
Di hardik begitu rupa oleh Daeng Labisa seketika membuat wanita cabul berjubah kuning tipis itu naik pitam dan merasa terhina. kedua orang lelaki yang menjadi pendampingnya juga turut meluap kemarahannya. meski tahu lawan berilmu tinggi namun bagaimanapun juga mereka bertiga juga bukan golongan pesilat lemah.
Dalam dunia persilatan sudah sejak sepuluh tahun lalu nama 'Tiga Iblis Bercinta Merah Kuning' terdengar. seperti namanya mereka terdiri dari tiga orang yang punya perilaku mesum. pimpinannya adalah seorang wanita jahat, genit dan suka mengumbar nafsu syahwatnya. dia mempunyai dua orang lelaki yang disebutnya sebagai suami demi dapat memenuhi gairahnya.
Kedua orang lelaki itu sebenarnya adalah saudara- saudara seperguruannya sendiri yang kebetulan juga memiliki hasrat yang sama. kabarnya dulu mereka bertiga pernah ketahuan gurunya saat sedang melakukan hubungan terlarang. akibatnya sang guru beserta beberapa murid lainnya menjadi murka dan bermaksud membunuh mereka. tapi dengan susah payah ketiganya berhasil kabur.
Di Luaran ketiganya sempat menjadi buruan orang persilatan atas permintaan bekas gurunya, namun mereka keburu lenyap tanpa ketahuan jejaknya. dua tahun kemudian tiga orang inipun kembali muncul. bukan saja ilmunya bertambah tinggi, kelakuan cabul mereka juga semakin tidak ketulungan saja. rupanya saat masih di perguruannya yang lama, tanpa sengaja mereka menemukan sebuah kitab ilmu terlarang yang memberikan petunjuk untuk dapat meningkatkan kesaktian dengan cara berhubungan badan.
Karena merasa tertarik ketiga orang itupun mempelajarinya. dari sinilah segala macam kesesatan berawal. kitab ilmu ini sebenarnya dikhususkan untuk pasangan suami istri yang mempunyai ikatan perasaan cinta yang suci dan memiliki kebersihan hati nurani. selain itu mereka juga harus dapat mengendalikan hawa nafsunya.
Tapi jika sampai dipelajari oleh sembarangan orang, ilmu yang terdapat dalam kitab ini dapat merubah sifat orang tersebut menjadi cabul dan jahat meskipun ilmu kesaktian mereka juga akan bertambah hebat. ada satu lagi dampak aneh yang timbul pada orang yang telah salah mempelajari ilmu dalam kitab sakti itu. entah kenapa mereka menjadi sangat menyukai warna merah untuk lelaki dan kuning bagi wanitanya.
Pusaran angin yang datang bergulungan menyapu rumput belukar dihutan itu. seiring dengan naiknya gelombang hawa membunuh dari tubuh keempat orang tokoh silat yang saling berhadapan ini, membuat suasana tegang di penghujung malam terasa semakin mencekam jiwa.
''Hantu Jubah Hijau Bermata Satu'. biarpun julukanmu terkenal dalam dunia persilatan namun belum cukup untuk menggetarkan kami bertiga. lagi pula., bisa jadi selama ini kau cuma besar nama saja..'' cibir wanita genit itu sekilas dia melirik kedua rekannya yang berada di kiri- kanan. dengan sebuah kedipan mata sebagai isyarat tubuh dua orang lelaki berjubah merah itupun sudah melesat ke depan.
Cara mereka berdua untuk menyerang lawan juga berlainan. yang gemuk pendek dan berambut gimbal menyerang dari sebelah kiri. pertama dia berkelebat menyasar dada kiri tapi di tengah jalan berubah cepat turun ke bawah hendak menghajar perut dan pinggang lawan. tubuh pendeknya mampu berputar sangat rendah tanpa menyentuh permukaan tanah. dari telapak tangannya terpancar selapis cahaya disertai asap kemerahan.
