Pendekar Tanpa Kawan

Pendekar Tanpa Kawan
Nyi Gagak Kemuning.


__ADS_3

Tukang masak tua berbadan bungkuk itu rada penasaran dengan orang yang telah mengirim surat rahasia ini padanya. ''Walaupun ilmu kesaktian yang aku lepaskan masih dibawah pukulan 'Tungku Meletus' tapi seharusnya sudah cukup untuk membunuh atau paling tidak melukai seorang tokoh silat kelas satu di rimba persilatan..''


''Dari caranya menghindari serangan dan balas menghantam, dapat diketahui orang ini punya ilmu sangat tinggi. paling tidak hanya sedikit dibawah kemampuanku..'' pikir 'Setan Gorengan' sembari mengusap wajan hitam di tangannya. ''Dulu sewaktu orang itu datang menolongku, dia juga tidak mau turun tangan sendiri melainkan hanya menyuruh dua orang bawahannya..''


''Sedangkan pemuda aneh itu masih enak- enakan duduk santai diatas sebuah kursi malas yang baru diturunkan dari dalam kereta kuda sambil makan camilan ketan bakar dan kacang goreng, ditemani dua orang gadis remaja yang sangat cantik. meskipun saat itu diriku sudah hampir tidak sadarkan diri, tapi seingatku., kedua bawahannya ini cuma memiliki sebelah mata saja dan berjubah hijau, sedangkan satu lagi bercaping lebar serta punya bekas luka diwajahnya..''


''Biarpun berkepandaian hebat tetapi orang yang barusan memberiku surat rahasia jelas bukanlah salah satu dari mereka berdua. jika memang demikian, sebenarnya sang 'Tuan Muda Pemalas' dari 'Kota Hantu Pagi' ini mempunyai berapa banyak kaki tangan berilmu tinggi.?'' batin Setan Gorengan. dalam hatinya orang tua itu bergidik ngeri saat mengingat dirinya sendiri yang menjadi kaki tangan ke 326.


''Edan., tapi kalau dipikir- pikir, bisa jadi jumlah bawahan tuan muda itu mencapai ratusan atau malah ribuan orang. sungguh tidak dapat dibayangkan jika suatu ketika kekuatan besar ini muncul di dunia luar. biarpun ada sepuluh perguruan silat terkuat aliran putih sekalipun juga bakal disapu habis tanpa sisa.!''


''Pantas saja ada desas- desus di rimba persilatan, kalau partai 'Gapura Iblis' yang dianggap terkuat dari aliran hitam juga seperti enggan untuk mencari masalah di wilayah kekuasaan tuan muda pemalas, si majikan Kota Hantu Pagi..'' gumamnya geleng- geleng kepala. setelah sekali lagi edarkan pandangan untuk memastikan keadaan sekitar, orang bungkuk itupun berkelebat pergi dari sana.


Sesosok bayangan kuning berkelebat cepat keluar dari wilayah kadipaten 'Rejosari'. meski kegelapan masih menyelimuti bumi namun orang ini sepertinya tidak merasa kesulitan dalam menentukan arah, hingga hanya dalam waktu singkat dia sudah berada lebih dari tiga ratusan langkah dari pintu gapura perbatasan kadipaten sebelah utara.


Sepintas jika dilihat dari gerakannya yang lincah dapat diketahui kalau orang ini punya ilmu meringankan tubuh yang sangat tinggi. setelah tiba di tepian sebuah hutan, manusia bertubuh kecil itu hentikan larinya. beberapa langkah didepannya terlihat seorang pemuda berjubah putih sedang duduk selonjoran kaki diatas sebuah kursi malas yang terbuat dari rotan.


Sambil terkantuk- kantuk dia sesekali meneguk minuman sari buah dari sebuah teko keramik sebelum meletakkannya diatas meja kecil yang ada di sampingnya. agak dibelakang pemuda itu terlihat sebuah kereta kuda berwarna hitam dan emas yang terlihat sangat mewah. seorang lelaki bertubuh besar berpakaian kelabu hitam dengan caping bambu penutup kepala bertindak sebagai kusirnya.


Selain si kusir kerata kuda, pemuda berparas tampan namun terlihat sangat santai ini juga ditemani dua orang gadis remaja cantik jelita berjubah putih. yang paling muda sedang sibuk mengatur perapian dan membakar potongan daging, satunya lagi duduk disebelah kiri si pemuda sembari membaca buku catatan. sikap wanita cantik ini terlihat anggun serta punya kewibawaan hingga membuat orang lain merasa segan.

