
Hujan sudah mereda, tinggal sisa- sisa titik air yang tinggal menunggu jatuh ke bumi. tanah pekuburan tua itu sudah digenangi air. letaknya yang berada di dataran rendah dan berdekatan dengan aliran sungai kecil membuatnya kerap kebanjiran saat hujan turun.
Pemuda berkaki pincang yang tidak sempat dia ketahui namanya itu sudah pergi dari tempat ini beberapa saat yang lalu. gadis cantik dan pemuda tampan murid perguruan silat Naga Biru itu sudah kembali pulih keadaannya. meskipun tubuhnya masih terlihat lemah, tapi dengan bantuan obat dan penyaluran tenaga dalam dari si pincang membuat mereka berdua sudah mampu bangkit berdiri.
''Banyak berita yang mengatakan pendekar pincang yang kita jumpai tadi adalah orang yang sangat kejam seakan tidak memiliki perasaan dalam jiwanya. cara manusia ini dalam menghabisi lawannya sangatlah keji, dingin tiada ampun. sungguh tidak dapat di percaya kalau orang yang sedang menjadi pusat kegegeran rimba persilatan ini masih berusia sebaya kita berdua..'' ucap pemuda berparas tampan yang bernama Wiratama.
''Kau benar kakang., aku tadi juga sempat memaki dan menyumpahi dirinya. tapi tidak kusangka pemuda pincang yang aneh itu malah jadi penolong kita untuk kedua kalinya. sayangnya., dia seperti penyendiri yang enggan bergaul dengan orang lain. bahkan kita juga tidak sempat mengetahui siapa namanya karena dia keburu lenyap..''
''Bagaimana dengan lukamu kakang Wiratama, apakah kita perlu beristirahat dulu di sini.?'' tanya si gadis khawatir. sebenarnya dalam hati sepasang remaja ini belum ada perasaan cinta kasih yang mendalam. mereka berdua menjadi dekat karena di jodohkan oleh guru masing- masing. acara perjodohan itu juga di saksikan oleh guru Nyi Pariseta dan Ki Galing Brajapaksi saat masih hidup setahun silam.
Meskipun sebenarnya tidak punya perasaan tertentu dalam hati keduanya, tapi karena menghormati kedua guru masing- masing yang telah merawat dan mendidik mereka sejak kecil keduanyapun menurut. lagipula dari sikap dan perilaku calon pasangannya juga terlihat baik dan luhur budi.
Walaupun hingga kini belum ada perasaan cinta diantara mereka berdua tapi hubungan kedua muda- mudi ini semakin erat, saling menghargai dan mempercayai satu dengan lainnya. ''Kurasa tidak perlu., kita berdua harus secepatnya pergi sejauh mungkin. biarpun belum pulih benar, tapi untuk sekedar meneruskan perjalanan aku merasa masih sanggup bertahan..''
Gadis itu sedikit meragukan jawaban dari tunangannya. tapi melihat keteguhan hati si pemuda yang sudah mendahului melangkah pergi, akhirnya diapun menyusul di belakang.
Mereka berdua tidak keluar dari pekuburan itu melalui jalan masuk yang pernah di lewati, melainkan terus menerobos semak belukar dan pepohonan yang tumbuh di sekeliling tempat itu. agaknya keduanya berniat menghilangkan jejak.
Namun sayangnya baru saja mereka hendak melewati rimbunan semak belukar, dari jalan masuk pekuburan itu sudah muncul seorang wanita setengah tua berjubah hitam. gerakan orang ini sangat ringan dan cepat. karena baru saja suara kibasan lengan jubahnya yang menyapu angin terdengar, orangnyapun sudah tiba menghadang jalan kedua remaja yang sudah bertunangan itu.
Pasangan muda itu terkesiap kaget, gerakan perempuan berjubah hitam yang sangat cepat nyaris tanpa suara itu menandakan tingkat ilmu meringankan tubuh serta kesaktiannya sangat tinggi. perempuan itu menggeram marah saat melihat mayat sepuluh orang berbaju hitam yang tergeletak di sana.
Melihat keadaan pemuda tunangannya yang bernama Wiratama masih lemah tubuhnya, gadis cantik itu cepat bergerak ke depan melindungi sambil mencabut dua bilah pedang pendek yang memancarkan cahaya emas berkilauan. kalau di lihat pada kedua bilah mata pedang pendek itu terukir gambar seekor burung walet yang sedang terbang.
''Hek., he., rupanya benar kabar yang aku dengar, Nyi Pariseta sudah mewariskan sepasang pedang pusaka 'Walet Emas' pada murid perempuannya. kau pasti orang yang di maksudkan..'' tegur perempuan itu bengis.
''Berikan saja pedang itu padaku sekarang, setelah itu kalian boleh pergi dengan selamat. mumpung yang lain belum datang kemari, aku akan angap saja tidak bertemu dengan kalian berdua..''
