Pendekar Tanpa Kawan

Pendekar Tanpa Kawan
Wanita cantik dalam lubang jebakan. (bag3)


__ADS_3

Perempuan berjuluk 'Dewi Malam Beracun' itu cepat memutar otaknya. biasanya dia tidak pernah panik menghadapi setiap ancaman maut. tapi sekali ini keadaannya benar- benar terpojok. lubang sumur itu meskipun kering tapi cukup licin dan tinggi, sementara tenaga dalamnya juga belum pulih sepenuhnya.


Puluhan ular berbisa telah di keluarkan dari dalam karung dan langsung di lemparkan masuk ke lubang sumur. dengan membentak garang bercampur cemas wanita itu cepat hamburkan belasan senjata rahasianya ke atas. kipas perak menyusul di kibaskan untuk memberikan tambahan daya dorong pisau serta paku beracun terbang yang dia lepaskan.


'Whuuut., sheeet., sheet.!'


'Shseess., sheess., shiiis.!'


Suara deru berpuluh senjata rahasia yang menyambar berselingan dengan desisan ganas dari puluhan ular berbisa yang hampir semuanya dari jenis kobra itu. bau amis darah seketika keluar bermuncratan saat tubuh hewan melata itu tertembus pisau dan paku.


Dewi Malam Beracun terpekik tertahan sambil terus mengibaskan kipas peraknya. puluhan ular itu seketika terpotong beberapa bagian. biarpun dia sudah terbiasa bermain dengan binatang beracun, tapi saat tubuhnya di hujani darah dan potongan tubuh ular seperti ini tetap saja membuat wanita cantik itu merasa jijik.


''Kurang ajar., cepat gunakan bubuk beracun pelemas tenaga.!'' perintah si brewok gimbal. seorang rekannya langsung membuka tutup tabung bambu dan menuangkannya ke dalam sumur. bubuk putih yang halus itu seketika memenuhi udara di dalam sumur itu. Dewi Malam Beracun kembali kebutkan kipasnya, segulung angin keras menghempas buyar gumpalan bubuk pelemas tenaga hingga kembali tersembur ke atas.


''Ughk., uhugh., sia., sialan. dia membu., buatku terkena balik bu., bubuk bera., cun itu..'' keluh si brewok berkepala gundul terbatuk- batuk, sambil berdiri terhuyung pegangi dada dan kepalanya yang terasa berat. kedua kawannya seketika tambah meradang.


''Perempuan keparat itu sudah tidak dapat kita ampuni. biar kutambahkan bubuk beracun pelemas tenaga lebih banyak lagi, kalau perlu kita bakar saja sumur ini biar wanita sialan itu mampus menjadi daging hangus.!'' gertak si brewok bertubuh pendek. ''Jangan dulu., kita lihat di dalam sumur itu, sepertinya dia mulai kepayahan hingga tidak lagi terdengar suara apapun..'' cegah si brewok berambut gimbal.


Sambil mendekati mulut sumur mereka melongokan kepalanya, karena masih ada sisa bubuk putih yang menenuhi udara dalam sumur, penglihatan mereka rada terhalang. si brewok pendek meraih obor yang tertancap di dinding ruangan untuk penerangan ke dalam sumur. terlihat di sana wanita berjubah hitam itu telah jatuh terkulai di bawah sana. kedua orang itupun saling pandang tetawa bergelak.

__ADS_1


''Haa., ha., ha., akhirnya dia jatuh juga ke tangan kita. cepat suruh orang untuk masuk ke dalam sumur dengan menggunakan tali tambang agar kita dapat mengangkat wanita cantik itu keluar dari sana.!'' seru brewok gimbal. ''Kau benar., sekarang aku jadi tidak sabar untuk ikut menikmatinya. tentu saja setelah dirimu puas bermain dengannya..'' ujar si brewok pendek lalu bersuit pada anak buahnya yang berjaga di luar.


Setelah mengatakan perintahnya dua orang anak buahnya bergegas pergi. sebentar saja mereka sudah kembali dengan membawa gulungan tali dari akar pohon yang cukup panjang. setelah mengikatkan salah satu tali ke tiang gubuk dan ujung tali yang lain ke pinggangnya, salah seorang dari mereka yang bertubuh paling kecil turun ke dalam sumur.