__ADS_1


''Saya sudah kerjakan semua perintah dari tuan muda. kaki tanganmu ke 326 telah menerima surat rahasia itu..'' ucap orang berbaju kuning sambil menjura hormat pada si pemuda yang hanya mendesah malas dan kibaskan sebelah tangannya. ''Dari suara nafasmu yang agak tersengal kau ini pasti sedang luka dalam tapi sengaja ditahan. Chuih., sepertinya dirimu memang lebih cocok menjadi pengintai rahasia daripada bergerak langsung dengan orang lain..'' cibir si pemalas.


Orang bertubuh kurus dan kecil berbaju kuning itu cuma nyengir malu garuk- garuk kepala. sikapnya seperti seorang anak yang ketahuan ibunya mencuri makanan. ''Hee., he., memang mata tuan muda sangat tajam. tapi kenyataannya tukang masak tua itu berilmu sangat tinggi. mungkin diriku juga bukan tandingannya..''


Sebutir obat dilemparkan oleh si tuan muda kepadanya. tanpa ragu orang inipun langsung menelan obat itu. setelah sesaat mengatur pernafasan rasa sesak di dadanya akibat bentrok kesaktian dengan Setan Gorengan telah kembali pulih. kobaran api unggun yang tertiup angin menjadi membesar. cahaya api sekilas menerangi wajah juga tubuh si baju kuning. baru terlihat meskipun punya suara besar dan berat mirip lelaki tapi jelas dia ini adalah seorang perempuan setengah tua.


Setelah mengucapkan terima kasih kepada tuan mudanya, perempuan kurus kecil itu seperti sedang berpikir keras. setelah ragu sesaat dia baru kembali bicara. ''Terus terang saja tuan muda, meskipun tugasku hanya untuk mengantarkan suratmu tapi butuh waktu lebih lama untuk bisa melakukannya. aku mohon ampunmu karena terlambat datang..''


''Memangnya apa yang menghalangimu.?'' kali ini kusir kuda bercaping lebar yang bertanya. saat bicara suaranya terdengar berat, keras dan kasar seperti rongsokan besi. ''Eehm., awalnya aku tidak yakin harus berbuat apa, bahkan nyaris saja diriku membatalkan niat untuk mengirimkan surat perintah rahasiamu karena di dalam rumah makan 'Mampir Daharan' tempat si tua itu bekerja, ternyata masih ada orang lain..''


Si kusir kuda hendak mencibir rekannya tapi melihat sikap perempuan kecil itu yang jelas memendam rasa takut dan keheranan, diapun merasa penasaran. ''Walaupun nama 'Nyi Gagak Kemuning' tidak termasuk golongan pesilat kelas atas tapi juga bukan orang yang lemah. setidaknya dia punya ilmu peringan tubuh sangat hebat. bahkan soal inipun aku juga bukan lawannya. lantas kenapa dia sampai terlihat khawatir dan takut seperti itu.?'' batin si kusir kuda.


Bukannya menjawab tapi hidung Nyi Gagak Kemuning malah mengendus- endus udara yang terasa harum masakan daging. bunyi perut kurus kerempengnya terdengar oleh semua orang. perempuan setengah tua ini menunduk nyengir. dia jelas sedang merasa kelaparan. tuan muda pemalas mendengus kesal. ''Nona Pipit Lincah, berikan potongan daging bakar itu pada si nenek..''


Yang dipanggil sebagai si Pipit Lincah tentu saja gadis muda yang sedang mengolah daging rusa bakar. dengan melotot bertolak pinggang dia mengomel. ''Enak saja., daging bakar ini kumasak dengan bumbu khusus dan sengaja kusiapkan sebagai bekal kita di perjalanan. suruh saja dia makan yang lain.!''


Biarpun marah tapi anehnya wajahnya jadi terlihat tambah manis. apalagi muncul dua lesung pipit di pipinya yang putih bersih. ''Cuma sepotong kecil saja kau tidak akan rugi..'' ucap tuan mudanya tertawa kecil dan kedipkan mata. meski sedikit enggan dia lemparkan juga setusuk daging rusa bakar pada Nyi Gagak Kemuning yang langsung melahapnya meskipun masih sangat panas. ''Luar biasa., rasanya sangat enak. nona Pipit Lincah benar- benar ahli masakan nomor satu..'' puji Nyi Gagak Kemuning mengusap mulutnya yang bertepatan minyak daging.


