
Orang tinggi besar ini berbaju putih lengan pendek itu usap cambang brewoknya yang rada kotor terkena tanah berlumpur. karena harus menggali lubang makam secepat mungkin bukan saja membuat tubuh serta pakaiannya berlepotan tanah basah, tampang garangnya juga makin terlihat semrawut.
Lelaki besar ini berjalan mondar- mandir dalam ruangan gubuk. dia jelas merasa gelisah dan panik. mulutnya mengomelkan sesuatu yang tidak jelas. sekali lagi matanya melirik sosok pemuda pucat berpakaian gelap yang tubuhnya kotor berlepotan tanah berlumpur basah.
Jika orang lain melihat dia, pasti mengira itu hanya sesosok mayat karena tidak ada lagi nafas kehidupan pada dirinya. terpendam di dalam tanah selama hampir seharian penuh membuat orang paling kuat sekalipun pasti mampus kehabisan nafas. meskipun begitu si lelaki brewok tetap yakin kalau pemuda yang kemarin malam baru dia keluarkan dari dalam lubang kuburnya itu masih bisa hidup.
Bukan karena pemuda ini adalah si 'Iblis Pincang Kesepian' atau 'Pendekar Tanpa Kawan' yang menjadi pewaris ilmu dari lima orang pentolan aliran hitam dan punya ilmu kesaktian sangat tinggi, melainkan sebab dua orang kawakan yang telah memerintahkannya untuk menukar tubuh pemuda ini dengan mayat palsu bukan lain adalah pasangan si 'Kutu Bangkotan' dan 'Benalu Tua.!'
Si Brewok setengah umur yang tubuhnya masih terlihat kekar berotot itu tidak lain adalah 'Pendekar Harimau Putih'. mata- mata rahasia dari partai 'Gapura Iblis'. sungguh di luar dugaannya kalau ternyata perbuatannya bermuka dua dengan mengikat kesepakatan rahasia dengan 'Setan Pincang Penyendiri' entah bagaimana dapat mereka ketahui.
Walaupun sepasang kakek nenek bertubuh aneh tinggi gemuk besar dan kurus kecil rada bungkuk itu sudah lama sekali menyepi serta tidak lagi terlibat dengan urusan partai, tapi nama besar mereka berdua sebagai dua dari empat sesepuh utama dari partai Gapura Iblis masih membuat gemetar jiwa semua orang. bahkan kabarnya., para anggota Gapura Iblis sendiri lebih takut pada mereka dari pada dua orang sesepuh lainnya.
''Apakah kau tahu hukumannya jika partai Gapura Iblis sampai mengetahui perbuatan gilamu yang sudah termasuk pengkhianatan besar ini.?'' gertak si Kutu Bangkotan. ''Hanya orang goblok dan bosan hidup saja yang berani melakukannya..'' timpal si Benalu Tua pada Pendekar Harimau Putih saat pertama kali keduanya memergoki perbuatannya.
Padahal saat itu dia baru saja berlalu turun dari gunung Ciremai setelah memenggal kepala Nyai Dupa Tumbal juga bertemu dengan Pranacitra. meskipun sadar tidak akan sanggup lolos dari hukuman kematian tapi Pendekar Harimau Putih juga juga pantang menyerah. dengan menggembor keras dia nekat melabrak si Kutu dan Benalu dengan seluruh kekuatan ilmunya.
Tidak tanggung- tanggung dua jurus terhebat miliknya langsung dikerahkan beruntun untuk dapat menahan kedua sesepuh utama partai Gapura Iblis ini. pertama dia lancarkan jurus 'Raungan Badai Dewa Harimau Putih' yang segera disusul dengan gerakan 'Harimau Petir Merambah Bumi'. kedahsyatan dari gabungan jurus ini sungguh menggetarkan.!'
Saat tombak bermata golok kepala harimau yang tergenggam ditangannya menyambar dari atas udara, bergulung- gulung angin panas menggebrak laksana amukan punting beliung. bayangan harimau putih raksasa berselimut kilatan cahaya petir yang turut mengiringi siap menelan habis sasarannya.
__ADS_1
Ledakan dahsyat terjadi hingga meruntuhkan sebuah tebing di lereng gunung. tanah batu serta pepohonan berderak patah lantas bertumbangan tersapu kekuatan jurus itu. debu kerikil tajam beterbangan menutupi pandangan mata. kedua orang tua itu lenyap tanpa bekas. biarpun begitu naluri Pendekar Harimau Putih mengatakan kalau lawan tidak mungkin tewas semudah itu.
Dengan kerahkan seluruh sisa kekuatan dia kembali menyerbu dengan gabungan dua jurus yang sama tidak perduli dimana lawan sekarang berada. sebagai pendekar yang memiliki jiwa pemburu seekor harimau jantan orang ini dapat merasakan adanya ancaman ataupun mangsa disekitarnya. tombak golok kepala harimau berkelebatan membabat dan membacok ke delapan penjuru angin.!
'Whuuutt., wheeess., shraaatt.!'
'Sheeett., kraaass., braaakk.!'
Amukan jurus tombak bermata golok kepala harimau itu membuat sekeliling tempat itu seakan baru di landa gempa dan tersapu gelombang badai. di tengah pusaran tenaga kesaktian yang menggerus alam itu terlihat sosok tubuh Pendekar Harimau Putih yang berdiri mematung dengan tangan mencekal erat gagang senjatanya.
Dari dengusan nafas berat yang keluar jelaslah orang ini telah kehabisan tenaga. yang paling mengejutkan adalah hanya jarak tiga langkah dari belakang punggung orang ini, di antara hempasan debu tanah yang masih bergulung samar terlihat dua sosok tubuh besar dan kecil sedang berdiri di sana.
