Pendekar Tanpa Kawan

Pendekar Tanpa Kawan
Ilmu pedang siluman yang terpendam.


__ADS_3

Empat sosok tubuh melangkah gemetaran mendekati Pranacitra yang terbujur lemas diatas tanah berlapis salju yang sudah mulai mencair. jarak diantara mereka terpaut hampir sepuluh tombak. ledakan keras akibat dari bentrokan ilmu kesaktian tingkat tinggi membuat mereka semua terpental jauh dari tempatnya semula berdiri.


Dengan kerahkan tenaganya yang tersisa pemuda pincang itu mencoba bangun. satu dua kali dia gagal melakukannya, bahkan sampai ketiga kalinyapun masih saja jatuh terpuruk. barulah pada usaha yang keempat kalinya dia mampu duduk. nafasnya terasa berat dan tersengal.


Pandangan matanya yang tajam menyapu sekeliling tempat. sekali lihat dia menyadari masih ada enam orang tokoh silat yang selamat dari maut, meskipun keadaan mereka jelas terluka cukup parah. dari enam orang itu hanya empat orang saja yang masih sanggup berdiri, dua lainnya cuma bisa duduk bersila saling sandar bahu. bekas muntahan darah kehitaman menghiasi baju kuning mereka.


Keempat orang lainnya setelah memuntahkan gumpalan darah beku kehitaman yang menyumbat pernafasan mereka mulai berjalan perlahan mendekatinya. Pranacitra setengah merangkak maju untuk meraih kembali tongkat besi hitamnya yang tertancap diatas tanah. dengan susah payah dia berhasil menggenggam tongkat kepala tengkorak itu. meskipun hanya mampu duduk bersila tapi hatinya terasa lebih tenang.


Pranacitra menggeram melihat empat orang itu semakin mendekat. yang datang dari arah tengah adalah Warmandaka dan Muladewa, dua orang wakil ketua perguruan silat 'Pedang Samudra'. tubuh keduanya berjalan terhuyung gemetaran dengan wajah pucat pasi. butiran salju masih menghias di jubah biru muda mereka. sekarang ditangan mereka sudah tergenggam sebilah pedang pusaka yang bersinar kebiruan.


Dari sebelah kiri terlihat Ki Karwa Manggala juga sudah bergerak mendatangi. meskipun sempat dua kali terhuyung jatuh dan muntah darah beku tapi orang tua yang bergelar 'Setan Berjari Iblis' itu tetap keraskan hatinya untuk membalas dendam, karena kematian rekannya si 'Harum Beracun' yang mengerikan. lelaki cabul itu tewas dengan tubuh terpecah tiga bagian. hitam hangus di dalam namun dingin membeku pada bagian luarnya.


Saat melirik kesebelah kanan, terlihat ketua perguruan 'Bayangan Berdarah' juga tengah berusaha bangun. sembari meraung murka orang berjubah dan bercaping merah darah itu bergegas bangkit. kematian wakil ketua pergurusn dan tiga anak buahnya yang terkuat membuatnya berada di puncak hawa dendam amarah. dengan penuh nafsu dia langsung jejakkan kakinya berkelebat mencincang tubuh si pincang.


Tapi baru tiga langkah berjalan, dia sudah tersungkur roboh. pedang pendek melengkung dan penuh gerigi tajam digunakan untuk menopang tubuhnya yang hampir membeku kedinginan. segumpal muntahan darah hitam beku tersembur dari mulutnya. biarpun orang ini sudah lemah tapi panas dendam dihatinya seakan membuat lumer salju dingin yang menyelimuti jubah merah darahnya.


''Set., setan alas., pin., cang kep., keparat. ka., kau telah mem., bunuh sem., semua orangku. akan kukorek keluar jantungmu dan kupenggal kepalamu.!'' geram ketua Bayangan Berdarah maju tertatih. ''Huhm., aa., aku., aku juga minta bagian. bang., bangsat pincang ini su., sudah mem., bunuh sob., sobatku Harum Beracun.!'' dengus si Setan Berjari Iblis. dari jemarinya terpancar sinar merah redup berpendaran pertanda juragan kaya ini telah memaksakan sisa tenaga dalamnya.