''Ooh, baguslah kalau kau puas. daging bakar buatan nona Pipit Lincah dibuat dengan tujuh belas macam bumbu rahasia yang selain susah didapat juga tidak gampang diracik. beberapa juga harus dibeli dengan harga mahal. kau tahu bukan, tuan muda punya selera makanan yang bermutu tinggi. jadi pendek kata., kau mesti membayar potongan daging itu. harganya tiga kepingan uang emas ditambah delapan uang tembaga..'' kali ini yang bicara adalah gadis jelita yang sedari tadi diam membaca buku catatan.

__ADS_1


''Haa., ha., bagus. kakak 'Camar Anggun' memang paling mengerti isi hatiku yang kesal karena hasil jerih payahku untuk tuan muda dimakan orang lain. Eehm., kalau dihitung- hitung, memang harganya sesuai dengan yang kau sebutkan.!'' seru Pipit Lincah tertawa bertepuk tangan.


Sementara nona Pipit Lincah berseru riang, raut wajah Nyi Gagak Kemuning mendadak seperti orang yang baru saja tersedak batu kerikil di tenggorokannya. selain dia ingin muntah, mulutnya jadi terasa sangat pahit. karena seenak apapun rasanya, tiga keping emas dan delapan uang tembaga untuk sepotong daging rusa. sungguh harga yang luar biasa.


''Sudahlah, hentikan semuanya. sekarang katakan siapa orang yang kau lihat di warung itu..'' potong si tuan muda tajam. Nyi Gagak Kemuning tidak berani membantah dengan rada gemetaran dia mulai bicara. ''Sebenarnya aku tidak begitu yakin dengan apa yang kulihat di sana. meskipun saat itu diriku berada agak jauh dari warung makan itu tapi dari dalam diri orang aneh ini terpancar hawa membunuh yang sangat menakutkan.!''


''Saking seramnya aku tidak berani mendekat walaupun punya ilmu meringankan tubuh yang dapat kubanggakan. entah kenapa dalam hati aku merasa kalau orang yang berada di sana sepertinya sudah mencium keberadaanku. seumur hidup, belum pernah diriku begitu khawatir seperti itu..'' tuturnya bergidik ngeri.


''Sempat juga terdengar suara bentrokan ilmu kesaktian dari dalam warung itu tapi hebatnya tidak sampai membuat hancur ruangannya. ini menandakan selain Setan Gorengan, orang yang hadir disana punya tingkatan ilmu yang luar biasa hingga mampu meredam kekuatan ilmu kedigjayaan yang saling beradu.!''


''Setelah beberapa lama kemudian, dari pintu belakang warung makan itu keluar seseorang. karena suasana gelap dan jarak yang jauh aku tidak dapat melihat wajahnya. hanya dari perawakannya sepertinya dia masih sangat muda. entah sengaja atau tidak sorot matanya yang dingin seperti melirik sinis ke arah tempatku bersembunyi..''


''Bbuu., buk., bukan iitu., itu saa., saja. ddii., dia juga tertawa menghina. haa., hanya dengan melihat kedua matanya yang dingin tanpa perasaan itu tubuhku seolah terpasung. aliran darahku juga seolah terhenti. yang kulihat darinya hanyalah kematian. bee., ben., benar. dii., dia seperti orang mati. aat., ataukah., aak., aku justru yang akan menjadi mayat..'' ujar Nyi Gagak Kemuning tergagap. jelas nenek itu sedang dilanda ketakutan.


''### Di saat kengerian melanda jiwaku, orang itu malah pergi menjauh. yang sangat menarik perhatianku adalah, cara dia berjalan dengan terseok pelan. kaki kanan melangkah yang kiri terseret mengikuti. kaki kiri orang itu cacat. dengan di bantu sebatang tongkat besi hitam di tangannya diapun lenyap di balik kegelapan..''


''### Selain itu dari kejauhan lapat- lapat masih sempat kudengar pula suara siulan lagu berirama menyedihkan. terus terang saja., waktu itulah diriku jadi teringat pada seseorang yang beberapa tahun lalu pernah menjadi momok nomor satu di dunia persilatan. kalian tahu bukan siapa yang aku maksudkan.?


................

__ADS_1


Lambat Update🙏. Silahkan tuliskan komentarnya. Trims.


__ADS_2