Lelaki satunya lagi yang berkepala nyaris gundul dan bertubuh tinggi kurus awalnya juga mengincar bagian dada namun ditengah jalan kakinya menjejak tanah seiring dengan tubuhnya yang berputar melesat ke udara. dari atas sana dua kepalan tangan orang ini hendak menghantam pecah kepala Daeng Labisa. dari gerakan keduanya yang cuma terlihat kelebatan bayangan merah saja dapat diketahui tingkat ketinggian ilmu ringan tubuh mereka.
__ADS_1
Orang terakhir keluarkan suara mengikik genit sebelum tubuhnya berkelebat ke depan. sepasang tangan yang tersembunyi dibalik pinggangnya turut menghantam. selusin paku kuning beracun menyambar ganas sebagai pembuka gebrakan. detik selanjutnya jurus serangan yang sebenarnya barulah terlihat.
Kedua jemarinya menekuk membentuk cakar. kuku tajam berselimut sinar dan asap kuning turut menyambar membeset udara malam. berbeda dengan kedua kawannya yang merubah jurus serangan di tengah jalan, dari awal menyerang sasaran perempuan ini juga tidak berubah. langsung mengancam leher, dada juga perut lawan. ''Hik., hi., matilah kau tua bangka mata picak keparat.!''
Semenjak keluar persembunyian lantas membuat kekacauan di rimba persilatan, Tiga Iblis Bercinta Merah Kuning hampir selalu menggunakan jurus yang dinamai 'Pukulan Tiga Wujud Iblis Berselingkuh' ini sebagai serangan pembukanya jika mereka harus menghadapi lawan yang tangguh.
Tiga jenis serangan jurus yang berbeda rupa dengan tiga sasaran berlainan mengancam Daeng Labisa. dibalik wajah dingin bengisnya tokoh silat dari tanah Bugis itu sebenarnya cukup terkejut juga. walau tidak mengenali nama jurus lawan tapi dia tahu betul kalau serangan ini tidak bisa dianggap enteng.
Daeng Labisa keluarkan suara mendengus. kedua lututnya menekuk sejengkal ke bawah. jubah hijau yang dipakainya mengembang berkibar pertanda sedang keluarkan tenaga dalam. saat berikutnya terdengar bentakan garang. kedua lengan orang tua itu berputar membentuk lingkaran sebelum bergerak mengemplang atas dan ke depan. dalam saat hampir bersamaan tubuhnya juga sedikit menyurut sambil sapukan kakinya.
Gerakan ini nampak sangat rumit namun Daeng Labisa sanggup melakukannya dalam waktu yang hampir bersamaan. cahaya hijau tajam menggidikkan hati membarengi setiap jurus yang dia lancarkan. pukul memukul dan saling tangkis terjadi dalam gebrakan jurus pertama itu yang diselingi suara makian kotor juga dengusan geram.
'Plaaakk., plaaakk., sraaakk.!'
'Dhaaass., dhaaass., dheeess.!'
'Braaaakk., braaaakk.!'
Dalam satu gebrakan serangan jurus saja sudah terjadi lebih dari sepuluh bentrokan kekuatan yang diakhiri dengan mentalnya empat sosok tubuh. hebatnya biarpun Daeng Labisa adalah pihak yang mendapatkan gempuran tapi dia hanya terhuyung mundur dua langkah saja. walau demikian terlihat beberapa bagian jubah hijaunya yang terkoyak serangan lawan.
__ADS_1
Sebaliknya tiga penyerangnya malah terpental hingga dua tombak, bahkan si pendek gimbal sampai berteriak tertahan karena tulang sikunya nyaris remuk terkena tendangan lawan. meski dapat selamat tetap saja lengan jubahnya robek besar dan memar membiru dari siku hingga bahu tersambar tenaga sakti si Hantu Jubah Hijau Bermata Satu. ''Huhm., cuma punya ilmu seujung jari sudah berani berlagak didepanku. benar- benar cari mati.!'' ejek Daeng Labisa mendengus hina.
