
Pranacitra masih terdiam, sebenarnya dalam hatinya saat ini ada banyak pertanyaan yang belum terjawab. di dalam tubuhnya yang lemah jelas masih terpendam racun pembeku darah dan jantung, tapi kenapa bisa melontarkan tenaga pukulan sakti yang mampu membuat lima lawannya tewas secara mengerikan. tubuhnya gembung bengkak menguning diselimuti asap sedingin es dan busuk begitu rupa.
Padahal sebenarnya dia hanya menghantam menurut gerakan yang terdapat dalam jurus Langkah Aneh Mayat Hidup. dan di dalam rangkaian jurus yang mengutamakan langkah bertahan dan menghindari serangan lawan itu, tidak ada satupun jurus pukulan sakti seperti yang telah dia lepaskan.
''Lantas dari mana ilmu pukulan ini berasal, bagaimana bisa dan sejak kapan berada di dalam tubuhku.?'' pikir si pincang bingung sendiri. ''Orang yang di panggil sebagai Pengemis Gigi Gompal itu bisa mengenali ilmu Langkah Aneh Mayat Hidup, lalu dia seperti ketakutan saat menyebut nama 'Setan Kuburan'., siapa orang yang punya nama gelaran seseram itu..''
''Ataukah., jangan- jangan si Setan Kuburan inilah yang telah memberikan ilmu Langkah Aneh Mayat Hidup kepada kakek 'Gembel Sakti Mata Putih.?''
''Anak muda., aku tidak tahu ada hubungan apa kau dengan si Setan Kuburan. aku juga tidak ingin punya masalah denganmu., maka kupersilahkan dirimu untuk pergi dari sini. soal kelima anak buahku yang terbunuh anggap saja mereka sedang bernasib sial..''
''Tapi urusan kami dengan Ki Ludiro si Jari Cepat tetap berlanjut. harap kau jangan ikut campur dan segeralah menyingkir..'' kata Pengemis Gigi Gompal setelah berpikir dengan tenang. biarpun mesti harus merelakan kelima orangnya mati tanpa pembalasan, tapi itu jauh lebih baik dari pada berurusan dengan orang yang dia anggap punya hubungan dekat dengan si Setan Kuburan. momok nomor satu dari aliran hitam yang telah lama membuat kaum persilatan tidak dapat tidur nyenyak di cekam ketakutan.
Mendengar ucapan Pengemis Gigi Gompal Ludiro si Jari Cepat dari perkumpulan pencuri 'Maling Kilat' jadi rada tercengang, dia cepat berpikir mencari jalan agar bisa turut lolos dari kepungan bersama dengan pemuda pincang itu. meskipun belum jelas siapa sebenarnya orang ini, tapi yang pasti Pengemis Gigi Gompal dari perkumpulan pengemis 'Kelabang Ireng' itu telah di buat takut kepadanya. sementara itu Pranacitra seakan juga baru tersadar dari lamunannya, ''Kenapa sekarang kau berubah pikiran dan membiarkan aku pergi, padahal lima orang anggotamu sudah mati di tanganku.?''
__ADS_1
Bibir Pengemis Gigi Gompal yang sedikit sumbing terlihat sedikit bergetar menahan hawa amarah. ''Aku tidak ada urusan apapun denganmu, jadi cepatlah pergi dari sini dan jangan pernah kembali.!''
Pranacitra melirik sekejab Ludiro si Jari Cepat seakan hendak mengucapkan sesuatu tapi di urungkannya. dengan langkah terseok menyeret kaki si pemuda mulai melangkah pergi. diam- diam Pengemis Gigi Gompal merasa lega, tapi dia tertegun saat melihat si pincang berbalik dan bertanya ''Kau belum menjawab pertanyaanku., siapa orang yang kau sebut sebagai si Setan Kuburan itu.?''
Wakil ketua pekumpulan pengemis Kelabang Ireng itu seakan merasa sedang berhadapan dengan orang tolol., ''Pemuda pincang., apa sebenarnya maksudmu dengan bertanya seperti itu, aku sudah banyak mengalah padamu, jadi jangan coba mempermainkan aku dengan mengajukan pertanyaan yang sudah jelas jawabannya.!''
''Jelas jawabannya., mempermainkanmu.?''
''Hei pengemis tua., aku bertanya baik- baik padamu tentang siapa orang berjulukan aneh Setan Kuburan itu, apa dia hantu penasaran yang baru bangkit dari kuburnya, atau kuntilanak yang gentayangan hendak menculik bayi.? aku bertanya padamu karena memang tidak tahu apapun tentangnya. kalau kau tidak mau menjawabnya tidak jadi masalah buatku., memang kurasa sebaiknya aku cepat pergi dari sini, kalian semua sudah membuatku muak.!''