''Satu hal lagi., katakan siapa bangsatnya yang telah membunuh semua anak buahku.?'' bentaknya garang. rupanya wanita ini segolongan dengan gerombolan berbaju hitam yang mati di tangan Pranacitra.
__ADS_1
''Aku memang murid Nyi Pariseta. pedang pusaka Walet Emas ini sudah di amanahkan guru kepadaku. jadi., tidak seorangpun yang berhak merebutnya dariku.!'' ucap gadis itu tegas tanpa mau menjawab pertanyaan wanita berjubah hitam.
Sementara dalam hati keduanya terkejut mendengar ucapan perempuan berjubah hitam yang umurnya mungkin mencapai lima puluh tahunan dan masih terlihat menarik hati meskipun rambutnya sudah sedikit beruban itu.
''Turut yang perempuan ini katakan tadi, masih ada orang lain yang sedang memburu kami berdua juga pedang pusaka Walet Emas., siapa wanita ini sebenarnya juga orang- orang berbaju hitam yang mengejar kami berdua.?'' batin gadis itu dan Wiratama saling pandang.
Rupanya mereka tidak perlu menunggu lama karena hampir bersamaan dari jalan masuk tempat pekuburan itu sudah muncul tiga orang berpakaian biru yang membekal pedang berukiran kepala seekor naga di punggungnya. ketiga lelaki ini nampak masih cukup muda. mungkin belum sampai tiga puluhan tahun. bahkan yang berdiri paling depan dan pakaian birunya lebih mentereng baru dua puluh tahunan. wajah pemuda ini biarpun tampan namun terlihat sombong.
''Haa., ha., lebih baik kalian berdua menyerah dan ikut kami kembali ke perguruan Naga Biru di gunung Semeru. semua masalah bisa kita selesaikan di sana, kecuali kalian berdua ingin lebih cepat mati..'' ancam pemuda itu sambil tertawa bercampur ejekan.
''Tapi khusus buatmu gadis manisku sayang., kau bukan saja bisa bebas dari hukuman jika mau menyingkirkan tunanganmu dan ganti menerimaku., akan kukatakan pada ayah kalau aku menginginkan dirimu..''
''Wiratama murid pengkhianat., seharusnya dirimu sadar kalau perjodohan di antara kalian berdua hanyalah suatu siasat untuk mendekati Nyi Pariseta. tapi di saat akhir kau malah nekat berbuat tolol dengan membela muridnya. sungguh tidak tahu diri., apa kau lupa siapa yang memungutmu dari jalanan sepuluh tahun lalu hingga dapat menjadi murid perguruan silat sebesar Naga Biru.!'' hardik pemuda sombong itu kereng.
Wiratama hanya diam tanpa membantah, dia sadar semua kebenaran yang dikatakan oleh putra ketua perguruan silat Naga Biru yang bernama 'Hanggajaya' itu. tapi sebenarnya jika dia dikatakan sebagai murid perguruan Naga Biru juga kurang tepat. karena selama beberapa tahun berada di sana Wiratama dan beberapa pemuda yang di pungut oleh Ki Galing Brajapaksi hanya di jadikan budak pesuruh. ilmu silat yang di ajarkan kepada mereka juga sekedarnya saja nyaris tidak ada gunanya.
''Huhm., bicaramu manis terdengar tapi amat menjijikkan Hanggajaya., kakang Wiratama dan beberapa temannya hanya menjadi budak di sana. saat kami berdua di jodohkan barulah dia mendapat bimbingan ilmu silat dari guruku Nyi Pariseta..''
''Karena paksaan kalianlah Wiratama sampai harus beberapa kali meracuni guruku. tapi hati nuraninya tidak dapat berdusta hingga di saat akhir dia malah berterus terang kepada kami, bahkan mengunakan tubuhnya untuk melindungiku yang terkena racun pelemas raga dari sabetan pedang anak buahmu..''
''Meskipun guru masih sempat menyuruh kami pergi, tetap saja beliau tewas secara kejam ditangan saudara seguruannya sendiri yang licik dan serakah.!'' maki gadis itu dengan nafas tersengal menahan hawa dendam kesumat.
''Sebagai salah satu perguruan silat aliran putih, apakah kalian tidak merasa malu bertindak licik seperti itu. jika ada pihak lain yang mendengarnya, nama besar Naga Biru bakal jadi bahan hinaan dan caci maki. kalian pasti di buang dari sepuluh perguruan silat terbesar aliran putih seperti seonggok sampah busuk. Chuih.!'' sambungnya sambil meludah jijik.
''Diam kau perempuan liar., semua itu tidak akan merubah apapun. Wiratama cuma alat bagi kami. andai saja gurumu Nyi Pariseta mau suka rela menyerahkan semua barang pusaka peninggalan guru besar pada ayahku, semua ini tidak perlu terjadi. lagi pula., siapa yang bakal tahu semua peristiwa ini. di sini cuma ada kuburan dan mayat, Haa., ha.!''
