Pendekar Tanpa Kawan

Pendekar Tanpa Kawan
Segumpal jantung di tangannya.


__ADS_3

Hujan lebat sudah berakhir, sinar matahari menjelang senja membuat udara terasa lebih hangat butiran air yang tertinggal di ujung dedaunan terlihat berkilauan di timpa cahayanya. suasana persawahan itu terasa damai dan tenang namun tidak demikian dengan hati manusia yang di liputi angkara.


Lelaki tua bertongkat besi yang di sebut sebagai 'Setan Bungkuk Rombeng' terkesiap kaget. biarpun namanya cukup terkenal, namun sudah hanpir setahun belakangan ini dia menyepi memperdalam ilmu bersama empat orang muridnya. sungguh tidak di sangka kalau anak muda yang mungkin baru dua pulahan tahun ini bisa mengenalinya.


''Kurang ajar., berani benar kau bicara tidak sopan dengan guru kami..'' bentak anak buah 'Setan Bungkuk Rombeng' yang paling tua sambil mencabut goloknya dikuti ketiga kawannya.


Pemuda berbaju gelap yang berdiri tiga tombak di depan mereka hanya meliriknya sekejap saja. pandangan matanya tetap tidak berubah menatap tajam sedingin es pada si orang tua bungkuk. kakinya mulai melangkah terseok, hanya tiga empat kali saja kakinya bergerak maju menyeret seperti cacing lalu berhenti.


Empat orang itu saling pandang dan tertawa bergelak. Setan Bungkuk Rombeng meludah mendengus hina.


''Haa., ha., rupanya dia hanyalah seorang gelandangan pincang dan melarat yang suka berlagak menjadi jagoan. atau., bisa juga dia sudah menjadi gila dan tolol karena tidak kuat menahan beban hidupnya..''


''Huhm., mungkin dia sudah merasa bosan pada kehidupannya yang menyedihkan hingga ingin cepat mampus..''


''Kalau begitu suruh saja pemuda pincang ini untuk bunuh diri, atau kita bisa menolongnya membebaskan diri dari penderitaan hidup..'' ujar empat orang itu sambil terus tertawa mengejek.


Orang yang sedang di tertawakan masih diam membisu. sorot matanya juga tetap tidak berubah, dingin tanpa perasaan seperti mata sesosok mayat. gelak tawa kelima orang ini perlahan lenyap seiring udara di sekitar tempat itu yang berubah dingin membekukan tulang.!


Setan Bungkuk Rombeng rada berubah air mukanya, bukan saja karena hawa dingin yang muncul entah dari mana, namun juga karena sorot pandangan si pemuda pincang yang sedari awal tidak berkesip menatapnya. seakan dia punya ikatan dendam kesumat kepadanya.


''Pemuda pincang keparat., sebelum kami bebaskan dirimu dari beratnya kehidupan dunia, terlebih dahulu kami mau bertanya apakah kau pernah melihat seorang gadis muda berbaju hijau yang menggembol buntelan kain melewati tempat ini.?'' tanya salah satu dari empat orang murid si 'Setan Bungkuk Rombeng' yang terhitung paling gagah tampangnya.


Sementara dalam hatinya mereka sama merutuk. ''Sialan., dari mana datangnya hawa dingin ini, tidak mumgkin pemuda pincang itu yang menjadi penyebabnya. tapi kalau di lihat dari cara dia muncul, sepertinya ilmu meringankan tubuhnya cukup tinggi..''


''Hei pincang sialan., apa telingamu juga tuli hingga tidak mendengar pertanyaan teman kami. cepat jawab apa kau pernah melihat gadis berbaju hijau itu.?'' orang yang berdiri paling kiri dan bertubuh pendek turut membentak tidak sabaran.


Pemuda pincang itu menunjuk gubuk bambu yang berada di belakangnya. ''Orang yang kalian cari berada di dalam sana..'' ujarnya sambil matanya melirik gubuk. jawaban ini agak di luar dugaan kelima orang itu, mereka tidak menyangka kalau si pincang bakal berterus terang.

__ADS_1


Sebaliknya gadis berbaju hijau yang berada di dalam gubuk bambu memaki kelakuan si pincang, dia cepat berpikir untuk kabur dari tempat itu. tapi sebelum dia sempat bergerak, empat orang lelaki muda itu sudah mengepung gubuk bambu itu.


''Kau mau kabur kemana lagi gadis manis, sudah aku katakan kau tidak bakal bisa lolos dariku karena kita berdua sudah di takdirkan untuk hidup bersama selamanya. hee., he..'' ucap murid Setan Bungkuk Rombeng yang berparas paling gagah sembari terkekeh mesum. saat tubuhnya hendak bergerak maju dari balik gubuk itu berkelebat keluar bayangan hijau ramping sambil babatkan arit di tangannya.


