Pendekar Tanpa Kawan

Pendekar Tanpa Kawan
Tipuan lama yang menakutkan.


__ADS_3

Ketiga orang sekeluarga yang terdiri suami istri dan anak gadisnya itu masih terlibat pertarungan sengit melawan dua orang resi pertapa tua bersaudara kembar. pedang pendek Retno Item yang sudah terbelit lepas dari tangannya kini malah melesat balik mengancam ibunya. sementara dia sendiri walaupun sempat melepaskan pukulan dan tendangan ke tubuh Resi Giling Bumi tetap saja jatuh tersungkur saat kibasan lengan jubah selempangan resi itu menyambarnya.


Yang membuatnya semakin geram dan takut pertapa tua itu telah membuat tubuhnya lemas tertotok saat berusaha bangkit. dari tingkah mesum kedua resi tua itu Retno Item dapat membayangkan apa yang bakal menimpanya.


''Retno Item putriku.!'' jerit Dewi Bintang Hitam dan Ki Wedhus Jenggot Putih hampir bersamaan. biarpun sangat khawatir dan murka namun mereka berdua tidak dapat berbuat banyak untuk menolongnya. karena di saat bersamaan sepasang suami istri itu juga sedang terancam bahaya maut.


jurus 'Tiga Gunting Gunung' yang diandalkan Ki Wedhus Jenggot Putih bukan saja gagal, malah dia harus menerima dua buah kibasan lengan jubah hitam Resi Giling Langit di bagian dada dan paha kirinya. sempat juga orang tua ini berusaha berkelit, menangkis juga balas lepaskan beberapa tendangan lagi, namun tubuhnya yang berada di udara membuat pertahanannya lemah hingga dia jatuh terkapar.


Tetapi dalam keadaan terluka dalam dan menahan rasa sakit, Ki Wedhus Jenggot Putih berusaha bangkit kembali menerjang lawannya. rasa kasih sayang orang tua pada sang anak membuatnya nekat beradu jiwa. kedua kakinya kembali lepaskan jurus 'Tiga Gunting Gunung' bebarengan kepalan tangan turut pula lepaskan lima pukulan berantai yang mengandung tenaga dalam tinggi.


Hanya sayang lawan kali ini terlalu tangguh hingga tidak sampai sepuluh jurus tubuh orang bermuka mirip kambing itu kembali terkapar sampai muntah darah setelah di sambar dua cahaya hitam angin panas dari pukulan selempangan lengan jubah hitam Resi Giling Langit yang datang laksana tusukan tombak.


Keadaan Dewi Bintang Hitam juga nyaris serupa, dari menyerang dengan senjata rahasia bintang terbang, kini perempuan itu malah di ancam pedang pendek Retno Item yang balik menyambar sedangkan tubuhnya sudah keburu maju.


Meskipun sangat sulit tapi dia tetap berusaha menghindar dengan jatuhkan dirinya bergulingan ke kiri. biarpun berhasil selamat namun lengan kanannya masih sempat tersambar mata pedang cukup dalam. walaupun pedang Retno Item tidak beracun tapi luka di lengannya cukup parah hingga tulangnya terlihat.


Ancaman tidak berhenti di situ saja, malahan kini dia mesti menghadapi Resi Giling Bumi secara langsung. dua kebutan lengan jubah yang panjang bergerak bagaikan ular hitam beracun yang membelit dan mematuk tubuh mangsanya.


Tidak mau menyerah Dewi Bintang Hitam cepat hantamkan jurus 'Cakra Bintang Kembar Penyebar Maut'. dua buah senjata bintang terbang bersegi delapan berukuran lebih besar menyambar ganas dengan keluarkan suara berdesing nyaring dan asap merah panas bara api. ilmu inilah yang pernah melukai lengan si 'Sukma Tertawa'.


'Whuuust., wheees.!'


'Sriiing., shiiing.!'


Seharusnya dua senjata ini mesti di lepaskan bersamaan dengan kedua tangan, namun karena lengan kanannya cedera berat Dewi Bintang Hitam hanya bisa melemparkannya dengan tangan kiri dua kali berturut- turut. tentu saja kekuatan jurus ini menjadi banyak berkurang.


''Huhm., ilmu rendahan seperti ini juga di pakai untuk menghadapiku. perempuan ini cuma besar lagaknya saja.!'' ejek Resi Giling Bumi seraya kibaskan kedua lengan jubah hitamnya lantas menyentak keras seperti cambuk. dua larik kelebatan cahaya hitam panjang turut menyambar.