''Bangsat tua., kami belum kalah.!'' rutuk si wanita genit sambil kerahkan tenaga dalam untuk mengendalikan aliran jalan darahnya yang kacau akibat beradu kekuatan. ''Jangan harap kau bisa dapatkan benda itu.!'' hardik si tinggi botak. diantara ketiganya dialah yang tidak sampai mengalami cidera luka dalam karena memilih menyerang dari atas.
''Hik., hi., dua suamiku sayang., saatnya untuk melampiaskan gairah panas yang berkobar di dalam tubuh kita bertiga..'' mendengar ucapan si wanita cabul kedua orang lelaki itu agak berubah air mukanya, antara rasa terkejut tapi juga kesenangan. setelah tertawa dan saling melempar lirikan mesum, hampir bersamaan ketiganya melepas jubah luar mereka hingga telanjang dada di bagian atas serta cuma memakai kain cawat merah penutup bagian selakangan.
Di lain pihak wanita genit itupun juga berbuat hal yang sama. bedanya dia kini hanya memakai selembar kutang penutup buah dada dan bagian pusatnya dari kain sangat tipis yang hampir tembus pandang. dari tubuh mereka yang nyaris bugil keluar uap kabut berwarna kuning dan merah. dengan tidak tahu malu mereka bertiga membuat gerakan- gerakan aneh yang mengundang nafsu bagi yang melihatnya.
Dalam sekejap saja tubuh ketiga orang ini lenyap dalam gumpalan kabut merah kuning yang menebarkan aroma wangi memabukkan perasaan. kejadian ini berlangsung begitu cepatnya hingga Daeng Labisa tidak sempat untuk mempersiapkan diri. mata tunggal orang tua ini mulai lamur. di depannya telah muncul banyak sekali bayangan lelaki tampan perempuan cantik yang sedang bercinta dengan penuh nafsu. beberapa wanita jelita itu terlihat melambai genit ke arahnya.
Daeng Labisa mengumpat saat merasakan tubuhnya mulai panas bagai terbakar api. jubah hijaunya basah kuyup. dia berusaha bertahan dengan kerahkan tenaga dalam tapi darah sudah menetes dari lubang hidung, mata, telinga hingga pori- pori kulitnya. daya rangsang ilmu yang konon dinamai 'Tarian Birahi Iblis Bercinta' ini memang sangatlah mengerikan. selain itu juga mengandung hawa beracun panas yang dapat mendidihkan darah di tubuh lawan.!
''Aakh., kep., kepa., rat.!'' umpat Daeng Labisa. kedua kakinya mulai goyah orangnyapun jatuh berlutut. pesilat dari tanah Bugis itu meraung gusar. dia tidak mau menyerah. dengan kerahkan tenaga kesaktian Daeng Labisa lontarkan ilmu pukulan sakti ke empat penjuru arah. dia tidak tahu keberadaan lawan karena terkurung kabut merah dan kuning.
Semua pukulannya terasa sia- sia dan seolah lenyap ke dalam lubang tanpa dasar. yang dia dengar juga rasakan sekarang hanyalah suara rayuan wanita dan darah yang meluap karena kobaran nafsunya sendiri. mungkin sebentar lagi., tubuhnya bakal meledak hancur menjadi genangan darah. dia menyesal sudah menganggap remeh lawannya.
Di saat kesadaran lelaki ini sudah berada pada ujungnya, mendadak telinganya seperti mendengar sebuah bisikan halus. ''Mata tuamu yang tinggal satu itu kenapa juga masih kau pakai untuk melihat pemandangan yang membosankan..'' Daeng Labisa rada tertegun. tetapi sekejap kemudian dia malah menutup matanya yang tinggal sebelah kanan itu.
,,,,,,,,
__ADS_1
Silahkan tuliskan komentar Anda jika suka. Terima kasih., Wasalam 🙏.