
Empat orang ketua perkumpulan pembunuh bayaran 'Serikat Kalong Hitam' itu masih berdiri mengelilingi meja batu hitam persegi yang bagian atasnya terukir gambar seekor kelelawar besar sedang terbang mementang sayap sambil mencengkeram sebilah pedang. sebuah obor batu redup tertancap di atas meja itu juga masih menyala, hingga menimbulkan susana redup remang yang mencekam.
Ketua ketiga si 'Kelelawar Mata Api' melirik rekannya sang ketua keempat yang jelas sedang menahan hawa kemarahan. jemarinya meraba sebelah pergelangan tangannya yang buntung. nenek tua yang berjuluk 'Kelelawar Betina Berpedang Hantu' itu masih ingat betul peristiwa yang dialaminya hampir setahun silam ditengah sebuah perkuburan.
Selarik cahaya telapak sepanas bara api yang menebar bau anyir darah menyambar sebelah tangannya yang menggengam pedang. telapak tangan berikut pedang pusakanya terputus seketika. kesakitan dan darah yang mengucur seakan masih dapat dia rasakan hingga sekarang. terlebih lagi hawa dendam kesumat yang menggeram dalam jiwanya nyaris saja membuat nenek ini gila.
''Kau bilang 'Tiga Singa Buas Bersurai Biru' sanggup membayar kita mahal. katakan berapa banyak yang mereka tawarkan.?'' tanya ketua dua si 'Kelelawar Licik Muka Bayi'. mata sipit dan bibir tipisnya menyunggingkan nafsu serakah. ''Huhm., aku tidak perduli berapa banyak yang bakal mereka berikan pada kita. karena bagaimanapun juga diriku mesti datang untuk membuat pembalasan pada jahanam pincang keparat itu.!'' potong ketua empat mendengus geram.
''Mereka bertiga berani membayar dua ratusan keping uang emas dan ditambah dengan tiga ratus empat puluh keping perak. mungkin jumlah ini tidak terlalu besar mengingat harga kepala sasarannya yang sangat tinggi. tapi jika masih ditambah lagi dengan lima puluh butiran intan permata, perhiasan mahal juga beberapa tanaman obat langka peningkat tenaga kesaktian, kurasa semuanya jadi cukup sepadan..'' terang ketua ketiga menyeringai.
Mendengar jumlah penawaran yang cukup besar itu, ketiga rekannya terkesima juga. bahkan ketua keempat yang awalnya hanya berpikir masalah pembalasan dendamnya, dalam hati turut juga mengakui kalau harga bayaran sebesar itu lumayan menarik.
''Tapi., sebenarnya ada silang sengketa apa antara Tiga Singa Buas Bersurai Biru dengan pemuda pincang itu.?'' tanya si 'Kelelawar Dari Akhirat' sang ketua pertama dari perkumpulan Serikat Kalong Hitam. ''Jelasnya aku tidak tahu. dari arah pembicaraan singkat dengan mereka, sepertinya ketiga begundal itu pernah di pecundangi si pincang..''
''Saudara ketua pertama., aku mengajukan diri untuk mengambil tawaran ini sekaligus juga membalas penghinaan yang pernah kuterima dari si keparat pincang itu, berikut menuntut bunganya. akan aku penggal kepalanya untuk digantung sebagai tumbal kekuasaan dari perkumpulan kita di 'Lembah Kalong Maut' ini.!''
Ketua pertama mengangguk menyetujui. ''Meskipun aku percaya kemampuanmu sudah meningkat, tapi lawanmu juga bukan pesilat sembarangan. kalau perlu bawa serta si 'Kelelawar Paku' untuk membantumu. tapi kapan waktu yang ditetapkan Tiga Singa Buas Bersurai Biru itu, juga siapa saja yang mungkin terlibat.?''
__ADS_1
''Waktunya masih sebulan lagi. soal siapa saja yang akan turut hadir aku belum tahu. namun setelah si pincang itu lolos dari panggung kematian yang di persiapkan perguruan silat 'Naga Biru' beberapa waktu lalu, namanya menjadi semakin mencuat tinggi dalam rimba persilatan. jadi menurutku., mereka yang bakalan datang memburunya ke lereng merapi pasti lebih hebat ilmunya dari semua pesilat yang pernah mengeroyoknya di gunung Semeru. dengan demikian., pekerjaan ini akan jadi lebih mudah.!'' jawab Kelelawar Mata Api terkekeh diikuti ketiga ketua yang lainnya.
