
Jurus serangan Srianah mengutamakan gerakan cepat dan sasaran yang tepat. biarpun tenaga pukulan dan tendangan yang terkandung dalam tiap jurusnya tidak begitu kuat, namun karena yang diincar adalah titik sasaran yang terlemah dan paling mudah di hantam, akibatnya cukup menakutkan.
Kebiasaan gadis manis bekas copet cilik di pasar Sewon itu tidak pernah berubah. awalnya saat melihat jumlah lawan yang banyak, dia ingin bertarung secepat mungkin lantas kabur untuk memancing musuh agar mengejarnya. dengan andalkan ilmu ringan tubuhnya yang tinggi Srianah yakin bakalan lolos dari pengejaran.
Rencana selanjutnya dia hendak mengecoh lawan dengan memutar arah kembali ke gubuk untuk menyelamatkan kedua orang pembantunya melarikan diri. tapi sayang., Gendol malah muncul keluar gubuk hingga rencananya berantakan, tidak ada jalan lain kecuali menggempur lawan sekuat yang dia mampu.
Srianah menyadari tenaga kesaktiannya tidak begitu tinggi. dia hanya andalkan ilmu ringan tubuh dan ketajaman mata untuk menentukan sasaran yang paling lemah. setelah Srianah menghajar tiga orang lawannya yang berdiri paling jauh, dia kembali mainkan sepasang telapak tangannya membacok leher juga pergelangan tangan dua orang lawan yang hendak membabat tubuhnya dengan golok hingga meraung patah tulang.
Tiga buah tendangan keras melingkar secepat halilintar dengan kekuatan bagai sapuan angin puyuh membuat mereka terkapar roboh muntah darah akibat tulang dada remuk dan perutnya melesak ke dalam nyaris jebol. meskipun membekal senjata dan berjumlah banyak tapi karena serangan gadis itu begitu cepat serta tidak terduga datangnya membuat lawan seketika semburat menjauh.
Gadis murid Ki Suta dan 'Gembel Sakti Mata Putih' itu jelas tidak mau berhenti. sekarang yang dia incar malah berganti kedua orang berbaju keperakan. dua tangan yang terkepal kirimkan empat buah jotosan ke arah perut dan dagu lalu berguling ke tanah untuk menghantam lambung, bagian bawah perut sekalian menghindari dua bacokan golok yang hendak menebas punggungnya.
Pukulan itu kuat dan cepat. sasarannya juga tidak terduga. kedua orang berbaju perak keluarkan sumpah serapah. pedang ditangan mereka bergerak membabat dan menusuk tapi Srianah sudah lenyap dari sana. tahu- tahu tubuh gadis itu muncul di belakang tiga orang pedagang yang telah membayar para begundal itu.
Dua kali kepalan tangannya memukul, kedua orang diantaranya langsung tersungkur roboh. seorang lagi yang berniat menikam dari belakang malah menjerit ngeri setelah bahunya ditebas kapak si Gendol yang turut datang menyerbu. ''Dasar pengecut., jangan pernah menyentuh majikanku.!'' teriaknya marah sambil bacokkan kapaknya berulang kali dengan gerakan ngawur.
Srianah terperanjat khawatir bercampur terharu melihat kenekatan anak buahnya. meskipun tidak mengerti silat kanuragan tapi dengan ayunan kapak serta tenaganya yang besar dia mampu membuat kepungan lawan menjadi buyar. pertarungan sengit itu sudah berlangsung lewat belasan jurus.
Biarpun sepintas terlihat baik namun Srianah tahu keadaan ini tidak akan berlangsung lama. karena selain ada dua orang baju perak yang punya ilmu pedang lumayan, orang tinggi berjubah merah kehitaman yang pasti punya ilmu kesaktian lebih tinggi juga belum turun tangan.
__ADS_1
Saat itulah Srianah membuat keputusan. setelah merobohkan seorang pengeroyoknya, kedua kakinya mendadak menutul ke tanah. tubuh langsing yang cuma tertutupi baju kutang putih dan kain jarik hitam sebatas lutut itu berjumpalitan di udara. rambut hitam yang panjang turut berpilin mengikuti gerakan tubuhnya. di bawah cahaya obor, semua yang terlihat diatas itu adalah suatu pemandangan yang memukau kaum lelaki.
Apalagi saat berada di udara sebagian kain jarik hitam Srianah turut tersingkap hingga kedua pahanya terlihat. belum lagi tali kutang bajunya yang melorot ke lengan, membuat separuh buah dadanya yang ranum turut tersingkap. darah para lelaki yang ada dibawah berdesir lebih cepat. mata mereka semuanya melotot seolah hendak keluar.
Bibir Srianah menyeringai licik. dia mungkin nampak lugu, polos dan murni namun bukan gadis tolol yang tidak tahu apapun. hanya perlu sekilas saja bagi matanya memandang ke bawah untuk dapat menentukan sasaran. saat perhatian lawan sudah terpecah di saat itulah waktu yang tepat untuk menghantam.
Kedua telapak tangan terbuka sejajar dada. kemilau cahaya putih keperakan yang membentuk lingkaran berpendaran. saat kedua tangannya menghantam ke bawah lingkaran- lingkaran sinar perak membentuk perisai menggebrak. inilah pukulan 'Sepasang Sinar Lingkaran Dewa.!'