''Sia., siapa yang per., perduli bocah pincang celaka ini bakalan mam., mampus ditangan siapa, kita siksa saja dia secara perlahan agar semua arwah kawan kita yang telah mati terbunuh menjadi tenang.!'' ujar Muladewa bengis ayunkan pedangnya. ''Kau bet., betul saudaraku Muladewa. untuk meng., habisi seorang iblis rimba persilatan, kita tidak perlu lagi mem., memakai banyak aturan.!'' timpal Warmandaka menyeringai kejam sambil pegangi dadanya yang terasa sesak.

__ADS_1


Sang ketua perguruan Bayangan Berdarah dan si Setan Berjari Iblis Ki Karwa Manggala saling lirik dengan kedua orang wakil ketua dari perguruan Pedang Samudra. entah siapa yang duluan tapi mereka berempat sama tertawa bergelak meskipun masih harus terbatuk dan menggigil menahan dingin.


'Sepasang Pendekar Berbaju Kuning' yang duduk bersila saling sandar punggung hanya bisa melihat tanpa berbuat apapun. biarpun mereka ingin turut ambil bagian, tapi kedua orang bersuami istri ini luka dalamnya paling parah. bahkan kini si perempuan bertubuh sintal itu sudah jatuh terkulai pingsan.


Tangan pucat yang kekar berotot kehijauan itu menggenggam erat gagang tongkat hitam berkepala tengkorak. kedua mata pemuda yang punya tongkat terpejam erat, dari raut wajahnya tersirat kesedihan yang mendalam. tubuh kurus itu perlahan bangkit berdiri. ujung tongkatnya melesak sejengkal kedalam tanah dijadikan sebagai tumpuan tubuh si pincang yang gemetaran hendak roboh.


''Dua wakil ketua perguruan 'Pedang Samudra' dan Sepasang Pendekar Berbaju Kuning., karena aku menghormati kalian sebagai para tokoh silat aliran putih, maka sedapat mungkin aku buat kalian tidak sampai terhantam secara langsung dengan ilmu kesaktian 'Salju Neraka Pembeku Dunia' yang kulepaskan..''


''Tapi sepertinya maksud baikku hanya sia- sia saja. sebenarnya aku enggan melakukan jurus yang satu ini karena hanya bisa kulakukan sekali saja dalam seumur hidup. tapi baiklah., kalian berdua bisa menemani perjalanan ke akhirat si 'Setan Berjari Iblis' dan ketua perguruan 'Bayangan Berdarah' yang memang sudah selayaknya mampus hari ini.!'' ujar Pranacitra dingin setengah menggumam.


''Hsah., omong kosong apa., apalagi yang diucapkan pincang keparat ini, jel., jelas kalau dia hanya bisa meng., gertak saja. tenaga kes., saktian., nya telah habis. mes., meskipun kita juga ter., luka dalam tapi kit., kita menang jum., lah.!'' gertak ketua Bayangan Berdarah maju tersengal. niatnya untuk menyiksa si pincang sebelum membunuhnya seketika terlupakan. bersama Ki Karwa Manggala mereka berdua mendahului menyerbu.


Jemari tangan Setan Berjari Iblis membuat gerakan menotok dan mencengkeraman. dua larikan cahaya merah deras menyambar. jurus 'Cengkeraman Jari Melintasi Udara Merenggut Sukma' menebar ancaman. ketua Bayangan Berdarah putar pedang geriginya setengah lingkaran lalu membacok tiga kali. udara seketika pecah terbelah, cahaya hitam panas kemerahan membabat bersilangan hendak merencah habis tubuh Pranacitra. jurus ilmu pedang 'Bayangan Darah Kegelapan.!'


Diserang dari tiga penjuru dengan ilmu kesaktian tingkat tinggi yang membuat tokoh silat kelas satu sekalipun sulit lolos dari maut, tidak menjadikan Pranacitra terperanjat. satu seringai dingin tersungging di wajahnya yang pucat. matanya tetap terpejam dengan kepala menunduk. tongkat hitam yang tertancap di tanah basah bergetar keras. hawa membunuh yang sangat pekat semburat menerjang.!


