Pendekar Tanpa Kawan

Pendekar Tanpa Kawan
Surat rahasia (bag1)


__ADS_3

Hembusan angin pagi yang membawa sisa embun hujan tadi malam terasa dingin menyapu kulit tubuh Jingga Rani yang hanya tertutupi baju dalam saja. dengan hati murung dia memungut kembali baju jingganya yang sudah hampir kering dan tertinggal diatas reruntuhan gubuk bambu reot. karena saking kesalnya pada Nyi Rondo Kuning dia sampai tidak perduli lagi dengan penampilannya.


''Begitu jauhkah jarak hati antara aku dan dia. kenapa pemuda itu selalu menghindar disaat ada seseorang yang berniat untuk mendekati. mungkinkah benar apa yang dikatakan oleh wanita genit bernama Nyi Rondo Kuning itu. lantas., siapakah gadis yang telah mengisi relung hatinya.?'' batin Jingga Rani sangsi. dengan melangkah gontai gadis pimpinan 'Lima Elang Api' inipun berlalu pergi dari sana.


Hanya berselisih waktu sepuluh tarikan nafas kemudian, dari atas cabang pepohonan rimbun yang berada di belakang reruntuhan gubuk bambu itu meluncur sesosok bayangan berbaju gelap. dengan tubuh bersandar batang pohon dia terus mengamati arah lenyapnya Jingga Rani. dari wajahnya yang agak pucat sepintas terlihat sedikit perasaan menyesal dan kesepian.


''Hati dan perasaan manusia siapalah yang bakal tahu. meskipun diluarnya sombong dan angkuh, tapi aku tahu kalau sesungguhnya dirimu adalah seorang gadis cantik yang tulus dan baik hati. meskipun kupaham perasaanmu namun kurasa kau layak mendapatkan yang jauh lebih baik dariku..''


''Hehm., Nyi Rondo Kuning itu kadang bicara sembarangan. memangnya kau tahu siapa wanita yang telah memikat hatiku. kalau aku sendiri tidak yakin, lantas bagaimana kau bisa berkata dengan pasti. dasar janda genit yang sok tahu.!'' gumam pemuda berbaju gelap yang memang Pranacitra adanya.


Sebelumnya pemuda ini sudah berniat untuk pergi begitu saja setelah menerina berita dari Nyi Rondo Kuning. tapi teringat akan Jingga Rani yang bakal bertemu dengan wanita itu, hatinya merasa sedikit khawatir. meskipun dia yakin Nyi Rondo Kuning bukanlah perempuan jahat, tapi janda genit ini pandai membuat panas hati, apalagi., jika dia tahu ada wanita lain yang punya rasa terhadap si pemuda.


Nyi Rondo Kuning menyadari kalau dirinya menyukai Pranacitra bahkan pernah berterus terang kepadanya. tapi dia juga sadar tidak pantas untuk memilikinya. meskipun begitu janda muda itu juga agak tidak rela jika ada wanita lain yang menaruh hati pada si pincang yang pernah menyelamatkan nyawanya.

__ADS_1


Dalam urusan bertaruh nyawa dan bunuh- membunuh didunia persilatan, Pranacitra hampir selalu tenang dan yakin mampu menghadapinya. tapi jika masalah wanita cantik, entah kenapa pemuda ini malah sering menjadi pusing kepala bahkan agak ketakutan. mungkin dalam hidup hanya kaum wanita cantik saja yang tidak pernah dipahaminya. siapa yang tidak tahu kecantikan Jingga Rani, Puji Seruni atau Nyi Rondo Kuning. tapi kenapa para wanita ini justru lebih tertarik dengan gelandangan pincang yang brengsek seperti dia.?


''Eehm., mungkin juga ketampan wajahku ini memang membawa masalah bagi wanita, Hee., he..'' gumam Pranacitra terkekeh sambil usap dagunya. setelah mencari tempat di belakang reruntuhan gubuk yang terlindung pepohonan lebat sambil duduk diatas sebuah batu, pemuda itu mulai membuka gulungan daun lontar pemberian Nyi Rondo Kuning.


Disana terdapat banyak sekali tulisan dan beberapa gambar lukisan. sekali lihat dia tahu kalau itu tulisan tangan dari sang janda cantik. dengan pusatkan perhatiannya pemuda dari gunung Bisma inipun mulai membaca isi surat rahasia diatas lembaran daun lontar itu.


''Sesuai dengan tugas yang kau berikan pada kami, setelah menempuh banyak kesulitan dan ancaman maut yang mengintai, akhirnya kami bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang letak partai 'Gapura Iblis'. meskipun tidak dapat menjamin kebenarannya tapi bisa dipastikan mereka berada diperbatasan sebelah selatan antara pulau Jawa bagian tengah dan barat..''


''Ada tiga tempat yang paling mungkin menjadi markas pusat mereka. pertama adalah sebuah perbukitan dekat pantai didaerah Cilacap. ini dapat kami simpulkan karena ada beberapa pesilat yang seringkali muncul membuat kegegeran dari daerah ini tanpa ada yang berani menghalangi. setelah kami selidiki mereka adalah anggota rahasia Gapura Iblis..''