'Whuuuk., whuuk.!'


'Ctaaar., ctaaar.!'


Dua buah bintang segi delapan yang deras meluncur berputaran bagai gasing mental terhantam kebutan cahaya hitam dari lengan jubah Resi Giling Bumi. tapi hebatnya kedua cakra bintang itu terus saja berputaran di udara lantas kembali meluruk deras ke bawah menyambar tubuh kurus Resi Giling Bumi.!


''Tidak semudah itu mengalahkanku 'Resi Kembar Bejat.!'' maki Dewi Bintang Hitam gusar menyebut julukan lain dari dua orang pertapa kembar itu di rimba persilatan. rupanya jurus 'Cakra Bintang Kembar Penyebar Maut' dapat di kendalikan dari jarak jauh hingga beberapa kali datang mengancam Resi Giling Bumi. hanya saja ini akan cepat menguras tenaga dalam Dewi Bintang Hitam.


Baik Resi Giling Bumi dan saudaranya Resi Giling Langit sama merutuk dalam hati. kedua orang tua ini memang para pertapa tua kembar yang berdiam di bukit Kemukus, namun mereka sebenarnya cuma memakai gelar Resi pertapa sebagai kedok saja untuk menutupi perbuatan bejat mereka berdua yang sering kali berbuat mesum dengan memperdayai kaum perempuan.


Kabarnya selain demi kesenangan dua orang saudara kembar itu juga membutuhkan wanita yang masih suci demi meningkatkan ilmu awet muda dan kesaktian mereka.

__ADS_1


Biarpun sudah jelas kaum penoda wanita, tapi dua orang resi cabul itu tidak sudi dan malu di gelari sebagai 'Resi Kembar Bejat'. karenanya dengan amarah meluap Resi Giling Bumi meraung keras sambil kembali menggempur. sekali berkelebat dia membuat gerakan tubuh berputar dan meluruk seperti tikaman mata tombak.


Kini saudara kembar Resi Giling Langit itu bukan saja memakai kebutan jubahnya tapi juga sambaran cakar tajam bersinar hitam yang selama ini terus tersembunyi di balik lengan jubahnya.


Kebutan selempangan jubah hitam meluruk bagai cambuk yang di susul sambaran cakar hitam yang jelas mengandung racun ganas menggebrak. gerakan sambaran cakar itu terlihat lebih berbahaya karena langsung mengincar leher sekaligus turun ke bawah hendak menjebol jantung.


Dewi Bintang Hitam menjerit keras, senjata bintang terbangnya terpental runtuh di kebut jubah lawan. tenaganya mulai terkuras habis hingga tidak mampu lagi mengendalikan bintang kembarnya. dengan tangan kiri dia mencoba menghamburkan sepuluh senjata bintang besi terbang yang tersisa dari balik pakaian hitamnya sekalian mencoba mundur menghindari sambaran cakar beracun lawan.


Resi Giling Langit yang sedang mulai sibuk menggerayangi tubuh Retno Item yang kaku tertotok menyumpah serapah saat beberapa senjata bintang terbang itu mendadak berpencar. empat diantaranya melesat cepat ke arahnya. karena tidak menyangka bakal di serang, hanya tiga saja yang sanggup di buat mental sedang satu lagi menancap tembus di sela tulang iganya.


''Aaakh., perempuan keparat.!'' rutuk Resi Giling Langit penuh dendam menahan rasa sakit. dengan cepat ujung jari cakarnya mencongkel keluar senjata rahasia bintang besi itu lalu menotok jalan darahnya agar darah tidak terus keluar. tiga butir obat pemunah racun di telannya sekaligus.


Saat hendak melabrak di lihatnya Dewi Bintang Hitam sudah terkapar dengan bagian dada tercabik. meskipun masih hidup namun jiwanya terancam melayang jika tidak cepat mendapat pertolongan.


Pertarungan ini tidak berlangsung begitu lama, mungkin cuma belasan jurus saja. tapi kalah dan menang sudah dapat terlihat. tiga sosok tubuh terlentang mengucurkan darah. satu orang diantaranya sudah mengerang keracunan, sedang dua lainnya pingsan.


''Kenapa tidak kita habisi saja wanita sialan ini, malah kau berikan sedikit obat penawar racun.?'' tanya Resi Giling Langit sengit. karena tidak puas melihat apa yang di lakukan saudaranya.