''Sobat muda., si Setan Kuburan adalah orang yang memiliki ilmu silat Langkah Aneh Mayat Hidup yang kau kuasai itu.!'' seru Ludiro si Jari Cepat. ''Dan kurasa Pengemis Gigi Gompal sengaja menyuruhmu pergi karena takut kepadamu. dia pasti tahu kau ada hubungan erat dengan tokoh sakti yang tanpa tandingan itu..''
''Tapi aku benar tidak tahu dan tidak punya hubungan apapun dengan orang yang kalian sebut sebagai si Setan Kuburan itu..'' bantah Pranacitra. inilah suatu kesalahan. jika saja pemuda ini tidak ngotot membantah, dia bisa berlalu dengan tenang dan hidupnya akan baik- baik saja.
__ADS_1
Tapi karena dia mengaku tidak ada kaitan apapun dengan si Setan Kuburan, persoalan menjadi lain. Pengemis Gigi Gompal tidak ada alasan lagi untuk merasa takut bakal mengusik dedengkot persilatan aliran hitam itu. sebaliknya si Jari Cepat merutuk dalam hati akan ketololan si pincang. tadinya dia berpikir dengan menggunakan nama besar Setan Kuburan dia juga bisa berharap turut lolos dari tempat ini. tapi sekarang harapan itu hilang. terpaksa Ludiro harus siap beradu nyawa dengan perkumpulan pengemis Kelabang Ireng.!
''Hek., he., pemuda pincang., aku tidak tahu apakah harus memuji kejujuranmu atau malah memaki otakmu yang goblok. tapi karena kau sendiri yang bilang tidak ada hubungan dengan si Setan Kuburan, maka tidak ada alasan lagi bagi kami dari perkumpulan pengemis Kelabang Ireng untuk takut menuntut balas kematian lima orang saudara seperkumpulan.!'' bentak Pengemis Gigi Gompal tergelak. mendengar itu Pranacitra baru menyadari kebodohannya yang bicara terlalu polos. tapi nasib buruk dan otak bego memang sering berjalan berdampingan. tidak ada lagi jalan untuk mundur kecuali bertarung untuk bertahan hidup.
Pengemis Gigi Gompal menggerung murka saat matanya menyapu sekeliling. dari belasan orang anggota yang tadi datang bersamanya, kini hanya tersisa enam orang saja. lima mati ditangan si pemuda pincang, tiga lainnya tewas di habisi Ki Ludiro si Jari Cepat dari perkumpulan Maling Kilat.
''Ludiro maling sialan itu sudah terkena racun 'Pecut Kelabang Ulet' pasti tubuhnya mulai melemah dan aliran darahnya tersendat. dia kuanggap.sudah jadi bangkai..''
''Tapi yang jadi pikiranku justru si pincang bermuka pucat ini, kalau dilihat sepintas dia tidak ubahnya seperti orang penyakitan yang bakal mati besok. tapi kenapa bisa memiliki ilmu kesaktian yang mengerikan.?'' pikirnya bimbang.
Dengan kertakkan giginya yang hampir separuh ompong, Pengemis Gigi Gompal sentakkan senjata cambuk di tangannya. tenaga dalamnya tersalur sampai ke ujung cambuk hingga senjata yang dinamai Pecut Kelabang Ulet itu bergetar sementara dua batang besi runcing seperti sengat ekor kelabang memancarkan cahaya merah dan tetesan cairan merah kehitaman yang saat menyentuh tanah mengeluarkan bunyi mendesis.
Tanah yang terkena tetesan cairan itu terlihat berasap dan menghitam. pertanda tingkat racun yang ada dalam senjata cambuk itu sangat mematikan. Ki Ludiro seakan maklum dengan apa yang bakal mereka berdua hadapi. ''Sobat pincang., harap kau berhati- hati, karena senjata cambuk di tangan Pengemis Gigi Gompal mengandung racun sangat ganas, kalau tidak salah itu di sebut 'Racun Kelabang Pitu''
__ADS_1
''Kabarnya sesuai dengan namanya racun itu di buat dari bisa tujuh jenis kelabang yang berbeda dan siapapun yang terkena bakal mati dalam tujuh langkah saja.!'' bisik Ludiro memberi peringatan pada Pranacitra yang ada di samping kirinya. sementara si pucat pincang ini justru seakan tidak perduli dengan maut yang mengancamnya. karena dalam hatinya dia masih terus mengutuki nasibnya yang sial dan kebodohan otaknya sendiri.