Hanggajaya dan kedua pengawalnya tertawa bergelak melangkah. sebenarnya dia sempat terkejut saat pertama kali melihat sepuluh sosok mayat berbaju hitam yang terkapar di sana, karena tidak mungkin jika kedua orang muda itu yang melakukannya.
''Hanggajaya., sebelum jelas siapa orang yang berani membunuh orang- orangku, tidak kuijinkan siapapun bertindak lancang.!'' wanita itu menggertak garang. entah sejak kapan di tangan wanita itu sudah bertambah sebilah pedang panjang yang tipis berwarna hitam. putra ketua perguruan silat Naga Biru itu terkesiap hingga hentikan langkahnya. meskipun sombong tapi dia cukup tau diri karena sadar sedang berhadapan dengan siapa.
__ADS_1
''Nyai Kalong Mangiran., si 'Kelelawar Betina Berpedang Hantu'., ketua ke empat dari perkumpulan 'Serikat Kalong Hitam'. jika ada urusan kupersilahkan untuk lebih dulu bertindak. tapi harap jangan melukai gadis itu karena aku menginginkannya..''
''Tutup mulut kotormu Hanggajaya., siapa sudi dengan pemuda sombong pengecut sepertimu. aku bersumpah akan menuntut balas semua perbuatan jahat perguruan Naga Biru berkali lipat.!'' damprat si gadis memotong ucapan Hanggajaya. sementara dalam hatinya tersentak mendengar nama 'Serikat Kalong Hitam' yang merupakan salah satu dari dua perkumpulan pembunuh bayaran terkuat dunia persilatan disebutkan. bahkan salah satu dari lima ketuanya juga sampai langsung turun tangan. tentunya Ki Galing Brajapaksi harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk menyewa mereka.
''Huhm., hanya untuk mengejar kami berdua perguruan silat Naga Biru sampai harus menyewa pihak lain. aku tahu., rupanya ini sengaja kalian lakukan karena khawatir jika semua perbuatan licik ini sampai terdengar orang- orang di luar sana..''
''Kalau memang benar lalu kau bisa apa. gadis manis.?''
''Lebih baik turuti saja apa yang di katakan tuan muda Hanggajaya, tanggung kau bakal hidup bahagia selamanya..''
''Menjadi istri seorang calon ketua perguruan silat Naga Biru yang ternama tentu dapat menjamin kemuliaan bagimu. ingat., tidak semua gadis seberuntung dirimu..'' kedua orang pengawal Hanggajaya yang sedari tadi diam mencoba membujuk, pemuda itu jadi merasa senang dan tersanjung. bertiga mereka saling pandang lantas tertawa bergelak.
Sayang sekali itu mungkin menjadi tawa terakhir dari kedua pengawal Hanggajaya, mendadak tawa mereka tercekik di barengi suara tulang kepala yang pecah tersembur darah dan cairan otak. tubuh keduanya jatuh tersungkur roboh ke depan.
Hanggajaya dan Nyai Kalong Mangiran tersentak kaget melihat bagian belakang batok kepala dua pengawal itu berlubang pecah tertembus dua kepalan batu yang lancip. tubuh mereka masih sempat kejang- kejang dan mata mendelik keluarkan suara mengorok sebelum akhirnya diam tidak bergerak untuk selamanya.
Hampir bersamaan semua orang di sana menoleh ke belakang. tanpa mereka sadari entah sejak kapan di ujung jalan masuk pekuburan tua itu sudah hadir seorang pemuda berbaju gelap dan membekal sebatang tongkat besi hitam yang berdiri tundukkan kepala. meskipun jaraknya masih terpaut belasan langkah tapi seperti ada hawa dingin menggidikkan yang terpancar dari tubuh pemuda aneh itu.
Hujan sudah lama berhenti tapi langit masih terlihat gelap oleh sisa awan hitam. tanah pekuburan yang basah oleh air hujan dan tumpahan darah membuat suasana hati terasa panas, sementara hembusan udara justru bertambah semakin dingin.
Nyai Kalong Mangiran alias 'Kelelawar Betina Berpedang Hantu' seketika kerahkan tenaga saktinya. kalau benar pemuda itu yang telah membunuh kedua pengawal Hanggajaya, dapat di pastikan tingkat kepandaiannya sangat tinggi, karena dia sanggup melempar dua butir kepalan batu sejauh jarak belasan langkah tanpa menimbulkan desingan suara sedikitpun.
Jika Hanggajaya dan ketua nomor empat dari 'Serikat Kalong Hitam' tidak mengenali siapa adanya pemuda itu, maka sebaliknya Wiratama dan gadis cantik tunangannya sama berseru tertahan. meskipun tidak tahu siapa nama si pemuda, tapi mereka sadar telah di tolong orang yang sama untuk ketiga kalinya.
*****
Asalamualaikum., Salam sehat sejahtera selalu bagi kita semua.
Mohon sertakan koment, kritik saran juga like👍 vote jika anda suka. Terimakasih 🙏. Wasalamualaikum.
__ADS_1