''Jangan salah sangka saudaraku., aku ingin wanita ini hanya bisa diam dan menangis saat melihat kita berdua bersenang- senang dengan anak gadisnya itu. Haa., ha..'' jawab saudaranya tertawa licik. Resi Giling Langit melengak lalu ikut tertawa bergelak.


''Dua orang resi sakti., harap maafmu karena mengganggu urusan para resi yang mulia.!'' terdengar seruan seseorang yang di susul berkelebatnya sesosok bayangan manusia yang muncul dari balik gelapnya pepohonan. orang yang belum jelas tampangnya ini langsung berhenti kira- kira sepuluh langkah dan membungkuk hormat cukup dalam di hadapan 'Resi Kembar Sakti Dari Bukit Kemukus'.


''Sekali lagi hamba yang rendah dan bodoh ini mohon kemurahan hati dari Resi Giling Bumi dan Resi Giling Langit atas semua kelancanganku., harap kedua Resi yang sakti mandraguna dan tiada tandingan sudi memberi ampun..'' ucap si pendatang itu sambil terus membungkuk, sikapnya hormat juga rada takut.


''Heih., siapa kau berani mengganggu urusan kami..'' bentak Resi Giling Bumi kereng.


''Nyawamu dapat kami cabut dengan mudah jika kau tidak dapat memberikan jawaban yang memuaskan.!'' Resi Giling Langit turut menggertak.


''Aa., ampun tuan resi maha sakti., saya cuma seorang kaum rendahan dunia persilatan yang sejak lama mengagumi kehebatan dua bersaudara kembar Resi Giling Langit dan Giling Bumi. sungguh suatu kehormatan besar bagiku karena dapat bertemu dengan tokoh silat sakti dan ternama seperti kalian..''


''Aku sengaja memberanikan diriku untuk menyapa resi sakti berdua, karena kudengar kalian akan menghadiri pertemuan para tokoh silat yang akan membahas masalah kemunculan seorang pendekar berkaki pincang yang telah membuat kekacauan di dunia persilatan..'' jawab pemuda yang terus membungkuk hormat.


''Setan alas., siapa dirimu sebenarnya dan dari mana kau dapatkan berita itu.?'' tanya Resi Giling Langit setengah menggertak. saudaranya juga tidak kalah merasa heran hingga maju kedepan. tapi pemuda berbaju gelap itu angkat tangannya seraya berseru.


''Tunggu tuan resi., harap jangan mendekat karena selain takut, aku juga punya sebuah penyakit bawaan yang berbahaya., nanti tuan resi bisa tertular..''


''Aku cuma hendak menyampaikan kabar yang sangat rahasia., tanpa sengaja aku melihat seorang lelaki muda sedang berjalan terpincang sambil terbatuk darah dan jatuh tidak sadarkan diri. sepertinya dia sedang terluka dalam sangat parah. jika di lihat dari ciri- cirinya., sepertinya orang itu adalah pendekar pincang yang sedang menjadi incaran kaum persilatan.!''


''Apa kau bilang., dimana dia sekarang.?''

__ADS_1


''Cepat tunjukkan kepada kami.!'' bentak kedua resi tua itu tersentak kaget.


''Ha., ha, tuan resi berdua tidak perlu resah. orang pincang itu sudah aku bawa di tempat yang tersembunyi, juga tubuhnya kuikat dengan rantai baja dan kujejali obat pembius. lihatlah., tongkat besi tengkorak yang menjadi senjatanya juga sudah kuambil.!'' ucap pemuda itu sambil acungkan sebuah tongkat besi hitam berkepala tengkorak perak. 'Resi Kembar Bejat' langsung terkesiap


''Gila., itu memang senjata si pincang keparat itu., cepat beritahukan di mana orangnya kau sembunyikan..'' desak Resi Giling Langit.


''Itu soal mudah tuan resi., hanya saja aku inginkan sesuatu sebagai imbalannya..''


''Kurang ajar., beraninya kau tawar menawar dengan kami. tapi baiklah., sekarang katakan apa maumu.!'' geram Resi Giling Bumi. pemuda aneh itu menyeringai licik sambil menunjuk tubuh Retno Item.


''Aku inginkan gadis itu, juga kedua orang tuanya. kedua tua bangka ini pernah menghinaku saat diriku melamar anaknya..''


''Bukan itu saja., dengan kejam mereka membuat sebelah kakiku terluka parah. gadis itu juga sama jahatnya. dia menghina diriku yang miskin dan memakiku sebagai pemuda tolol lemah dan tidak tahu diri.!'' ujar pemuda itu penuh kebencian.