Pranacitra membentak keras, kedua kakinya masih tidak bergeser dari tempatnya. gagang tingkat kepala tengkorak tercabut ke atas. hanya ada selarik cahaya merah setajam mata pedang yang menyilaukan dan menebar bau darah menyengat menyambar dari kiri ke kanan. seraut wajah siluman berbentuk tengkorak menyeramkan turut melabrak.!


Semua orang keluarkan jeritan ngeri. siluman tengkorak yang mendadak muncul seolah iblis pencabut nyawa yang datang dari neraka. bentrokan senjata dan ilmu kesaktian hanya selintas lewat terdengar. cuma ada semburan darah dan cairan otak hangus yang tersebar dari kepala ketua Bayangan Berdarah, juga perut Ki Karwa yang jebol gosong seolah termakan binatang buas dan terpanggang.

__ADS_1


Tidak ada jeritan kematian yang terdengar, yang terlihat hanyalah dua sosok tubuh tumbang bermandikan darah. mungkin juga si pemilik tubuh juga tidak sempat tahu bagaimana dia bisa terbunuh. udara terasa berat dan dingin meskipun salju telah lama mencair.


Dua orang wakil ketua perguruan Pedang Samudra turut juga terjungkal hingga jauh mencelat belasan langkah kebelakang. pedang pusaka mereka terlepas, meskipun jubah biru mereka robek besar dan kulit dada juga hitam melepuh, tapi nyawanya masih selamat. perhitungan serta naluri pesilat kawakan memang tidak dapat diremehkan.


Angin dan kabut dingin mulai pudar seiring dengan mentari yang naik ke atas langit. si pincang jatuh terduduk wajahnya yang pucat semakin mirip mayat. meskipun dia masih bertahan hidup tapi kekuatannya sudah sirnah. ibaratnya seorang anak kecilpun dapat dengan mudah membunuhnya. dalam serangannya yang terakhir tadi dia telah menggunakan sebuah jurus ilmu pedang.!


''Jurus pedang ini kudapat dari seorang nenek ahli pedang bermata buta yang bernama Nyi Sira. dulu orang tua ini pernah aku selamatkan nyawanya saat dia salah melatih ilmu 'Pedang Siluman Darah'. sebagai gantinya dia lantas memberiku sebuah mantra gaib ilmu pedang Siluman Darah ke dalam tongkat saktiku..''


''Asalkan kau tahu saja., demi menguasai jurus pedang ganas yang jahat ini, Nyi Sira sampai bertapa dan membuat perjanjian dengan satu mahluk siluman di gunung Klabat yang berada jauh di sebelah utara tanah Bugis. meskipun ilmu ini sangat ampuh, tapi aku tidak yakin kalau dia mampu menguasainya. dan harus kau ingat., jurus itu hanya bisa dipakai satu kali saja. sekali hawa pedang siluman keluar dari tongkat ini, jurus pedang itupun tidak akan pernah kembali lagi.!''


Itulah penggalan pesan yang pernah disampaikan oleh 'Nenek Tabib Bertongkat Maut'. salah satu guru Pranacitra saat masih berada dalam goa di Lembah Seribu Racun. selama malang melintang di dunia persilatan, si nenek tabib belum pernah menggunakan kekuatan ilmu pedang yang merasuki tongkat saktinya. lagipula kekuatan gaib itu hanya bisa dipakai sekali saja lalu lenyap.


Tidak disangka sekarang si pincang Pranacitra terpaksa menggunakan mantra gaib ilmu 'Pedang Siluman Darah' untuk membunuh lawannya. meskipun tongkat dan pedang adalah dua jenis senjata yang berbeda, tapi kekuatan mahluk siluman tentu mampu merasuki benda apapun juga.


*****


Asalamualaikum.,


Mohon maaf untuk seminggu kedepan novel Pendekar Tanpa Kawan dan 13 Pembunuh tidak dapat up date, karena selain sibuk pekerjaan juga HP sudah mulai rusak😅😓. ada beberapa kalimat yang hilang saat menerima chat sambungan cerita dari Authornya, hingga terpaksa kita karang sendiri sebisanya.🙏.

__ADS_1


Silahkan komentar, kritik saran, 👍like, vote atau favorit👌jika anda suka.


Tolong jika para reader pembaca berkenan, Share juga novel ini ke teman- teman yang lainnya. Terimakasih. 👏🙏Wasalamualaikum.


__ADS_2