Pendekar Tanpa Kawan

Pendekar Tanpa Kawan
Geger Batu Nirmala Biru.


__ADS_3

Api unggun di depannya mulai meredup, tapi pemuda pincang itu merasa belum ingin tidur. beberapa potongan ranting kayu kering dilemparkan kedalam perapian hingga kobaran apinya itu kembali membesar. pemuda itu bersandar di sisi bongkahan batu besar agar dapat terlindung dari terpaan angin yang berhembus semakin dingin.


Cahaya terang api unggun menarik perhatian beberapa binatang malam untuk mendekat. meskipun tidak secara jelas, tapi dari tempatnya duduk si pincang ini seperti dapat merasakan ada beberapa pasang mata sedang mengawasinya dari balik kegelapan. sementara dari kejauhan juga terdengar lolongan serigala hutan yang bersautan memecah keheningan malam.


Pemuda pincang yang bernama Pranacitra itu genggam tongkat kayunya lebih erat. kepalanya yang sedikit menunduk membuat rambut hitamnya yang gondrong menutupi sebagian wajah tampannya yang pucat. dia tetap diam dan tenang meskipun ada yang sedang bergerak kearahnya.


Tiga orang yang terdiri dari dua perempuan tua muda dan seorang lelaki separuh baya itu muncul dari balik rimbunan pohon. dalam sekejab saja ketiganya sudah sampai di hadapan Pranacitra.


Dua orang perempuan tua muda memakai pakaian ringkas warna hitam. yang satu umurnya lebih dari lima puluhan. sebagian rambutnya yang digelung nampak mulai beruban. meskipun sudah berumur namun wajah dan bentuk tubuhnya masih terlihat menarik pertanda di masa mudanya orang ini adalah seorang wanita yang cantik.


Yang rada mencolok dari perempuan setengah tua ini adalah puluhan senjata rahasia berbentuk bintang segi empat yang terbuat dari besi hitam. bintang- bintang itu selain menempel di kedua lengan baju juga ada yang melingkar sekeliling ikat pinggang kulitnya. dalam rimba persilatan perempuan ini di kenal dengan julukan 'Dewi Bintang Hitam.!'


Di sebelah kiri wanita itu terlihat Berdiri seorang gadis remaja tujuh belasan tahun berparas cantik dan berkulit sawo matang. gadis ini berdiri dengan gaya angkuh sambil bertolak pinggang. seperti juga orang yang ada disebelahnya, dia juga membekal berlusin senjata rahasia berbentuk bintang segi empat dikedua lengan dan pinggangnya yang ramping. bedanya selain senjata itu, di pinggang kirinya juga terselip sebilah pedang pendek. kalau melihat dari usia dan penampilannya yang hampir serupa mungkin kedua wanita berbaju hitam ini adalah guru dan muridnya.


Satu- satunya pria dari ketiga orang ini adalah seorang lelaki bertubuh sedang setengah umur berbaju putih, sehelai kain batik hitam mengikat kening dan rambut putihnya yang menjela sebahu. wajah orang ini bersih rada keriput tapi sedikit berminyak. dagunya yang panjang dan tirus di tumbuhi jenggot putih. kalau diperhatikan muka orang ini agak mirip seekor kambing. mungkin itu yang membuatnya di panggil sebagai 'Ki Wedhus Jenggot Putih.!'

__ADS_1


Kabarnya antara Dewi Bintang Hitam dan Ki Wedhus Jenggot Putih sudah terjalin tali persahabatan sejak lama. bahkan ada yang bilang kalau sebenarnya mereka berdua adalah sepasang kekasih di masa mudanya.


Gadis muda berparas cantik tapi berperilaku sombong itu mendengus sambil berjalan mengitari perapian. dengan sebelah kakinya dia menendang lutut kiri Pranacitra yang cacat. pemuda ini meringis kesakitan dan beringsut menjauh. sebaliknya gadis itu malah terkikik seakan menghina. ''Ooh rupanya kau ini hanya seorang gembel cacat. huhm., kasihan banget hidupmu..''


''Guru., kukira pemuda ini tidak ada harganya untuk kita curigai. pasti dia cuma pengemis miskin yang kesasar di tengah hutan ini. selain kakinya pincang, sepertinya juga dia penyakitan..'' ujar gadis sombong itu sambil tersenyum mengejek.


Dewi Bintang Hitam yang di panggil sebagai guru oleh si gadis cuma mendengus hina. rupanya perilaku congkak si murid menurun darinya. ''Sobatku Ki Wedhus Jenggot Putih., kita sudah datang ke tempat ini sejak dua hari yang lalu, tapi orang yang kabarnya memilki batu sakti itu tidak juga terlihat. malahan yang kita temui justru sesama kaum persilatan yang juga mengincar barang yang sama dengan kita.!''