Gerakan gadis itu sangat cepat dan lincah. saat menyerang dia membuat gerakan memutar seperti gasing. senjata aritnya yang berkilat kehijauan membabat perut sekaligus kirimkan tiga buah bacokan maut.


''Tutup mulut busukmu.!'' bentak gadis itu marah. karena serangannya di lakukan secara mendadak dan memutar tubuh, arah sasarannya menjadi tidak terduga. tahu- tahu arit hijau itu sudah mengancam dua pundak dan leher lawannya.


'Whuuut., whuut., bheeet., !'


'Traaang., creeeng.!'


''Gadis sialan., rupanya kau suka permainan kasar..'' umpat pemuda itu sambil menangkis serangan lawan dengan menggunakan golok di tangannya hingga benturan senjata tajam terdengar beberapa kali. agaknya ilmu silat gadis berbaju hijau itu lumayan bagus karena dalam gebrakan awal sudah mampu membuat lawannya kerepotan. bahkan sanggup menggores pundak kiri pemuda murid Setan Bungkuk Rombeng itu.


''Gadis kurang ajar.!'' makinya kalap sambil melompat mundur, meskipun nyawanya selamat, namun darah sudah menetes dari pundak kirinya yang tergores arit.


Serangan jurus aritnya sangat aneh dan hampir sulit di bayangkan. seakan tidak perduli dengan baju hijaunya yang basah kuyup berlepotan lumpur sawah, gadis itu berguling cepat, seiring dengan aritnya yang membuat gerakan mencongkel dan membabat. dia sengaja mengincar bagian bawah tubuh ketiga lawannya yang terkesiap kaget.!


''Aaakh.., perempuan bangsat.!'' maki mereka bertiga sambil melompat menghindari jurus serangan yang di namai 'Membabat Rumput Belukar Seakar- Akarnya' itu. sesuai dengan namanya, jurus ini lebih mengincar sasaran di bagian bawah tubuh lawan. kebetulan tanah di sana becek dan licin hingga membuat ketiga murid Setan Bungkuk Rombeng lebih susah menjejakkan kakinya.


Jelas saja mereka menjadi kalang kabut, celana mereka bukan saja terkoyak robek oleh di babat arit lawan, bahkan pergelangan kaki dan betis mereka juga turut tersayat beberapa bagian hingga kucurkan darah.


Karuan saja mereka meraung gusar, pada awalnya rekan mereka yang paling gagah berniat untuk menangkap gadis berbaju hijau itu hidup- hidup karena tergoda dengan kecantikannya, saat tanpa sengaja bertemu di sebuah kaki bukit kecil tempat mereka dan gurunya tinggal.


Sepertinya gadis itu sedang tersesat setelah kabur dari tempat tinggalnya karena dia membawa sebuah buntelan berisi bekal makanan dan pakaian. dengan sedikit rayuan murid Setan Bungkuk Rombeng itu berhasil membujuk gadis itu untuk beristirahat di rumahnya. dikarenakan dalam keadaan bingung juga suasana hujan dan mulai gelap gadis itupun menuruti.


Beruntung meskipun masih hijau dan miskin pengalaman, namun gadis itu juga tidak hilang kewaspadaan. dia sudah merasa curiga saat melihat ada tiga lelaki muda lainnya di gubuk itu, juga tingkah tengik guru mereka yang bungkuk. hingga saat di suguhi secangkir wedang jahe untuk penghangat tubuh, gadis itu menolak karena dari penciumannya yang tajam dapat merasakan ada campuran obat pelemas tenaga di dalam gelas minuman itu.

__ADS_1


Mungkin juga gadis muda itu punya latar belakang dari keluarga kaum persilatan yang hebat hingga dapat merasakan semuanya. begitu gagal menjebak si gadis secara halus, mereka langsung main kekerasan. tapi dengan mengandalkan kelincahan gadis itu berhasil kabur. peristiwa itu baru terjadi dua hari lalu. dan sekarang terpaksa dia mesti mengerahkan seluruh kepandaiannya untuk bisa lolos dari sana.


Gadis berbaju hijau itu selain mempunyai ilmu silat yang hebat, juga sepertinya sudah terbiasa bermain di tanah berlumpur, hingga kedua kakinya yang ramping tidak kesulitan untuk menapak dan bergerak cepat. dalam belasan jurus dia mampu mendesak empat pengeroyoknya habis- habisan.


