partai Gapura Iblis tinggal selangkah saja berhasil menaklukkan seluruh rimba persilatan. tapi sayangnya., terjadi sesuatu yang diluar dugaan. sang pendiri sekaligus pemimpin tertinggi partai Gapura Iblis pada saat terakhir hendak menghabisi para pimpinan aliran putih yang sudah tidak berdaya itu mendadak merasakan tenaga kesaktiannya bukan saja merosot tajam tapi juga terluka dalam.!''


Gemuruh suara guntur dan mendung tebal yang berarak muncul menutupi matahari siang membuat Kutu Bangkotan sejenak menghentikan ceritanya. ''Kurasa lebih baik kalau kita lanjutkan semuanya di dalam gubuk karena sepertinya hujan lebat akan segera turun. aku harap., ini bukanlah suatu pertanda buruk..''


Tanpa menunggu lama semua orang sudah berpindah ke dalam gubuk kayu setelah sebelumnya si 'Pendekar Harimau Putih' menyapu lenyap bekas bara perapian dan segala sisa tulang binatang yang di bakar. benar saja, tidak berapa lama kemudian hujanpun turun dengan lebatnya.


'Sepasang Kutu dan Benalu' duduk di atas dua kursi kayu yang berada di dekat meja. Pranacitra bersila setengah bersandar pada dinding gubuk sambil mengatur pernafasan diatas pembaringan. sementara rekannya berdiri di dekat pintu sambil terus mengawasi keadaan di luar gubuk. dengan matanya yang tajam dia dapat menembus kelebatan hujan.

__ADS_1


''Untungnya tidak ada seorangpun yang curiga saat itu. mereka hanya mengira ketua Gapura Iblis juga telah kehabisan tenaga setelah bertarung dengan belasan pentolan aliran putih selama hampir tiga hari lamanya. kalau tidak, mungkin mereka akan nekat kembali menyerang dan beradu nyawa dengan sang ketua. hingga singkatnya tercapailah suatu kesepakatan antara Gapura Iblis yang mewakili kekuatan aliran hitam dengan para dedengkot perguruan silat dari golongan putih..'' ucap Kutu Bangkotan menyambung ceritanya.


''Isi kesepakatan tidak tertulis itu kira- kira adalah, anggota partai Gapura Iblis tidak akan lagi keluar dari wilayah rahasianya dan membuat kekacauan di dunia persilatan. sebaliknya selama ada orang yang berhasil bergabung dengan partai Gapura Iblis dan mendapatkan tanda pengenal berupa bendera hitam bergambar lambang partai itu, selama itulah dia berhak mendapatkan perlindungan dari Gapura Iblis..''


''Tidak perduli seberapa berat kesalahannya di masa lalu, jika masih ada pihak lain yang tidak terima maka partai Gapura Iblis berhak pula membunuhnya. meskipun semua itu hanya sebuah perjanjian secara lisan namun selama ini tidak ada satupun pihak yang berani melanggarnya.!'' tutur si Benalu Tua yang ganti bicara.


''Dalam ruang rahasianya, ketua Gapura Iblis secara diam- diam memanggil salah satu sesepuh utama partai itu. diantara empat orang sesepuh andalannya, orang ini termasuk kurang menonjol tapi justru yang paling dia percaya. secara rahasia sang ketua menceritakan semua masalah yang terjadi dalam pertarungan besar itu dan memberi perintah pada bawahannya untuk menyelidiki kejadian itu secara diam- diam..''


''Hasil dari pengamatan sesepuh itu sungguh di luar dugaan. karena ternyata biang keladi dari semua luka dalam sang ketua adalah kedua orang muridnya sendiri. perlu diketahui kalau pendiri partai Gapura Iblis mempunyai dua orang murid satu lelaki seorang lagi perempuan. yang lebih mengejutkan dua orang sesepuh partai lainnya mungkin juga turut terlibat dalam pengkhianatan itu..''


Sampai di sini Benalu Tua hentikan sejenak ceritanya. baik Pranacitra maupun Pendekar Harimau Putih sama terperanjat mendengar semua itu. ''Rupanya kedua sesepuh yang berkhianat itu dulunya adalah sahabat lama dari sang ketua yang sama- sama turut punya andil dalam mendirikan partai Gapura Iblis, bahkan salah satu dari mereka berdua masih terhitung adik sepupu dari ketua partai.!''


''Dalam keadaan menjelang ajalnya karena luka dalam dan kekecewaan besar akibat pengkhianatan kedua murid dan sahabatnya sendiri, dia sempat memberikan wasiat terakhir pada sesepuh yang menjadi orang kepercayaannya. sang ketua menuturkan tentang rahasia dari dua buah tempat terlarang yang sengaja dia simpan rapat. satu adalah 'Goa Keramat Cendawan Iblis' sedang yang lainnya ruangan goa terlarang dalam 'Lembah Seribu Racun.!''


