Pendekar Tanpa Kawan

Pendekar Tanpa Kawan
3 laki- laki dan 1 perempuan.


__ADS_3

Dalam ruangan goa batu pualam itu orang seakan tidak dapat mengetahui siang atau malam hari. semuanya terasa sama dingin dan mencekam jiwa. si jubah putih juga masih berdiri di tempatnya semula, diatas tiga undakan lantai batu. hawa tenaga kesaktian yang mengerikan dan terpancar dari tubuhnya juga sudah berangsur lenyap.


Mata orang yang belum diketahui wujud rupa juga umurnya itu melirik ke lantai sebelah bawah. entah sejak kapan dibekas tempat orang tua bungkuk mata buta tadi berdiri, kini sudah muncul seorang lagi kakek tua renta, berjubah putih lusuh dan robek- robek. di tangan kirinya terlihat membawa sebuah buku catatan tebal. sejak muncul di sana mulut orang tua itu selalu menggumam tidak jelas sambil membolak- balik bukunya.


''Meskipun keadaan modal kita sedikit lebih baik dari sebelumnya, namun tetap saja pengeluaran untuk banyak urusan lainnya juga perlu keluar uang yang tidak sedikit. bahkan terakhir., untuk memastikan orang kita Ki Bimo Panahan menjadi adipati di Tawangrejo kita mesti menghabiskan hampir empat ratus keping emas lebih enam ratus keping perak..''


''Semua itu masih harus ditambah dengan seratusan perhiasan mahal dan butiran batu intan permata untuk menyuap banyak pejabat kerajaan juga para selir sang baginda raja. Huhm., sialan betul. kenapa para pejabat tengik itu tidak mati saja.?'' gurutu orang tua yang mungkin umurnya sudah lebih sembilan puluhan tahun itu.


''Urusan keuangan modal itu bisa kita bahas nanti, karena sekarang ada masalah yang lebih penting untuk kita bicarakan sesepuh 'Dewa Kikir..'' potong si jubah putih dingin. orang tua yang rambut putihnya sudah jarang hingga terlihat botak itu mendengus ''Urusan apa lagi yang lebih penting daripada uang.?'' meskipun kesal tapi orang tua renta itu tetap menurut dan diam menunggu.


Sepasang mata dingin menatap tajam orang tua itu hingga dia merasa sedikit merinding. ''Kau adalah salah satu dari beberapa gelintir golongan tua dalam partai 'Gapura Iblis' ini yang masih tersisa. sejujurnya diriku sangat menghormati kalian para kaum sesepuh sepertimu, karena tanpa kalian Gapura Iblis tidak akan dapat bertahan dan berkembang seperti sekarang. karena itu ijinkan aku untuk mengucapkan terima kasih setulusnya..''


Orang tua yang disebut sebagai sesepuh Dewa Kikir itu tertegun, dia lebih heran lagi saat melihat si jubah putih benar- benar menjura hormat kepadanya. tanpa sadar orang tua itu terbatuk dan mengekeh. ''Hek., he., ada angin apa hingga hari ini kau jadi bicara dan berkelakuan aneh..''


''Wahai ketuaku., semua yang kami lakukan sudah menjadi kewajiban sebagai para bawahanmu. sekarang katakan padaku masalah apa yang membuat dirimu terlihat seperti curiga dan memendam keamarahan.?'' desak Dewa Kikir penasaran.

__ADS_1


Si jubah putih terlihat mengusap rahang dagunya yang bersih. setelah menarik nafas baru dia bicara, ''Salah satu orang andalan kita si 'Nenek Iblis Berkaki Ganco' yang aku tugaskan untuk menyelidiki jejak para bawahan yang menghilang, seperti 'Tiga Setan Berbaju Rombeng'., si 'Arwah Hijau' dan yang lainnya kembali pulang dengan membawa luka yang teramat parah. sebagian darah dan tubuhnya., membeku berselimut salju.!''


''Apa kau bilang., tubuh dan jalan darahnya membeku.? itu pasti akibat ilmu si keparat tua 'Setan Kuburan.!'' seru si Dewa Kikir dengan muka berubah hebat. seperti ada perasaan ngeri yang bercampur dengan luapan dendam kesumat dalam ucapannya.


''Karena lukanya terlampau parah dia terpaksa kusingkirkan. yang jadi pikiranku adalah ucapannya sebelum mati. dia sempat bilang kalau pemuda pincang yang melukainya., mempunyai mata dan raut muka yang sangat mirip dengan diriku. aneh bukan.?''