Tapi sayangnya tenaga dari seorang gadis muda tetap tidak sebanding dengan empat lelaki. apalagi mereka juga sudah mulai dapat menyesuaikan diri dengan keadaan sekitarnya. memasuki jurus ke dua puluh ganti empat murid Setan Bungkuk Rombeng yang mengurung gadis itu. empat golok beradu bergantian beberapa kali dengan arit hijau si gadis hingga dia tersurut mundur kewalahan karena kalah tenaga.


Yang terakhir dua golok lawan membacok punggung di susul dua lainnya membabat perut. sepertinya mereka sudah tidak perduli lagi dengan niat awalnya untuk menangkap gadis itu hidup- hidup.


Gadis ini benar- benar macan betina, dengan meraung keras dia membuat gerakan berguling sambil membabatkan aritnya, tapi di tengah jalan dia justru mengincar paha dan selakangan keempat lawannya. ini merupakan sebuah gerakan nekat dan mirip dengan adu jiwa.!


''Aaaakh.!'' jeritan ngeri terdengar saat arit kehijauan gadis itu merobek paha kanan si pemuda gagah. tubuhnya terjungkal roboh darahpun menyembur, beruntung sebuah golok rekannya cepat menahan sabetan arit yang terus memburu hendak menjebol selakangan. gadis itu mengeluh, serangan jurusnya bukan saja metah bahkan aritnya nyaris terlepas, di tambah lagi dua buah tendangan menghajar punggungnya hingga dia jatuh tersungkur di tengah persawahan.


Saat membalik di lihatnya tiga golok lawan sudah bergerak membacok ''Modar kau gadis liar jahanam.!'' maki murid Setan Bungkuk Rombeng yang bertubuh paling tinggi sambil mendahului bacokkan golok yang di susul dua orang lainnya. gadis itu menjerit tertahan saat melihat tiga golok tajam berkelebat cepat merencah tubuhnya.!


Sekelebat bayangan gelap tahu- tahu muncul di tengah pertarungan, di barengi dengan beberapa larik cahaya hitam pekat yang menghantam. terdengar jeritan kesakitan dan suara golok mental berpatahan. belum jelas apa yang terjadi tiga buah bayangan telapak tangan merah berbau anyir busuk berkelebatan. tiga tubuh terpental hingga tiga tombak lalu jatuh dengan tanda telapak tangan merah melesak ke dalam dadanya.


''Jurus 'Tapak Darah Meminta Sedekah.!'' seru Setan Bungkuk Rombeng dengan muka pucat pasi. ''Jahanam berkaki pincang., ada hubungan apa dirimu dengan si 'Pengemis Tapak Darah.?''


Sayangnya tidak ada jawaban apapun dari mulut pemuda pincang itu. malahan selarik cahaya hitam pekat langsung melabrak ganas ke arah Setan Bungkuk Rombeng yang dengan gusar bercampur ketakutan sapukan tongkat besinya berulang kali menangkis jurus serangan tongkat hitam si pincang, di susul sebuah pukulan sakti tangan kosong yang mengandung hawa panas dan sinar biru redup.


Meskipun ilmu pukulan yang dia beri nama 'Lebur Biru' itu belum sempurna namun terpaksa dia keluarkan untuk dapat menahan ilmu 'Tapak Darah Meminta Sedekah' yang di miliki pemuda pincang itu.


Di luar dugaan sesaat setelah cahaya biru dan merah darah saling hantam di udara, pemuda pincang itu mendadak merubah gerakannya dari pukulan telapak tangan menjadi cabikan cakar.


Tidak ada suara jeritan penuh kengerian yang keluar dari mulut Setan Bungkuk Rombeng, mulanya dia bersorak saat aji kesaktiannya mampu menahan ilmu pukulan si pincang. tapi dia kecele, rupanya ilmu pukulan itu hanya pancingan belaka. saat dia sadar semuanya sudah terlambat.


Lima larik cahaya hitam pekat yang tajam melengkung terasa menyambar di depan dadanya. Setan Bungkuk Rombeng masih sempat menoleh ke belakang. meskipun hanya sekejapan mata tapi dia dapat melihat di tangan kanan pemuda pincang yang telah berubah bentuk menjadi cakar burung hantu dan berbulu hitam tebal itu sudah bertambah dengan segumpal jantung yang masih berdegup dan berlepotan darah segar.

__ADS_1


Tubuh salah satu anggota dari 'Tiga Setan Berbaju Rombeng' itu terjungkal roboh dengan lubang hangus menganga di bagian dadanya. pemuda pincang yang bernama Pranacitra itu tidak perduli. matanya hanya menatap dingin gumpalan jantung manusia berlepotan darah segar di tangannya yang perlahan berhenti berdenyut.


__ADS_2