''Kedua goa itu sangat berkaitan antara satu dengan yang lainnya. walaupun para petinggi Gapura Iblis juga mengerti masalah ini tapi mereka tidak tahu dimana letak dari kedua goa itu. biarpun beberapa waktu belakangan ini mereka mengetahui kalau salah satu ruangan goa itu mungkin berada dalam Lembah Seribu Racun namun tidak satupun yang berani memastikannya, karena siapa juga yang sudi bertaruh nyawa untuk masuk ke dalam lembah dipenuhi bau busuk amat beracun itu..''


''Jadi begitu rupanya., pihak Gapura Iblis melalui kaki tangannya lantas berupaya untuk menghasut orang- orang persilatan agar mereka masuk ke dalam sana dengan iming- iming mendapatkan harta pusaka juga ilmu kesaktian tingkat tinggi peninggalan dari tokoh silat hebat luar biasa dari masa lalu..''

__ADS_1


''Kalau benar barang pusaka seperti itu memang ada, mereka tinggal merebutnya saat si penemu pusaka sudah berada di luar lembah. jika memang cuma isapan jempol tanpa bukti, kematian para tokoh silat yang terjebak di dalam lembah itu juga tidak membuat Gapura Iblis dirugikan. malahan., suatu keuntungan karena berkurangnya pesilat yang berani menentang mereka seperti si 'Setan Kuburan..'' gumam Pranacitra seakan dapat menarik latar belakang kenapa lima gurunya sampai terperangkap di sana.


Kutu dan Benalu sekilas saling lirik dalam hati mereka membatin, ''Otak bocah pincang ini lumayan encer juga. dia bisa diharapkan..'' sementara di luarnya si Kutu Bangkotan kembali berkata, ''Semuanya itu telah lama terjadi. kelima gurumu juga sudah mati, jadi tidak ada perlunya kau sesali..''


Pranacitra mengangguk. ''Silahkan kedua sesepuh untuk melanjutkan petunjuknya..'' si Benalu Tua gantian yang bicara. ''Untuk menutupi seolah- olah tidak terjadi apapun padanya, ketua sekaligus pendiri partai Gapura Iblis lantas mengumumkan untuk mengundurkan diri sekalian mewariskan jabatan ketua partai pada kedua orang muridnya. ini sengaja dilakukan agar tidak terjadi kegegeran dan perpecahan dalam partai Gapura Iblis di masa depan yang punya keinginan besar mempersatukan seluruh dunia persilatan.!''


''Cuma sebagian dari para petinggi Gapura Iblis saja yang mengetahui betul akhir riwayat dari pendiri sekaligus pemimpin tertinggi partai aliran hitam terkuat itu. salah satunya ialah tuan penolong kami yang bukan lain adalah sesepuh kepercayaan dari sang ketua. dari dialah kami mendengar semua kejadian rahasia ini. sang ketua., mati terbunuh secara mengenaskan di dalam ruang semedinya..''


''Hehm., sebenarnya selain tuan penolong dan kedua sesepuh pengkhianat, masih ada satu orang lagi sesepuh partai. tetapi sejak berakhirnya pertempuran besar dia sudah menghilang tanpa jejak. ada yang bilang orang ini melarikan diri dengan membawa luka sangat parah. sementara kabar lainnya mengatakan kalau dia sudah mati dengan mayat hancur luluh tanpa bentuk..''


''Yang mengejutkan, terdengar gila, sekaligus sangat menggelikan adalah kedua sesepuh Gapura Iblis yang telah berkhianat berani mengatakan kalau sesungguhnya murid lelaki sang ketua merupakan anak dari sang pendiri partai sendiri yang sengaja di rahasiakan agar dapat lebih terjaga keselamatannya..''


''Haa., ha., padahal sebenarnya kedua bocah lelaki dan perempuan ini adalah anak-anak dari para sesepuh itu sendiri, hasil hubungan gelap dengan para gundik piaraan mereka yang diam- diam di susupkan agar mendapat rahasia semua ilmu kesaktian dari sang ketua. akhir kisah., mereka kawin dan punya keturunan sebagai penerus partai Gapura Iblis..'' pungkas Kutu Bangkotan rentangkan kedua tangannya.


''Pengemis tua yang menjadi tuan penolong kami tidak pernah memberitahukan ada petunjuk apa sebenarnya dalam ruangan goa terlarang yang berada di Lembah Seribu Racun itu. harta pusaka, ilmu silat dan kesaktian tingkat tinggi atau rahasia lainnya. tapi yang jelas., kau tidak dapat memasuki tempat itu sebelum mampu mengolah 'Lubang Nadi Neraka Gelap' dan batu sakti 'Nirmala Biru' sampai ke puncaknya dengan bantuan jamur 'Cendawan Iblis.!''


Sambil bicara si Benalu Tua keluarkan sebuah bungkusan kain putih dari dalam kantongnya. saat dibuka tersembur bau harum semerbak yang juga membuat pusing kepala. semburat cahaya warna merah darah bersemu hitam keluar dari sana. terlihat sebuah bunga jamur selebar telapak tangan. ''Benda di tanganku inilah yang dinamakan 'Cendawan Iblis.!'' tutup Benalu Tua.

__ADS_1


*****


Silahkan tuliskan komentar Anda yah😉, maaf jika ada kesalahan kata dalam penulisan cerita. Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan🙏.


__ADS_2