''Bertahan hidup itu susah sedangkan untuk mati terlampau mudah. bagi kami sangat gampang membunuhmu. jika ketua Gapura Iblis mendengar semua perbuatanmu, paling ringan dirimu akan dikuliti hidup- hidup. saat itu biarpun kau ingin bunuh diri karena tidak sanggup menahan siksaan rasa sakit yang mendera sekujur tubuhmu juga tetap tidak bisa..'' ujar si Kutu Bangkotan.
''Orang terakhir yang mengalaminya seingatku hanya bisa meratap di setiap hembusan nafasnya memohon untuk di bunuh. tapi dia hanya dapat merasakan kulit dan dagingnya di kupas menggunakan sebilah pisau oleh para juru siksa seperti mereka mengupas buah. begitu seterusnya hari demi hari sampai darah dan daging mereka habis tinggal tulang..''
''Mereka tidak akan cepat mati karena sudah dijejali obat penguat tubuh terlebih dulu hingga kesadaran otak serta jiwa raga mereka akan terus hidup. dengan demikian orang- orang hukuman itu cuma bisa berharap agar kematian secepatnya datang menjemput. tapi sayangnya., semakin berharap mati malah makin lama dia hidup dalam penyiksaan..'' tambah si Benalu Tua sambil melahap paha ayam goreng yang diambil dari kantung bajunya yang besar.
''Tapi kenekatan lelaki brewok ini untuk berkhianat cukup mengejutkanku, ilmu silat yang dia miliki lumayan juga. orang seperti ini masih dapat kita pelihara..'' ucap si Kutu dan rekannya. saat bertutur tentang penyiksaan yang begitu keji, kedua sesepuh partai aliran hitam terkuat Gapura Iblis ini bicara dengan tenang seakan semuanya itu sudah lumrah terjadi.
__ADS_1
Tentu saja Pendekar Harimau Putih hanya bisa menggigil ketakutan. setangguh apapun dirinya tetap manusia biasa. turut maunya dia memilih bunuh diri sekarang juga dari pada harus menjalani sisa hidup dengan penuh siksaan tanpa ujung seperti itu. sayangnya dia cuma dapat berharap saja karena sekujur tubuh dan kesadarannya sudah lenyap tanpa tersisa.
Saat kembali tersadar dia mendapati dirinya sudah terbaring dalam sebuah gubuk kayu yang berada di tengah hutan. tidak nampak seorangpun di dalam sana kecuali meja kursi dan pembaringan kayu dimana dia tergeletak diatasnya. cahaya pelita minyak dari biji buah jarak yang menyala dapat memperlihatkan seisi ruangan gubuk. ini juga menandakan kalau penghuninya baru saja pergi.
Kecuali tubuhnya yang terasa sangat lemah dan sakit tidak ada lagi kekurangan apapun. tiba- tiba matanya tertuju pada benda di atas meja kayu. bukan buntelan berisi kepala Nyai Dupa Tumbal atau senjata tombak bermata golok harimau miliknya yang jadi perhatian, melainkan sebuah gulungan kain kumal yang tertindih senjatanya.
Dengan beringsut Pendekar Harimau Putih bangkit berdiri dari pembaringannya. dengan terseok dia beralih duduk di atas kursi kayu. meski sempat ragu akhirnya dia mengambil juga gulungan kain kumal yang berada di depannya. saat dibuka di dalamnya terdapat tulisan yang biarpun sangat jelek tapi dengan susah payah masih dapat dibaca.
''Seekor Kutu memerlukan tubuh mahkluk hidup sebagai makanan sekaligus sarangnya. begitu juga Benalu, dia membutuhkan batang pohon yang subur untuk kehidupannya. kutu dan benalu bisa menghisap habis sari pati kehidupan mahkluk apapun yang dia tempati tanpa mereka mampu melawannya. kau dapat memilih menjadi tempat bermain kami berdua si Kutu dan Benalu atau mampus.!''
Tanpa sadar tubuh besarnya gemetaran. meskipun belum jelas namun Pendekar Harimau Putih menyadari kalau mulai saat ini seumur hidupnya dia akan menjadi budak suruhan si Benalu Tua dan Kutu Bangkotan. dibawah tulisan bernada ancaman itu juga masih ada beberapa petunjuk yang mesti dia kerjakan.
Lelaki brewok ini terperanjat saat mengetahui kalau hampir semua perintah rahasia dari dua orang sesepuh utama partai Gapura Iblis itu justru berkaitan dengan keselamatan si pincang yang jadi rekannya. walaupun saat ini nyawanya selamat tapi dia tidak tahu apakah mesti bersyukur ataukah mencaci maki.
Sekali lagi mata lelaki brewok itu menatap pemuda di atas pembaringan dan sekeliling ruangan gubuk. meskipun kejadian itu sudah lewat beberapa bulan namun tetap saja dia merasa seram jika mengingatnya, karena gubuk kayu inilah yang menjadi saksi saat dirinya menjadi budak tunggangan si Kutu dan Benalu.
Mendadak punggung kekar orang ini terasa bergidik dan merinding. dengan perlahan dia membalikkan tubuhnya. entah sejak kapan di sana telah berdiri seorang kakek renta berbadan kurus kecil dan seorang nenek aneh bertubuh tinggi gemuk dengan mulut menggerogoti sepotong paha kambing besar.
*****
__ADS_1
Silahkan tuliskan komentar Anda yah., 🙏Trims.