'Whuuuss., whuuuss.!'
'Slaaashh., blaaaamm., blaaaam.!'
''Gadis sundal penjual jamu keparat.!'' rutuk kedua orang berbaju perak sambil berguling menghindar. terdengar teriakan parau bersautan dari para pengepung saat beberapa cahaya aneh berbentuk lingkaran keperakan yang menebar hawa panas menyambar ke bawah. lima orang terkapar dengan raga melepuh dan remuk tercerai berai, bahkan beberapa bagian tubuhnya ada yang hangus.
Andaikan saja ilmu kesaktian ajaran Gembel Sakti Mata Putih itu sudah di kuasai Srianah dengan sempurna. mungkin lebih separuh dari mereka sudah lenyap dari muka bumi. karena ilmu pukulan sakti itu bukan hanya memiliki daya hancur mengerikan tapi juga sanggup menyedot tenaga dalam dan sari pati kehidupan dari lawannya.!
''Jika kalah jumlah dan tenaga, gunakan otak untuk membuat siasat. kalau lawanmu kaum lelaki justru akan lebih mudah, karena laki- laki punya nafsu pada perempuan. gunakan saja sebagian tubuh kita yang menarik untuk memecah perhatian mereka. saat itulah kau bisa lebih mudah menghantam lawanmu.!''
Itulah sepenggal ucapan yang pernah dia dengar dari seorang pendekar wanita yang mempunyai wajah sangat cantik, sewaktu dia masih mengembara mencari pengalaman hidup. saat itu Srianah yang sedang berusaha menolong serombongan pedagang yang di kepung oleh belasan orang perampok. meski punya ilmu silat lumayan hebat tapi Srianah masih miskin pengalaman hingga sulit lolos dari kepungan para begal rampok yang rapat mengurungnya.
__ADS_1
Walaupun mampu merobohkan beberapa orang anggota rampok, namun dia mesti melindungi juga kaum pedagang dari ancaman para begal itu hingga Srianah cukup kerepotan. di saat itulah muncul seorang wanita cantik jelita berjubah gaun hitam. potongan tubuh indah, seulas senyuman manis, kerlingan mata genit dan sapaannya yang manja seolah membetot sukma para perampok.
Meskipun hanya sekejap mata saja tapi itu sudah menentukan segalanya. hanya dengan kibasan sebuah kipas perak dan lemparan jarum beracun, wanita secantik bidadari itu mampu membunuh delapan orang anggota rampok sekaligus dalam sekali gebrakan. sambil melipat kipas peraknya dia sempat memberikan beberapa saran kepadanya tentang bagaimana seorang perempuan menghadapi kepungan lawan tanpa harus keluar banyak tenaga.
''Sisanya terserah kau sendiri. maaf yah., aku masih banyak urusan. selamat tinggal adik manis..'' ucap wanita itu seraya berkelebat pergi. Srianah tidak sempat mengetahui siapa adanya wanita cantik berkepandaian tinggi itu, tapi setiap gerak- gerik juga ucapannya selalu teringat di dalam benaknya.
Semua orang terperanjat kaget bercampur ngeri. meskipun sudah tahu kalau gadis muda pembuat jamu itu punya ilmu bekal ilmu silat namun mereka sungguh tidak mengira kalau sampai sehebat ini hingga tanpa sadar sebagian dari mereka tersurut mundur. tapi sayangnya Srianah bukan orang yang suka kepalang tanggung. meskipun sudah mulai lelah sampai baju kutangnya di basahi keringat, dia tetap tidak mau berhenti. sekali lagi kedua tangannya menghantam mencari korban.
''Gadis jahanam., ajalmu sudah tiba.!'' bentak lelaki jangkung berambut gondrong yang sedari awal hanya diam menunduk. dengan sepasang telapak tangan terbuka dia sambut ilmu pukulan Srianah. dua larik cahaya merah berbentuk kerucut menghantam tepat di tengah lingkaran keperakan.
Terdengar suara ledakan- ledakan saat dua cahaya kerucut aneh itu berusaha menembus perisai lingkaran dari dua telapak tangan Srianah. gadis itu tersurut mundur. tapak kakinya berdarah menyaruk tanah berbatu tapi dia terus berusaha bertahan. dalam keadaan seperti ini bagian belakang tubuhnya terbuka. kedua lelaki berbaju perak saling lirik sebelum tikamkan pedang ditangan mereka.!
Gendol meraung bengis. meski tubuhnya yang tinggi besar sudah terluka bacokan di beberapa bagian, tapi daya tahan tubuhnya memang sangat kuat. dengan nekat dia mendobrak kurungan golok lawan yang mengepungnya meskipun harus menerima tiga bacokan di dada dan lengannya.
Dengan sekuat tenaga pemuda itu berlari sambil babatkan kapaknya. ''Mbak Srianah., awas serangan di belakangmu.!'' serunya panik. tanpa pikir panjang pemuda bodoh tapi kuat dan setia itu gunakan punggungnya untuk menghadang tikaman pedang kedua orang berbaju perak. darah menyembur dari luka. setelah menggerung buas tubuh Gendol membalik sebelum ambruk ke tanah.
*****
Silahkan tulis komentar Anda๐๐. Terima kasih.
__ADS_1