Dewa Kikir menatap tajam sosok ketuanya sampai waktu lebih dari sepuluh tarikan nafas. mulut peotnya menyeringai lantas terkekeh pelan, sampai akhirnya dia tertawa bergelak hingga menggoncangkan seisi ruangan goa batu pualam.


''Haa., ha., walaupun ini sungguh menarik, tapi itu sangat tidak mungkin terjadi. bisa saja nenek tua buntung itu terlalu takut padamu hingga bicara ngaco. lagipula., riwayat ketiga orang saudaramu itu sudah kami habisi bertahun silam.!'' sangkal Dewa Kikir geram.


Dewa Kikir menggeram menahan kemarahan. ''Terus terang saja., diriku tidak suka berbicara masalah ini karena sangat tabu untuk diungkit kembali. lagi pula semua peristiwa itu sudah berlalu puluhan tahun silam. tapi sekali lagi., aku bisa pastikan kalau itu memang kepala mereka berdua karena saat itu aku juga turut serta memeriksanya..''


''Kau adalah ketua partai Gapura Iblis yang ditakdirkan menjadi penguasa segalanya diatas bumi ini. meskipun sekarang kita masih harus berada di balik kegelapan karena pesan para leluhur, tapi dari tempat ini saja kita masih mampu menguasai dan mengendalikan lebih dari separuh isi dunia. jadi sangatlah aneh bagiku setelah bertahun- tahun terpendam begitu lama, kenapa sekarang kau jadi tertarik untuk mengungkit kembali permasalahan sepele hanya karena ucapan Nenek Iblis Berkaki Ganco.?''


Sambil menegur orang tua itu membungkuk, ''Harap maafmu jika orang tua ini bicara kasar padamu, tapi ingatlah., sebagai ketua partai terbesar masih banyak yang mesti kau urusi ketimbang memikirkan masalah yang tidak penting itu. huhm., buang- buang waktu saja.!''

__ADS_1


Si jubah putih kibaskan sebelah tangannya, ''Tidak masalah sesepuh, teguranmu adalah perhatian untukku. tapi walaupun Nenek Iblis Berkaki Ganco bukan anggota asli Gapura Iblis sejak awal, tapi dia sudah hampir tiga puluhan tahun berada disini. orang tua kaki buntung itu juga tahu peristiwa lama kembar empat. aku merasa dia bukan sedang asal mengoceh. Aaish., sudahlah. diriku sudah meminta 'Sesepuh Bungkuk Mata Buta' untuk menyelidiki perkara ini. kau lanjutkan saja laporanmu.!''


Dewa Kikir terbatuk mendehem sebentar baru menuturkan semua yang tertulis di buku catatan itu. isinya mengenai berbagai macam masalah keuangan hasil dari penyuapan, penjualan wanita, perampokan, penculikan, penyelundupan juga pembunuhan yang terjadi di dunia luar dan telah diatur oleh partai Gapura Iblis dari balik layar.


Setelah mengundurkan diri dari sana sambil mengomel, Dewa Kikir seakan teringat sesuatu. keriput di wajah tuanya seperti bertambah berkali lipat. ''Aneh., kenapa setelah mendengar ketua mengungkit masalah lama ini, diriku merasa telah melewatkan sesuatu yang sangat penting. tapi ketiga saudaranya itu jelas telah mati..''


Kakek tua renta itu.merenung. tanpa sadar dia teringat masa puluhan tahun lalu. ''Kelahiran kembar empat. tiga lelaki dan seorang lainnya perempuan. satu kembaran yang tertua jelas sudah mati terpendam di tempat ini karena kalah dukungan dan kekuatan dalam ajang persaingan untuk menentukan ketua baru partai Gapura Iblis..''


''Dua orang kembaran lainnya laki- laki nomor tiga dan si bungsu perempuan sempat kabur dan menghilang selama beberapa tahun sebelum akhirnya tercium jejaknya dan mati terpenggal. kurang ajar., kenapa aku baru menyadarinya sekarang. kedua kembaran itu tidak mungkin kabur tanpa bantuan orang lain. sialan, pasti ada orang dalam partai yang terlibat pelarian mereka.!''


*****


Asalamualaikum., Salam sehat sejahtera selalu buat kita semua.


Mohon maaf jika author lambat up date dan cuma bisa nulis sedikit. perkerjaan masih sangat banyak (saya yg bantu up date juga😊sibuk kerja) tetapi authornya sudah janji seminggu mesti harus ditepati. jadi kami tetap usahakan untuk up lagi PTK dan 13 Pbh. Terima kasih🙏 Wasalamualaikum.

__ADS_1


__ADS_2