Hampir bersamaan waktunya., hanya berjarak setengah hari perjalanan berkuda dari sebelah timur Lembah Kalong Maut, di pinggiran sebuah kadipaten kecil bernama 'Janurpala' terdapat rumah besar seorang juragan kaya raya pemilik persawahan dan hewan ternak. sore itu Ki Karwa Manggala sedang duduk bersantai selonjoran kaki di atas sebuah kursi goyang yang terbuat dari rotan. di usia tuanya yang menginjak lebih enam puluhan tahun ini hidupnya terasa cukup nyaman.
Segala harta benda dan kedudukan tinggi di masyarakat sudah dia raih. bukan saja punya hubungan dekat dengan pembesar kadipaten, dia juga masih mampu bersenang- senang bersama para wanita cantik simpanannya. seorang wanita muda bertubuh gemuk padat datang menyuguhkan minuman dan camilan keatas meja yang terbuat dari pahatan batu hitam di samping kursi goyang.
Perempuan itu terpekik genit saat tangan jahil Ki Karwa menepuk pantatnya. sambil kedipkan matanya perempuan gemuk padat berkulit putih itu memberi isyarat untuk masuk ke dalam rumah. ''Kau tunggu saja aku dikamar., sebentar lagi akan kubuat dirimu merengek- rengek minta ampun. Hek., he., he.!'' seru Ki Karwa Manggala terkekeh mesum.
Dengan sungingkan senyuman genit wanita itu bergegas masuk ke dalam sambil membuka bajunya sebelah atas. ''Hasrat perempuan itu rupanya sudah tidak dapat ditahan. awas saja kalau nanti dia tidak mampu membuat diriku puas..'' gumam Ki Karwa menyeruput minuman wedang berisi rempah jamu penguat tubuh. tapi baru saja separuh terminum, mendadak Ki Karwa membentak dengan raut muka garang. ''Tamu darimana yang senja ini berani datang menyatroni kediamanku.?''
Mulut bicara tangannya juga tidak mengangur, cangkir keramik cina berharga mahal dilempar ke depan. melesat cepat berputaran seperti gasing, menyasar sesosok tua bungkuk berjubah hitam yang berdiri dibawah sebatang pohon kelapa gading sampai menimbulkan suara berdesing nyaring. orang tua berjubah hitam itu lambaikan tangan kirinya. cangkir itu berhenti di tengah udara hanya berjarak dua jangkauan tangan dari hadapan si tua bungkuk sebelum bergetar keras lalu pecah menjadi serpihan.
''Hhem jurus., 'Cengkeraman Jari Melintasi Udara Merengggut Sukma' milikmu masih lumayan juga. hanya saja kekuatannya agak berkurang. mungkin ini akibat kau sudah terlalu sering tenggelam dalam pelukan wanita..'' Orang tua bungkuk itu menghela nafas seakan prihatin. sebelah tanganya kembali bergerak. kali ini berputar setengah lingkaran lalu menghantam.
Segelombang angin hitam berbentuk lingkaran perisai menghadang serangan Ki Karwa. tiga kali letusan keras terdengar. batang pohon kelapa gading di samping si tua bungkuk berderak roboh lalu patah tiga bagian. suara keributan memancing puluhan anak buah Ki Karwa untuk mencari tahu. tanpa banyak bicara tiga orang diantaranya cepat bergerak menyerbu dengan bacokan golok dan tikaman dua pedang di tangan.
Ketiga orang ini adalah pengawal andalan terkuat milik Ki Karwa Manggala. kepandaian silatnya lumayan kuat juga. tapi hanya dengan dua kali kebutan sebelah lengan jubahnya yang menebar hawa hitam, si tua bungkuk sanggup membuat mereka bertiga terbanting mampus dengan dada remuk, leher patah dan kepala rengkah.!