''Aku inginkan pembalasan., aku ingin di saat diriku mengerjai putrinya, mereka berdua tetap tersadar melihat tapi tidak mampu menolongnya., Ha., ha.!''


Meskipun Resi Kembar Bejat sudah biasa berbuat jahat dan cabul, tapi tidak urung terperangah juga mendengar kekejian hati pemuda itu.


''Itu belum seluruhnya., karena setelah semuanya selesai dan kedua resi sakti telah berhasil menghabisi pendekar pincang itu., aku ingin berguru pada tuan resi berdua.!''


Resi Kembar Bejat saling pandang sejenak, beberapa bulan belakangan sempat terlintas di pikiran mereka untuk mendapatkan pengikut atau murid. melihat kelakuan pemuda ini agaknya ada kecocokan di hati mereka, hingga keduanya terkekeh.


''Hehm., itu bisa di bicarakan nanti. sekarang tunjukkan dimana kau sembunyikan orang itu..'' desak Resi Giling Langit tidak sabaran.


''Hee., he., maaf tuan resi. sekarang aku ingin menikmati dulu gadis ini. sebelumnya akan kubuat kedua orang tuanya yang pernah menghinaku sadar lebih dulu agar dapat melihat penderitaan anak gadisnya..''


'Resi Kembar Sakti Dari Bukit Kemukus' alias 'Resi Kembar Bejat' tidak sempat menahan saat pemuda aneh itu berkelebatan ke arah Ki Wedhus Jenggot Putih dan Dewi Bintang Hitam. menotok tubuh mereka beberapa kali dan menjejalinya butiran obat. saat tersadar mulut mereka keluarkan seruan kaget. tapi satu tamparan dan bisikan halus membuat keduanya terdiam dan hanya duduk bersila.


''Hek., he., gadis sombong. kau pasti tidak pernah membayangkan kejadian hari ini. sekarang aku akan membalaskan semua perbuatanmu padaku.!'' dengus pemuda itu terkekeh seram. Retno Item tersentak melihat orang yang berdiri di atas tubuhnya yang sudah separuh tersingkap karena sempat di gerayangi Resi Giling Langit.


''Aah., dua tuan resi yang mulia., biar kita yakin tidak salah orang bagaimana kalau kau katakan rupa dan ciri pendekar pincang sialan itu. meskipun tongkat ini asli tapi bisa jadi orangnya lain..'' sambil memutar tubuh pemuda itu mendadak bertanya. sepintas sorot matanya berubah menggidikkan.


Meskipun rada heran dan curiga, tapi Resi Kembar Bejat tetap menjawabnya. ''Dari apa yang kami dengar., bangsat itu masih sangat muda, pincang, pendiam dan berpakaian gelap. cara berjalannya menyeret seperti seekor cacing, bertongkat besi kepala tengkorak dan suka bersiul lagu berirama menyedihkan hati..'' kedua orang resi tua itu masih akan mengatakan sesuatu, namun saat itulah pemuda aneh yang berdiri sepuluh langkah dari mereka mulai berjalan.


Cara berjalannya mengelikan hati, kaki kanan melangkah yang kiri terseok mengikuti. kaki kanan maju setindak yang kiri terseret di belakang. merayap perlahan seperti seekor cacing. kepalanya sedikit menunduk dengan rambut panjangnya menutupi sebagian wajahnya yang tampan dan pucat.


Pusaran angin dingin yang entah datang dari mana mendadak berhembus membuat hati semua orang membeku. dedaunan yang rontok berguguran seakan mengiringi suara siulan lagu berirama menyedihkan hati. sepasang mata yang tajam menyorot dari balik helaian rambutnya bagaikan mata orang yang sudah mati. dingin seram tanpa suatu perasaan apapun.


'Resi Kembar Bejat' tercekat. tanpa sadar mereka tersurut mundur gemetaran. perasaan ngeri, bingung, ketakutan, juga penyesalan mulai merasuki hatinya. karena mereka sadar langkah kaki yang mengelikan dan siulan lagu menyedihkan itu seakan pertanda akan datangnya kematian.!

__ADS_1


*****


Asalamualaikum., Ini mungkin chapter yang paling panjang. mohon maaf sering telat up date. silahkan coment, kritik dan sarannya, juga like👍, vote jika anda suka. Terima kasih🙏 Wasalam.


__ADS_2