Ki Wedhus Jenggot Putih mendongak sambil menghela nafas berat lalu menjawab ''Turut berita yang beredar batu sakti Nirmala Biru itu telah hilang dari ruangan penyimpanan barang pusaka keraton Majapahit. siapapun yang telah mampu mengambilnya jelas dia mempunyai tingkatan ilmu kesaktian yang tinggi..''


''Tapi anehnya tidak ada gerakan apapun dari perkumpulan itu. terakhir kalinya kita malah mendengar kalau gerombolan begal rampok 'Taring Brongot' yang berhasil merebut batu sakti itu dari perkumpulan pengemis Kelabang Ireng., menurutku ini berita yang sangat aneh.!'' gumam Ki Wedhus Jenggot Putih sambil mengelus jenggotnya.


Dewi Bintang Hitam dan muridnya saling pandang sesaat seakan tidak mengerti. ''Aneh bagaimana maksud paman.?'' gadis itu memberanikan diri bertanya.


''Ponakanku 'Retno Item'., coba kau dan gurumu pikirkan lebih dalam., soal tingkatan ilmu silat gerombolan perampok Taring Brongot meskipun cukup ditakuti tapi jelas masih bukan tandingan perkumpulan pengemis Kelabang Ireng. jadi tidak masuk akal jika mereka dapat merebut batu sakti Nirmala Biru itu dari perkumpulan pengemis Kelabang Ireng..''

__ADS_1


''Aku curiga berita itu sengaja disebarkan oleh seseorang untuk mengadu domba orang persilatan., jangan- jangan semua ini hanyalah omong kosong belaka. batu sakti Nirmala Biru sebenarnya masih tersimpan di dalam keraton Majapahit..'' tutur Ki Wedhus Jenggot Putih.


''Haa., ha., ha., sebuah pendapat yang bagus., tapi aku lebih percaya kalau sebenarnya sudah ada pihak yang telah mendapatkan batu Nirmala Biru itu lalu menyebarkan berita palsu untuk membuat kekacauan. sementara dia sendiri bisa dengan aman menggunakan kekuatan batu sakti itu tanpa khawatir ada orang lain merebutnya. Haa., ha..'' timpal satu suara yang disertai gema tawa keras yang menggoncang seisi hutan. dedaunan dan ranting pohon berjatuhan karena suara tawa keras itu.


Dengan mengerahkan kesaktian masing- masing untuk menahan gelombang suara tawa bertenaga dalam tinggi yang terasa merobek gendang telinga, menggoncangkan jantung dan mengacau jalan darah. ketiga orang ini berusaha melawan. murid Dewi Bintang Hitam yang bernama Retno Item sampai jatuh terduduk karena tidak sanggup bertahan. beruntung suara tawa keras itu berangsur lenyap. seketika ketiga orang itu menoleh ke asal suara tawa itu.


Dari atas sebatang pohon besar berkelebat turun sesosok tubuh tinggi besar dan berperut buncit. orang ini memakai pakaian berupa rompi dan celana hitam. di kepalanya memakai sebuah blangkon kuning. muka orang ini yang bundar bersih seperti selalu tersenyum ramah. sebuah pipa cangklong pendek berwarna keemasan terselip di jemari tangan kirinya yang besar berlemak. manusia ini berdiri tegak tertawa- tawa sambil berkacak pinggang. biarpun hanya tertawa- tawa kecil tapi gemanya sampai menggetarkan rongga dada.


''Sungguh tidak disangka si 'Sukma Tertawa' juga muncul di hutan sepi begini..'' bisik Dewi Bintang Hitam dengan muka berubah hebat, sementara Ki Wedhus Jenggot Putih hanya diam menatap orang tinggi gemuk yang berdiri beberapa langkah di depan mereka.


''Kurang ajar., setan gemuk keparat. kau sudah membuatku terjatuh. rasakanlah ini.!'' bentak Retno Item sambil lemparkan lima buah senjata rahasia bintang besi hitam. sementara tubuhnya sendiri berkelebat menyerang dengan babatkan pedang pendek ditangannya. sekali serang gadis itu telah mengancam delapan bagian tubuh lawannya. lima dengan lemparan senjata rahasia bintang besi dan tiga melalui tusukan jurus pedang pendeknya.


''Retno Item., jangan kau lakukan.!''


''Cepat hentikan seranganmu., orang itu bukanlah tandinganmu.!'' seru Dewi Bintang Hitam dan Ki Wedhus Jenggot Putih cemas. karena mereka tahu betul siapa adanya orang ini.

__ADS_1


__ADS_2