Sesampainya di dalam sumur, orang ini ganti mengikatkan talinya ke pinggang Dewi Malam Beracun. tapi baru saja dia hendak melepas tali di tubuhnya, mendadak sebuah pukulan telapak menghantam patah lehernya. masih belum cukup, sebilah pisau juga menghunjam jantung orang itu.


Dewi Malam Beracun bertindak sangat cepat, dengan lincah diapun memanjat keatas sumur dengan menggunakan tali itu. terdengar seruan dan makian panik dari atas sumur. saat tinggal beberapa langkah lagi semuanya dapat di lalui, tiba- tiba saja tali akar pohon itu mengendur setelah si brewok kepala gundul yang baru bangkit menebas putus tali yang mengikat tiang gubuk.


'Aaakh., setan alas.!'' jerit Dewi Malam Beracun yang langsung terhempas jatuh kembali ke bawah sumur. tapi wanita cantik ini memang sangat berbahaya, dalam keadaan seperti itu dia masih sempat melepaskan dua buah paku terbang beracun yang salah satunya berhasil menembus tenggorokan anak buah si brewok.


Dewi Malam Beracun mengeluh kesakitan saat tubuhnya yang ramping membentur dasar sumur. terdengar sumpah serapah kotor dari mulut ke tiga lelaki brewok itu. ''Wanita sundal., kau memang tidak dapat di kasih hati. bakar perempuan itu sekarang juga.!'' perintah si brewok gimbal. rekannya yang pendek dan memegang obor cepat mendekat ke sumur hendak melemparkan obor dan cairan minyak yang dia bawa dalam sebuah tabung bambu.


''Dasar goblok., apa yang sedang kau lakukan, cepat lemparkan api obor dan tabung minyak itu ke dalam sumur.!'' bentak brewok kepala gundul sewot. bersama dengan si brewok gimbal dia ikut melongok ke dalam sumur. seketika itu apa yang di alami oleh kawannya juga menimpa mereka berdua.


Di bawah sana terlihat satu pemandangan yang sangat menggiurkan bagi kaum lelaki. wanita secantik bidadari itu tergolek lemah mungkin dia pingsan akibat terbentur sesuatu di dalam sana. tapi yang membuat ketiga orang itu terperangah, entah bagaimana jubah pakaian hitam wanita itu telah terlepas.


Kini dia cuma memakai kutang hitam di bagian atas dan selembar kain dalaman menutupi bagian pusat tubuhnya yang putih mulus. di bawah keremangan cahaya api obor membuat pemandangan ini begitu memukau. ''Wanita ini benar- benar seorang bidadari kahyangan..'' batin ketiga pimpinan begal rampok itu.


''Bagaimanapun juga kita harus bisa dapatkan wanita itu. tapi tunggu., kau masukkan dulu bubuk pelemas tenaga ke dalam sumur untuk memastikan dia sudah tidak mampu melawan. baru kita suruh anak buah untuk menarik tubuhnya ke atas..'' kata si brewok gimbal basahi bibirnya yang tebal dengan lidahnya.

__ADS_1


''Hee., he., untuk mendapatkan barang yang langka dan bagus seperti ini, kadang kita mesti bekerja lebih keras. tapi jika hasilnya sepadan, tentu tidak jadi soal..'' ucap brewok pendek sambil tekekeh menuang sisa bubuk pelemas tenaga di tangannya hingga habis. setelah menunggu beberapa saat lamanya tidak ada gerakan apapun di bawah sumur, barulah ketiga orang itu merasa lega.


Seorang anggota gerombolan sudah turun ke dasar sumur. tali akar pohon juga sudah di ikat ke pinggang wanita itu. meskipun sangat tergiur dengan tubuh putih mulus Dewi Malam Beracun tapi orang ini tidak berani bertindak macam- macam. dengan satu isyarat wanita cantik itu sudah mulai di tarik ke luar sumur.