''Dalam rimba persilatan nama kota 'Hantu Pagi' tentu sudah sering terdengar. tapi tidak banyak orang yang benar- benar tahu letak sebenarnya dari tempat ini. meskipun tempat yang paling mencurigakan tapi kami sangsi partai Gapura Iblis bermarkas di sini. paling banter cuma ada utusan rahasia yang dapat menghubungkan kaum buronan dunia hitam itu dengan mereka. terlebih lagi., kudengar meskipun masih sangat muda tapi majikan besar dari kota 'Hantu Pagi' adalah orang yang pantang untuk diusik.!''


Membaca nama kota 'Hantu Pagi' disebutkan dalam surat rahasia itu, Pranacitra terkejut juga. sebagai orang persilatan tentu saja dia pernah mendengar tentang tempat itu. dulu dia juga sempat curiga kalau kota Hantu Pagi ada hubungannya dengan Gapura Iblis. tapi melihat pimpinan kota itu yang tidak pernah mau ikut campur urusan perebutan kekuasaan di rimba persilatan, Pranacitra menjadi ragu. lagipula., bukannya gampang untuk dapat masuk dan keluar dari sana dengan selamat.

__ADS_1


''Tempat ketiga yang kami paling curigai justru sangat tidak menarik. bukan saja tempat itu terkurung perbukitan dan hutan yang teramat lebat juga terdapat jurang yang dalamnya tidak terukur dan beracun. tidak ada satupun hewan atau manusia yang pernah tinggal disana. bahkan sekedar untuk lewatpun juga hampir tidak pernah. anehnya sampai saat inipun tempat itu juga tidak ada yang tahu namanya, seolah daerah itu terpisah dari dunia luar dan punya hawa buruk hingga membuat orang enggan untuk membicarakannya..''


Setelah termenung sesaat lamanya Pranacitra kembali melanjutkan membaca baris- baris tulisan yang terakhir. ''Hanya itu saja yang dapat kami sampaikan padamu. disurat ini juga kugambarkan perkiraan letak dari ketiga tempat mencurigakan yang kutulis diatas. dari ketiganya paling sulit menggambarkan tempat kedua dan yang terakhir, karena hampir tidak ada yang tahu keadaan sebenarnya..''


''Aku tidak tahu dengan apa yang akan kau perbuat. hanya pesanku berpikirlah sedalam mungkin sebelum dirimu mengambil tindakan. sejujurnya hatiku sangat senang setiap kali kau mengunjungiku. meski mungkin., rumahku hanyalah sekedar tempat pelarianmu..''


Membaca tulisan dibagian akhir membuat hati pemuda itu trenyuh. dari pesan itu seakan tercurah semua perasaan dihati Nyi Rondo Kuning. tanpa sadar Pranacitra menghela nafas. selain itu juga ada beberapa keterangan tentang si 'Ular Sakti Berpedang Iblis'. meski tidak banyak tapi lumayan sebagai bekalnya jika kelak mereka harus saling berhadapan.


Kotak kayu jati hitam itu terkunci oleh sebuah gembok dan rantai kecil yang sudah berkarat karena sudah lama terpendam didalam tanah. ada perasan gelisah dan seram jika melihat benda persegi panjang itu. dengan mengatur nafas Pranacitra menenangkan hati dan pikirannya.


Sekali tangannya meremas, gembok pengunci berikut rantai pengikat kotak kayu jati itupun hancur. saat penutupnya dia buka seketika menyeruak keluar gulungan hawa hitam yang menyeramkan dibarengi dengan aroma tajam dan anyir memuakkan.


Sesaat kemudian barulah dapat terlihat barang apa yang berada didalam kotak kayu jati hitam itu. meskipun ada tiga buah benda disana tapi yang paling membuat Pranacitra terperanjat adalah sebuah bendera hitam kecil yang saat dibentangkan terdapat lukisan dua buah gapura besar dengan latar belakang bulan purnama berselimut lelehan darah.!

__ADS_1


''Kenapa benda keparat milik Gapura Iblis bisa berada didalam kotak kayu jati ini.?'' pikir Pranacitra geram. turut kemarahannya ingin dihancurkan saja bendera lambang partai aliran hitam yang menjadi sumber bau anyir menyengat itu secepatnya. tapi setelah dia kembali tenang diurungkannya niat itu. pandangan matanya beralih pada dua benda lainnya yang ada didalam kotak.


Disana terdapat sebuah gelang rantai perak dengan bandul kecil berupa kepala tengkorak. sepintas terasa ada hawa gaib yang jahat terpancar dari gelang aneh itu. barang terakhir merupakan gulungan surat dari kain putih yang banyak tertulisi huruf berwarna merah kehitaman. Pranacitra merasa kalau tulisan didalam surat itu dibuat dengan tetesan darah yang telah lama mengering.


__ADS_2