__ADS_1
Tanpa perduli dengan seruan ngeri semua orang, si tua bungkuk tegakkan tubuhnya sehingga wajah tuanya yang tertutupi rambut putih panjang dan tergelung sebagian jadi terlihat. tubuh Ki Karwa seakan tersengat melihat dua buah rongga gelap di kedua mata si tua bungkuk. ''Kalian semua cepat menyingkir. jangan ada seorangpun yang berani tinggal di sini. pergi sekarang juga dan kembali berjaga diluar. kau juga., masuk kedalam lalu tutup pintunya.!'' damprat Ki Karwa gusar pada anak buahnya dan perempuan bertubuh padat gemuk yang ikut muncul keluar hanya dengan memakai kutang dan selembar selimut saja.
Meskipun cukup keheranan tapi semua orang menurutinya. dalam sekejap saja pelataran rumah itupun menjadi lengang. senja sudah mendekati malam. kegelapan mulai turun seiring dengan Ki Warsa Manggala yang tiba- tiba berlutut ketakutan dihadapan orang tua buta berjubah hitam itu. ''Harap ampunanmu tuan utusan., maafkan diriku yang terlambat mengenalimu..'' ujar Ki Karwa gemetaran.
''Makin hari dirimu semakin lambat saja. kau terlalu banyak bersenang- senang hingga tidak menyadari ancaman kematian yang bakalan datang menghampirimu.!'' ucap si tua buta mengejek Ki Karwa Manggala yang tertegun. ''Aa., apa maksud ucapan tuan utusan. moh., mohon kau jelaskan kepadaku..''
''Huhm., benar- benar mengecewakan. apa begitu tulinya telingamu sekarang ini hingga sampai tidak mendengar berita kematian ketiga kawan lamamu. si 'Dewi Merak Merah' alias Nyi Merak Sinden. Ki Gelung Sanca Amurkala dan 'Sepuluh Cincin Pembunuh.?'' bentak si buta bungkuk berjubah hitam marah. Ki Karwa jelas bukan kepalang kagetnya saat mendengar semua ucapan sang tuan utusan. setelah menenangkan diri barulah dia dapat bicara. ''Sia., siapa bangsat yang telah berani melakukan semua itu.?''
''Kau sudah terlalu lama hidup enak hingga menjadi lambat. sekarang juga secepatnya kau cari dua orang kawan lamamu yang lain. masih ada waktu kurang dari sebulan bagimu untuk melatih otak dan otot tuamu yang mulai karatan. lebih baik mendahului bertindak dari pada menunggu dia mendatangimu..''
''Akan ada pertemuan antara pemuda pincang itu dengan 'Tiga Singa Buas Bersurai Biru' di gunung Merapi. mungkin juga beberapa tokoh silat lain akan terlibat di sana. kalian bertiga bisa menggunakan kesempatan itu untuk menghabisinya. tapi tetap harus kuingatkan., biarpun lawanmu masih sangat muda namun dia adalah pesilat pedatang baru terkuat saat ini..''
''Aah., jadi maksud tuan utusan., orang yang telah menghabisi ketiganya adalah si 'Siulan Kematian' atau 'Pendekar Tanpa Kawan.?'' seru Ki Karwa Manggala dengan suara gemetaran dan raut muka berubah hebat. orang tua buta bungkuk itu mendengus pendek, membalikkan tubuh dan mulai berlalu pergi.
''Jika memang dia orangnya lantas kenapa. atau jangan- jangan., kau takut menghadapi pewarisi ilmu dari kelima tua bangka itu.?'' cibir si tua buta yang sudah lenyap dari pandangan. ''Aku belum karatan tuan utusan. akan kami bawa kepalanya untuk kebesaran partai 'Gapura Iblis.!'' geram Ki Karwa bengis. sekali jemarinya menyapu, sekelebat cahaya berupa tiga buah jari semerah bara api menyambar meja batu hitam di teras rumahnya. 'Kraaaks., kraass., braaak.!'
Hampir separuh meja batu hitam yang sangat keras itu hancur remuk bagaikan diremas tangan raksasa. ''Hak., ha., baguslah kalau begitu. ilmu 'Cengkeraman Jari Melintasi Udara Merenggut Sukma' milikmu masih berguna. kurasa sudah saatnya nama 'Setan Berjari Iblis' kembali muncul di dunia persilatan. jadi., jangan membuat kami kecewa.!''
__ADS_1
*****
Asalamualaikum., Salam sehat sejahtera selalu. silahkan tulis komentar, kritik saran, like👍 vote, atau favorit👌jika anda suka. Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan. Terimakasih. 🙏Wasalamualaikum.