Dengan satu tarikan tali terakhir tubuhnya sudah berpindah ke pelukan si brewok gimbal. tapi orang tinggi besar itu mendadak meraung kesakitan saat sebuah sodokan siku kanan menghajar rusuknya. gerakan cepat wanita setengah telanjang itu tidak berhenti sampai di situ berturut- turut dua buah tendangan yang di susul tiga pukulan melabrak para begundal rampok itu hingga kalang kabut. selain tiga orang pentolannya, dalam ruangan gubuk kayu ini juga berjaga lima orang anak buahnya.


Empat orang tersungkur roboh di pecundangi tangan dan kaki wanita itu tanpa sempat mencabut goloknya. di saat hendak melabrak dua orang terakhir kepalanya mendadak terasa sangat sakit. ''Jahanam sial., bubuk pelemas tenaga itu telah bercampur dengan racun hawa panas pembangkit hasrat pemberian si bangsat Kamajaya yang mengeram dalam tubuhku..'' batinnya mengeluh. pandangan matanya sempat berkunang- kunang sebelum dia jatuh tidak sadarkan diri.


Saat membuka matanya dia sudah terbaring telanjang bulat diatas sebuah pembaringan kayu yang berada dalam suatu ruangan dan cuma di tutupi sehelai selimut tipis. pakaian hitamnya tercecer di samping ranjang. Dewi Malam Beracun mencoba mengerahkan tenaganya untuk bangkit tetapi gagal, rupanya dia sudah tertotok.


Tiga orang lelaki brewok yang berdiri di tepi ranjang kayu sudah melucuti seluruh pakaian mereka sendiri. mulut ketiganya menyeringai penuh nafsu menjijikkan. dalam hati wanita itu merutuk dan mulai panik. bayangan masa lalunya yang pernah di nista kaum lelaki bejat terbayang kembali di matanya. tanpa sadar perempuan itu menangis, sungguh saat ini dia lebih memilih mati.


Selimut tipis sudah tersingkap. tiga pasang mata langsung melotot seakan hendak keluar dari rongganya saat melihat pemandangan tubuh wanita yang terbaring telanjang bulat di atas ranjang. ''Luar biasa., ini., ini., sungguh bentuk tubuh yang sangat sempurna..'' desis brewok kepala plontos. kedua rekannya teteskan air liurnya.


''Kalian lihatlah., meskipun kulitnya yang putih mulus ini di tumbuhi bulu- bulu halus di beberapa tempat, tapi tubuh dan wajah wanita cantik ini memang mampu membuat lelaki manapun menjadi gila..'' gumam si brewok bertubuh pendek geleng- geleng kepala, saat dia mengangkat sebelah tangan wanita itu ke atas, terlihatlah ketiaknya yang putih ditumbuhi bulu- bulu hitam halus.


''Haa., ha., ha., coba kalian lihat, cantik- cantik rupanya perempuan ini buluan juga. mungkin sudah beberapa lama dia tidak membersihkan diri. tapi kurasa tidak masalah, anggap saja kita tidak melihatnya. lagi pula aroma tubuhnya masih wangi biarpun dia sudah cukup lama berada didalam sumur itu..'' ketiga kepala rampok itu tertawa bergelak melihat keadaan wanita di depannya itu.


Perempuan itu menggerung murka, segala penghinaan terpaksa dia telan karena belum mampu melepaskan totokan di tubuhnya. si brewok rambut gimbal rupanya sudah tidak tahan lagi. dengan mendengus beringas dia bermaksud menindih tubuh wanita itu. tapi dasar sial niatnya terhenti saat mendengar jeritan parau susul menyusul dari luar kamar.

__ADS_1


Tiga orang pimpinan begal itu tidak perlu menunggu lama untuk mengetahui apa yang terjadi di luar sana. tiga orang anak buahnya berlarian menerobos pintu kamar itu dengan tubuh terluka sabetan pedang. seorang di antaranya bahkan baru saja selesai melaporkan kalau ada sepasang pendekar muda yang telah datang membantai anggota gerombolan. sayangnya hanya itu saja kalimat terakhir yang dapat dia ucapkan, karena saat itulah ujung sebuah tongkat besi hitam menembus belakang batok kepalanya.!


__ADS_2